
"Sayang.." Reza melembutkan suaranya
"Kok kamu yang marah sayang?" Tanya Reza
'Za, ingat pasal rumah tangga :
Pasal 1. Istri tidak pernah salah
Pasal 2. Jika istri salah, kembali ke pasal 1' Batin Reza seraya menenangkan dirinya.
"A Reza, A Reza baru sekarang marah seperti ini kepadaku" Tasya akhirnya berbicara
"Maaf Sya, Aa kesal sekali tadi. Kamu pergi tanpa bilang. Sudah begitu, kamu ketemu si Keenan!" Reza kesal
"Kenapa Aa gak bicara saja. Kenapa Aa diam saja. Aa manggil diri sendiri 'Aku' pula" Tasya meluapkan amarahnya
'Tuhan.. Salah kalau manggil aku? Terus kalau manggil 'gue' kayaknya dia bisa guling-guling di tanah' batin Reza kesal
"Aa diam karena Aa kesal Sya. Aa gak mau nyakitin kamu dengan kata-kata yang keluar dari mulut Aa." Reza berusaha menjelaskan
"Aa juga gak manggil Aku, sayang" Reza mengelak
"Jelas-jelas tadi aa manggil aku" Tasya bersikeras
'Perdebatan macam apa ini Tuhan' Reza membatin kembali
"Oke Aa minta maaf. Ya?" Reza mengalah teringat pasal rumah tangganya
Tasya terdiam.
"Sya, Aa gak suka kamu bergaul dengan si Keenan itu. Sepertinya dia suka sama kamu" Terang Reza
"Tahu dari mana Aa?" Tanya Tasya penasaran
"Insting seorang lelaki. Apalagi Aa suami kamu" ucapnya
'Ternyata bukan cuma aku saja yang merasa' batin Tasya mulai mempercayainya.
"Maaf a, tadi Lala yang memintaku jajan disana. Ternyata kita ketemu lagi. Akhirnya ngobrol. Lala sih yang banyak bicara. Aa Tahu sendiri Lala menyukai Keenan dari awal." terang Tasya
"Iya, Lala suka Keenan. Keenan suka kamu. Bagus! Jadi cinta segitiga" ucap Reza
Tasya ingin tertawa mendengarnya. Namun di urungkannya
"Habis itu, Aku suka Aa. Jadi cinta segi empat deh" ucap Tasya tak bisa menahan tawanya lagi. Reza ikut tertawa dibuatnya.
"Konyol sekali kamu sayang" Reza merasa riang saat Tasya sebut menyukainya.
"Habis, Aa ada-ada saja" Tasya cemberut.
"Aku sayang A Reza" ucap Tasya
"Apa?" Reza sengaja pura-pura tak mendengarnya
"Tidak ada siaran ulang" ucap Tasya
"Apa dong" Reza memelas
"Aku sayang Aa" Tasya mengecup kening Reza
"Rasanya, aa pertama kali dengar kamu bilang begitu Sya" Reza merasa senag
"Masa? Aku kan sering bilang sayang" Tasya protes
__ADS_1
"Iya.. Iya" Reza malas berdebat lagi.
"Sya, memang sakit lagi?" Reza menggoda
"Menurut Aa?" Tasya malu
"Sedikit susah" Reza berbisik sambil tersenyum senang
"Jangan di bahas" ucap Tasya yang semakin malu.
Reza memeluknya. Dia mencium aroma shampo dari rambut istrinya
"Sya, lain kali kemana-mana kamu harus bilang sama Aa ya" ucap Reza
"Aa kenapa tahu aku gak di kantor?" Tasya penasaran
"Aa ke kantor kalian sudah tidak ada disana. Padahal Aa buru-buru dari gudang" ucap Reza
"Terus tadi masalah apa A?" Tasya penasaran
"Sopir kita SIMnya mati, dia kena tilang. Pak Bambang segitu saja gak bisa urus. Harusnya dia bisa tangani masalah sepele begitu" Reza kesal.
"Pulang ke kantor lihat kamu gak ada. Makinlah memuncak kekesalan Aa" terang Reza kemudian
"Hmm.. Jadi aku pelampiasan amarah Aa?" Tasya menyindir
"Bukan begitu sayang, hanya saja Aa kesal. Kamu tidak memberi kabar"
"Aku gak suka kalau Aa marah terus Aa diam seperti tadi" protes Tasya
"Yang suka begitu siapa ya?" sindir Reza
"Ih A Reza mah!" Tasya merasa di sindir balik olehnya.
Tasya memainkan jarinya di dada bidang suaminya. Reza menikmatinya sambil memejamkan matanya dan memeluk dirinya. Tak lama kemudian Reza tertidur.
Setelah keluar dari kamar mandi, dia melihat sebuah pesan masuk pada ponselnya.
"Keenan?" Tasya sangat takut membuka pesan dari Keenan. Dia melirik ke arah Reza. Kemudian dia memberanikan diri membuka pesannya.
"Mbak, apa mbak gak apa-apa? Aku khawatir setelah melihat kejadian tadi" isi pesan Keenan tersebut
"Aku baik. Terima kasih" jawab Tasya tanpa basa basi
'Please jangan cari masalah Keenan' batin Tasya sambil menghapus pesan dari Keenan
Tidak lama kemudian, sebuah pesan masuk dari Lala.
"Ibu, aku minta maaf ya bu. Aku takut ibu dan Pak Reza bertengkar. Please maafkan aku" isi pesan Lala
'Gara-gara kamu lagi La, A Reza menumpahkan emosinya. Membuatku kesakitan lagi' Tasya bersungut walaupun sebenarnya dia juga menikmatinya
Tasya tak membalas pesan Lala. Dia kemudian ikut berbaring di sebelah suaminya dan tertidur.
***
Jam sembilan malam reza terbangun. Dia melihat sang istri tertidur pulas. Dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah keluar dari kamar mandi, dia meraih ponsel Tasya. Dia melihat-lihat isi pesan dan panggilan di ponsel Tasya. Dia tidak menemukan apapun disana selain pesan dari teman-teman Tasya dan Lala. Dia membuka pesan dari Lala.
'Hmm.. Takut juga dia' gumam Reza
Tidak lama kemudian, Tasya terbangun.
__ADS_1
"Jam berapa ini A?" tanya Tasya
"Setengah sepuluh sayang. Aa lapar Sya, kamu mau makan?" tanya Reza
"Hmm.. Sebentar lagi" Tasya mengumpulkan nyawanya.
Tiba-tiba perutnya berbunyi dan Reza melirik ke arahnya.
"A, aku mau makan seafood" pinta Tasya tiba-tiba
"Ayo cepat kamu siap-siap" ajaknya
Dengan semangat Tasya segera mencuci mukanya dan bersiap pergi.
Reza mengeluarkan motornya, Tasya merasa senang karena sudah lama tidak naik motor kesayangan Reza itu.
Reza mengemudikan motornya. Kali ini tanpa di suruh, Tasya melingkarkan tangannya dengan mesra.
"Jadi ingat awal-awal kita nikah ya Sya" ucap Reza yang sebenarnya Tasya juga sedang mengingatnya.
"Kalau bukan karena si brave, kamu gak akan meluk Aa waktu itu Sya" ucapnya lagi
"siapa brave A?" Tasya heran
"motor ini. Hehe" Reza malu
"Ya ampun, ternyata Aa kekanakan sekali. Motor saja sampai dikasih nama" Tasya berdecak
"Terus mobil kesayangan Aa siapa namanya?" Tasya penasaran
"My ex*tic. Haha" Reza semakin malu
"A Reza.." Tasya tersenyum di buatnya
"A Reza, sengaja ya motornya begini biar pacar Aa yang dulu naik motornya bisa meluk-meluk begini" Tasya menuduh
"Mana mau pacar Aa naik motor Sya" sanggah Reza
"Iya sih tipe pacar Aa kan yang seksi-seksi begitu" Tasya menyindirnya
"Iya, jodohnya malah sama ukhti-ukhti. Haha" Reza tertawa puas
Tasya terdiam. Dia merasa tidak sebanding dengan mantan pacar Reza. Walaupun mantannya sedang hamil, tapi nampak seksi dan cantik sekali.
Tasya sedikit menjaga jarak pada Reza. Dia hanya memegang baju Reza.
"Sya.. " Reza menyadari Tasya terdiam
"Apa?" Tasya ketus
"I love you" ucapnya
Tasya tak membalasnya. Tiba-tiba saja dia menjadi kesal.
Tidak berapa lama mereka sampai di tenda seafood langganan Reza. Mereka duduk dan Reza melihat-lihat menu.
"Mau makan apa Sayang?" tanya Reza
Tasya yang kesal menjadi tidak berselera.
"Apa saja" ucapnya
"Kok begitu? Kamu kan tadi yang mau" tanya Reza
__ADS_1
Tasya kemudian melihat seseorang yang masuk ke tenda tersebut.
'Dia..' batin Tasya sambil melihatnya.