
Rasya menggerutu kesal pada adiknya. Dia terdiam sambil terus menelepon Tasya. Tapi Tasya sengaja tak mengangkatnya.
"Kenapa sih Mam?" tanya Reza
"A Rasya dekat supermarket minta disamperin Papi." ucap Tasya
"Kenapa? Di jatuh?" tanya Reza
"Habis bensin" ucap Tasya
"Ya ampun. Lupa. Tadi tu Aa memang mau isi bensin."
"Terus gimana?" tanya Reza
"Ya Aa kesana. Dia gak bawa uang." ucap Tasya
"Ya sudah Papi ambil dompet dulu" ucapnya seraya berlalu ke dalam kamar
Reza keluar dengan tergesa. Dia segera mengeluarkan mobilnya kemudian melaju ke arah supermarket dimana Rasya menunggunya.
"Kemana lagi suamimu Sya?" tanya ibu yang sedang membongkar oleh-oleh yang dibawanya
"Nyamperin A Rasya dekat supermarket bu" ucap Tasya
"Memang mau apa? Aa gak kenapa-napa kan? " tany ibu
"Dia kehabisan bensin" tambahnya
"Hah? Kok bisa?" tanya ibu heran
"Ya bisa bu. A Reza lupa mau isi bensin" ucapnya
Ibu tertawa mendengarnya.
***
Setelah beberapa lama Rasya tiba dirumah.
"Tega sekali kamu Neng, telepon Aa gak di angkat-angkat" gerutunya saat melihat Tasya duduk di sofa dengan ibu
"Yang penting A Reza kesana kan?" ucap Tasya
"Eh? Mana A Reza?" tanya Tasya kemudian
"Sebentar lagi juga sampai rumah." ucap Rasya
Reza tiba dirumah dengan membawa buah mangga kesukaan Tasya.
"Apa itu A?" tanya Tasya
"Kesukaan Mami" ucapnya
"Mami?" ledek Rasya
"Aa.. " ibu memperingatinya
"hfff.. Anak manja dipanggilnya Mami" goda Rasya pura-pura menahan senyumnya
"Sirik saja yang jomblo" Tasya membalasnya
"Jomblo juga ganteng." ucapnya
"Percuma ganteng juga kalau jomblo" Tasya tak mau kalah
"Ini kenapa sih? Baru ketemu sudah berantem terus. Biasanya juga akur" ibu protes
Reza hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.
"Si jomblo tuh Bu" Tasya bersungut
"Apa? Si si gak sopan" Rasya menoyor kepala Tasya
"Ih! Aa yang gak sopan" Tasya hendak menoyor kakaknya tapi Rasya segera menangkap tangan Tasya
"Sya, kamu sedang hamil." ibu memperingatinya
"Oh iya, amit-amit jabang bayi. Jangan sampai mirip A Rasya" Tasya komat kamit
"Janganlah, Papi yang buat masa mirip Rasya" Reza protes
__ADS_1
"Kalau dia mirip aku, berarti dia tahu mana panutan kegantengannya" ucap Rasya yang diberi timpukan bantal sofa oleh Reza
"Si*lan" Reza mendengus.
"Pusing ibu melihat kalian begini" ucap Ibu sambil memindahkan channel tv.
Dalam hatinya, ibu sangat bahagia karena sudah lama tak ada kehangatan seperti ini dirumahnya seperti dulu. Dulu Rasya dan Tasya selalu meributkan hal yang tidak perlu. Tapi tak jarang keduanya nampak sangat akur bahkan orang mengira Tasya dan Rasya pacaran.
"Ibu mau?" tanya Tasya yang membuka buah mangganya
Ibu mengambil dan mencicipinya.
"Segar." ucap ibu suka
"Apalagi ibu habis perjalanan, enaknya memang makan yang begini bu" ucap Tasya
Mereka menikmati mangga berdua sementara Reza dan Rasya masuk ke kamarnya masing-masing.
***
"Santai sekali Papi" ucap Tasya
"Papi gak mau ganggu Mami yang lagi kangen-kangenan sama ibu" ucapnya
"Hehe.. Iya kita cerita banyak. Kalau sama ibu mah gak pernah berhenti ngobrolnya" ucap Tasya
Tasya merebahkan tubuhnya.
"Perut gak enak begini sih" ucap Tasya
"Kenapa?" tanya Reza khawatir
"Gak tau. Bawaan Dedek kali" ucapnya sambil mengelus perutnya sendiri
"Dek, jangan nakal ya.. Kasihan Mami" ucap Reza mengelus perut Tasya
"Kapan kita belanja sayang?" tanya Reza yang sudah tak sabar.
"Besok mau?" tambahnya kemudian
"Mau. Tapi aku belum bilang sih sama ibu" ucapnya
***
Selepas sholat maghrib mereka berkumpul diruang makan.
"Pak Danu sepertinya kesepian gak ada ayah" ibu menggoda besannya
"Iya nih. Sudah rindu berat. Tapi apadaya, dia terlalu sibuk mencari bongkahan berlian" ucap Pak Danu
"Brokoli yang pasti Om, bukan berlian" Rasya menyahutnya
Sementara Reza dan Tasya saling pandang menahan tawa. Mereka punya arti sendiri terhadap berlian.
Mereka berbincang asyik di meja makan. Tak lama Pak Danu pamit terlebih dahulu ke kamarnya karena merasa dia sangat lelah.
"Kita besok beli perlengkapan bayi yuk bu?" ajak Tasya
"Kemana?" tanya ibu
"Ke Mall" ucap Tasya
"Selain di Mall gak ada lagi gitu toko pakaian anak?" tanya ibu
"Ada kayaknya." ucap Tasya
"Gak perlu beli di Mall. Di toko biasa juga sama kok ada bahannya yang bagus. Lagipula dipakainya gak akan lama. Bayi sekarang cepat sekali besarnya" tutur ibu
"Tuh dengar A" ucap Tasya pada suaminya
Reza hanya terdiam. Dia tak berani menyela mertuanya.
Setelah lama berbincang keduanya kemudian masuk ke dalam kamar masing-masing
"Kamu mau beli baju biasa buat anak kita?" Reza protes pada istrinya
"Kenapa memangnya?" tanya Tasya
"Kasihanlah anak kita! Masa bajunya beli ditoko biasa begitu" ucap Reza
__ADS_1
"Jangan sombong sayang" Tasya mengingatkan
"Bukan sombong. Hanya kasihan sama anak kita saja"
"Gak boleh begitu A. Ditoko biasa juga banyak merknya. Malah ditoko biasa kadang harganya jauh lebih murah daripada di Mall. Padahal barangnya sama" sindir Tasya
"Ya sudah terserah kamu" Reza tidur memunggi Tasya.
Tasya merasa heran dengan sikap Reza. Namun dia malas berdebat. Apalagi ada ibunya dirumah.
Keesokan paginya, Tasya membantu ibunya di dapur, sementara Reza masih tertidur pulas.
Rasya menghampiri mereka.
"Neng, pinjam motor dong" pinta Rasya sambil menyeringai
"Mau kemana sih A, pagi-pagi begini" tanya ibu
"Jomblo mau tebar pesona Bu" Tasya menyahutinya
"Apa sih Neng. Orang mau beli pulsa" ucapnya
Tasya masuk ke dalam kamar.
"A, gak akan bangun?" tanya Tasya
"Hmm.. " Reza meregangkan badannya
"Mana kunci motor A? A Rasya pinjam motor katanya mau beli pulsa" ucap Tasya
"Dimeja ada gak?" tanya Reza
Tasya mengambilnya.
"Sana mandi dulu, katanya mau belanja" pinta Tasya
Dia segera keluar untuk memberikan kunci motornya pada Rasya.
"Jangan lupa isi bensin" ucap Tasya mengingatkan
"Iya bawel" Rasya segera berlalu
"Pagi-pagi sudah ramai nih. Senang sekali. Biasanya sepi disini" ucap Pak Danu yang sudah rapi.
"Biasa anak-anak kalau ketemu begitu Pak, berantem terus. Ayo silahkan Pak Dan sarapan. Saya permisi ke kamar dulu" ucap ibu seraya berlalu
"Papa mau kemana Pa?" tanya Tasya
"Papa ada pertemuan sama teman." ucapnya
"Ayo makan Sya" ajak Pak Danu
"Papa duluan saja, aku bangunkan dulu A Reza Pa" ucap Tasya
Tasya masuk ke dalam kamar, dia melihat Reza tidur kembali.
"Sayang" Tasya mendekati suaminya. Dia membelai kepala sang suami
"Ayo bangun. Kita sarapan." ajak Tasya
"Iya" masih memejamkan matanya
Reza menggeser tubuhnya, dia menghadap ke perut Tasya
"Papi.. Ayo bangun" ucap Tasya lagi
"Dari kemarin baru sekarang kamu manggil Papi lagi" ucap Reza datar
"Aku malu" Tasya berkata pelan
"Malu?" tanya Reza mendongak
"Iya, Belum terbiasa depan orangtua bilang begitu" ucapnya
"Alasan!" Reza segera bangkit menuju kamar mandi.
'Papi kenapa sih?' batin Tasya
*** Sepertinya Papi menginginkan VOTE, LIKE dan KOMENTAR dari teman readers deh ^^ ***
__ADS_1