
Reza memperhatikan Tasya berkemas. Tasya hanya membawa sebagian barangnya karena dia masih harus bolak balik ke kampus.
"A ini kado-kado kita bagaimana? Belum ada yang di buka" Tanya Tasya
"Mau unboxing sekarang?" tanya Reza
"Aku penasaran sih" ucap Tasya
Tok.. Tok.. Tok..
Tasya membuka pintu kamarnya
"Aduh pengantin baru betah banget di kamar. Gak bosan ya" goda uwa Tasya
"Hehe.. Ini wa lagi beres-beres. Nanti sore kan harus ke rumah A Reza" ucap Tasya sambil menunjukan barang-barangnya
"Dunia berasa milik berdua ya Sya" godanya lagi.
"Uwa pamit ya Sya, Reza. Sudah seminggu uwa disini. Nanti pelanggan pada kabur kalau uwa lama-lama disini" ucap uwa Tasya
"Yah.. Sepi dong wa disini. Terima kasih ya wa sudah bantu kami" ucap Reza menghampiri
"Sya nanti ajak Reza main ke rumah uwa dong. Kamu juga sering-sering main kesana" pinta uwa
"Iya wa. Nanti kalau ada waktu senggang" ucap Tasya
Mereka kemudian berpelukan. Keluarga Tasya mengantarnya sampai ke halaman depan.
__ADS_1
Baru membalikan badan, tiba-tiba sebuah mobil putih yang tidak asing datang.
"Wah besanku datang" ucap ayah Tasya senang.
Pak Danu kemudian turun dari mobilnya
"Wah, berasa terhormat sekali saya. Sampai di sambut begini" ucap Pak Danu sambil tertawa
Mereka ngobrol sambil berjalan menuju rumah.
"Papa sudah check out?" Tanya Reza.
"Sudah nak. Barangmu sudah Papa bawa tuh di mobil. Mau di turunkan atau bagaimana?" tanyanya
"Tidak perlu Pa. Kan mau pulang kita." ucap Reza
"Aku.. Aku masih nyusun skripsi Pa. Biar cepat beres" Tasya beralasan
"Bro, dia manggil saya Papa loh" Pak Danu menggoda Pak Taufik
Mereka tertawa bersama.
'Anak Bapak sama saja' batin Tasya.
***
Tiba saatnya mereka pamit. Tasya memeluk ibunya lama, begitupun saat memeluk Rasya sang kakak kesayangannya.
__ADS_1
"Za titip Tasya ya, maaf kalau dia manja" pesan ibu Tasya
"Pasti bu. Manja pun tak apa-apa bu. Kan sama suaminya. Hehe" dia tertawa kecil begitupun ibu
Ibu tahu bahwa Reza anak yang dewasa yang bisa membimbing Tasya walaupun kadang tidak akur.
Sedan putih itu pun penuh terisi barang-barang mereka. Mereka melambaikan tangan dari dalam mobil. Diluar, Ibu di rangkul Rasya tampak sedih. Begitupun dengan Tasya. Perasaannya campur aduk.
"Sya, hebat ya kamu. Belum tahu rumah Reza tapi sudah menikah dengannya" ucap Papa Reza yang duduk di kursi depan
"Hehe.. Iya ya Om" Tasya baru menyadarinya
"Om?" tanya Reza dan pak Danu bersamaan
"Papa. Hehe.. Maaf aku masih suka lupa" ralat Tasya yang merasa dihakimi oleh anak dan bapak tersebut.
Reza dan Pak Danu bercengkrama membahas bisnis mereka. Tasya hanya menjadi pendengar setia sambil mengedarkan pandangannya keluar kaca mobil yang sedang melaju.
Ditengah perjalanan, Tasya merasa ingin buang air kecil. Dicoleknya Reza karena malu. Reza mengerti, dia tak bersuara hanya memandang ke arah Tasya. Kemudian Tasya mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Reza. Reza memperhatikan apa yang dia ketik.
'Aku pengen pipis a' tulisnya
Reza tersenyum geli. Melihat tingkah laku Tasya yang malu-malu.
"Pak Bud, ke rest area dulu ya." ucap Reza pada Budi yang sedang melajukan mobilnya.
"Oke Za" ucap pak Budi. Sementara Pak Danu masih tertidur.
__ADS_1