BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Rumah Mertua Indah


__ADS_3

Reza dan Tasya turun dari mobil. Sementara Pak Danu baru saja bangun karena mendengar suara pintu mobil ditutup dari luar.


"Kamu mau ke toilet juga A?" tanya Tasya sambil berjalan cepat


"Iya. Nganter kamu. Takut di culik" ucap Reza asal


Keduanya kemudian berpisah toilet. Setelah selesai Reza menunggu Tasya di depan toilet. Beberapa wanita yang menuju toilet melirik ke arahnya.


"Ayo A" ajak Tasya


"Lega sekarang Neng?" tanya Reza


Tasya mengangguk malu. Reza kemudian memegang tangan Tasya, di tarik lengannya menuju ke minimarket.


"Mau jajan apa?" tanya Reza


Tasya sumringah. Diraihnya beberapa snack dan biskuit tanpa malu karena selama perjalanan tadi dia hanya diam. Reza memesan dua kopi dan satu cokelat panas. Tak lupa dia pun memesan roti. Setelah selesai mereka membawanya menuju mobil.


"Wah, punya mantu enak Bud. Ada yang merhatiin beliin kopi." Pak Danu senang


"Reza yang pesan Pa" protes Reza

__ADS_1


"Bud, sudah nikah Reza jadi perhatian sama Papanya. Ini pasti karena mantuku" lagi-lagi pak Danu menyindirnya.


Tasya hanya tersenyum sambil memakan snacknya. Punya mertua humoris jadi hiburan tersendiri untuknya.


Tidak lama setelah itu, Tasya tertidur. Reza menyandarkan kepala Tasya di bahunya. Reza pun ikut tertidur.


Tasya terbangun karena guncangan mobil yang melewati polisi tidur. Dia malu karena bersandar di bahu Reza.


"Ini sudah mau sampai Pa?" tanya Tasya pada Pak Danu


"Iya sebentar lagi Nak" jawab Pak Danu


Tasya mengguncang tangan Reza untuk membangunkannya. Reza kemudian terbangun.


"Neng Tasya cantik sekali. Maaf ya bibi tidak ikut kesana. Bibi gak bisa perjalanan jauh" ucap Bi Tinah ramah.


"Tidak apa-apa bi" Tasya tersenyum dan berjalan masuk ke dalam rumah


"Sya.. " ajak Reza


Tasya mengikuti Reza masuk ke kamarnya. Dia melihat kamar Reza yang bercat biru khas laki-laki. Kamarnya nampak rapih. Di dinding terdapat foto Reza bersama teman-temannya.

__ADS_1


Reza dan Tasya kemudian keluar. Tasya membantu bi Tinah mengeluarkan oleh-oleh yang diberikan oleh keluarga Tasya. Bi Tinah sangat senang dengan sikap Tasya yang ramah.


"Sya istirahat dulu saja. Nanti kamu kecapean" ucap mertuanya


"Iya Pa. Ini cuma bantu sedikit" jawabnya


"Terima kasih ya Neng Tasya mau nikah sama Reza. Bibi lega ternyata Reza dapat istri yang baik dan cantik kaya Neng" ucap bi Tinah


"Hehe.. Sudah jodohnya saja bi." ucap Tasya merasa tersanjung


"Iya betul Neng. Orang baik sama orang baik juga. Reza anaknya baik. Sopan sekali sama bibi juga. Walau bibi kerja disini tapi dia sering beliin makanan kesukaan bibi. Pokoknya dia anaknya tidak neko-neko Neng. Alhamdulillah" puji Bi Tinah.


Tasya merasa dapat informasi baru mengenai Reza.


"Memang tidak neko-neko gimana bi?" tanya Tasya penasaran.


"Ya bibi masak apapun dia pasti makan. Terus gak pernah merokok apalagi mabuk. Atau keluyuran gak jelas gitu Neng kaya anak muda yang suka nongkrong-nongkrong itu. Dia gak pernah." ucap bibi bangga


Poin plus lagi buat Reza dimata Tasya. Walaupun dihadapannya Reza masih suka nyebelin.


"Ngapain kamu Sya? Pedekate sama Bi Tinah ya. Pasti kamu nanya-nanya soal aku" ucap Reza bangga

__ADS_1


"Apa sih A Reza pede banget." ucap Tasya.


__ADS_2