BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Cemburu Pada Kakak Ipar?


__ADS_3

"Kenyang sekali perutku" ucap Tasya begitu masuk ke dalam mobil.


Reza hanya tersenyum melihatnya.


"Kenapa Aa senyum? Meledekku ya?" tanyanya


"Enggak" Reza mengulum senyumnya


Tak lama, ketawa Reza pecah juga.


"Gimana gak kenyang sayang, semua kamu lahap. Lihat, Ibu saja sampai heran melihatmu" Reza tertawa lagi


"Tuh kan malah meledek. Padahal ini bukan kemauanku." Tasya kesal


"Dek, Papi mah jahat. Dia gak sayang kita Dek. Biarkan malam ini biar Papi tidur sendirian. Kita tinggal saja" ucapnya kesal


"Maaf. Bukan jahat sayang. Lucu saja. Papi senang dong kalian makannya lahap. Makanya tadi Papi pesan makanan banyak juga sengaja untuk kalian"


"Biarkan dek, gak usah bicara sama Papi jahat" Taysa memalingkan wajahnya ke kaca mobil


"Sayang..jangan marah dong. Papi gak ketawa nih. Papi senang sekali lihat Mami sama kamu sehat" bujuknya


Tasya tak bergeming


"Papi sun juga nih kalian karena bikin gemas" ancamnya


'Yah, marah kan!'


"Aw.. Sakit sekali ini" Reza mencari perhatian dengan pura-pura kesakitan


"Sukur" gumam Tasya


Reza tersenyum mendengarnya


"Aw.. makin sakit"


"Aw makin sakit" Tasya meledeknya dengan bibir yang dibuat-buat


"Aw.. Gemas sekali" Reza tersenyum


Tasya mendelik


"Makin senang Papi menggoda Mami kalau begitu." di cubitnya pipi sang istri


"Dek tahu gak, sejak hamil kamu, Mami cantiiiikk sekali" Rayunya lagi


"Mami paling cantik sedunia Dek. Buat Papi makin cinta sama Mami" Reza tak berhenti merayu


Tasya menahan senyumnya


'Mulai luluh dia' batin Reza


"Makanya Papi gemas ingin sama Mami terus. Tapi Papi kesal dek, tadi Mami peluk-peluk Om Rasya terus. Papi mah gak di peluk gak di sayang" jujur Reza


"Masa A Reza cemburu sama a Rasya" Tasya membuka suara


"Habis Mami meluknya laki-laki lain selain Papi. Padahal Papi kan ingin disayang-sayang sama Mami" Reza merayunya dengan menyudutkan Tasya


"Gak masuk akal A Reza cemburu sama A Rasya" Tasya ketus


"Dek bilang sama Mami, peluk-peluk Papi saja ya jangan peluk-peluk Om Rasya" lanjutnya


"Iya iya"


'Nah dia yang kena kan sekarang' batin Reza senang


Setibanya dirumah mereka di sambut oleh Bi Tinah.


"Bi Tinah, ini Ibu Tasya" Tasya memperkenalkan Ibunya


"Bi Tinah, saya Ibunya Tasya" ucapnya ramah sambil memeluk Bi Tinah


"Pantas Neng Tasya cantik, ternyata dari Ibunya " ucap Bi Tinah

__ADS_1


Ibu hanya tersenyum.


"Ibu pasti capek. Mari Bu, saya antar ke kamar tamu. Sudah saya siapkan" ajaknya


"Sya, Ibu ke kamar dulu ya" pamit Ibu


"Iya Bu, istirahat saja dulu. Aku juga mau mandi dulu Bu" ucapnya


Tasya masuk ke dalam kamar, disana Reza sedang bermain ponsel sambil merebahkan badannya.


"Aa kebiasaan! Habis dari luar mandi dulu A!" Tasya kesal


"Sebentar sayang" ucapnya fokus dengan ponselnya


"Nanti aku hapus permainannya ya!" ancam Tasya


"Iya iya ini mau mandi" masih tak melihat Tasya


"Terserah! Aku gak mau tidur sama Aa lagi!" Tasya keluar kamar.


Reza segera bangkit, masuk ke kamar mandi.


Tasya melihat Ibunya sedang di dapur bersama Bi Tinah.


"Sedang apa Bu?" tanyanya sambil menghampiri Ibu dan Bi Tinah


"Ibu bawa kesukaanmu sama kesukaan mertuamu" ucapnya


"Ini nanti bawa pulang ya Bi, buat Bi Tinah di rumah" ucap ibu


"Terima kasih Bu." ucapnya singkat


"Katanya kamu mau mandi Sya" tanya ibu


"A Reza sedang mandi Bu"


"Sya, coba pinjam motor A Reza. Aa mau beli obat sakit kepala" pinta Rasya menghampiri mereka


Rasya mengekori Tasya. Tasya duduk di sofa sementara Rasya duduk di lantai.


Tasya memijat kakaknya sambil berbincang. Sesekali mereka tertawa bersama.


Setelah beberapa lama, Reza keluar dari kamar. Dia melihat istri dan kakak iparnya nampak asyik berdua.


Tasya sudah berhenti memijat Rasya, tapi posisi mereka masih seperti semula. Reza mendekat ke arah mereka. Tasya dengan sengaja melingkarkan tangannya di leher Rasya.


"Sya mandi dulu" ucap Reza datar


Tasya sengaja tak menyahutnya


"Sya, mandi dulu sana. Pantas dari tadi bau" ucap Rasya


"Aa juga sama" ledek Tasya pada kakaknya. Sementara Reza diam mematung, nampak kesal.


"Sana mandi ah, bau" Rasya mengulangnya


"Iya iya" Tasya beranjak dari duduknya kemudian berjalan ke kamar diikuti oleh Reza.


"Sya, Aa bilang Aa gak suka kamu begitu sama Rasya. Kenapa sih gak patuh?" protes Reza begitu mereka masuk ke dalam kamar


"Aa juga aku minta tiap dari luar cepat-cepat mandi tapi gak patuh" Tasya tak mau kalah


"Tapi kan beda lagi Sya"


"Apanya yang beda? Aku gak mau patuh, Aa juga gak pernah dengar omongan aku" tantang Tasya


"Oke gak apa-apa. Terserah kamu!"


Tasya masuk ke dalam kamar mandi. Semantara Reza berbaring sambil memainkan ponselnya.


Begitu selesai mandi, Tasya melihat Reza tertidur dengan ponsel di tangannya.


"Dasar aneh! Sama ipar sendiri cemburu!" gumam Tasya seraya mengambil ponsel Reza

__ADS_1


Seketika Reza memeluk tubuhnya, matanya masih terpejam.


"A Reza!" Tasya hendak melepaskan dirinya


"Sama Rasya kamu gak nolak, Sya" Ucapnya masih memejamkan mata


Tasya terdiam. Dia tak menolaknya lagi. Diikuti keinginan suaminya tersebut. Tasya melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


"Aa bukan cemburu sama Rasya. Tapi Aa minta porsi buat Aa lebih besar. Rasya kamu peluk-peluk. Giliran Aa meluk kamu protes duluan. Siapa yang gak kesal Sya" ucapnya masih memejamkan matanya


"Iya maaf, sama A Rasya kan jarang sekali ketemu A."


"Aku juga minta Aa mandi kalau dari luar. Bukan tiduran dulu di kasur" pinta Tasya


"Iya maaf. Aa suka lupa"


"Bawaan kamu ya Dek, Mami jadi rewel nyuruh Papi mandi terus" ucapnya sambil merekatkan pelukannya.


Reza mengecup kening istrinya. Kemudian turun ke kedua pipinya.


"Berapa lama Aa harus puasa Sya? Aa sudah gak tahan" ucapnya


"katanya ingin punya anak, tapi begitu saja sudah gak sabar" ledek Tasya


"Habis melihat kamu jadi ingun terus" ucapnya


Reza mengecup lembut Tasya. Mereka saling berpagutan.


*Tok.. Tok.. Tok..


"Sya*.." Rasya memanggilnya


Mereka melepas kecupannya. Tasya merapihkan rambutnya sementara Reza memainkan ponselnya.


"A Reza tidur?" tanya Rasya


"Enggak. Tuh" Tasya menyuruhnya melihat Reza


"A, aku pinjam motornya boleh?" ucap Rasya


"Boleh. Sebentar" Reza beranjak mengambil kunci motor


"Mau kemana A?" tanya Tasya


"Beli obat"


"Masih sakit kepalanya?"


"Sakit kepala? Aku ada obatnya bro. Mau?" ucap Reza


Reza mengambil obat miliknya.


"Ni obatnya" Reza memberikan kepada Rasya.


"Jadi pakai motornya gak?" tanyanya lagi


"Enggak A. Terima kasih" Rasya meninggalkan mereka


"A, ayo keluar. Yang lain lagi ngobrol" pinta Tasya


"Ayo tapi sun dulu" godanya


Tasya mendelik. Dia mengecup kilat Reza.


"Gak ikhlas begitu" protes Reza


Tasya mengecupnya kembali.


"Dasar manja!" Tasya berdecak


*** **Hai Teman Readers, aku gak bosan update untuk teman readers loh, aku harap teman readers juga gak bosan VOTE aku ya.. Tinggalkan jejak dengan LIKE dan KOMENTARNYA teman.


Terima kasih* ^^ **

__ADS_1


__ADS_2