
"Mbaak.." seorang lelaki melambaikan tangannya.
Dia berjalan ke arah mereka berdua. Tasya dan Lala saling pandang.
"Mbak Tasya sudah lama kita gak bertemu" ucap Keenan
"Hehe.. Iya Mas." Tasya kikuk
Lala menyikut lengan Tasya. Tasya memandang Lala
"Eh perkenalkan. Ini temanku Lala" ucap Tasya
"Saya Keenan Mbak" Keenan menyodorkan tangannya
"Saya Lala" ucapnya lembut
"Mbak Tasya sehat? Kok baru kesini lagi? Padahal aku selalu nungguin loh mbak" Keenan cerewet
"Hehe.. Iya banyak kerjaan" ucap Tasya singkat
"Boleh aku duduk mbak?" tanya Keenan
"I.. Iya silahkan" Tasya menggeser posisi duduknya
"Mbak Lala teman kerja Mbak Tasya?" tanya Keenan.
"Iya aku.." Tasya mencolek Lala
"Aku temannya" ucap Lala sambil tersenyum
"Mas sering futsal disini?" tanya Tasya memecah kecanggungan
"Kalau gak ada kerjaan saja sih mbak. Eh kebetulan kita bertemu lagi." Keenan senang
"Tiga kali kita ketemu ya mbak" ucapnya
'Sampai di hitung begitu?' batin Tasya
"Mbak, aku boleh minta nomor ponsel mbak? Barangkali Aku nanti bisa magang di kantor mbak" tanya Keenan
"Masnya memang tahu kita kerja dimana?" tanya Lala
"Gak tahu sih. Hehe. Cuma jurusanku bisa masuk ke perusahaan mana saja" ucapnya bangga
"Mas masih kuliah?" Lala lebih aktif
"Iya. Hehe. Tapi tahun ini saya lulus"
"Mbak Tasya boleh ga?" Keenan kembali meminta nomor ponselnya
Tasya melirik Lala, Lala memberi kode agar Tasya memberikan nomor ponselnya
"Ini nomorku" ucap Tasya sambil mendikte nomor ponselnya, dengan sigap Keenan mencatat di ponselnya.
Keenan segera menghubungi ponsel Tasya, dan Tasya mencari ponselnya yang berbunyi di dalam tas.
"Hehe maaf mbak, aku takutnya mbak bohong. Itu nomor ponsel saya. Terima kasih ya mbak" ucapnya senang
Tiba-tiba ponsel Tasya berbunyi kembali, Tasya meminta izin kepada mereka untuk mengangkat teleponnya. Dia menjauh dari Keenan dan Lala.
"Assalamualaikum A" sapa Tasya
"Waalaikumsalam. Kamu dimana sayang?" tanya Reza
"Aku di taman kota sama Lala" jawabnya
"Tunggu disana, lima menit lagi Aa sampai kesana" ucapnya.
__ADS_1
"Hati-hati ya A" Tasya menutup ponselnya.
Dia melihat Keenan dan Lala tampak akrab berbincang.
'Apa aku jodohkan mereka?' ide Tasya
"La.. " Tasya melihat Lala.
Lala mengerti apa yang di maksud Tasya.
"Mas, kita pulang duluan ya." ucap Tasya
"Mbak.. "
" See you next time Keenan" Lala memotong pembicaraan Keenan
"Iya mbak Lala" Keenan tersenyum kepadanya
"Teh Tasya oh my God, Oh My God.. Keenan manis banget" Lala menggelayut ke tangan Tasya
"Kamu ini La, lihat suamiku ganteng. Lihat Keenan manis. Terus nanti ketemu Agus kamu bilang manly lagi" ucap Tasya
"Idih Teteh enggak deh kalau si Agus" Lala begidig
"Teh Tasya, mana nomor Keenan. Biar aku save di ponselku" Lala memintanya
"Iya nanti ku kirimkan. Aku tadi mau nolak loh La, cuma ekspresimu menyuruhku memberikan nomor ponselku. Ya sudah, aku ngalah" ucap Tasya
"Hehe.. Untung Teteh ngerti kode dari aku. Terima kasih ya teh. Nanti gajian aku traktir" ucap Lala
"Janji loh La, nanti anakku yang nagih kamu" Tasya tersenyum
"Siap Teh. Asal dapat izin dari Pak Bos"
Mereka berada di pinggir jalan menunggu Reza menjemputnya
"Kamu kan ke arah yang sama La. Sudah kita sama-sama saja. Nanti kamu turun di supermarket" jelas Tasya
"Aku gak enak teh sama Pak Reza." Lala sebenarnya takut kena semprot bosnya.
Tidak lama kemudian mobil Reza mendekati mereka. Tasya segera membuka pintu depan sedangkan Lala duduk di belakang.
"Ketemu yang kamu mau sayang?" Tanya Reza begitu mereka masuk ke dalam mobil
"Ini" Tasya memperlihatkan isi dari plastik yang dibawanya
"Oh mangga yang begitu. Dek, papi kira kamu minta mangga yang gimana. Itu mah papi juga bisa buat" Reza mengelus perut Tasya
"Ehm.. Ehm.. "Lala memberi kode
"Haha.. Sorry La, kirain lalat yang di belakang" Reza menggodanya
"Pak Reza silent please" Lala memperingatkan bosnya
"Oke" Reza dan Tasya tersenyum
***
"Stop. Stop Pak. Aku disini saja" Reza menghentikan mobilnya sedikit mendadak
"Kamu ini La, bilang sebelumnya!" Reza sedikit kesal
"Maaf, aku lupa ngasih tahu A" ucap Tasya
"Aku juga lupa bu. Maaf ya Pak Reza
Terima kasih tumpangannya Pak, Bu. Saya pamit ya. Assalamualaikum" ucapnya sambil membuka pintu mobil.
__ADS_1
***
"Jajan apa saja disana?" Reza mulai menyelidik
"Ya ini A" ucap Tasya
"Terus?" pancing Reza
"Cilok." ucap Tasya takut
"Hmm.." Reza memberi kode
"Dek, kamu kan yang minta cilok. Mami nurut saja mau kamu" Tasya berakting
Semenjak Tasya hamil, Reza menjadi suami super siaga dan super posesif. Apa yang dimakan Tasya, dia yang mengaturnya.
"Iya percaya. Mami mah gak suka cilok. Iya kan mi?" Sindir Reza
"A Reza.. Masa cilok saja gak boleh" Tasya kesal
"Iya sekali ini saja ya sayang" Reza tak mau berdebat
***
Tengah malam Tasya masih tak bisa tidur. Sementara suaminya telah pulas dari tadi. Dia ingat masih punya mangga yang tadi sore dia beli. Dia keluar kamar untuk mengambil mangganya yang dia taruh di dalam lemari es.
"Hmm.. Enak sekali" gumam Tasya
"Oh iya, kirim nomor Keenan ke Lala" gumamnya lagi
Dia segera mengambil ponselnya dan mengirimkan nomor ponsel Keenan kepada Lala.
Reza mengubah posisi tidurnya. Kini menghadap kepadanya. Tasya mengoles-ngoles bibir Reza dengan buah mangga sisa gigitannya.
Reza menghindar, setelah dirasa bibirnya dingin terkena buah mangga. Tasya tertawa dibuatnya.
"Sya.. " ucapnya dengan suara yang parau
Tasya merasa gemas. Dia mengecup kilat bibir Reza. Dia membereskan sisa mangganya dan keluar untuk menyimpannya kembali ke lemari es. Setelah itu, dia tidur memeluk suaminya.
***
"Sayang, kapan sih kita ke dokter lagi?" tanya Reza
"Baru dua minggu A. Sabar" ucap Tasya
"Kok berasa lama sih. Sudah gak sabar ingin lihat si gemas" dia memainkan tangannya di perut Tasya
"Berarti sekarang sekitar enam mingguan ya Sya?" tanya Reza lagi
"Iya A. Baru enam minggu. Perjalanan masih panjang" ucapnya
"hem.. Hem.. Hoek" Tasya berlari ke kamar mandi
Reza menyusulnya. Seperti biasa dia memijit tengkuk Tasya.
"Sabar ya sayang" Reza menenangkannya.
Dengan telaten Reza mengoleskan minyak kayu putih pada tengkuk dan leher Tasya. Kemudian menggosokan tangannya dan mendekatkan ke hidung Tasya agar Tasya menghirupnya. Kemudian dia keluar kamar dan kembali dengan membawa segelas air hangat untuk Tasya.
"Makan biskuit ya?" ucapnya
"Enggak A" Tasya menggeleng
"Perutnya kosong lagi sayang. Mau ya?" bujuk Reza
"Enggak. Aku mau permen saja A" ucapnya
__ADS_1
Reza membuka laci mejanya kemudian memberikan permen dengan rasa mint kepada Tasya.