
"Jangan bilang kalau ketinggalan A" Tasya melotot
"Ma..af sayang" ucapnya merasa bersalah
"Ketinggalan atau jatuh? Takutnya jatuh lagi" Tasya panik
"Aa lupa" ucapnya takut
"Dari tadi main ponsel terus sih! Akhirnya begini kan!" Tasya mengomelinya
"Pakai ini saja bu" tiba-tiba dari belakang seseorang menyodorkan sebuah kartu.
Sontak Reza dan Tasya menoleh ke arahnya.
"Keenan" ucap Tasya
Reza menatapnya tak suka
"Kita pulang saja!" ucap Reza ketus
"Aku pinjam ya, besok aku ganti" Tasya mengambilnya segera
"Sayang.." ucap Reza datar
Tasya melotot ke arah Reza. Dengan pasrah Reza menyutujuinya karena dari tadi sang kasir memperhatikan mereka
"Thanks. Besok saya ganti" ucap Reza malas
"Santai saja Pak " Keenan menyunggingkan senyum kemenangannya
'Kenapa dia datang sok jadi super hero!' batin Reza kesal
Mereka saling diam tanpa ada yang bersuara.
" Keenan, terima kasih ya.. Kalau gak ada kamu, aku harus pulang lagi kayaknya" Tasya menyindir Reza
"Iya sama-sama bu." ucapnya masih mengembangkan senyumnya
"Besok aku ganti ya" ucap Tasya tak enak
"Tidak perlu bu. Tidak Apa-apa" balas Keenan
Reza terdiam. Dia menahan amarahnya
"Kamu belanja?" Tasya berbasa basi
"Tidak bu. Aku sedang tidur" canda Keenan
'Kau sedang merayu istriku kan! Jangan-jangan kau memang mengikuti kami!' batin Reza
"Sudah kan mam? Ayo pulang" ucap Reza datar
'hhh.. A Reza mengeluarkan jurusnya' batin Tasya
Reza berjalan terlebih dahulu tanpa melirik Keenan. Sementara Tasya masih berbasa basi.
"Mami! Ayo cepat!" Teriak Reza
"Iya sabar" balas Tasya, dia masih tidak enak kepada Keenan
"Saya duluan ya Keenan, terima kasih ya. Sampai jumpa besok" Tasya mengembangkan senyumnya
'Mami? Wanita seanggun Tasya dia panggil mami. Rasanya tak pantas' batin Keenan protes
Reza sudah duduk di motornya.
"Lama sekali! Kamu senang kan?" tuduh Reza
"A Reza!" Tasya membentaknya
__ADS_1
Kini Reza menciut, dia sadar semua berawal dari kesalahannya
"Kayaknya dia mengikuti kita. Dia bisa tahu kita ada disini" Reza masih tak puas
"A Reza terus saja menuduh orang lain. Jelas-jelas Aa yang salah!"
"Kalau Aa bawa dompet, kita gak perlu merepotkan orang lain!" tukas Tasya
"Kenapa kamu gak pernah mau bawa uang sendiri sih! Aa kan sudah kasih semua ke kamu. Tapi kamu selalu gak mau terima!" Reza membela diri
"Aa tahu sendiri kan, aku gak enak!" Tasya tak mau kalah
Prriiitt. Priitt...
Perdebatan mereka terhenti setelah seorang tukang parkir mendekat ke arah mereka yang sedang memberi arahan pada mobil yang baru saja tiba.
"Cepat naik" pinta Reza kesal
Tasya menaiki motornya, dengan kesal dia menaruh plastik putih di pangkuannya sehingga membuat jarak antara dia dan suaminya.
Reza dengan sengaja mengerem motornya secara mendadak. Hal itu membuat Tasya takut dan melingkarkan tangannya walau masih terhalang oleh plastik.
"Sini plastiknya" pinta Reza yang tak mau ada jarak dengan istrinya tersebut. Dia ingin Tasya memeluknya untuk meredamkan cemburunya
"Gak usah!" Ketus Tasya
Reza yang semakin marah menjalankan motornya dengan kencang. Hal itu membuat Tasya ketakutan.
"A Reza pelan-pelan" ucap Tasya sambil memegang baju Reza
"Makanya sini plastiknya!" bentak Reza
Reza memperlambat laju motornya kemudian mengambil plastik dari Tasya dan menggantungkannya di stang motor kesayangannya.
"Peluk yang kencang!" Perintah Reza
'Bagus' batin Reza sambil menyunggingkan bibirnya ke atas.
Sesampainya di kamar, Tasya segera membersihkan dirinya. Dia masih kesal pada Reza.
'Gara-gara dompet sialan, aku harus berhutang budi sama anak magang itu!' batin Reza ketika melihat dompetnya tergeletak di atas meja rias Tasya.
Tasya membongkar isi plastik tersebut. Dia mengambil mie instan Korea pedas dan membawanya keluar kamar.
"Mau kemana kamu Sya?" tanya Reza, tapi Tasya tak meresponnya
'Sebal sekali sama A Reza! Mending makan mie saja. Kesal sama pedas biar bersatu sekalian!' batinnya
Reza merebahkan badannya sambil bermain ponsel.
"Loh nak, kamu lagi apa?" tanya Pak Danu yang menghampirinya di dapur. Dia hendak memgambil minum
"Aku lagi masak mie instan Pa. Papa mau?" tanya Tasya
"Tidak." balasnya singkat
"Tumben sekali kamu masak mie Sya" Pak Danu heran
"Iya Pa, lagi kangen saja ingin makan mie" ucapnya
"Papa ke kamar lagi ya" pamit Pak Danu
Setelah selesai membuat mie, Tasya membawa mie nya ke ruang televisi.
"hhh..kenapa pedas sekali.. Hhh" ucapnya sambil menarik cairan dari hidungnya beberapa kali
Reza keluar kamar, dia melihat Tasya duduk seorang diri
"Ya Tuhan.. Kamu langsung masak mie itu" Reza melotot saat menghampirinya
__ADS_1
Tasya yang kepedasan tak menghiraukannya. Reza duduk di sebelahnya. Dia melihat Tasya memakan mie tersebut nampak enak sekali.
"Sya.. Itu pedas sekali?" Reza merasa ingin mencicipinya
Tasya masih tak menghiraukannya. Reza yang kesal kemudian merebut mangkuk mie. Dia memakan mie Tasya dengan kesal.
Hup
Satu sendok mie masuk ke mulutnya.
"hhh.. Mie macam apa ini! Hhh... Kamu mau mati Sya!" Reza kelonjakan sambil mengunyah mie tersebut. Mulutnya terasa terbakar, telinganya terasa sakit dan lututnya gemetar.
Dia segera ke dapur dan minum susu dengan tergesa. Keringatnya membanjiri dahinya.
Tasya tertawa melihat kelakuan suaminya yang menurutnya lucu.
"Rasakan A! Sudah tahu pedas!" ucapnya merasa kesalnya terbalaskan.
Tasya menghampiri Reza di dapur dengan mangkuk yang kosong.
"Kamu habiskan semua?" tanya Reza dengan setengah gelas susu di tangannya
"Minum ini" perintah Reza
Tasya mengambil gelas dari tangan Reza. Dia tersenyum
"Kenapa?" tanya Reza heran
"Bibir Aa lucu" Tasya melihat bibir Reza memerah.
"Makan satu sendok saja sampai begitu" ucapnya kemudian
"Besok-besok kamu gak boleh lagi makan mie itu!" ancam Reza
Tasya duduk disamping Reza. Mereka saling melirik satu sama lain.
Reza mencolek Tasya dan menunjukan jari kelingkingnya dengan maksud mengajaknya berdamai.
Tasya tersenyum. Merasa suaminya sangat konyol dan kekanakan.
Kemudian Tasya mengulurkan kelingkingnya. Kelingking mereka saling terkait. Keduanya tertawa senang.
"Yuk tidur" ajak Reza
***
Keesokan harinya,
"Keenan ini uangmu" Tasya memberikan uang kepada Keenan
"Tidak usah bu. Anggap saja aku traktir ibu" Keenan menolaknya
"Aku gak enak Keenan. Ambil saja ya" pinta Tasya
"Baiklah. Tapi aku boleh kan traktir ibu makan?" tanyanya
Tasya nampak menimang.
"Kalau A Reza gak kesini ya, kita makan bersama-sama. Sama Lala juga maksudku" jelas Tasya
"Boleh kita berdua saja bu?" Keenan berharap
"Maaf Keenan, aku takut jadi fitnah. Sama Lala juga ya. Please" pinta Tasya
"Baik kalau begitu bu" Keenan tersenyum senang
*** **Teman Readers jangan bosan-bosan bantu VOTE saya, jangan lupa LIKE dan KOMENTARNYA. Saya suka sekali baca komentarnya. Maaf yaa gak balas satu persatu.
O iya, boleh di bantu follow ig @only.ambu disana aku bahas Reza dan Tasya juga. Terima kasih* ^^ **
__ADS_1