BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Kejutan Kecil Untuk Tasya


__ADS_3

'Semangat Sidang Istriku, Aku merindukanmu' Isi tulisan dalam kertas berbentuk hati tersebut.


Mata Tasya berkaca-kaca. Hatinya terharu dan sangat bahagia.


'A Reza' ucapnya lirih. Didekapnya tulisan tersebut di dadanya.


Tiba-tiba suara pintu kamarnya di ketuk.


'Ibu pasti menginterogasi' pikirnya


Dia membuka pintu kamarnya. Sesosok laki-laki yang ia rindukan berada di hadapannya.


"A Reza!" ucapnya sambil berhambur memeluk lelaki tersebut tanpa dia sadari.


Reza tersentak dan tak menyangka Tasya akan memeluknya.


"Sya, nanti ibu lihat loh" goda Reza. Tasya segera melonggarkan pelukannya kemudian mereka masuk ke dalam kamar. Setelah pintu ditutup, Reza memeluk istrinya.


"Rinduku sudah tak tertahan Sya. Sampai tumpah-tumpah" ucap Reza


Tasya merekatkan pelukannya sambil tersenyum mendengar perkataan suaminya.


"Sepertinya rinduku terbalaskan" goda Reza


Tasya tersenyum malu di dekapan Reza. Kemudian Tasya melepaskan pelukannya.


"A Reza jahat! Aa gak balas pesanku. Gak angkat teleponku! Sebal!" Tasya cemberut


"Surprise dong. Biar kamu khawatir sama Aa" godanya


"Bahagianya ada yang mengkhawatirkan Aa." Godanya lagi.


Tasya hanya tersenyum malu. Dia sangat bahagia.


"Terus kue-kue ini A Reza titip ke siapa?" tanya Tasya?


"Memang ibu tidak bilang siapa yang membawanya? Tadi aku dijalan ketemu Mang Maman. Akhirnya ada ide buat kasih kue itu duluan biar kamu kaget." Reza tersenyum senang


"Ibu sudah marah sama Tasya A. Di kira ibu ada laki-laki lain yang kirim kue. Siapa yang menyangka kue ini Aa yang bawa"


"Ibu juga kena surprisenya ternyata." ucap Reza. Kemudian mereka tertawa.


"Kamu suka?" tanya Reza


"Suka sekali A. Terima kasih" seraya tersenyum


Tasya kemudian mengambil macarons dari kotaknya. Kemudian duduk di pinggir kasur sebelah Reza. Tasya menggigit macarons yang ada di tangannya. Reza memperhatikan setiap gerakan Tasya, kemudian menangkap tangan Tasya dan mengarahkan sisa macarons Tasya ke mulutnya. Dia mengunyahnya sambil tersenyum senang. Kali ini Tasya tidak protes sama sekali.


"Oh iya, aku ambilkan air dulu ya A" ucap Tasya


Baru melangkah, Reza menarik tangannya sehingga Tasya terpental ke arahnya. Dia memeluk Tasya yang berdiri di harapannya.


Tasya memberanikan diri membelai lembut kepala suaminya itu. Reza melihat ke arahnya. Merasa aneh dengan sikap lembut Tasya.


"Kamu sudah jinak Sya?" goda Reza

__ADS_1


"A Reza! Memangnya aku kucing!" Tasya pura-pura kesal hendak pergi. Tapi tangan Reza menahannya.


"Sebentar lagi ya, masih kangen" ucap Reza


Tasya tersenyum senang walau ritme jantungnya berdetak lebih kencang.


"Oh iya, Foto kita sudah jadi A" ucap Tasya


"Mana? Aa mau lihat" Reza kemudian melepas pelukannya.


Tasya mengambil koper di sudut ruangannya. Kemudian menyerahkannya kepada Reza.


"Aku siapkan makan dulu ya, pasti Aa lapar" ucap Tasya


"Nanti saja, temani Aa dulu Sya. Aa ke sini karena kangen kamu." ucap Reza sambil membuka koper tersebut.


Tasya duduk di sebelah Reza sambil mengunyah macarons. Dia memberanikan diri menyuapi Reza. Reza hanya meliriknya sambil mengunyah macarons tersebut.


'Kok dia sekarang bersikap manis? Tumben sekali' batin Reza senang.


Mereka memperhatikan foto-fotonya satu persatu. Reza memberikan komentar di setiap fotonya. Setelah puas melihat foto, Tasya memutarkan video pernikahan mereka. Sesekali keduanya tertawa bersama.


"Lihat tuh, kamu kaya lap kanebo kering Sya. Kaku sekali" Reza tertawa


"Masa iya aku harus sok romantis A. Nikah sama A Reza saja masih terasa mimpi" ucap Tasya


"Iya sih. Aa juga berfikir begitu. Tiba-tiba saja Aa jadi suami seorang bocah yang di pegang saja marah-marah" ucap Reza


"A Reza curhat?" ujar Tasya


"Apa lagi aku. Begitu bangun sebelahku ada om-om galak" sebalnya


Tasya tak bisa membalasnya lagi. Dia kehilangan kata-kata.


"A Reza kok kesini? Memang gak kerja?" tanya Tasya


"Kamu kan besok sidang sayang. Aku harus temani kamu biar kamu semangat" ucap Reza


'Iya, aku jadi semangat ada kamu A' batin Tasya


"Terima kasih A. Aku pikir Aa lupa sama aku. Aku sudah sebal sekali sama sikap Aa dari kemarin malam."


"Sebenarnya aku gak tega Sya. Aku juga gak kuat ingin balas pesanmu. Tapi aku ingin membuatmu terkesan" Reza terkekeh


"Sebegitu niatnya dirimu A" Tasya bersungut


"Tapi suka kan?" goda Reza


Tasya tersenyum malu.


"A, ayo keluar. Aa kan belum ketemu ibu" ajak Tasya


"Aa sudah ketemu ibu tadi. Yang buka pintu kan ibu. Terus Aa kasih kode" Reza menyeringai


"Jadi ibu tahu A Reza kesini?" Tanya Tasya

__ADS_1


"Nggak tahu. Ibu juga kaget begitu lihat Aa datang. Hanya saja Aa bilang ke ibu mau bikin surprise kamu" jelas Reza


Tasya mengangguk-ngangguk tanda mengerti.


"Sepertinya tanpa aku menjelaskan, ibu sudah tahu kue-kue ini dari siapa" tebak Tasya


"Nanti setelah sidang kita pulang ya Sya. Aa merasa sepi disana gak ada kamu. Papa juga sama kayaknya." Ajak Reza


"Iya. Aku juga disini malah kepikiran A Reza sama Papa. Padahal aku disana baru sebentar." Tasya merasa heran


"Sepertinya ikatan batin kita kuat ya sayang" ujar Reza


"Mulai deh kumat gombalnya" Tasya meninggalkan Reza keluar kamar sambil membawa kue yang di bawa Reza


Tasya menuju dapur. Ibu sedang menyiapkan makanan untuk menantunya.


"Ibu sudah kaget Sya, ibu pikir itu kue dari lelaki lain" ucap ibu


"Mang Maman juga sama saja, kerjasama sama suamimu. Dasar" ucap ibu


"Makanya yang kena surprise bukan hanya Tasya kan bu" Tasya tertawa kecil


"Suamimu itu iseng sekali." ucap ibu


"Makanya Tasya sama A Reza berantem terus bu. Karena A Reza usil sih" Tasya seakan mengadu


"Dari pada kaku kaya lap kanebo kering kan bu" Tiba-tiba Reza menimpali obrolan mereka seraya membawa handuk dan baju ganti.


"Kalian ini. Asal tidak bertengkar serius saja lah" ucap ibu


"Papamu sehat Nak? Kenapa gak ikut juga?" tanya ibu


"Alhamdulillah sehat bu. Papa ada jadwal meeting bu makanya tidak ikut." jelas Reza


"A, papa sendirian di rumah?" Tasya mengkhawatirkan mertuanya


"Aku suruh pak Budi menemaninya Sya. Sudah biasa begitu" jelas Tasya


"Sukurlah. Papamu jadi gak sendirian" ucap ibu


"Sudah sana mandi dulu A" perintah Tasya


Reza kemudian berjalan ke kamar mandi. Sementara Tasya membantu ibunya.


"Sudah, kamu belajar saja dulu Sya buat besok" ucap Ibu


"Nanti saja setelah makan bu baru belajar." tolak Tasya


***


"Mantuku kapan datang?" tanya Pak Taufik begitu tiba


"Tadi Yah, besok kan Tasya sidang. Biar lebih semangat Yah" ucap Tasya


"Yang ada bikin kacau nih A Reza" ledek Tasya

__ADS_1


"Kalian ini, kapan tidak bertengkar sih?" ibu menengahi.


Ayah Tasya hanya tertawa sambil berlalu meninggalkan mereka untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2