
Mereka berjalan menyusuri toko demi toko dengan diam. Tasya merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Begitu juga dengan Reza.
"A Reza, aku lupa. Di tas kan ada jaket" Tasya sumringah
Dia mengeluarkan jaketnya yang berwarna krem kemudian memakainya. Setidaknya sekarang dia lebih pede dari pada tadi. Tanpa disadari mereka tampak matching sekarang.
"Ada ya, gadis aneh seperti kamu!" ucap Reza
"Memangnya aku kenapa?" Tasya bertanya polos
"Jaket sendiri pun sampai lupa." ucapnya datar sambil mengedarkan pandangannya mencari sebuah toko
"Hehe.. Iya aku lupa" Tasya senyum sendiri mengingat kekonyolannya.
"Jangan-jangan kamu lupa lagi motormu di kampus" Reza mengingatkan
"Nggak dong a. Aku kan diantar A Rasya tadi." ucap Tasya
Tasya berjalan sambil mengedarkan pandangannya ke arah kanan. Tiba-tiba tangannya di tarik oleh Reza masuk ke sebuah toko perhiasan.
Deg! Jantung Tasya berdetak lebih cepat.
"Selamat sore, ada yang bisa kami bantu" ucap pelayan toko itu.
Tasya melepaskan tangan Reza. Dia malu terlihat bergandengan tangan oleh pelayan toko.
"Mau cari cincin couple kak?" tanya pelayannya kemudian setelah melihat adegan tersebut.
"Seperangkat perhiasaan Mbak" ucapnya mantap
"Kami cuma punya model ini kak yang ready. Kalau mau model lain boleh. Tapi harus pesan terlebih dahulu" ucap pelayan tersebut.
__ADS_1
"Berapa lama Mbak biasanya kalau pesan?" tanyanya lagi
"Tiga hari sampai satu minggu biasanya kak" jelasnya
"Lama ya Sya. Kita cari tempat lain saja siapa tahu ada pilihan" ajak Reza
"Baik Mbak. Saya cari di tempat lain dulu ya. Terima kasih" ucap Reza kemudian pergi meninggalkan toko tersebut.
"A, kenapa seperangkat mas kawin nya? Kenapa gak cincin couple saja?" tanya Tasya polos.
'Ini anak polos banget. Kalau Citra pasti sudah milih-milih dan minta yang lain-lain' Tak sadar Reza membandingkannya
"Ya..supaya berkesan saja Sya. Lagian biar kamu tahu, calon suamimu ini punya uang loh" ucapnya bangga
"Apaan sih A Reza. Emang aku cewek matre!" Tasya tersinggung
"Ya Enggak. Eh itu tuh.. Yuk kesana. Toko mas juga kayaknya" ucap Reza sambil bergegas menghampiri toko yang dimaksud.
"Pilih saja Sya mau yang mana jadinya?" Reza membiarkan Tasya memilih mas kawinnya.
"Aku bingung A. Yang mana ya?" dia bergumam sendiri
"Mbak, mahal mana ini sama ini?" Tanya Tasya polos
Pelayan tersebut tersenyum mendengar pertanyaan Tasya. Sementara Reza sedikit malu dengan pertanyaan calon istrinya tersebut.
"Yang ini Kak, soalnya yang ini liontinnya lebih besar. Jadi gramnya pun beda" menunjukan sepaket perhiasaan dengan liontin hati.
"Oh, ya sudah aku yang ini saja ya Mbak." Tasya memilih yang lebih murah
"Kenapa yang ini?" tanya Reza heran
__ADS_1
"Nggak A. Aku yang ini saja cukup. Lagian kayanya gak bakal aku pakai A. Ih kayak ibu-ibu pake emas-emasan" jawabnya kemudian.
Pelayan toko tersebut tersenyum kembali mendengar jawaban Tasya.
"Jadi yang ini saja Kak?" tanyanya lagi
"Iya" sambil tersenyum Tasya menjawabnya
"Mbak cincin couple emas sama palladium ada?" tanya Reza
"Sebelah sini kak" pelayan menunjukannya aneka model cincin couple di ikuti oleh Reza dan Tasya.
"Ini palladium semua mbak?" tanya Reza memastikan.
"Betul kak" jawabnya lagi
"Mau yang mana kamu Sya?"
"Aa mau pakai cincin juga?" tanya Tasya
"Iya sayang. Kan kita yang nikah. Masa kamu doang yang pakai cincin" Ucap Reza yang sebenarnya gemas dengan kepolosan Tasya
"Yang mana ya?" Tasya tampak lebih bingung
"A, aa pakai yang ada mata-mayanya gitu ya?" Goda Tasya
"Iya kalau kamu suka" Reza tak membantah. Padahal Tasya hanya menggodanya.
"Mbak boleh lihat yang ini?" tunjuk Tasya
Pelayan tadi pun segera mengambil cincin yang di tunjuk Tasya.
__ADS_1