
"Ini La" Tasya memberikan sayuran dalam plastik yang agak besar pada Lala.
"Buat saya bu?" tanyanya
"Iya, baru sekarang kan kamu dapat sayuran dari sini" ucap Tasya
"Hehe iya Bu. Terima kasih Bu" ucap Lala seraya mengambil plastik tersebut dari tangan Tasya
"Kenapa dibagikan bu?" tanyanya penasaran
"Gak apa-apa La. Mending di bagikan dari pada busuk. Selama ini kan kalau A Reza gak pernah bongkar barang. Kalau kita karena untuk konsumen rumah tangga otomatis resikonya begini" ucap Tasya kemudian
"Ada hikmahnya juga sih kalau menurutku. Kita bisa dapat sayuran gratis. Hehe" ucapnya
'Bu Tasya dari dulu baik sekali, pantas saja Pak Reza selalu tergila-gila padanya' batin Lala
"La, aku ke ruangan Pak Reza dulu Ya" ucap Tasya
Tasya berjalan masuk ke ruangan Reza
"Sedang apa Zam?" tanya Tasya basa basi
"Biasa Bu, susun laporan." ucap Izam
"Pak Reza ada kan Zam?" tanya Tasya
"Ada bu. Kangen ya?" goda Izam
"Bukan. Numpang selonjoran Zam. Diruangannya kan ada sofa empuk" ucapnya seraya tersenyum
Tasya masuk ke ruangan Reza seperti biasa tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Begitu masuk, dia melihat Rosa sedikit terkejut karena sedang berada di samping Reza dengan mencondongkan badannya ke arah Reza. Sementara Reza sendiri fokus di depan layar.
"Saya ganggu Pak." ucap Tasya
"Enggak lah sayang. Sini Mam" ucap Reza
"Saya ke toilet dulu" ucap Tasya seraya keluar ruangan.
Rosa hanya mematung di sebelah Reza.
"Rosa sepertinya cari-cari kesempatan" gumam Tasya kesal
Setelah beberapa lama, Tasya masuk kembali ke ruangan Reza.
"Lama sekali Sya" ucap Reza
"Iya, biar Aa puas sama Rosa" ucap Tasya kesal
"Kok begitu Sya jawabnya?" Reza heran
"Habis Aa sama Rosa lengket sekali. Duduk berhadapan saja bisa kan A!" ucap Tasya kesal
Reza sadar istrinya sedang cemburu. Dia sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Tadi Aa suruh lihat laporannya yang salah. Dia gak ngerti terus. Makanya aa tunjukkan" ucap Reza
"Aa memang suka sama dia kali. Waktu itu saja bahagia sekali sama dia!" ucap Tasya masih kesal
Tasya pindah duduk di sofa dengan berselonjor. Kakinya terasa sedikit sakit.
Reza mendekat ke arahnya, seperti biasa dia hendak memijat kaki Tasya.
"Gak usah!" tepis Tasya saat tangan Reza menyentuh kakinya
"Sya.. Aa tidak melakukan apapun sama dia" jelas Reza
__ADS_1
"Tidak karena ketahuan. Gak tahu kalau dibelakang kayak gimana!" ucapnya kesal
"Masa iya Aa gak ingat anak istri. Kerja begini saja yang diingat wajahmu selalu" ucap Reza yang sedikit membuat Tasya berbunga.
"Siapa tahu Aa bersikap biasa tapi dia memang suka sama Aa" Tasya bersungut
"Yang penting hati Aa tidak goyah sayang" ucap Reza meyakinkan
"Batu saja kena air terus menerus bisa terkikis. Apalagi cuma hati kamu A!" ucap Tasya datar
"Ya sudah nanti Aa pecat saja dia" ucap Reza yang mulai terpancing
"Kenapa?"
"Biar kamu gak cemburu" ucap Reza
"Siapa yang cemburu?" tanya Tasya kesal
"Istriku, maminya buah hatiku" ucap Reza seraya mendekat ke arah Tasya, dia mengecup lembut bibir Tasya. Reza tak menghentikan aksinya hingga Tasya ikut terbuai permainannya.
"Permisi Pak" Rosa membuka pintu ruangan yang memang tidak tertutup rapat. Dia melihat pasangan suami istri yang sedang bertukar hasrat dengan segera menutup kembali pintunya.
Reza tak peduli,hingga Tasya memukul dada sang suami dan melepaskan ciuman mereka dengan kasar.
"Malu kan!" Tasya bersungut
"Gak apa-apa. Biar dia tahu" ucap Reza
Tasya merasa senang setelah mendengar pernyataan Reza barusan.
"Dia gak jadi kesini A?" tanya Tasya
"Kalau butuh, nanti dia juga kesini lagi" ucapnya kemudian seraya memijat kaki Tasya
Dengan mudahnya cemburu Tasya mereda.
Tasya mengubah posisi tubuhnya.
"Tadi anak-anak gudang ramai katanya dibagi sayuran sama kamu Sya, benar?" tanyanya
"Sayang A dari pada busuk. Kalau dipikir-pikir mereka kerja di tempat sayuran masa gak pernah sama sekali dapat jatah sayuran?" ucap Tasya
"Bagaimana kalau kita rutin memberi mereka jatah A? Minimal seminggu sekali" usul Tasya
"Kenapa memangnya?"
"Gak apa-apa. Ayah juga disana membebaskan karyawannya ngambil sayuran kalau sekedar untuk makan" ucap Tasya
"Jangan sampai mereka kerja di tempat sayuran tapi tidak makan sayur" ucap Tasya
"Hmm.. Nanti Aa pertimbangkan" ucap Reza
"Perihal kebaikan tidak perlu dipertimbangkan menurutku. Papa juga pasti setuju" ucap Tasya
"Apa kita tidak memanjakan karyawan Sya?" tanya Reza
"Baguslah menurutku. Biar mereka semakin loyal sama kita" ucap Tasya
"Ya ampun A, lagipula tidak ada separuh dari laba kita juga kalau kita ngasih mereka. Anggap saja kita bersedekah" ucap Tasya
"Tapi kan untuk sedekah kita sudah punya posnya sendiri" jawab Reza
"Ya sudah, ambil saja dari gajiku A" ucap Tasya
"Kalaupun gajiku habis tak masalah buatku" tambahnya lagi
__ADS_1
Reza hanya terdiam. Dia masih menimang perkataan sang istri
"Ya sudah papi ikut saran mami saja" ucap Reza
"Dari kita pribadi?" tanya Tasya
"Tidak. Biar dari perusahaan saja" ucap Reza
Tasya mengembangkan senyumnya.
"Terima kasih sayang" ucap Tasya
"Gak perlu terima kasih tapi nanti diamond ingin dimanjakan" godanya
"Dasar a Reza. Gak nyambung lah" protes Tasya
"Di sambungkan saja Mam pasti bisa" ucapnya
"Ih maksa" Tasya bersungut
***
Tasya akhirnya tertidur diruangan Reza. Dia terbangun setelah mendengar suara ponsel Reza. Reza menerima panggilan tersebut dan dia berlama-lama bicara disana.
"Adit ngajak ketemu Sya" ucap Reza
"Mau apa A?" tanyanya
"Ya ngobrol kali. Aa gak enak mau nolak, waktu itu dia yang tolong kita" ucap Reza
"Ya sudah. Memang kapan ketemunya?" tanya Tasya
"Selepas kantor sayang. Besokkan Sabtu. Jadi dia bebas kali" ucap Reza
"Nanti Aa antar kamu pulang dulu ya, baru jalan lagi" ucapnya
"Aku pulang sama Lala juga gak masalah A" ucap Tasya
"Gak boleh. Aa antar pokoknya" tolak Reza
"Yas sudah terserah Aa" ucap Tasya
Setelah beberapa lama mereka saling diam. Reza masih sibuk depan layar komputer, sementara Tasya memainkan ponselnya. Dia nampak enggan kembali ke kantornya.
"Papi.." panggil Tasya
"Hmm" ucapnya tanpa memandang Tasya
"Aku mau pempek" ucap Tasya
"Heh? Pempek?" tanya Reza melirik sekilas ke arah istrinya
"Nanti ya sayang, sebentar lagi ini beres" ucapnya kembali fokus pada layar
Tasya beranjak pergi hendak menemui Lala karena sang suami sangat sibuk.
"Kemana sayang?" tanyanya
Tasya tak menjawabnya. Pintu ruangan sudah terlebih dahulu ditutupnya.
"Hhh.. Marah lagi" gumam Reza
Dia bergegas membereskan pekerjaannya.
"Ibu saya tunggu dari tadi" ucap Lala
__ADS_1
"Aku ketiduran La, kakiku sakit" ucapnya
"Aku punya ini bu" Lala menunjukan kantong plastik. Seketika Tasya berbinar