BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Bayi Tasya


__ADS_3

"Assalamualaikum A" ucap Tasya ketika menerima telepon dari Reza


"Waalaikumsalam. Sayang, kamu gak perlu kesini ya. Papa sama Aa sedang nunggu dokter buat baca hasil tes Papa" ucap Reza


"Memang Papa sudah boleh pulang A?" tanya Tasya


"Kata dokter kalau semuanya oke, boleh pulang. Aa sih optimis hasil Papa bagus, kamu lihat sendiri kan Papa juga sudah terlihat tidak kesakitan" jelas Reza


"Iya. Mudah-mudahan saja hasilnya bagus. Aamiin. Aa mau di masakin apa? Ini aku mau masak. Tadinya buat bekal ke rumah sakit." tanya Tasya


"Masak apa saja pasti Aa makan sayang" Reza tak ambil pusing.


"Ya sudah, tunggu di rumah saja ya sayang. Dandan yang cantik. Aa kangen kamu" gombal Reza


"Apa sih A Reza. Baru semalam saja sudah gombal" ucap Tasya sambil tersenyum senang


"Aa kan gak bisa jauh-jauh dari kamu" gombal Reza lagi


"Hmm..bagaimana kalau aku tinggalin pulang ke rumah ayah? Baru semalam saja sudah begitu" Tasya bersungut


"Kan Aa ikut pulang dong. Jadi gak kangen. Wee" tak hentinya menggoda Tasya


"Sudah ah, kapan masaknya ini. Kasian juga Papa, Aa malah asyik ngobrol sama aku. Assalamualaikum" Tasya hendak mengakhiri pembicaraannya


"Loh loh kok gitu? Sun nya mana?" Reza menggodanya lagi


"Apa sih A Reza" Tasya kemudian menutup teleponnya.


'Apa sih A Reza. Apa sih A Reza. Kalau kamu malu pasti begitu Sya' gumam Reza sambil tersenyum.


***


Beberapa jam kemudian


"Assalamu'alaikum" sapa Reza dari luar rumah dengan suara lantang


"Waalaikumsalam" sambut Bi Tinah


Bi Tinah kemudian menghampiri Reza dan Pak Danu, tapi Reza segera masuk ke dalam menuju kamarnya mencari seseorang yang dia rindukan.


"Hmm.. Suami pulang malah tidur" gumam Reza


Reza mencium wajah Tasya, dia berbaring di samping Tasya dan mengusel kepalanya di dada Tasya sehingga rambutnya membuat geli dagu Tasya.


Tasya terbangun merasa terganggu.


"A Reza, sudah pulang?" Tasya membuka sedikit matanya. Di peluk suaminya itu.


"Aa pulang bukannya di sambut malah pules. Sun juga nih" Reza mengecup kilat bibir Tasya


"Aa.. Masih ngantuk" Tasya mengelus kepala suaminya sambil terpejam


"Sayang, Aa kan kangen" goda Reza di telinganya.


Tasya merasa geli. Sedangkan Reza tersenyum usil.


"Sayang" Reza mengulanginya


"Aa ih.." Tasya melebarkan matanya.


Dikecup kening Reza yang memperhatikannya kemudian dia turun dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


"Sayangku.. Mau kemana dirimu.. " ucap Reza dengan nada di buat-buat dan membentangkan tangannya.


Tasya tersenyum sambil membuka pintu kamar mandi


'Dasar A Reza!'


***


"Ayo keluar A, aku belum ketemu Papa" ajak Tasya pada Reza yang asik bermain game di ponselnya.


"Kamu gak kangen aku, Sya" Reza cemberut


"Nggak" Tasya sengaja


Reza menghentikan permainannya. Kemudian menatap Tasya dengan tatapan kesal.


"Uluuhh.. Yang ngambek..bayiku ngambek terus. Di sun nih" Tasya mengecup pipi Reza


Reza diam. Masih pura-pura kesal


"Masih marah? Nanti gak dapat jatah loh" goda Tasya di telinga Reza


"Sya.. Awas ya kamu" Reza menerkam Tasya kemudian mengecup seluruh wajah istrinya.


"Ampuun tuan.. Ampuun" Tasya berontak saat badan Reza di atasnya.


"Tiada ampun bagimu" Reza tersenyum picik


"Ah, sudah A. Tunggu dulu. Sebentar.. Sebentar.."


Reza menghentikan aktifitasnya. Tasya merapikan rambutnya.


"Ayo ketemu Papa dulu terus makan dulu terus.. " Tasya cerewet


"Nanti saja biar lama" bujuk Tasya


"Sebentar doang sayang. Ya.. Ya.." Reza masih memelas


Tiba-tiba ponsel Reza berbunyi. Dia berbicara serius dengan Pak Bambang kepala gudang. Tasya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia cepat-cepat keluar kamar hendak menemui mertuanya.


"Papa, mau makan sekarang?" tanya Tasya sambil mencium punggung tangan mertuanya.


"Sebentar lagi saja nak. Papa belum begitu lapar" ucapnya


"Pa, Tasya minta papa jangan terlalu cape ya. Biar nanti Tasya saja yang bantu A Reza ya Pa" ucap Tasya yang khawatir kesehatan mertuanya


"Papa gak tega kalau kamu harus kerja" ucap Papa


"Pa, Tasya kan masih muda Pa. Tasya juga jenuh Pa di rumah terus. Tasya takut hal itu terjadi lagi sama Papa kalau aktifitas Papa masih padat." Tasya terus terang


"Iya.. Iya.. Nanti Papa kurangi jadwal Papa, biar kamu nanti belajar bantu Reza kalau kamu mau" ucapnya


"Ayo kita makan. Mana Reza?" tanya Papa


Tasya kemudian masuk ke dalam kamar. Disana Reza masih memainkan ponselnya.


"A ayo makan" ajak Tasya


Reza merajuk.


"Sayang.. " Tasya menutup ponselnya

__ADS_1


"Ada yang telepon, kamu malah kabur. Kamu jahat!" Reza kesal dengan sikap Tasya


"Dosa loh kamu nolak" ucapnya lagi


Tasya tak menyangka Reza marah. Dia mengira Reza hanya becanda sebelumnya.


"Aa marah? Maafkan aku ya A" Tasya duduk di lantai dekat kaki Reza.


Reza melihat Tasya seperti itu manjadi gak tega. Takut membuat Tasya stres lagi.


"Enggak. Sini bangun." diraih pundak Tasya


"Maaf ya, Aa cuma becanda. Tapi kalau yang tadi serius. Aa kan sudah lama puasa sayang" ucap Reza jujur


"Iya, tapi setelah makan ya" Tasya malu


"Biar kuat ya sayang?" ucap Reza di telinga Tasya


"Apa sih A Reza!" Tasya berdiri sambil tersenyum


Keduanya keluar kamar. Sementara Pak Danu sudah hampir selesai.


"Yang nyusulin sama yang di susulin sama-sama nyangkut di kamar" ucap Pak Danu ketika mereka menghampirinya.


"Maaf Pa, ada yang merajuk Pa" Tasya keceplosan


Reza mencolek lengan Tasya.


"Gara-gara Tasya ngobrol sama Papa masa A Reza marah Pa" Tasya berbohong


"Kamu posesif begitu Za. Papa juga berhak dong dapat kasih sayang Tasya. Kan anak Papa juga" Pak Danu membela


"Iya.. Iya.. " Reza pura-pura cemberut.


Tasya kemudian mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Reza dan dirinya.


"Papa jangan lupa di minum obatnya Pa" Tasya mengingatkan


"Iya nanti mau tidur saja minumnya" ucap Papa


Selesai makan, mereka berkumpul di ruang televisi sambil berbincang-bincang. Disana Reza nampak tak sabar. Beberapa kali dia mencolek tubuh Tasya seolah memberikan kode untuk segera ke kamar. Tapi Tasya masih asyik berbincang dengan mertuanya.


"Hoaam.. Ngantuk Sya" ucap Reza setelah beberapa kali kodenya diabaikan Tasya


"Sana kamu tidur duluan" ucap Pak Danu


Tasya menahan senyumnya ketika Reza di suruh masuk kamar duluan.


"Pa, guling Reza kan masih ngobrol sama Papa" ucap Reza sengaja


"A Reza!" Tasya malu


"Kamu ini!" ujar Pak Danu pada Reza


"Sudah sana nak, temani bayi gedemu! Manjanya kelewatan!" perintah Pak Danu


"Tasya tidur duluan kalau begitu Pa. Jangan lupa obatnya di minum dulu ya. Papa jangan bedagang" Tasya memberi perhatian


"Tuh dengar Pa, nanti suster ngamuk loh kalau nggak di dengar" cibir Reza pada Papanya


Pak Danu hanya tersenyum melihat mereka meninggalkannya.

__ADS_1


*** Mau tahu kelanjutannya? Yuk bantu Rate bintang 5, vote, like dan komentarnya Readers. Selamat berbuka puasa buat yang menjalankannya. ^^ ***


__ADS_2