
Waktu terus bergulir, seperti sang mentari yang tak pernah bosan menyinari bumi, bergantian dengan sang rembulan yang menjaga malam.
Tak terasa, kini usia Vano menginjak empat tahun. Bocah kecil yang cerewet karena ajaran dari Papa Rasya dan Papi Reza membuat setiap celotehannya terkadang lebih tua dari usianya.
Begitupun dengan Daffa, sedikit demi sedikit dia meniru gaya bicara orang yang berada disekitarnya.
Kehidupan rumah tangga Reza dan Tasyapun masih sangat harmonis, walaupun tak dipungkiri berbagai kerikil-kerikil yang mengusik rumah tangga mereka terkadang membuat mereka merenggang sementara. Namun, sampai saat ini, keduanya masih berpegangan tangan saling menguatkan satu sama lain.
"Papi banguunn" Vano melompat-lompat dikasur milik orangtuanya membangunkan Reza yang masih terlelap.
"Apa sih Bang! Masih pagi juga!" Reza menutup kepalanya dengan bantal, tak rela membuka matanya di Sabtu pagi.
"Papi, katanya mau beli baju renang baru" ajak Vano masih melompat-lompat.
Daffa kini berjalan masuk ke dalam kamar Reza setelah mendengar suara Vano.
"Dek, sini Dek" ajak Vano yang masih melompat diatas kasur orangtuanya menjadikannya sebagai trampolin.
Kini tubuh Vano terpental diatas tubuh Reza.
"Abang! Sakit!" Reza geram, dia mendongakan kepalanya kemudian kembali ke posisi semula.
Daffa yang melihatnya hanya tertawa, seolah Abangnya tersebut sedang membuat lelucon untuk dirinya. Daffa bersusah payah mengangkat sebelah kakinya agar menjangkau bibir kasur, sayangnya kasur tersebut lebih tinggi sehingga membuatnya tak bisa naik ke atas kasur.
"Papi, Daffa mau naik ke kasur Pi" teriak Vano.
Reza membuka bantal yang menutupinya kemudian menarik Daffa naik ke atas kasur.
"Abang jangan loncat-loncat. Nanti Adeknya jatuh kepental. Mengerti!" ucap Reza
"Siap Papi" ucapnya seraya meloncat
Disisi lain, Tasya tengah sibuk membuat sarapan untuk mereka. Dia memasak nasi goreng kesukaan Vano, menyiapkan roti kukus untuk mertua dan suaminya juga sereal untuk Daffa.
Vano dan Daffa, walaupun terlahir dalam jarak yang tak begitu jauh, namun mereka memiliki selera yang berbeda. Terkadang, Tasya dan Reza kewalahan untuk menghadapi keinginan mereka yang berbeda. Namun tak jarang, mereka kompak saat menginginkan sesuatu.
"Aku ke kamar anak-anak dulu ya Mbak" ucap Tasya pada Mbak Diah.
Mbak Diah kini ditugaskan membantunya didapur karena Bi Tinah baru sebulan yang lalu berhenti bekerja dirumah mereka karena usianya yang tidak lagi muda.
Keluarga Pak Danu sebenarnya enggan melepas Bi Tinah yang sudah mereka anggap sebagai keluarganya sendiri. Namun beliau bersikeras ingin menikmati masa tuanya bersama anak dan cucunya dikampung.
Tasya masuk ke dalam kamar anak-anak, dia mendengar anaknya tengah berada dikamarnya. Tasya berjalan menuju kamarnya melihat dua bocah yang asik bermain trampolin sedangkan Papinya tidak terusik sama sekali.
"Abang, Adek sarapan dulu yuk?" ajak Tasya
"Hari ini jadi kan Mam?" tanya Vano
"U'um" ucap Daffa
"Jadi apa?" tanya Tasya
"Kata Papi kan mau beli baju renang baru buat Abang!" Vano bicara sambil cemberut
"Adek juga kan Dek?" Vano mencari kawan
"u'um" Daffa mengangguk-ngangguk
"Tanya Papi mau atau enggak" ucap Tasya kini memangku Daffa turun dari kasur
"Papi, Pap.. Ayo beli baju renang" Vano mengguncang tubuh Reza
"Nanti siang ah, masih tutup jam segini tokonya" ucap Reza masih memejamkan mata
"Papi, sarapan dulu Pap" ucap Tasya
"Papi bangun dulu."
"Aaaahh Mami! Aku mau baju renang!" Vano merengek
"Kata Papi kan nanti siang, Bang. Sudah ayo sarapan dulu cepetan" ajak Tasya
Kini Vano loncat dari atas kasur.
"Abang! Kalau kakinya keseleo bagaimana? Jangan suka loncat begitu. Ngerti!" omel Tasya
"Enggak apa-apa kok. Kaki Abang sehat-sehat saja Mami" balasnya membuat Reza tersenyum mendengarnya sementara Vano sudah berlari keluar kamar.
"Anak kamu astaghfirullah!" ketus Tasya saat memergoki Reza yang tersenyum.
Tasya mengikuti kedua anaknya ke dapur.
"Adek mau kemana?" tanya Tasya saat melihat anaknya berjalan membawa sereal.
"Adek mau nonton televisi Mami" teriak Vano.
Tasya segera mengambil mangkuk yang dibawa anaknya dan menaruhnya dilantai. Dia mwmindahkan channel televisi yang menampilkan film kartun kesukaan anaknya.
"Udah yang itu Mam. Aku mau yang itu" ucap Vano yang baru tiba
"Gak" jawab Daffa
"Adek maunya kartun ini Bang" ucap Tasya
"Adek, itu gak seru. Seru yang tadi. Sini Abang bisikin" ucapnya mendekati telinga sang adik. Sementara Tasya hanya menyaksikan kedua bocah yang sedang bernegosiasi.
"Ya?" Vano tersenyum
"U'um" ucap Daffa. Keduanya ber-tos ria.
"Mau saja Adek ditipu sama Abang" gumum Tasya tersenyum melihat kedua anaknya.
"Mbak Uji sambil sarapan temani merekanya Mbak. Mumpung masi panas nasi gorengnya" ujar Tasya
Uji yang baru tiba, kembali membalikan badannya menuju dapur. Tasya menyusulnya ke sana bersamaan dengan Reza yang baru keluar dari kamarnya.
"Sakit sekali pinggang Papi, Mam. Tadi si Abang loncat pas Papi lagi tidur" ucapnya
"Sama. Kemarin Mami juga diloncatin begitu sakitnya ke perut. Aku suka agak ngilu ke bekas caesar kalau dia kayak begitu" ucap Tasya. Tasya dan Reza menggeser kursinya masing-masing.
"Roti atau nasi?" tanya Tasya
"Hmm.. Roti sajalah." ucapnya.
"Aku bangunkan Papa dulu" ucap Tasya beranjak meninggalkan Reza setelah menaruh roti di piring Reza.
Reza mengambil roti tersebut sambil membuka ponselnya.
"Yah, kenapa baru bilang si Adit. Gimana sih" gumamnya.
__ADS_1
Reza masih berkutat dengan ponselnya.
"Makan dulu bisa?" tanya Tasya mendekat ke arahnya.
"Mam, kondangan dulu yuk nanti siang? Si Adit baru ngasih tahu barusan." ucap Reza
"terus anak-anak?" tanya Tasya
"Anak-anak dari kemarin ribut minta baju renang bukan?" tanya Pak Danu yang sedang menggeser kursi, kemudian duduk disamping Reza.
"Iya. Dari pagi sudah bangunkan A Reza, tahu Papinya libur" ucap Tasya
"Habis kondangan deh kita jalan ya Mam? Aku gak enak kalau gak datang. Ini orangnya baik banget sama Papi" ucap Reza
"Papi yang bilang sama mereka" ucap Tasya
"Beres" ucap Reza seraya mengunyah.
Vano kini masuk ke meja makan.
"Aku makannya habis Mami, hebatkan?" ucapnya bangga dengan membawa piring kotor
"Taruh di watafel langsung cuci tangan" ucap Tasya.
Vano patuh. Dia sudah dibiasakan mandiri oleh Tasya.
"Papi jadi kan?" tanya Vano
"Opa ikut ya Bang?" goda Pak Danu
"Opa, ini urusan keluarga tahu" ucapnya membuat semua yang ada disana terbahak.
"Emang Opa bukan keluarga Abang?" tanya Pak Danu dengan senyumnya
"Opa kan Opa aku. Grandpa. Iya kan Mam?" Vano mencari pembelaan.
"Iya, Grandpa juga keluarga." ucap Tasya
"Kata Mami kemarin Ayah, Ibu, Kakak, Adik. Itu yang keluarga." ucapnya melipat kedua tangannya
"Semua yang ada dirumah ini keluarga" ralat Tasya
"Mami gimana sih! Bikin malu aku saja. Mami Mami. Ck ck ck" Vano berdecak sebal seraya meninggalkan mereka
"Astaghfirullah. Anak kamu kelewat tua Papi" ucap Tasya
"Urusan keluarga dia bilang" gumam Pak Danu masih dengan senyumnya.
Reza dan Pak Danu hanya terbahak mendengar penuturan Vano.
***
Reza menghampiri kedua anaknya yang sedang bermain trampolin mini didalam kamar mereka.
"Boys, sebelum beli baju renang kita kondangan dulu ya." ucap Reza
"Enggak ah! Papi nanti bohong. Aku males!" Vano menghentikan permainannya diikuti oleh sang adik.
"Papi gak bohong, cuma sebentar saja, oke?"
"Enggak!" Vano merengek.
"Iya" balas Vano cepat
"Habis kondangan beli baju renang sama mainan deh" tawar Reza
"Enggak. Nanti Mami suka marah kalau aku beli mainan" gerutunya
"Gimana gak marah, yang kamu ambil harganya mahal banget. Dulu juga Papi dimarahin Mami gara-gara beli mainan mahal" kenangnya.
"Beli baju renang habis itu main games gimana?" tawar Reza kemudian.
"Gak!" Vano masih merengek.
"Kalau baju renang, mainan, sama main games?" tawar Reza lagi
"Enggak!" Kini Tasya yang menolak
"Papi mah dibiasain anaknya boros terus. Mami gak suka" ucap Tasya
"Mam, bukan boros. Anaknya pada gak mau ikut kondangan." ucap Reza
"Kalau gak mau ikut, Mami sama Papi saja ya? Kalian tunggu dirumah sama Mbak. Nanti dijemput." ucap Tasya
"Mami..kan udah janji" Vano merengek seraya menghentak-hentakan kakinya
"Vano!" ucap Tasya tegas
"Ikut kondangan atau enggak" ucap Tasya
"Mami galak. Huaaa.. " Vano menghampiri Reza seraya menangis.
Reza memeluk anaknya.
"Mam?" Reza memelas
"Ya sudah kalian saja yang pergi" ketus Tasya masuk ke dalam kamarnya.
Reza menyusul istrinya setelah menenangkan Vano.
"Mam.."
"Kasihan mereka Mam" ucap Reza
"Lebih kasihan mereka kedepannya kalau minta apa-apa nanti harus ada. Nanti dia gak mau usaha. Aku gak suka ya, Papi selalu boros. Semua yang mereka minta dibelikan." cecar Tasya
"Daripada mereka rewel kan" ucapnya
"Terserah!"
Setelah perdebatan mereka yang selalu dimenangkan Tasya, kini ketiga lelaki tengah bersiap memakai baju batik dengan motif yang sama, senada dengan Dress yang dipakai Tasya.
"Nanti langsung jalan Mam?" tanya Reza
"Terserah." ucaonya enteng.
"Bawa kaos Papi dong Mam. Nanti kan ganti baju. Masa ke Mall bajunya ini" ucap Reza
"Terus aku?" tanya Tasya
__ADS_1
"Ganti saja nanti di Mall" ucapnya
"Mbak mau di ajak?" tanya Tasya
"Gak usah lah"
"Papi kewalahan gak ngurus mereka berdua nanti di Mall?" tanya Tasya
"Hmm.. Ajak aja deh. Nanti kondangan mereka suruh di mobil aja" ucao Reza
"Kan, Papi juga gak mau ribet" ucap Tasya. Reza hanya tersenyum mendengarnya.
Reza mengemudikan mobil terbarunya yang dibelinya setahun yang lalu. Mereka menuju ke sebuah Hotel ditengah kota.
Setibanya di Hotel, Pasangan suami istri beserta kedua anaknya masuk kedalam Ballroom dengan dekorasi yang megah dan elegan. Tasya dan Reza nampak takjub dengan dekorasi tersebut. Namun, tidak untik kedua anaknya. Mereka menarik lengan Reza agar segera keluar ruangan.
"Padahal Mami penasaran sama makanannya, anak Papi gak sabar banget" gerutu Tasya
"Nanti lagi mereka jangan diajak ah kalau ke kondangan. Papi malu sama rekan-rekan, masa baru datang sudah pulang lagi." ucap Reza
Vano hanya cemberut setelah mendapat omelan dari kedua orangtuanya. Seketika wajah Vano berubah saat mereka masuk ke dalam Mall sementara Daffa tengah tertidur disamping Mbak Uji.
Tiba di Mall, Vano nampak tak sabar ingin segera membeli baju renang. Dia menarik lengan Papinya masuk ke dalam sebuh toko.
Dia sangat senang setelah mendapatkan baju renang bergambar baby shark berwarna biru yang sama dengan milik adiknya. Tak hanya baju renang, Tasya memilih kaos dan celana untuk kedua buah hatinya.
"Katanya jangan boros, itu gak masuk yang diminta mereka loh" sindir Reza pada istrinya
Tasya hanya tersenyum mendengar sindiran suaminya.
"Ini kan nanti dipakai mereka Pap" ucap Tasya
"Iya iya" Reza tersenyum menggoda
Setelah selesai membeli baju renang, Vano dan adiknya merengek untuk main di tempat bermain. Daffa dan Vano nampak sangat senang. Reza menemani keduanya bermain. Sesekali mereka berebut permainan yang dimainkan, membuat Reza sedikit kewalahan oleh keduanya.
"Mbak, tolong temani mereka dong. Aku capek" ucap Reza
"Papi, aku mau jajan dong Pap" pinta Tasya
"Mau beli apa?" tanyanya
"Takoyaki. Tadi wangi sekali ada yang makan itu" Tasya tersenyum
"Yuk" ajak Reza
"Anak-anak gimana?" tanya Tasya
"Ada Mbaknya ini, deket kan?" tanya Reza
"Aku bilang dulu deh sama mereka, takutnya nyari kita" ucap Tasya seraya mendekati anaknya yang sedang bermain.
Tasya dan Reza berjalan beriringan. Reza menggandeng tangan Tasya dengan mesra.
"Pacaran lagi kita, sayang" ucap Reza
"Pacaran setitik" ucap Tasya
Mereka menunggu takoyaki yang sedang dibuat sambil berbincang kecil.
"Mamiiiiii" teriakan seorang anak menyita perhatian orang-orang yang ada disana.
"Anak kamu tuh, Pap" ujar Tasya disertai lirilan penjual takoyaki.
"Kok sudah mainnya?" tanya Tasya saat mereka mendekat
"Daffa malah nangis pas Mami pergi" ucapnya
Tasya segera menggendong putra bungsunya.
"Mau gak?" tanya Tasya
"Mauuu" teriak Vano
***
"Mamiii aku mau berenaaang" ucap Vano menghampiri Tasya yang sedang memasukan baju anaknya kedalam lemari.
"Sudah di pompa belum kolamnya?" tanya Tasya
"Sudah sama Papi. Lagi di isi dulu airnya." ucap Vano
"Oh"
"Mana baju renang aku sama punya Adek" pinta Vano tak sabar
Tasya mencari baju mereka.
"Baru saja kering Bang" ucap Tasya
"Mi, buka baju aku Mi" pinta Vano
"Bilang apa?"
"Mami minta tolong, buka baju aku ya Mii" ucapnya seraya tersenyum.
Tasya membalas senyuman putranya. Tasya selalu membiasakan anaknya bersikap sopan saat meminta sesuatu.
Dia segera melepas baju Vano dan memakaikannya baju renang. Vano berlari ke halaman belakang.
Tak berapa lama, Daffa ditemani Mbak Uji menghampiri Tasya, meminta baju yang sama dengan Vano.
"Adeeekk cepetan deekk" ujar Vano tak sabar. Dai telah masuk ke dalam kolam terlebih dahulu. Dia bermain dengan ceria ditemani oleh bola-bola kecil.
Tasya masih membereskan baju anak-anaknya, sementara Reza mengambil kesempatan mendekati sang istri, memeluknya dari belakang. Tak berapa lama suara teriakan Vano memanggil Tasya.
"Mamiiiiii adekk Miii" teriak Vano
"ck.. Anak Mami!" geram Reza yang merasa terganggu. Tasya dan Reza segera mendekat ke arah mereka.
"Apa sih Abang?" tanya Tasya
"Adek gak mau pakai baju renangnya." ucap Vano
Tasya dan Reza melihat Daffa t*lanjang.
"Adek kenapa gak mau pakai baju renangnya?" tanya Tasya heran
"Takut basah katanya Miii" ucap Vano membuat mereka tertawa.
__ADS_1