BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Pelengkap Hidup Reza


__ADS_3

"Kenapa sayang?" tanya Reza berbalik melihat istrinya


"Capek?" tanyanya kemudian


"Aa masih mau suudzon?" tanya Tasya tak menanggapi pertanyaan Reza tadi


"Iya enggak. Maaf" ucap Reza. Dia melihat sisi lain dari Tasya kali ini.


"Kenapa kamu bisa berpikir sejauh ini Sya?" tanya Reza penasaran


"Sejauh ini bagaimana maksudnya?" Tasya tak paham


"Kenapa kamu sampai berpikir untuk datang kesini? Hampir saja Aa memecatnya Sya" sesal Reza


"Aku hanya mencontoh ayah saja. Pekerja ayah rata-rata menengah ke bawah A. Ayah sering sekali hilang sayurannya. Tapi ya gitu, ayah datang ke rumahnya. Bicara saja baik-baik walaupun mereka salah."


"Kalau dia melakukan berulang kali berarti memang dia kriminal orangnya, tapi kalau biasanya dia tak pernah bertingkah terus tiba-tiba melakukan hal yang salah, pasti ada sesuatu padanya." ucap Tasya


"Terus menurutmu Aa harus bagaimana?" kini Reza meminta pendapat sang istri.


"Bicara lagi sama Agus. Biarkan gajinya dipotong sesuai kesalahannya kalau dia masih mau bekerja. Mau bagaimanapun tetap harus ada konsekuensinya untuk dia." tutur Tasya


Reza diam mendengarkan.


"Apa kita tega Sya? Kata ibunya rentenir tiap hari datang" ucap Reza yang kini merasa iba


Tasya tersenyum mendengarnya.


'Suamiku tegas tapi hatinya bisa luluh juga' batin Tasya


"Biasanya hutang mereka tidak banyak A. Apalagi ke rentenir. Sehari itu paling puluhan ribu. Tapi kalau yang nagihnya ada 10 mah banyak juga sih." Tasya tertawa


"Gimana kamu ini" ucap Reza yang tak puas akan jawaban sang istri


"Tanya saja dulu sama si Agus. Hutangnya berapa. Aku ikhlas gajiku di pinjamkan untuk menutup hutangnya dulu, jadi tiap bulan dia hanya berhutang pada kita saja A. Bagaimana?"


"Mau bagaimanapun kita bukan perusahaan besar A. Aku harap Aa meneruskan usaha Papa secara kekeluargaan. Bukan seperti bos sombong, bos dingin yang kejam-kejam itu loh" ucapnya


Reza tersenyum kecut mendengarnya.


"Iya nanti Aa pertimbangkan dulu" ucapnya


"Kamu lapar sayang?" tanya Reza


"Enggak. Aku sedikit mual A" jawab Tasya


"Mau apa sayang?" tanyanya


"Mau tidur saja" ucapnya


"Di rumah ya, ini juga sudah siang. Kita pulang saja ya" Ajak Reza


"Nanti Aa ke kantor lagi?" tanya Tasya


"Iya sayang. Aa mau cek dulu barang" ucapnya


"Ya sudah aku ikut ke kantor saja. Tidur di kantor Aa" ucapnya.


Mereka akhirnya berangkat ke kantor.


"Baru juga jalan kamu sudah tidur Sya. Kasihan kecapean. " gumam Reza seraya membelai istrinya.


Sepanjang jalan, dia mencerna semua perkataan Tasya. Dia begidig sendiri, kalau tidak Tasya sadarkan mungkin dia akan menjadi bos kejam yang memecat pegawainya tanpa ampun.


Reza sangat bersyukur, wanita di sampingnya berhati baik dan tidak pernah meminta banyak hal padanya selain dibelikan jajanan. Reza merasa sangat bahagia.


***


Setelah beberapa lama, Reza memanggil Agus kembali. Dia berbicara empat mata tanpa Tasya kali ini.


Mereka melakukan perjanjian hitam di atas putih. Bagi Reza sendiri, sebenarnya perjanjian tersebut tidak berarti. Dia hanya ingin memberi pelajaran pada Agus, agar dirinya jera.

__ADS_1


Agus menerimanya dengan senang hati. Dia tidak kehilangan pekerjaan dan juga bebannya berkurang karena kebaikan hati Reza dan Tasya yang memberikan solusi untuk masalahnya. Perihal kesalahan Agus sendiri, Reza merahasiakannya dari semua orang.


***


"Bu, si Agus sekarang tumben gak banyak bicara" ucap Lala


"Ciee Lala mulai perhatian" goda Tasya


"Bukan begitu Bu. Hanya aneh saja akhir-akhir ini dia gak berisik" ucapnya lagi


"Tanya dong sama kamu, barangkali dia sengaja cari perhatianmu La" goda Tasya lagi


"Ibu nih, lama-lama kayak Pak Reza" Tasya bersungut


"Kenapa nama saya di bawa-bawa" Reza yang baru tiba menyambar perkataan Lala


"Eng.. Enggak Pak. Bapak mah geer" ucap Lala


"Yakin La gak bawa nama Pak Reza?" goda Tasya


"Ih ibu.. " Lala kini tak bisa berkata lagi.


"Pulang yuk sayang" ajak Reza


"Masih jam segini Pak. Tadi juga ibu telat datangnya" Lala protes


"Bos nya siapa?" tanya Reza


"Bapak "


" Jadi?"


"Ampun tuan" ucap Lala dengan gerakan seolah menyembah


"Sudah. Kumat kalian ini" ucap Tasya melerai keduanya.


***


"Iya. Alhamdulillah ya A keadaan kita jauh lebih baik dari mereka." ucap Tasya


"Di atas langit masih ada langit, tapi jangan lupa lihat ke bawah A. Barangkali ada duit jatoh" canda Tasya


"Yee dasar mami.. Papi sudah nyimak serius" Reza berdecak


"Terima kasih sayang" ucap Reza


"Untuk apa?" tanya Tasya heran


"Untuk pelengkap hidup Aa. Untuk mengoreksi kesalahan Aa" ucap Reza


"Apa sih A Reza!" Tasya malu dengan pujian sang suami


"Ciee malu.. Aa suka kalau kamu lagi begini" ucapnya


"A Reza, kasihan juga ya Agus. Dia rela gak nikah demi ibunya" ucap Tasya


"Mungkin belum ada jodohnya Sya" ucap Reza seraya memeluk sang istri dan memejamkan matanya


"Apakah aku jodohmu A?" tanya Tasya


"Jodohku.. Maunya ku dirimu" ~ (Anang Hermansyah) Reza menyanyi


"Kalau gak jodoh bagaimana?" tanya Tasya


"Mau maksa biar dijodohkan" candanya


"Orang dulu saja kita dijodohkan" ucap Tasya kesal


"Haha.. Iya lupa. Awalnya dijodohkan. Lama-lama Aa jadi budak cintanya dirimu sayang" ucap Reza seraya tertawa


"Lagian apa sih kamu jodoh-jodoh terus" protes Reza

__ADS_1


"Sudah tidur sayang, kalau gak tidur nanti ada yang bangun" ucap Reza


"Siapa?" tanya Tasya penasaran


"Diamond" keduanya tertawa kencang.


"Haha.. Aduh sakit perutku A. Diamond yang.. "


" Sstt.. Jangan dipanggil nanti dia bangun" ucap Reza


Tasya masih tertawa puas.


Reza merasa gemas kemudian mengecup Tasya yang masih tertawa. Seketika tawanya terhenti. Tasya mengikuti permainan bibir Reza.


"Selamat tidur sayang" ucap Reza


"Baca doa! Bukan selamat tidur saja" protes Tasya


"Hehe.. Iya"


Keduanya menutup mata. Suasana hening tapi Tasya masih tak bisa tidur


"Diamond.. " panggil Tasya


Seketika Reza tertawa, Tasya ikut tertawa


"A Reza jangan tidur" rengek Tasya


"Kenapa sayang?" tanya Reza membuka matanya


"Aku belum ngantuk" ucap Tasya


"Iya.. " tapi Reza memejamkan matanya


"A.."


"Hmm.."


"Mau es krim" pinta Tasya


'Ya Tuhaan' batin Reza


"Besok ya"


Tasya tak menjawabnya. Dia memunggungi Reza


'Marah kan.. Dek, please kamu sekarang suka sekali ngerjain papi' batin Reza kesal


"Ya sudah ayo" ajak Reza


"Tumben Aa ngajak aku" ucap Tasya


"Soalnya sudah pasti kamu minta ikut" balas Reza


"Hehe.. Aa tau saja" ucapnya


Mereka bersiap pergi.


"Mau beli dimana?" tanya Reza begitu mereka berangkat


"Es krim sama french-fries A" pinta Tasya


"Itu lagi?" tanya Reza heran


Mereka menyusuri jalanan yang mulai sepi. Reza mengedarkan pandangannya untuk menghilangkan kantuknya walau beberapa kali menguap. Tak berapa lama, mereka tiba di restoran cepat saji.


"Jadi mau pesan apa saja Sya?" tanya Reza meliriknya


"Ya ampun dia tidur" gumam Reza seraya mendengus kesal.


*** Hallo teman Readers, seperti biasa tolong bantuan VOTEnya yaa.. Jagan lupa Like dan komentarnya. Terimakasih ^^ ***

__ADS_1


__ADS_2