BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Periksa Kehamilan


__ADS_3

"A, kita mau ke dokter Felly?" tanya Tasya yang sedang menyisir rambutnya panjangnya


"Terserah kamu saja. Kan kamu yang diperiksa. Kamu nyaman gak kemarin?" tanya Reza


"Kemarin bagus sih. Buktinya menstruasi aku lancar lagi kan?" Tasya mengingat-ngingat


"Ya sudah kesana saja sayang." ucap Reza sambil memakai kaosnya


Mereka tengah bersiap untuk ke dokter kandungan.


Tasya kini memakai kerudungnya sedangkan Reza seperti biasa memakai pomade dibelakang Tasya. Reza tersenyum melihat Tasya. Hari ini dia sangat bahagia.


"Yuk sayang" ajak Reza


***


Reza dan Tasya kini berada di lantai dua rumah sakit. Mereka sedang menunggu panggilan untuk konsultasi ke dokter Felly.


"A, aku haus" ucap Tasya


"Aa ke kantin dulu kalau begitu ya sayang. Mau minum apa?" tanya Reza


"Mau minum teh manis rasa markisa yang dingin A" ucapnya.


Reza kemudian pergi meninggalkan Tasya untuk membeli minum.


Setelah Reza pergi beberapa saat, seorang wanita dengan perut buncit berjalan menghampiri perawat yang berjaga di depan ruang dokter diikuti oleh lelaki yang terlihat lebih tua dari dirinya.


Tasya terkejut melihatnya. Dia pura-pura sibuk memainkan ponselnya.


Setelah selesai cek berat badan, wanita tersebut mencari kursi kosong. Dia melewati Tasya yang duduk di deretan depan. Kemudian dia duduk di deretan ke dua percis di belakang Tasya.


'Bagus, sepertinya dia tak sadar ada aku. Apa itu suaminya? Kok kayaknya dia lebih tua' batin Tasya


Reza menghampiri Tasya dengan membawa plastik berwarna putih. Dia duduk di sebelah Tasya.


"Sayang, ini minumnya" ucap Reza sambil membuka tutup botol kemudian memberikannya kepada Tasya.


Tasya minum teh manis tersebut kemudian diberikannya kembali kepada Reza.


"Masih lama ya sayang?" ucap Reza


"Tadi sih ada dua orang yang sudah di periksa" ucap Tasya sambil menyandarkan kepalanya di lengan Reza


"Kamu pusing?" tanya Reza


"Enggak sayang. Rasanya lemas saja" jawab Tasya.


'Apa dia gak melihat A Reza? Malas sekali kalau harus berbasa basi dengan mantan A Reza itu! Eh, apa dia gak berani menyapa karena ada suaminya?' batin Tasya cerewet


"Nyonya Tasya" ucap seorang perawat dari pintu


Tasya kemudian berdiri diekori oleh Reza yang menenteng tas Tasya.


"Silahkan duduk" ucap Dokter Felly ramah sambil membuka rekam medis milik Taysa


"Kenapa bu?" tanya dokter Felly


"Saya sudah telat menstruasi dok." ucap Tasya


"Dengan keluhan yang sama seperti waktu itu?" tanya Dokter Felly


"Tidak dok. Alhamdulillah menstruasi saya lancar. Nah saat ini sudah telat dari menstruasi biasanya, sudah saya tes juga cuma garisnya masih samar" jelas Tasya


"Sudah telat berapa hari dari biasanya?" tanya dokter Felly

__ADS_1


"Kira-kira satu minggu dok" Tasya mengingat-ngingat.


"Mari kita periksa. Silahkan berbaring bu" pinta Dokter tersebut


Tasya berbaring dibantu oleh seorang perawat. Perawat tersebut memberikan gel di atas perut Tasya. Reza berdiri disampingnya tanpa bersuara.


Seperti biasa, dokter mengarahkan transducer di perut Tasya. Dia menggerak-gerakan transducer sampai terlihat sebuah gambar di layar.


"Coba perhatikan disini, ini sudah terlihat ya Bu, Pak. Sudah terbentuk amnionnya." ucap dokter sambil menunjukan gambar hitam berbentuk lingkaran.


"Apa itu dok?" tanya Reza


"Amnion itu kantong berisi cairan ketuban yang akan mengelilingi dan melindungi embrio yang sedang berkembang.


"Ini sekitar 4 minggu" ucap dokter kemudian


"Jadi istri saya benar-benar hamil dok?" tanya Reza setelah selesai


"Iya Pak. Selamat ya." ucapnya sambil tersenyum.


Reza dan Tasya saling pandang. Terpancar rona bahagia dari wajah mereka.


"Ada pantangan tidak dok untuk istri saya? Misalnya makanan yang dilarang?"


"Ada dua Pak. Makanan non halal dan makanan basi" canda dokter Felly


Tasya dan Reza tertawa.


"Tidak ada Pak. Selama ibu tidak mengalami mual muntah. Makan apa saja boleh. Usahakan makan makanan sehat dan bergizi ya Bu." lanjut dokter tersebut


"Nanti saya resepkan asam folat untuk tambahan nutrisinya." ucap dokter tersebut


Setelah selesai, mereka pamit kepada dokter tersebut.


Reza mengangguk sambil tersenyum karena dia menjadi pusat perhatian setelah namanya di panggil tadi.


"Saya duluan ya Cit" ucapnya sambil memegang bahu Tasya.


Keduanya pergi meninggalkan area tersebut.


"A Reza, itu suaminya?" tanya Tasya penasaran


"Yang mana sayang?" tanya Reza yang takut istrinya tersulut cemburu


"Yang duduk di sebelahnya" ucap Tasya kemudian


"Aa gak tahu sayang. Aa gak merhatiin" jujur Reza


"Pantas saja dia begitu sama Aa. Suaminya kayaknya lebih tua" ucap Tasya kemudian


"Sudah sayang, kamu kan lagi hamil. Gak baik seperti itu." Reza cari aman


"Oh iya. Maaf-maaf" ucap Tasya riang


'Hhhh... Selamaat. Untung si Citra gak ngajak ngobrol. Kalau sampai ngobrol, bisa perang dunia ke empat di kamar' Reza sangat bersyukur.


"Sayang mau makan?" tanya Reza


"Belum lapar A" jawab Tasya singkat.


Reza mengurus administrasi dan menunggu obat Tasya.


"Masih belum di panggil sayang?" tanya Tasya menyandarkan kepalanya di bahu Reza begitu Reza duduk disebelahnya.


"Belum. Kamu gak apa-apa sayang?" tanya Reza

__ADS_1


"Lemas saja A." ucapnya lagi


Reza beranjak saat nama Tasya di panggil.


"Sakit apa Mbak?" tanya seorang ibu disebelah Tasya


"Tidak sakit bu. Hanya periksa kandungan saja" ucapnya


"Oh, hamil. Sudah berapa bulan?" Tanya ibu tersebut sambil melihat ke perut Tasya yang masih rata.


"Baru empat minggu bu" ucap Tasya


"Itu suaminya ya? (menunjuk ke arah Reza dengan gerakan kepala). Suaminya ganteng ya mbak. Mbaknya cantik. Pasti nanti turun ke anaknya" ucap ibu tersebut begitu melihat Reza berjalan ke arah Tasya dengan membawa plastik.


"Aamiin. Terima kasih bu" ucap Tasya sopan


"Ayo sayang" ajak Reza sambil berdiri di depan Tasya


"Saya pamit ya bu. Assalamualaikum" pamit Tasya pada ibu itu.


***


"Sayang, kamu mau kasih tahu ibu?" tanya Reza yang sedang mengemudikan mobilnya


"Oh iya A. Enaknya di telepon atau kita kesana ya A?" tanya Tasya


"Telepon saja dulu. Aa gak mau kamu capek Sya" ucap Reza


"Kamu lapar gak sayang?" Reza mengelus perut Tasya


"Hmm... Sekarang perhatian sama anaknya" Tasya pura-pura cemburu


"Sama kalian berdua dong. Dua-duanya kesayangan Papi" ucap Reza


"Iya Papi tukang tidur" cibir Tasya


***


"Assalamualaikum" ucap Reza bersemangat


"Waalaikumsalam" ucap Bi Tinah


"Papa mana Bi? Tanya Reza


"Papa belum pulang" ucapnya


"Bi Tinah, Tasya hamil" ucap Tasya seraya merangkul tangan Bi Tinah


Bi Tinah sangat senang, banyak doa yang dia panjatkan sambil mengelus perut datar Tasya.


***


Tasya merebahkan tubuhnya setelah membersihkan dirinya di kamar mandi.


"Capek ya sayang" ucap Reza seraya mengecup perut Tasya


"Hmm..Tuh kan ngecupnya pindah sekarang" Tasya pura-pura marah


"Dek, mami cemburu tuh" ucap Reza


Reza mendekat ke arah Tasya. Tapi Tasya pura-pura menolaknya. Dia mengecup wajah Tasya.


"Sayang, boleh gak ya?" Tanya Reza yang mulai ingin...


***Hayo,, boleh gak Readers? ^^***

__ADS_1


__ADS_2