
Reza membalikan badannya saat melihat Tasya termenung melihat ke arah depan
"Pak Bambang?" panggil Reza
"Pak Reza.." ucap Pak Bambang menghampiri Reza saat namanya di panggil
"Eh, Pak Bambang" ucap Tasya kikuk
"Wah, ternyata ibu Tasya dan Pak Reza suka makan disini juga?" tanya Pak Bambang
"Iya. Disini lumayan enak dan fresh seafoodnya" ucap Reza
"Pak Bambang sendirian?" tanya Reza
Tasya mengalihkan pandangannya kembali. Kini dia beradu pandang dengan seorang wanita yang sedang mematung melihatnya.
"Saya bersama putri saya Pak"
"Cha, sini Nak. Kenapa kamu diam disana?" ujar Pak Bambang pada Putrinya
Remaja itu menghampiri mereka dengan rasa takut, dia tak mengira Papanya akan mengenal mereka.
Reza melihat remaja itu dengan seksama. Kemudian dia tersenyum tipis setelah mengingatnya.
"I.. Ini anak Pak Bambang?" tanya Tasya
"Iya Bu. Dia anak sulung saya"
"Cha ayo perkenalkan diri kamu pada atasan Papa.." Pak Bambang meliriknya
"Hai Bu, aku Icha" ucapnya menyodorkan tangan
"Hai, kita bertemu lagi ya" ucap Tasya menyambut tangannya yang terasa dingin
"Ibu pernah ketemu dengan anak saya?" tanya Pak Bambang terlihat tak menyangka
"Iya Pak, waktu itu di pusat oleh-oleh. Dia tidak sengaja bertabrakan dengan saya" Reza menjawabnya
"Wah, saya tak mengira dia anak Bapak" ucap Reza sambil bergantian bersalaman dengan anak Pak Bambang
Wajah icha terlihat pucat, dia takut kelakuannya di adukan pada Papanya.
"Pak Bambang ternyata sudah punya anak gadis, tapi masih terlihat awet muda Pak" ucap Tasya sengaja
"Haha.. Ibu bisa saja" ucapnya
"Saya permisi dulu Pak, Bu, mau pesan dulu."
"Kita makan sama-sama saja Pak" ajak Tasya
"Maaf bu, bukan saya menolak, ini kita buat dibawa pulang bu. Mama dan adiknya menunggu di rumah" tolak Pak Bambang.
Pak Bambang kemudian memesan makanannya.
Reza menghampiri meja kasir, dia berbisik kepada kasir tersebut.
Icha mematung di belakang Pak Bambang. Dia melihat ke arah luar tenda, sesekali melirik Reza dan Tasya.
Tasya yang melihatnya tersenyum tipis, merasa lucu dengan tingkah laku remaja tersebut.
"Dunia begitu sempit" ucap Reza
"Iya. Aku gak menyangka dia anak Pak Bambang A. Ingat kejadian kemarin rasanya sifatnya jauh sekali dengan Pak Bambang" ucap Tasya yang lupa kalau dia sedang kesal dengan suaminya
__ADS_1
"Dia tidak menghubungimu kan?" tanya Reza yang ingat saat itu dia diminta nomor ponselnya
"Tidak. Mungkin dia berpikir ulang, tahu Aa sudah punya istri" Tasya mengira-ngira
"Bagus lah. Setidaknya dia tidak merepotkan kita. Mungkin sekarang dia malah takut ternyata bapaknya bawahanku" ucap Reza bangga
"Jadi kamu mau pesan apa sayang?" tanya Reza
'Oh iya, aku kan kesal sama A Reza!' batinnya
"Terserah saja" ucap Tasya melanjutkan kekesalannya
'ini dia kenapa sih jutek lagi' batin Reza
"Mau kepiting? Kerang? Udang? Ikan? Cumi? Atau semuanya?" tanya Reza
"Terserah" ucap Tasya singkat
"Ya sudah Aa pesan semuanya saja kalau begitu" ucap Reza datar
"A Reza!"
"Habis kamu jawabnya terserah terus, Aa kan bingung Sya" ucapnya
"Aku mau udang goreng tepung saja!" ucap Tasya ketus
"Sama apa lagi sayang?" Reza berusaha sabar
"Sudah" ucapnya singkat
"Cah kangkung seafood ya?" tanya Reza
Tasya diam tak menjawabnya
Pak Bambang kemudian menghampiri mereka.
"Wah, Pak Reza terima kasih banyak, aduh saya jadi gak enak Pak. Malah bapak yang bayar." ucap Pak Bambang pada Reza yang masih menulis menunya
"Wah, bapak cepat sekali. Saya malah belum pesan ini Pak" ucap Reza sambil tertawa
"Kalau masih berduaan kemanapun di nikmati sekali ya Pak Reza" Pak Bambang tertawa juga
"Saya pamit kalau begitu Pak, Bu. Terima kasih banyak Pak, Bu" ucapnya
Sementara Icha sudah keluar dari tenda.
"Iya Pak. Hati-hati. Salam buat keluarga dirumah Pak" ucap Reza ramah
Reza meneruskan menulis pesanan. Dia kemudian menyerahkan menu yang di pesannya.
"Kamu kenapa lagi Sya?" tanya Reza terus terang
"Gak apa-apa" Tasya ketus
"Kok begitu? Tadi kita gak kenapa kenapa. Sekarang kok kamu jadi begitu lagi" tanya Reza heran
Tasya terdiam
"Kamu ingat kan, Aa gak suka kita berantem lama-lama." ucap Reza sedikit mengancam
Tasya terdiam. Dia ingin bicara tapi masih ditahannya
"Kenapa sayang?" tanyanya lagi
__ADS_1
"Aku sebal sama Aa. Aa kalau bahas mantan rasanya ringan sekali, sementara aku? Aa kekang aku habis-habisan. Padahal mantan pun aku tak punya." Tasya protes
"Bahas mantan?" Reza mengingat
"Ya ampun, kamu sendiri kan yang tanya sayang. Aa jawab apa adanya. Kenapa kamu sekarang jadi kesal?" Reza merasa aneh
"Aa bangga sekali punya mantan seksi-seksi. Sementara aku selalu di panggil ukhti-ukhti terus" Tasya protes
Reza menahan tawanya
"Kamu mau Aa bilang seksi?" tanyanya sengaja
"Enggak! Siapa juga yang mau di bilang seksi!" tolaknya
"Tapi kamu tadi seksi sekali, makanya Aa menerkamu" Reza menggoda dengan nada pelan
Pesanan mereka pun tiba.
"Kenapa banyak sekali?" tanya Tasya
"Biar ada stamina sayang" Reza tersenyum nakal
'Dasar Gila!' batin Tasya
Perdebatan mereka terhenti. Mereka segera menyantap hidangan di depan mereka.
Reza makan lebih lahap. Begitupun dengan Tasya, dia sangat menikmati semua hidangan yang dipesan suaminya.
'Tadi gak mau, sekarang dia makan lahap sekali' batin Reza yang cukup senang melihat istrinya makan
Setelah selesai, Reza membayar pesanan mereka dan pesanan Pak Bambang tadi. Sementara Tasya menunggunya di luar.
"Ayo sayang" ajak Reza
Keduanya kembali ke rumah dengan perasaan Tasya yang masih kesal. Tasya segera tidur memunggungi suaminya. Reza pun tak ambil pusing dengan sikap Tasya yang sedang kesal kepadanya.
'Kalau sudah menyangkut mantan, mana mau kamu merayuku A' batin Tasya
Tidak lama kemudian, Tasya sudah terlelap. Sedangkan Reza masih belum bisa memejamkan matanya. Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Tasya.
Reza segera bangkit untuk melihat siapa yang menghubungi istrinya malam-malam.
Di lihat nama Keenan tertulis disana. Segera dia membuka pesan tersebut.
"Mbak, aku masih khawatir denganmu. Apakah suami mbak memperlakukan mbak Tasya dengan baik?"
Seketika Reza menjadi geram. Dia semakin yakin kalau Keenan menyukai istrinya tersebut.
"Kamu tak usah mencampuri urusanku! Aku bisa menjaga istriku dengan baik!" Reza membalas pesannya tersebut
"Semoga saja" balas Keenan cepat
Reza terdiam. Dia tidak menyangka seorang mahasiswa menantangnya. Terlebih menyukai istrinya tersebut.
"Kamu terlalu baik Sya, dia jadi berharap lebih kepadamu" gumam Reza
Dia memperhatian istrinya yang sedang terlelap. Rasa bersalah kembali menyelimuti dirinya.
"Sya, apa kamu memang tidak bahagia bersamaku? Sampai orang lain memperhatikanmu" gumam Reza sambil mengelus rambut Tasya
*** **Hayoo, bagaimana tebakannya ada yang benar? Hehe..
Seperti biasa, bantu VOTE POIN atau KOINnya yaa.. Jangan lupa LIKE dan KOMENTARnya Readers. Terima kasih* ^^ **
__ADS_1