
Tasya terdiam. Dia masih kesal pada Reza. Tapi amarahnya kini mereda.
Entah kenapa, disaat seperti ini dia malah ingin sekali makan kiwi. Tapi dia tak berani mengutarakannya pada Reza.
'Apa baikan saja? Aku gak sabar ingin makan kiwi' batin Tasya
'Jangan Sya, gengsi! Beri dia pelajaran dulu biar tidak seenaknya!' batin Tasya berdebat
"Sya.. Mau kan maafkan Aa?" Reza mengulang pertanyaannya
Tasya masih menimang keputusannya. Sementara Reza masih berlutut di depan Tasya.
"Sudah! Bangunlah!" ucap Tasya lemah
"Aa gak mau bangun sebelum kamu maafkan Aa" pinta Reza
"Terserah!" ucap Tasya
'Ya Tuhan sulit sekali. Aku harus bagaimana lagi' batin Reza
"Sya.. Aa mohon.." pintanya kembali dengan wajah memelas.
"Ya sudah" ucap Tasya lemah. Kini dia menyerah hanya untuk segera memakan buah kiwi.
'Demi kiwi dan buah hatiku' batin Tasya
"Apa? Tasya maafkan Aa?" tanyanya
Tasya mengangguk kecil. Reza segera bangkit memeluk sang istri.
"Aa minta maaf sayang. Aa janji tidak begitu lagi. Aa takut. Aa takut kehilangan kamu" ucap Reza sungguh
Tasya terdiam.
'Cepat tawarkan aku makanan' rengek Tasya dalam hati
Reza mengecup kepala istrinya bertubi-tubi.
"Aa sayang banget sama kamu Sya" ucapnya
'Ayo sudahlah, aku ingin makan kiwi' teriak Tasya dalam hati
"Makan dulu ya sayang?" ajak Reza
"Kamu pasti lapar" tambahnya
'iya aku lapar. Aku ingin makan kiwi. Please' kesal Tasya dalam hati
"Mau makan di luar?" tanya Tasya
"Makam seafood yang waktu sama ibu mau? Kamu suka kan sayang?" ajak Reza
Tasya mengingat tempat itu.
'Ya Tuhan. Aku jadi mau seafood itu' batin Tasya
"Mau ya?" tanya Reza
Tasya diam
'Ayo terus paksa aku A' batin Tasya senang
"Yuk kita makan disana sayang" ajak Reza lagi
'Terus bujuk aku' batin Tasya ngoceh tapi dia hanya diam.
"Ayo, pakai kerudungnya sayang" ajak Reza
Reza menarik tangan Tasya agar segera bangkit. Dia mengambilkan kerudung milik Tasya. Tasya segera memakai kerudungnya. Sementara Reza mengambil dompet dan topi milikny.
Reza menghampiri Tasya kemudian memeluknya.
"I love you mami" ucapnya seraya mendaratkan kecupan di bibir Tasya
"Jangan cemberut gitu dong sayang. Senyumnya mana?" pinta Reza
Tasya menoyor pipi suaminya. Reza hanya tersenyum senang sambil memeluk Tasya
"Please kalau marah jangan seperti tadi ya Sya. Aa gak mau terulang lagi kejadian seperti tadi" ucapnya
"ayo" ajak Reza menuntunnya.
__ADS_1
Reza melangkah keluar. Tapi Tasya menarik lengannya yang dari tadi di pegang Reza.
"Aku mau kiwi" ucapnya malu-malu
"Mami ingin kiwi?" tanyanya tersenyum
Tasya hanya mengangguk malu.
Reza mencari kiwi yang tadi dia taruh di sembarang tempat saat mereka bertengkar.
"Ini dia" ucap Reza mengambil sekotak kiwi dari dalam kulkas.
"Untung Bi Tinah masukkan ke dalam kulkas. Pasti ini segar sayang. Sudah dingin" ucap Reza seraya mengupasnya.
Reza memasukkan kiwi ke dalam kotak bekal. Kemudian membawanya.
"Makan di mobil saja ya sayang, biar cepat." pinta Reza
Tasya menurut. Mereka segera masuk ke dalam mobilnya.
Diperjalanan, Tasya tak henti memakan kiwi. Dia sangat menikmatinya. Reza meliriknya dengan senyuman.
Sadar diperhatikan suaminya, Tasya menyuapi Reza.
"Buat mami saja" seraya memakan kiwinya
"Tapi dimakan!" protes Tasya
"Habis mami maksa sih" Reza berdalih sambil tersenyum.
Setibanya disana, Tasya segera menghampiri deretan aquarium. Dia nampak bingung memilih mana yang ia ingin makan.
"Ikan baronang mau?" tanya Reza
"Boleh. Dibakar ya" pinta Tasya
"Apa lagi? Kepiting? Udang?" tanya Reza
"Hmm.."
"Mau semua?"
Tasya menyeringai.
"Yuk sayang" ajak Reza
"Mau di tempat lesehan?"
Tasya mengangguk. Mereka duduk ditempat lesehan. Reza memandang sang istri yang tengah asyik melihat kolam ikan.
"Apa?" tanya Tasya malu saat sang suami memandangnya
"Mami galak sekali tadi. Papi takut" ucapnya
Tasya tersenyum.
"Memang aku akan diam saja kalau di tindas" ucap Tasya
"Memang Aa menindasmu sayang?" tanya Reza
"Iya. Aa suka seenaknya kalau marah." ucap Taysa
"ya maaf. Aa gak sadar"
"Iya, sadarnya pas aku balik marah. Baru sadar. Baru peka" Tasya menggerutu kesal
"Iya maaf." ucapnya
"Sayang, anak kita masih terasa pergerakannya?" tanya Reza yang teringat kejadian tadi
"Ada sedikit. Tapi aku masih gak yakin" ucap Tasya
"Nanti pasti makin kencang Sya" ucap Reza
Tak lama, pelayan menghampiri mereka dengan membawa buah kelapa dan es jeruk. Tasya dengan segera menyeruput air kelapa.
"Segar sekali" ucapnya
Mereka saling terdiam. Larut dengan pikirannya masing-masing. Tanpa sadar, pelayanan telah menaruh hidangan di atas meja.
"Makan Sya, kenapa melamun?" tanya Rezs
__ADS_1
"Hmm.. Wangi" ucapnya.
Mereka segera makan dengan lahapnya.
"Sya.. " Reza menyodorkan piringnya yang telah kosong.
" A Reza makan apa kesurupan?" tanya Tasya saat melihat piring suaminya yang kosong.
Reza tertawa.
"Aa tadi ngambil sedikit." Reza berdalih.
Tasya mengambilkan nasi dan lauknya untuk Reza.
'Padahal dia bisa ngambil sendiri, tapi manja sekali' batin Tasya
***
"Sayang, beli baju hamil yuk?" ajak Reza saat dia melajukan mobilnya
"Kamu gak sakit perutnya pakai celana begitu?" tanya Reza kemudian
"Enggak. Orang ini longgar kok" ucap Tasya
"Beli ya celana hamil" ajak Reza
"Dimana?" tanya Tasya
"Kemarin di Mall Aa lihat baju sama celana hamil gitu sayang"
"Ya sudah ayo."
***
Mereka berjalan bergandengan saat memasuki Mall. Reza mengajaknya ke lantai dua, dimana toko baju hamil berada.
"Aa hapal sekali tokona ada di lantai dua" ucap Tasya
"Jangan-jangan Aa pernah beli baju hamil" tuduh Tasya
"Enggak lah sayang. Emang Aa lelaki apapun" ucapnya melambai
"Naudzubillahi mindzalik A.. Nyebut" ucap Tasya
"Habis kamu bilang begitu." Ucapnya
Mereka masuk ke dalam toko.
"Berapa bulan kak?" Tanya pelayan saat Tasya sedang memilih baju
"Lima bulan" ucap Tasya tersenyum
"Saya kira kakak masih gadis. Tidak terlihat sedang hamil kak." ucap pelayan tersebut saat melihat perut Tasya yang tidak terlalu besar
Tasya tersenyum senang mendengarnya.
"Senang kamu Sya" sindir Reza
Pelayan tersenyum mendengar ucapan Reza
"Siapa yang gak senang ya mbak dibilang masih gadis" balas Tasya
"Harusnya dia lebih gemukan lagi ya mbak?" tanya Reza pada pelayan itu
"Tergantung sih Pak. Ada yang hamilnya gemuk seluruh badan, ada juga yang kayak kakak" ucap pelayan tersebut
Reza ikut memilih pakaian untuk istrinya.
"Yang ini sayang?" Reza menunjukan baju yang di pegangnya
Tasya mendekat ke arahnya.
"Bagus yang ini." ucap Tasya yang menyukai selera suaminya.
"Kamu suka gak? Nanti gak di pakai lagi" tanya Reza
"Iya suka" ucapnya
Tasya dan Reza memilih beberapa potong baju kemudian membayarnya.
"Kemana lagi kita sayang?" tanya Reza
__ADS_1
"Nonton yuk A" ajaknya seraya berjalan.
"Tasya.." panggil seseorang kepada mereka.