
"A Reza, kapan kita pulang kesana? Aku kangen sama ibu" tanya Tasya
"Weekend ini mau? Aa juga gak enak kemarin kita baru kasih kabar via telepon saja" Reza menyetujuinya.
"Asik.. " Tasya memeluknya senang
" Yuk berangkat" ajak Reza menggenggam tangan Tasya sambil keluar kamarnya.
"Pa, kita berangkat kerja dulu ya" ucap Tasya sambil mencium tangan Pak Danu.
"Hati-hati ya Nak" ucap Pak Danu seraya tersenyum kepada mereka
***
CV Petani Maju
"Bu, Keenan kirim kabar gak?" tanya Lala penasaran
"Enggak ada La. Ini yang gak sabar malah kamu La" sindir Tasya
"Habis, terbayang terus wajahnya bu. Hehe" ucapnya lagi
Reza datang tergesa-gesa.
"Sya mana laporan cash flow kemarin?" tanya Reza
"Aa yang bawa kan kemarin?" Tasya balik bertanya
Tasya berjalan ke meja Reza
"Ni, Aa tumpuk disini" ucap Tasya sambil memberikan laporannya
"Aa jalan ya Sayang" ucapnya. Kemudian dia berbalik
"Nanti jangan makan yang aneh-aneh ya Dek, papi gak temani kamu makan siang ini." Reza mengelus perut Tasya kemudian mengecup kening Tasya kilat.
Tasya melotot ke arahnya karena tidak enak sama Lala. Untungnya Lala tidak melihat adegan tersebut, dia sedang asyik membuat laporan.
"Hati-hati ya A" Tasya melambaikan tangannya.
"Ibu, kayak mau di tinggal Pak Reza pergi ke Arab Saudi saja." sindir Lala
"Yee sirik saja non Lala. Makanya cari pacar La, biar ada yang di perhatiin." Tasya menyindirnya kembali
"Ini kan lagi usaha bu" ucap Lala
Setelah beberapa lama, Tasya melihat ada pesan masuk di ponselnya.
"La, Keenan La" Tasya senang
Lala berhambur ke meja Tasya
'Assalamualaikum Mbak, sedang apa? Jangan lupa makan siang ya' isi pesan Keenan
"Bu? Apa Keenan naksir sama ibu?" Tanya Lala
"Gak mungkin La. Masa dia naksir sama ibu hamil" ucap Tasya
"Memang Keenan tahu Ibu lagi hamil?" tanya Lala
"Enggak sih." Tasya menggaruk kerudungnya
"Ibu lagi hamil saja ada yang naksir, saya yang jelas-jelas jomblo boro-boro ada yang melirik. Hiikss" Lala pura-pura sedih
"Lala, tunjukan pesonamu" Tasya berbicara seperti host salah satu variety show di televisi.
Mereka tertawa bersama.
"Tenang La, aku bantu kamu pokoknya." ucap Tasya
"Serius bu?" Lala berbinar
"Sini lihat"
__ADS_1
Tasya mulai mengetik balasan pesan untuk Keenan.
'Hallo, saya sedang sama Lala. Masih ingat kan sama Lala?' balas Tasya dengan sengaja
'Iya. Aku masih ingat sama Mbak Lala yang periang. Salam ya mbak buat mbak Lala.' balas Keenan
"La, Keenan kirim salam." keduanya senang
"Bu, aku deg-degan bu" ucap Lala sambil memegang dadanya
'Mbak, bisa kita ketemu?' tanya Keenan kemudian
'Ada apa ya?' Tanya Tasya mulai takut
'Aku kangen sama mbak. Hehe' ucap Keenan.
Lala dan Tasya saling pandang.
"Bu, tuh kan. Dia memang suka sama ibu" Lala mendadak patah hati
"Gimana dong La? Susah jadi orang cantik" Tasya sengaja menggodanya
"Ih ibu.. Kalau bicara jangan suka betul begitu bu" Lala kembali riang.
"La, kita janjian saja sama dia. Nanti aku tinggal kalian berdua. Bagaimana?" Tasya mengangkat alisnya sambil tersenyum
"Bu, apa aku gak terlalu berani?" tanya Lala nampak ragu
"Bukankah katamu cinta harus diperjuangkan?" Tasya membalikan ucapan Lala tempo lalu
"Maju La" Tasya menyemangatinya.
Lala tersenyum senang. Dia menyetujui ide gila Tasya.
"Tapi La, aku gak berani kirim pesan. Apalagi dia sudah bilang begitu" Tasya mengurungkan niatnya.
"Iya ya bu, aku juga takut Pak Reza marah" ucap Lala
Akhirnya Tasya tidak membalas pesan Keenan.
***
Di Kamar
"A Reza aku mau jodohkan Lala" ucap Tasya sambil merebahkan badannya
"Sama siapa? Sama si Agus?" tanya Reza yang masih fokus di depan laptopnya
"Bukan. Masa sama si Agus." protes Tasya
"Terus?" Reza masih fokus
"Sama Keenan" ucap Tasya takut
"Keenan?" Reza melirik Tasya memutar bola matanya seraya mengingat nama orang itu
"Keenan siapa?" lanjutnya
"A Reza tapi janji gak marah ya?" Tasya ragu
Reza kini menatapnya serius
"Aku pernah cerita kan waktu kita bertengkar terus aku ke taman kota kena bola waktu itu?" ucap Tasya
Reza masih menyimaknya
"Nah, aku bertemu dia lagi. Waktu itu aku beli tespek. Tapi cuma say hay saja. Terus pas kemarin sama si Lala ke taman kota, kita gak sengaja ketemu dia lagi. Akhirnya kita ngobrol bertiga." lanjut Tasya
"Terus?" Reza penasaran
"Lala langsung suka gitu A sama Keenan." ucap Tasya
"Terus kamu mau menjodohkan mereka gimana?" tanya Reza
__ADS_1
"Hmm.."
"A Reza tapi jangan marah ya. Janji?" ucapnya
"Apa?"
"Kemarin Keenan minta nomor ponselku"
"Terus kamu kasih?" Reza mulai cemburu
"Iya. Karena Lala kasih kode gitu biar aku kasih nomorku" ucap Tasya
"si Lala!" Reza kesal
"Aa kan janji gak marah. Lagi pula Keenan masih kuliah A. Sama kayak Lala. Kayaknya mereka seumuran" ucap Tasya
"Terus dia kirim pesan ke kamu? Atau telepon kamu?" tanya Reza menahan kesalnya
"iya.." ucap Tasya pelan
"Dia gak tahu kamu punya suami? Kamu gak cerita sedang mengandung anakku?" Reza mulai emosi
"Bagaimana aku mau cerita a. Aku kan ketemu dia gak lama ngobrolnya. Aa tahu sendiri aku sangat canggung ngobrol sama lelaki" Tasya memberi alasan
"Ayo kita ketemu dia. Biar dia gak ganggu kamu lagi" Reza kesal
"Kan aku mau jodohkan Lala sama dia, sayang! " Tasya ikut kesal
"Sudahlah kamu gak perlu ikut campur urusan orang lain. Sudah kayak biro jodoh saja kamu Sya!" Reza ketus
Tasya diam. Niatnya hanya membantu, tapi suami melarangnya. Dia kesal dengan Reza.
"Aku kan niatnya membantu A!" Tasya mulai kesal
"Sini mana nomor ponsel si Keenan itu!" Perintah Reza
"Mau apa A?" Tasya takut
"Mau bilang saja sama dia kalau kamu punya suami dan lagi hamil" Reza ketus
Tasya diam
"Sini ponselmu kalau begitu" ucap Reza lagi
Tasya diam. Reza meminta ponselnya dengan menggerakan bola matanya. Dengan takut, Tasya memberikan ponselnya.
Reza membuka ponsel Tasya, dia memilih salah satu foto di ponsel tersebut. Kemudian Reza mengganti foto profil aplikasi pesan dengan foto Tasya yang mencium pipi Reza. Setelah puas, Reza mengembangkan senyumnya.
"Kalau kamu gak mau bilang, setidaknya foto ini cukup menjelaskan" ucap Reza senang
"Aa mah, kenapa gak foto berdua saja sih A. Jangan foto yang aku lagi ngecup pipi Aa begitu" Tasya bersungut
"Eh.. Eh.. Mau melawan gara-gara si Keenan itu?" Reza menggunakan jurus lamanya
"Iya enggak a" Tasya pasrah
Setelah beberapa saat Reza mengganti foto profilnya, sebagian teman di kontaknya menulis pesan untuknya.
"Ciee.. Yang sudah sangat jatuh cinta sama om galak" Ledek Tari
Tasya membalas pesan tersebut dengan senyuman
"Dulu nolak-nolak, sekarang nyosor-nyosor" sindir Rina
Tasya sekarang merasa diolok-olok sahabatnya
"Ibu so sweet sekali"
'Gara-gara membelamu tau La!' batin Tasya
Setelah sibuk membalas pesan dari beberapa temannya, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya dari Keenan.
*** Hallo Readers, Yuk bantu VOTE KOIN DAN POIN. Aku lagi kurang semangat nih. Jangan lupa LIKE dan KOMENTARNYA juga ya.. Aku suka baca-baca komentarnya loh.. Terima kasih. ^^ ***
__ADS_1