
"Hei, sini lihat Aa. Kamu gak betah disini?" Reza sekarang memegang kedua lengan Tasya. Dia mengarahkan tubuh Tasya menghadap ke arahnya.
Mata Tasya memandang ke arah lain. Dia menghindar dari pandangan Reza.
'Tuhan susah sekali yaa nikahin abege' Reza mengeluh dalam hatinya
"Sayang" bujuk Reza lagi
"Aku sebal sama Aa" ucap Tasya seraya menangis sambil memeluk Reza. Dibenamkan wajahnya ke dada Reza.
"Sebal kenapa?" Reza makin bingung
Tasya tak menjawabnya. Reza mulai frustasi.
"Sebal kenapa sih?" nadanya sedikit meninggi
"Aa salah apa ke kamu? Karena Cindy tadi?" tebak Reza.
'Sudah tahu pakai nanya lagi' batin Tasya
"Jangan-jangan kamu cemburu gara-gara Aa bilang Cindy gebetan Aa dulu?" tanyanya sambil menahan senyum.
"Kamu cemburu Sya?" tanyanya lagi
__ADS_1
Tasya diam. Masih membenamkan wajahnya di dada Reza.
"Itu masa lalu sayang. Sudah lama Aa juga nggak suka sama dia. Kalau Aa masih suka dia pasti Aa kejar dari dulu. Sya dengar, dia sudah nikah sekarang. Masa iya Aa suka sama istri orang. Aa juga sudah punya kamu" Reza tersenyum melihat kekonyolan Tasya
Mendengar penjelasan Reza, Tasya merasa lega. Sekarang sebalnya berubah menjadi malu.
'Jadi dia sudah nikah? Aku kenapa sih? Aku cemburu?' batinnya bertanya-tanya
Sekarang Tasya memutar otak untuk alasannya kenapa dia menangis.
"Kamu cemburu ya Sya" nada Reza dibuat menggoda
Tasya menggeleng.
"Terus kenapa dong?" tanya Reza
'Ampun bocaah' batin Reza
"Mau pulang kesana? Aa antar besok ya? Maaf ya kalau kamu sebal gara-gara Aa ajak kamu kesini" Reza menyesal.
"Mau pulang besok?" lanjutnya lagi
Tasya menggeleng. Dia merasa bersalah pada Reza
__ADS_1
'Di antar pulang nggak mau tapi kangen keluarga sampai nangis-nangis. Tuhaan tolong hambamu ini' batin Reza
"Terus bagaimana?" tanya Reza
Tasya diam.
"Ya sudah jangan nangis lagi. Ayo kita tidur. Capek nanti kalau kamu nangis terus" bujuk Reza
Tasya kemudian membaringkan tubuhnya disamping Reza. Reza memunggunginya sambil memeluk guling miliknya.
Dilihat punggung suaminya lekat-lekat. Dia merasa bersalah pada suaminya karena telah suudzon padanya.
Dia senang saat Reza membujuknya tadi. Terasa lembut. Hatinya mulai luluh. Entah kenapa dia ingin sekali memeluk tubuh suaminya.
'Peluk gak ya? Kalau dia bangun bagaimana?' batinnya berperang
Akhirnya Tasya memberanikan diri menggeser tubuhnya mendekati suaminya. Tangannya menyelusup kebawah lengan suaminya. Di cium punggung suaminya itu. Yang dipeluk tidak bergeming. Dia tertidur pulas.
'Maafkan aku ya A' ucapnya dalam hati.
***
Seminggu sudah Tasya tinggal di rumah Pak Danu. Dia membiasakan diri menjadi ibu rumah tangga. Kesehariannya memasak dan membersihkan rumah dengan dibantu Bi Tinah. Pekerjaan Bi Tinah sekarang menjadi lebih ringan. Bahkan tak jarang Bi Tinah hanya menemaninya mengobrol saja. Mereka nampak semakin dekat. Tasya mulai menikmati peran barunya. Semua dia lakukan dengan senang hati. Dia tidak membuntuti Reza ke kantor. Agar terbiasa, pikirnya.
__ADS_1
Sore hari Reza pulang setelah meeting dengan clientnya. Dia menenteng satu kresek snack kesukaan Tasya. Dengan senang hati Tasya mengambil snack tersebut.
Dia menaruh snack tersebut di meja makan. Kemudian dia mengambil gelas, mengisinya dengan air putih. Lalu memberikan air putih tersebut kepada Reza.