BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Sakitnya Bayi Besar Tasya


__ADS_3

Setelah menenangkan diri, mereka melanjutkan perjalanan.


"Kita makan dulu sayang" ajak Reza


"Aku gak lapar A. Kita langsung pulang saja ya" pinta Tasya


"Tapi sayang.."


"Aku takut A. Kita pulang saja ya" Tasya memelas


"Oke kalau begitu" ucap Reza


Keduanya terdiam larut dengan pikirannya masing-masing.


Krubuukk.. Perut Reza berbunyi


"Aa lapar?" tanya Tasya


"Iya. Hehe.. Tapi kamu gak mau makan. Ya sudah lanjut saja" ucap Reza


"Ayo, aku mau makan. Aa juga sudah lapar" Tasya berbohong dan merasa bersalah


"Enggak sayang, ambilkan cemilan saja. Aa makan itu saja" pinta Reza


Tasya menurunkan sandaran kursinya, dia mengambil satu plastik besar kemudian menaruh di pangkuannya.


"Ini mau?" Tasya menunjukan kotak kue pada Reza


"Mau"


Tasya menaruh kembali plastik tersebut ke belakang kursi, kemudian membuka kotak kue yang di ambilnya.


"Sini buka mulutnya sayang" ucap Tasya menyuapinya makan


Reza mengunyahnya dengan tergesa.


"Pelan-pelan A" ucap Tasya yang memperhatikannya


Tasya kemudian menyuapi kembali Reza, tanpa sadar dia pun ikut menggigit kue tersebut.


"Sya minum" pinta Reza


Tasya membuka botol minum kemudian menyodorkan kepada Reza.


"Aaaa.. lagi" pinta Reza


"Dasar A Reza" Tasya menyuapinya kembali


"Hari ini penuh drama ya A" ucap Tasya mengingat kejadian yang mereka alami


"Iya, dari cemburu sampai di todong" jawab Reza


"Aa sudah tahu mereka pasti minta uang, makanya Aa gak basa basi. Lihat muka kamu pucat pasi begitu." ucap Reza


"Siapa yang gak kaget coba A. Seumur-umur baru tadi berurusan dengan preman" jelas Tasya


"Ya sama. Aa juga baru tadi saja kayak begitu. Untung dia cepat-cepat nyuruh pergi ya Sya" kenang Reza


"Aa juga sih, di tempat umum masih berani begitu" Tasya bersungut


"Aa kira kan gak ada orang sayang." Reza tersenyum


Setelah beberapa lama, mereka tiba di rumah. Pak Danu, Bi Tinah dan Pak Budi sudah menunggu mereka dari tadi.


Begitu mobil parkir di halaman, Pak Danu segera keluar menyambut mereka.


"Papa.." ucap Tasya begitu melihat mertuanya.


Tatapan hangat diberikan Pak Danu untuk menantu kesayangannya itu. Pak Danu memeluk Tasya sambil membelai lembut kerudungnya


Tanpa terasa suasana terasa begitu haru, Tasya meneteskan air matanya.


"Aku minta maaf Pa, aku tidak bisa menjaga cucu Papa " Tasya mengusap air matanya


Pak Danu merangkulnya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Kamu tidak perlu minta maaf sama Papa nak, toh semua bukan keinginan kita. Kalian harus bersabar. Bagi Papa, selama kamu bersedia mendampingi Reza juga Papa sudah sangat bersyukur." Pak Danu yang humoris menjadi lebih hangat.

__ADS_1


"Papa tenang saja, Reza bisa berusaha lebih keras. Bahkan di suruh lembur pun dengan senang hati." ucap Reza sambil membawa barang-barangnya mendekati mereka.


"A Reza!" Tasya yang menangis harus malu pada mertuanya


"Dasar kamu ini. Benar kan kata Papa, kamu nanti akan tergila-gila sama Tasya" ledek Papa


"Papa" Tasya sangat malu


"Neng?" Bi Tinah menghampirinya


"Bi Tinah, aku kangen sekali" Tasya memeluknya


Bi Tinah meneteskan air matanya.


"Sabar ya Neng, Insya Allah segera mendapatkan keturunan lagi" ucap Bi Tinah


"Iya bi, Tasya sudah ikhlas kok Bi." Tasya tersenyum


"O iya, aku bawakan oleh-oleh buat semua" Tasya membongkar barangnya.


"Sya.." Reza melotot


"Apa A?" Tasya tak mengerti


"Kata dokter apa?" Reza mengingatkannya


"Pa, masa A Reza sekarang jadi over protektif sih" Tasya mengadu


"Kalian ini ternyata masih kumat" Pak Danu menggelengkan kepalanya


"Bi Tinah tolong di buka saja semua oleh-olehnya ya." ucap Reza sambil menarik lengan Tasya


"Reza memang sudah dibuat gila" ucap Pak Danu seraya tertawa


"Iya Pa, kan Papa yang nularin" ledek Reza sambil berlalu


***


"Aaah.. Nyaman sekali" Reza merebahkan badannya


"A Reza bikin malu saja! Aku kan lagi bongkar oleh-oleh.."


Tasya duduk disamping Reza yang memejamkan matanya. Dia tidak tega melihat Reza yang benar-benar kelelahan.


"Nanti aku pijat ya Sayang" Ucap Tasya lembut


"Hmm.."


"Pakai plus plus juga boleh" ucapnya kemudian


"A ingat apa kata dokter?" Tasya mencibirnya


Reza tersenyum sambil memejamkan matanya


***


Setelah mandi, Tasya keluar kamar. Dia merapihkan semua oleh-oleh yang dia bawa.


"Ini buat Bi Tinah, ini Pak Budi, Ini Lala.. " Tasya membungkusnya satu persatu.


"Sibuk terus, sampai Aa gak di perhatikan" Reza menghampirinya.


"Iya maaf, tadi kan Aa masih tidur" ucap Tasya


"Mam, aku kayaknya masuk angin. Gak enak sekali" ucap Reza


Tasya bangkit kemudian menaruh tangannya di kening Reza


"Gak demam, Aa pasti kecapean" ucap Tasya


Dia menuntun suaminya ke meja makan. Kemudian mengambil nasi dan lauk pauk untuk Reza.


"Mam, suapin" manja Reza


"Hhh.. Sabar..sabar..punya bayi besar." ucapnya sambil mengambil piring Reza


Tasya menyuapinya dengan telaten, sesekali dia ikut menyuapi dirinya sendiri. Setelah selesai, dia melanjutkan pekerjaannya. Sementara Reza masih duduk di meja makan menemaninya.

__ADS_1


"Sudah beres?" tanya Reza


"Sudah sayang" ucapnya lembut


"Yuk ke kamar" ajak Tasya sambil melangkahkan kakinya ke arah kamar


"Sya.." Reza mengulurkan tangannya masih duduk di meja makan


"Ya Tuhan.. A Reza manja sekali" ucap Tasya balik lagi menghampiri Reza


***


"Bobo ya anak manis kesayangan mami" ucap Tasya sambil mencium pipi Reza


"Peluk mam" ucap Reza


Tasya memeluk Reza sambil menepuk-nepuk pelan punggungnya seperti seorang ibu pada anaknya.


"Love you mami" ucap Reza


Tasya tersenyum


"Kok gak balas?" Reza cemberut


"Love you too anak manja mami" sambil mencium kening Reza


Tak lama Reza pun tertidur, Tasya kemudian membereskan barang-barang yang ada di kamarnya.


Setelah selesai, dia merebahkan dirinya di samping Reza.


***


Sepertiga malam Reza terbangun. Badannya terasa sangat panas tapi dia juga merasa kedinginan.


"Mam.." Reza membangunkan istrinya


Tasya masih pulas.


"Mami.. Mam.." Reza mengguncang badan Tasya


"Apa A?" Tasya memicingkan matanya


Reza meraih tangan Tasya di tempelkan di keningnya. Seketika Tasya terjaga.


"Panas sekali sayang" ucap Tasya


Tasya membawa biskuit dan memberikan kepadanya


"Gak mau" tolak Reza


"Makan dulu, habis itu minum obat. Biar tidak kosong perutnya sayang" ucap Tasya


Reza patuh.


Setelah selesai, Tasya membawa handuk kecil kemudian mengompres Reza. Dia sangat cemas melihat wajah Reza yang memerah karena demam.


***


Keesokan harinya, Tasya mengecek suhu Reza.


"Masih tinggi juga" gumam Tasya


Dia keluar kamar mencari Pak Budi.


"Untung Pak Budi sudah datang, Tasya pinjam motornya Pak Budi" ucap Tasya ketika Pak Budi baru tiba.


"Mau kemana Neng?" Tanya Pak Budi


"A Reza demam, aku mau cari bubur" ucapnya


"Biar Pak Budi saja yang beli, nanti Reza marah kalau tahu Neng Tasya bawa motor, apalagi habis kejadian kemarin" ucap Pak Budi


'Iya juga ya' batin Tasya


"Ya sudah aku minta tolong ya Pak." ucapnya kemudian


Tasya masuk kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


*** Hallo Readers, tolong jangan bosan bantu VOTE koin dan poinnya ya.. Aku masih semangat loh sama Papi Mami ^^ ***


__ADS_2