
"A Reza! Gimana kalau orang lihat! Terus kita di ciduk dan viral. Naudzubillahi mindzalik A!" Tasya emosi
Reza tertawa mendengarnya.
'Ukhtiii oh ukhtii polos sekali kamu Sya!'
"Ini kan gelap Sya. Lagian sebelah kita kosong. Yang nonton juga bisa di hitung jari Sya" Reza menjelaskan
"Lagian kamu memikirkan yang tidak-tidak Sya. Kalaupun terciduk kita kan sudah halal" Ucapnya tanpa merasa bersalah
"Tapi gak di umum juga A!" Tasya masih ketus
"Berarti di rumah boleh dong?" Reza tersenyum lebar
"Nggak!" ucap Tasya galak
"Jadi ada rasa kan?" Reza menggodanya kembali
Tasya yang kesal tak menghiraukannya.
***
Selesai nonton keduanya menuju foodcourt yang berada di lantai empat.
"Mau makan apa?" tanya Reza sambil mengedarkan pandangannya.
"Yes ada!" ucap Tasya melihat ke arah pojok ruangan tersebut
"Itu A, aku mau makan mie hotplate itu" sambil menunjuk ke arahnya
"Makan mie saja kamu sampai senang begitu?" ucap Reza
"Sudah lama aku tidak makan itu A. Terakhir bareng A Rasya. Jadi kangen" ucap Tasya dengan senang
__ADS_1
"Kangen mie?" Reza heran dengan tingkah laku istrinya
"Kangen A Rasya lah! Si ganteng kalem kesayangan akoohh" nada Tasya dibuat-buat
"Aku siapa yang ngangenin?" Tanya Reza.
"Om Danu lah! Masa aku!" balas Tasya
Reza melotot
"Papa.. Maaf-maaf lupa.. Baru juga beberapa hari A jadi mertuaku" Tasya ngeles
***
Selesai makan mereka berjalan-jalan mengelilingi Mall. Tasya baru pertama kali menginjakan kakinya di Mall tersebut.
"Kamu mau beli sesuatu?" tanya Reza
"Nggak a. Aa ada yang mau di beli?" tanya Tasya balik.
"Reza?" tanya seorang perempuan cantik dengan rambut terurai yang berpapasan dengannya.
"Oh, Cindy? Kamu disini?" Tanya Reza
"Iya, baru kemarin pulang" jawab Cindy
"Wah, gak nyangka aku ketemu kamu disini Za. Siapa ini? Pacar?" tanya Cindy tersenyum ke arah Tasya.
Tasya pun tersenyum ke arahnya.
'Cantik banget' batin Tasya
"Istriku Cin" jawab Reza
__ADS_1
"Oh kapan nikah? Kok gak undang-undang?" tanyanya lagi
"Baru kemarin-kemarin Cin. Anak-anak sebagian ada yang datang. Maaf ya aku gak ngundang kamu. Habis ku pikir kamu masih disana" ucap Reza lagi
Kali ini Tasya hanya diam menyimak percakapan mereka.
"Iya. Nomorku juga ganti. Mana nomormu Za. Barangkali kita reunian lagi seperti tahun lalu" pinta Cindy
Reza memberikan nomor ponselnya. Kemudian Cindy berpamitan dengannya.
"A cantik banget ya?" Tasya memujinya
"Iya memang dia cantik. Gebetanku dulu Sya" jujurnya sambil tersenyum
'Iya? Jujur banget kamu a! Iya, Aku mah gak selevel sama dia!' batin Tasya mendadak kesal.
"Kenapa gak pacaran saja sama dia A. Atau nikah saja sama dia!" Tasya sedikit ketus
"Kamu cemburu Sya?" Reza menggodanya
"Nggak lah!" balasnya cepat
Mereka kemudian sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Di perjalanan pulang, mereka diam. Tasya melihat pemandangan yang dilaluinya. Entah kenapa hatinya menjadi kesal. Bahkan sampai di rumah pun Tasya masih tak bicara sepatah katapun pada Reza.
"Kenapa tu anak tiba-tiba begitu" gumam Reza yang di tinggal masuk ke dalam rumah oleh Tasya
"Sabar Za. Nikah sama bocah resikonya begitu" gumamnya lagi
Reza masuk ke dalam rumah. Disana tampak sepi. Kemudian dia menyusul Tasya masuk ke kamarnya.
Tasya tidak ada disana. Reza mendekat ke arah kamar mandi. Terdengar suara air dari balik pintu. Kemudian Reza merebahkan dirinya sambil memainkan ponsel.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, Tasya keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang basah dibiarkan terurai. Dia melihat Reza tersenyum sendirian sambil melihat ponsel.
'Senyum saja terus senyum. Mood kamu jadi bagus sekali A setelah ketemu gebetanmu' batin Tasya kesal.