
Reza memarkirkan mobilnya di kampus Tasya. Dia keluar dari mobil putihnya dengan memakai kaos putih, celana chino krem dan sepatu putih. Rambutnya berpomade tertata rapih dan membuatnya terlihat lebih fresh dan sangat tampan. Dan memang wajahnya terlihat lebih muda dari pada usianya.
Beberapa mahasiswi melirik ke arahnya. Seolah melihat pemandangan yang segar diantara jejeran mobil yang terparkir disana.
Reza membuka poselnya sambil bersandar di depan mobil putihnya. Dia menelepon Tasya.
*Nada Ponsel Tasya Berdering
"Assalamualaikum" sapa Tasya
"Kamu dimana Sya? Aku sudah di parkiran nih." ucap Reza
"Iya. Aku kesitu" ucap Tasya disertai kedua kawannya yang mendekatkan telinga mereka ke handphone Tasya.
"Iih.. Kalian.. Apa-apaan sih?" tanya Tasya kesal.
"Kita kan penasaran Sya sama calon suami kamu. Yuk kita antar ke parkiran Sya" Tari menarik tangan Tasya.
"Ih.. Kalian kepo nih.." Tasya bersungut
"Boleh dong liat om-om sekali-kali" Goda Rina
Mereka tertawa bersama sambil berjalan.
"Itu A Reza Sya? Serius?" Tanya Tari berbinar seraya meraka jalan mendekat ke arah Reza
"Ya Tuhaan.. Sisakan om-om seperti itu. Aku juga mau Sya gantiin kamu dijodohin sama dia" ucap Rina
__ADS_1
"Hush.. Sembarangan. Cari yang mudaan lah. Lebih mengkel" Canda Tasya
"Emangnya mangga Sya" Rina bersungut.
Tari dan Rina ikut mendekati Reza. Mereka ingin melihat Reza dari dekat.
"Hai, A Reza ya?" ucap Rina tanpa tahu malu
"Hehe.. Iya" Reza kikuk
"Aku Rina A" Rina menyodorkan tangannya segera
"Aku Tari" Tari tak mau kalah
Disambutnya tangan mereka berdua. Mereka tampak takjub dengan Reza.
"Nggak Sya. Masa kita jadi obat nyamuk ya Rin. Ayo Rin, kita kan mau ngebakso di depan" bohong Tari
"Eh iya, kita duluan ya A Reza" ucap Rina. Kemudian mereka berlalu.
Tasya mulai merasakan jantungnya lebih cepat. Baru sekarang dia berduaan dengan laki-laki selain mamang-mamang ojek.
"Kalian ngelamar kerja Sya?" Reza membuka percakapan sambil membukakan pintu mobil untuk Tasya tanpa sadar.
"Terima kasih" Tasya tersenyum sambil masuk ke dalam mobil.
"Aku tadi habis bimbingan A. Makanya pakai baju hitam putih begini. Kenapa memangnya? A Reza malu?" tuduh Tasya
__ADS_1
"Nggak. Cuma kayak anak magang saja
Hahaa" Reza tertawa puas sambil mulai melajukan mobilnya.
"Kita pulang saja dulu kalau begitu a? Biar aku ganti baju dulu" ucap Tasya
"Nggak usah. Kenapa memangnya?" tanya Reza
"Aku kan jadi gak pede A. A Reza kece badai lah aku buluk begini"
"Haha... Sudah gak apa-apa. Kamu cantik kok. Cuma aku kayak jalan sama anak magang saja" lagi-lagi Reza tertawa
"Iya anak magang jalan sama om-om" Tasya membalasnya kesal.
***
"A, aku tunggu di mobil saja ya?" pinta Tasya setelah mereka sampai di basement Mall
"Kenapa? Kamu sakit?" Reza menempelkan punggung tangannya ke kening Tasya.
"Nggak A. Aku kan malu. Pakai baju begini. Lagian A Reza jahat banget gak ngabarin aku sebelumnya. Tahu begitu aku bisa bawa baju salin kan!" omel Tasya
"Ya maaf.. Kan aku tadinya mau kasih surprise ke kamu Sya" ucap Reza
"Ayo turun sayang" Goda Reza
"Apaan sih A Reza. Genit banget" Tasya ogah dipanggil sayang.
__ADS_1
Mereka kemudian turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Mall.