
"Batal menikah? Kalian pernah hampir menikah?" Tanya Azky sambil menatap wajah sang suami dengan tatapan mengintimidasi.
"Iya sayang,ini wanita yang papah jodohan dulu,aku meminta bantuan Tania untuk membatalkan pernikahan kita." Dengan entengnya Fatih menjelaskan itu,dia tidak tau saja kalau api cemburu mulai berkobar.
"Oh.." Jawabnya singkat.
"Oh..iya,kamu di sini sama suami mu?" Kembali Fatih bertanya.
"Nggak mas,aku... gak jadi menikah sama dia."
"Kenapa?" Terheran.
"Dia selingkuh."
"Selungkuh?"
Tania mengangguk sebagai jawaban.
"Oh..sayang sekali,maaf ya."
"Gak apa-apa." Respon senyum dari seorang Tania,membuat Azky sedikit tidak nyaman.
"Tidak,aku sangat percaya suami ku." Batin Azky bergumam mencoba menepis pikiran buruknya.
Merasa kesal,karna obrolan orang tuanya tak juga ada ujungnya,Aisyah dan Asiyah berlari ke arah mereka lalu menarik baju papahnya. "Papah ayo... kita mau main"
"Iya,sebentar ya nak." Mengusap puncak rambut mereka.
"Tania,maaf aku gak bisa lama-lama,lain kali kita ngobrol lagi ya."
"Oh..iya mas gak apa-apa,kebetulan aku juga ada metting penting."
"Baiklah,kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualikum."
"Waalaikumsalam."
Belum melangkah terlalu jauh,Tania kembali memanggil. "Mas Fatih.."
Yang di panggil pun menoleh ke belakang. "Kenapa?"
Ia melangkah menghampiri Fatih "Boleh aku minta no telfon mu?"
Nah looh...ngapain coba minta no telfon Fatih.
"Boleh.." Ia merogoh sesuatu di dalam jasnya,dan ternyata itu adalah kartu nama,tanpa ragu Fatih memberikan kartu namanya pada Vania di depan mata sang istri.
Fatih menyebalkan,dasar laki-laki selalu mengandalkan logika di bandingkan perasaan.
Perang nanti di rumah,tau rasa.
Yang lupa sama sosok Tania.ini Visualnya.
Kita tinggalkan dulu cerita cenat-cenutnya ya,kita beralih ke yang lagi ngidam.
Aji mumpung,kehamilannya kali ini banyak maunya,serba di minta,bukan meminta di belikan rumah mewah,apartemen,mobil atau perhiasan,itu mah tinggal satu panggilan semua beres.
Ngidam kali ini cukup aneh,dia harus tidur siang di temani sang suami tercinta.. gampang banget dong,apa susahnya? hanya menemani sang istri tidur siang.
Kalau untuk suami pengangguran sih enak,ini kan seorang pemilik perusahaan besar,yang waktunya banyak ia habiskan di kantor bahkan sampai tengah malam. Apa bisa pulang pergi seenaknya?
Bagaimana kalau sedang ada metting penting?
Tak jarang Abiyu dan si kembar menjadi senjata pamungkas untuk membuat sang istri tidak tidur siang,karna kalau dia sudah mengantuk,siap-siap deh tuh babang Zahfran harus ada di sana juga,kalau tidak,kelar hidup babang Zahfran tidur di luar karna kesal.
Sangat manja,mungkin itu predikat yang melekat pada bumil satu ini,bagaimana tidak,saat mengandung Abiyu,dia sangat sangat miskin perhatian,jangankan menuruti ngidamnya,bersikap lembut mengelus perutnya saja hampir tidak pernah ia lakukan,mungkin masih bisa di hitung dengan jari.
Dan kali ini,Zahfran betul-betul tidak ingin kehilangan momen itu lagi,ia selalu berusaha mewujudkan semua keinginan sang istri,termasuk menemani bumil tidur siang.
__ADS_1
"Kriing... Kriing.."
Terdengar sangat nyaring di telinga Zahfan dan sekertatisnya,di atas kursi kebesarannya ia menandatangani semua berkas penting.
"Telfon tuan?" Berkata sambil berdiri tegap di depan meja kerja bosnya.
"Bukan." Jawabnya singkat tanpa menghentika aktifitas.
"Kriing.." Suara yang bersumber dari ponsel Zahfran kembali terdengar.
"Tuan."
"Itu alarm." Saut Zahfran sambil menutup kembali berkas itu lalu menyerahkan pada sekertarisnya.
"Alarm..? Aah..aku hampir lupa,jadwal tidur siang kan?sama istri anda?" Micel terkikik lucu dengan kebiasaan baru bosnya,bahkan harus memasang alarm juga.
"Heh..kamu meledek atasan mu?"
"Maaf tuan." Tertunduk namun tawanya tak biasa ia sembunyian.
"Istri saya itu lagi ngidam,justru moment itu yang paling berharga,soalnya...ngidam itu hanya terjadi sama ibu hamil. Kalau perawan kayak kamu bukan ngidam,tapi ngelunjak." Ha..ha.." Zahfran terkikik lucu meledek sekertarisnya yang tak kunjung menikah,padahal usianya tidak jauh dengan Shafiah.
"Sudah tidak ada jadwal penting lagi kan hari ini?"
"Ya sudah,kalau begitu saya mau pulang dulu,sisanya tolong kamu urus ya?"
"Baik tuan"
Karna alarm sudah mengisyaratkan untuk segera pulang,Zahfran bergegas meninggalkan kantor dengan membawa kendaraan sendiri tanpa supir pribadi.
Tak butuh waktu lama,Hanya memerlukan waktu 30 menit,ia tiba di apartemenya.
"Sayang." Panggil Zahfran setelah masuk ke dalam lalu melepaskan sepatunya dan menyimpannya di atas rak sepatu.
Sudah berkeliling ruangan,sosok yang ia cari tak ada di manapun,bahkan Khadijah saja bilang kalau kakak ipar tidak ada di butik.
"Kemana kamu sayang? Kenapa ponsel kamu gak aktif?" Zahfran mulai panik,ia pergi meninggalkan apartemen dengan tergesa-gesa,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Butik untuk lebih memastikan.
Bertanya di telfon bisa saja ia berbohong kan?
Begitu sampai di butik,ia hanya bertemu Shifa,sedangkan Khadijah tidak ada. "Kemana Jia?" Tanya Zahfran yang merasa ada kejanggalan,pasalnya saat di telfon,Khadijah mengatakan kalau dia ada di butik,dan ternyata tidak.
"Tadi sih bilangnya mau ketemu clien di Cafe XX." Saut Shifa biasa saja.
__ADS_1
"Apa Shafiah ada ke sini?"
Shifa menggelengkan kepalanya. "Gak ada tuan,kan tuan sendiri yang melarang mbs Shafiah bekerja."
"Cafe XX itu tempat Bram bekerja kan?"
"Iya tuan."
"Aku akan menemui Jia di sana. Kalau nanti tiba-tiba Jia pulang,kasih tau saya."
"Baik tuan."
Zahfran segera meninggalkan Butik menuju Cafe XX yang Shifa maksud. Sepanjang perjalanan pikirannya di penuhi dengan hal-hal yang tidak mungkin.
Lama bergelut dengan pikirannya,tak terasa mobil yang ia tumpangi tiba di Cafe tersebut,memarkirkan mobilnya di parkiran utama dekat pintu masuk.
"Hobi banget sih dia ngadain pertemuan di Cafe ini? Apa Bram yang menjadi alasan kamu Jia?" Zahfran mendengus kesal karna tidak menyetujui kalau adiknya harus mencintai Bram yang usianya jauh di atas dia.
Begitu sampai di dalam Cafe,ia melihat apa yang tak ingin ia lihat.
Siapa?
Siapa lagi kalau bukan sang istri tercinta.
Bukan tak ingin melihatnya,ia terkaget melihat Shafiah ternyata ada di sini bersama Shifa dengan dua orang pria. "Shafiah?"
Bahaya kesayangan ku kepergok lagi ngapain coba di sana?
Dua masalah sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Jangan lupa menyimpan karya Author yang satu ini ke dalam rak Favorit ya.sekarang baru UP yang ke 2.
Lanjut gak niih?
Mau konflik yang berat atau yang ringan-ringan aja?
Atau...mau konflik yang menyayat hati lagi?
Konflik yang menguras emosi juga ada 🙏🙏🙏🤭😘.
Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya.
LIKE
KOMEN
VOTE
GRATIS KO.
Author cuma meminta apresiasinya dari para Reader yang sudah membaca karya receh ini.
__ADS_1
Terimakasi...🤗💝