BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Belanja Perlengkapan Calon Bayi


__ADS_3

Tasya dan ibu sibuk memilih-milih baju bayi. Sementara Reza dan Rasya lebih tertarik melihat stroller yang terpajang disana.


"A Reza, menurutku anakmu cowok deh" tebak Rasya


"Hmm.. Aku gak tahu. Mau bilang cewek atau cowok nanti salah tebak anakku sensitif lagi" ucap Reza


"Mana ada dikandungan sensitif segala" Ujar Rasya


"Ada lah. Aku bapaknya" ucap Reza


'Tadi saja aku cuekin ibunya dia berulah' batin Tasya


Kini mereka sibuk dengan mobil mainan.


Sementara Tasya dan ibu sudah banyak sekali membeli barang dalam keranjang belanjaannya.


"Sudah Neng. Menurut ibu segini sudah cukup" ucap ibu


"Kalap ya bu lihat barang bayi lucu-lucu" ucap Tasya


Reza mendekat ke arah mereka.


"sudah sayang?" tanya Reza


"Banyak juga Mam" tambahnya kemudian saat melihat isi belanjaan mereka


"Makanya! Gak kebayang tadi kalau disana segini banyak bakalan habis berapa" ucap Tasya


Reza tersenyum


"Mikir bukan senyum A! Gengsi dibesarkan!" gerutu Tasya


Reza mendekat seolah berbisik


"Yang besar diamond sayang bukan gengsi" ucap Reza sambil menyeringai.


Tasya mencubit pinggang suaminya.


"Sudah semua belum?" Reza memastikan


"Nanti kalau ada yang kurang mah gampang" ucap ibu


"Papi bayar ya, Mami sama Ibu tunggu disana" Tunjuk Reza pada sebuah kursi panjang.


Tasya dan ibu patuh. Mereka menunggu Reza. Sementara Rasya tak tahu berada dimana.


Reza mendekat kearah kasir. Dia memperhatikan setiap benda yang diambil oleh kasir tersebut. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam tempat tersebut.


"Reza.." ucap seseorang memanggilnya


Reza melihat ke arah sumber suara.


"Nov.. Kamu disini?" tanya Reza melihat seorang wanita dengan sanggul dikepalanya.


"Iya. Aku kerja disini. Aku perhatikan kamu dari tadi, mau sapa kamu takut salah orang." ucapnya sambil tertawa


"Masa sih?" tanya Reza tersenyum


Sesekali sang kasir melirik ke arah Reza karena mendengar percakapan mereka.


"Borong Za?" tanyanya


"Iya nih buat persiapan. Kamu sudah lama kerja disini?" tanya Reza yang melihat bajunya berbeda dari yang lain. Dia meyakini sang mantan memiliki jabatan lebih tinggi.


"Sudah lama sekali. Dari lulus kuliah" ucapnya seraya tersenyum

__ADS_1


"Mana istrimu Za?" tanya Nova


"Aku suruh duduk disana." tunjuknya


"Wah, calon Bapak nih. Anak ke berapa?" tanya Nova kemudian


"Anak kedua" Reza terkekeh. Dia tak pernah melupakan anaknya yang dulu gugur.


"Kamu sudah punya berapa Nov?" tanya Reza


"Sama. Sudah dua." Nova melempar senyumnya


"Wah, gak kerasa ya kita sudah tua" ucapnya


Sang Kasir memotong pembicaraan mereka dengan menyebutkan jumlah biaya yang harus dia bayar. Sementara Nova mematung memperhatikan kegiatan kasir tersebut.


Reza merogoh dompetnya, dia lupa kalau semua simpanannya kini di pegang Tasya.


"Sebentar ya Mba, saya lupa kartu saya dipegang istri"


"Mam.. " panggil Reza


"Mami" Reza memanggilnya kembali


Nova dan kasir tersebut melirik ke arah dua wanita yang sedang asyik mengobrol.


"Sebentar" ucap Reza seraya berlalu dari meja kasir. Dia menghampiri sang istri.


Nova dan kasir tersebut memperhatikan Reza dan istrinya.


"Teman bu?" tanya kasir itu


"Mantan" ucap Nova cengengesan


Reza dan Nova pernah menjalin kasih sewaktu kuliah dulu. Hubungan mereka hanya sebentar karena dulu Nova berpaling pada lelaki lain.


Reza menghampiri meja kasir kembali. Dia tak melihat Nova disana.


"Sorry ya Mbak" ucap Reza. Sementara wajah kasir tersebut ceria setelah membicarakannya tadi bersama Nova.


Reza menyerahkan kartunya pada sang kasir.


"Mana barangnya A?" tanya Rasya dibelakang Reza


Suara Rasya sontak membuat kasir tersebut menoleh ke arahnya. Kasir tersebut tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap Rasya.


'Gantengnya' batin kasir tersebut.


"Nih kamu bawa" ucap Reza seraya memasukkannya ke dalam trolley.


"Tasya sama Ibu mana?" tanyanya lagi yang membuat sang kasir tak fokus.


"Duduk disana" ucap Reza menunjuk ke arahnya.


"Aku kesana ya" ucapnya sambil membawa belanjaan.


Kasir tersebut melirik Rasya, Reza yang melihatnya tersenyum.


"Ganteng ya Mbak. Mau nomor ponselnya?" goda Reza


Kasir tersebut tersenyum malu karena gerakannya terbaca oleh Reza.


"Ini Pak. Terima kasih sudah berbelanja di toko kami" ucap kasir tersebut menyerahkan kartu milik Reza


"Yakin gak mau nomor ponselnya mbak? Dia jomblo loh" goda Reza seraya melebarkan senyumnya.

__ADS_1


Sang kasir sangat malu dibuatnya. Kemudian Reza berlalu. Reza menghampiri mereka. Mereka berjalan keluar toko.


"Memang keperluan bayi sebanyak itu Bu?" tanya Rasya sambil mendorong trolley


"Iya. Makanya cari duit yang banyak A" ucap Tasya


"Sya, kesana yuk?" ajak ibu saat melihat furniture yang terbuat dari bahan kayu.


"Ibu selalu saja" ucap Tasya


"Pap, ibu mau lihat-lihat itu" tunjuknya


"Masukan dulu barang sayang. Kasihan Rasya masa dorong-dorong trolley" ucap Reza


Reza dan Rasya memasukan barangnya ke dalam mobil sementara Tasya dan Ibu melihat mereka.


Setelah itu mereka pergi ke tempat furniture.


"Ibu, rumah sudah kayu semua bu" ucap Rasya


Ibu tak menanggapinya. Mereka melihat-lihat benda-benda yang terbuat dari kayu tersebut. Reza dan ibu berbincang asyik karena mereka mempunyai ketertarikan yang sama.


"Mam, ganti sama ranjang begini ya kamar kita" ucap Reza seraya tersenyum


"Enggak!" Tasya melotot ke arahnya.


"Gak sesuai konsep rumah kita sayang. Kalau rumah ibu mah memang semuanya ada unsur kayunya" ucap Tasya


"Tapi jadikan renovasi kamar" pinta Reza


"Iya, tapi terserah aku mau yang gimana. Papi gak boleh protes" ucap Tasya


"Iya sayang. Asal Dedek gak satu kasur sama kita" pinta Reza


Tasya mendekat ke arah ibu yang asyik berbincang dengan sang penjual.


"Ibu sih pengen yang itu Sya. Tapi kejauhan kirimnya." ucap Ibu seraya menunjuk pada kursi kayu


"Ya sudah sih Bu. Lagian untuk apa lagi juga. Orang dirumah cuma berdua ayah" ucap Tasya


"Nantikan ada cucu ibu" ucap Ibu


"Ibu mah, masih lama Bu. Ayo ah kalau gak bisa, aku lapar Bu" ajak Tasya


Mereka meninggalkan toko furniture tersebut. Kemudian masuk ke dalam mobil.


"Makan apa kita Mam?" tanya Reza


"Seafood yang waktu itu saja. Ibu kangen rasanya" usul ibu


"Iya Pap. Aku juga mau" ucap Tasya


Reza melajukan mobilnya ke tempat makan yang dituju. Saat sedang melajukan mobilnya, sebuah taksi memepet ke arah mereka.


"Kenapa itu Pap" Tasya panik dan ketakutan


Supir taksi tersebut seolah berbicara seraya menyeimbangkan mobil mereka.


"Aa.. Apa katanya tuh A." ibu yang sama paniknya dengan Tasya menggenggam tangan sang anak.


Reza segera memperlambat laju mobilnya, dia membuka kacanya seraya melirik sang supir taksi.


Mobil mereka saling beriringan.


"Mas, bannya kempes!" ujar sang sopir taksi seraya berlalu.

__ADS_1


__ADS_2