BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Keenan Dan Lala


__ADS_3

"Ayo sini" Reza menuntunnya menuruni tangga


"Bu.. Bu.. " Lala memanggilnya dan Keenan hanya menatap mereka


Tasya hanya melirik Lala, sambil terus berjalan mengikuti Reza


"Loh, A Reza kenapa kita keluar?" Tasya heran


"Katanya kamu mau menjodohkan mereka, ya sudah biarkan mereka berdua" ucap Reza


"Oh iya, ya ampun, aku gak berpikir sampai kesana. Aa pintar sekali" Tasya menyeringai


"Terus tiket kita? Sayang dong A" ucap Tasya


"Sudah gak apa-apa. Anggap saja berkorban buat temanmu itu" ucap Reza


"Terus kita kemana A?" Tasya menggelayut manja


"Kamu sudah beli ini kan?" Reza menggoda sambil menunjukan paper bag


"Ih A Reza!"


"Ayo kita main di kamar saja sayang" ajak Reza seraya berbisik di telinga Tasya


"Gak mau. Aku masih mau jalan-jalan" Rengek Tasya


"Lebih baik kita coba kemeja baru saja ya" Reza menggodanya lagi


"Aa ingin lihat kamu mencobanya" sambungnya


"Dasar mes*m" Tasya menyubit lengan Reza


"Harus dicuci dulu A. Itu kan masih kotor" protes Tasya


"Oh iya. Ya sudah kamu mau kemana?" Reza menyerah


"Hmm.. Aku gak tahu, ya sudah ayo kita pulang" Kini Tasya pasrah


Mereka pun berjalan menuju basement.


"Mau jajan dulu?" tanya Reza


"Tidak. Aku masih kenyang"


Setibanya di mobil, Reza membuka kembali kemeja yang Tasya beli.


"Nikah sudah setahun lebih, baru sekarang diperhatikan beli kemeja buat kerja" ucap Reza


"Tapi ini kemeja kerja Aa atau kemeja kerja kamu Sya?" Reza menggodanya


"Hehe.. Maaf ya A. Habis kemeja Aa yang baru masih banyak di lemari. Sayang kalau beli terus"


"Iya, terima kasih sayang. Ini juga Aa suka sekali. Apalagi kamu yang pakai" Reza mengecup kening Tasya


Tiba-tiba Tasya mengecup bibir suaminya.


"Iya nanti aku yang pakai" ucapnya


"Dasar nakal" ucap Reza kemudian Reza melanjutkan pergumulan mereka.


"A Reza! Malah di teruskan. Aku kan cuma sun sayang saja. Kalau orang lihat bagaimana?" Tasya menghentikan aktifitas mereka


"Kacanya gelap sayang. Ayo kita pulang" ajak Reza sambil mulai melajukan mobilnya


***


Lala duduk dengan gelisah. Biasanya dia selalu berani bicara apa pun kalau ada Tasya. Tapi sekarang hanya duduk berdua dengan Keenan di dalam bioskop, dia menjadi salah tingkah.


"Kamu kenapa sih? Kayak cacing kepanasan!" ucap Keenan


"Enggak!" jawabnya singkat

__ADS_1


'Lebih baik aku makan ini sajalah. Sayang sekali ini popcorn kalau tidak dimakan. Gratisan pula' Lala mulai mengambilnya kemudian memasukan ke dalam mulutnya.


Keenan melihatnya dengan ujung matanya, dia menggelengkan kepalanya pelan. Keduanya fokus menonton sampai film selesai.


"Keenan, kita makan saja dulu yuk? Aku lapar" pinta Lala


"Popcorn ukuran besar habis olehmu sendiri, kamu masih bilang lapar?" Keenan berdecak heran


"Hehe.. Itu kan cemilan bukan makan" dalih Lala


"Hmm.. Kamu sendiri saja. Aku mau pulang" ucap Keenan


"Tega kamu, masa aku sendirian" Lala menunduk sambil memainkan kakinya sembarang


"Merepotkan sekali. Ya sudah ayo!"


"Yes, terima kasih Keen" Lala girang


Keduanya menuju ke food court dan memilih makanan. Mereka duduk berdua seperti sepasang kekasih.


"Keen, kamu suka sama bu Tasya ya?" tanya Lala tiba-tiba


"Kata siapa. Jangan asal" ucapnya datar seolah tak suka mendengar tebakan Lala


"Kata aku. Dari caramu memandangnya saja sudah beda" ucap Lala


"Jangan sok tahu kamu. Jadi jomblo jangan sok jadi pakar cinta" Keenan ketus


"Jangan pura-pura kamu. Pokoknya aku tahu. Kamu menatapnya saja seperti terpesona." ucap Lala


Keenan diam tak menanggapinya


"Keen, sudahlah. Kamu cari perempuan lain. Bu Tasya kan sudah bersuami. Masa kamu mau jadi parebut istri orang?" tutur Lala


Keenan masih membisu.


"Keenan. Kamu dengar tidak? " Lala sedikit meninggikan suaranya


"Berisik sekali kamu! Aku gak tuli!" ucapnya kesal


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. Lala makan dengan lahapnya, sementara Keenan hanya memainkan makanannya karena ada yang mengganggu pikirannya.


"Keenan, cepat habiskan makananmu. Kamu kenapa sih?" ucap Lala


"Kamu cerewet Sekali" ucapnya sambil menatap tajam Lala


Setelah selesai makan, mereka hendak pulang.


"Aku duluan ya La" ucap Keenan sambil berlalu


"Jahat sekali Keenan pergi begitu saja" Lala menghentakan kakinya kemudian membuka ponselnya untuk memesan ojek online.


***


"Cantiknya istri Aa" ucap Reza yang bersandar di headboard sambil menatap istrinya yang duduk di pangkuannya


Tasya hanya tersenyum malu sambil melingkarkan tangannya di leher sang suami.


"Sudah puas Pak Reza?" tanyanya iseng


"Puas sekali. Tapi nanti boleh tambah ya?" ucapnya


"Pasti begitu" Tasya bersungut


*Dering ponsel Tasya


Tasya turun dari pangkuan sang suami kemudian mengambil ponselnya di meja rias.


"Assalamualaikum.. Kenapa La" ucap Tasya sambil mendekat ke arah suaminya.


"Waalaikumsalam ibuuuu. Kenapa tadi pulang? Aku berdua sama Keenan ya ampuun ibuu aku salah tingkah" Lala heboh

__ADS_1


"Biar kamu bisa pendekatan La" ucap Tasya, kini posisinya bersandar di suaminya


Lala terus berbicara di telepon sementara Reza dengan jahilnya mengecup leher Tasya yang membuat Tasya geli


"A diem dulu" ucap Tasya


"Bu? Ops.. Sepertinya aku mengganggu" ucap Lala


"Iya. Kamu ganggu La" Reza nenimpali saat mendengar suara Lala


"Maaf ya bu, nanti saya lanjut lagi" ucap Lala seraya menutup panggilannya


"Aa ih, kasihan si Lala" Tasya protes


"Berisik sayang. Besok juga pasti cerita" ucapnya


Seketika hening, Tasya memainkan ponselnya sementara Reza menyandarkan dagunya di bahu Tasya


"Sya"


"Hmm.. " asyik dengan ponselnya


" Mandi yuk?"


"Aa duluan"


"Bareng saja biar hemat waktu"


"Please" rengek Reza


"Ya sudah ayo" ajak Tasya


Keduanya masuk ke dalam kamar mandi


***


Beberapa Hari Kemudian


"Sya, ayo bangun. Kamu kok malas-malasan begitu? Enggak usah ke kantor ya?" Reza mendekati Tasya yang masih tertidur


"Hmm.. Lima menit lagi sayang" pinta Tasya


"Ga usah ikut saja ya" bujuk Reza


"Gak mau, aku mau ke kantor. Sebentar dong A. Aku rasanya masih ngantuk" Tasya mengerjapkan matanya


"Ayo, telat nih Aa kan mau meeting" ancam Reza


"Cerewet sekali Aa pagi-pagi juga" Tasya kesal


Tasya mengambil minumnya, dia termenung sejenak.


"Ya Tuhan.. Tasya Fadilla mau ke kantor tidak?" bentak Reza


"Iya.. " Tasya berjalan ke dalam kamar mandi


"Awas jangan lama" ucap Reza yang telah siap


Setelah beberapa lama


"Sya" Reza mengetuk pintu kamar mandi


"Aa tinggal ya.." ucapnya tidak sabar


"Aa cerewet. Iya ini sudah beres" Tasya keluar dari kamar mandi


"Heran sama kamu. Biasanya gesit. Ini malas-malasan begini" Reza sudah kesal


Tasya tetap memakai bajunya seolah tak memperdulikan Reza.


"Sabar Pak Reza, cepat tua loh marah-marah terus" ucap Tasya

__ADS_1


"Iya. Ya sudah yang cepat. Gak usah dandan. Nanti di kantor saja dandannya" Reza kesal


'Tumben sekali dia kayak begini' batin Reza


__ADS_2