Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 70


__ADS_3

Flashback ON.


Shafiah memaksa matanya agar tetap terbuka padahal ia merasakan kantuk yang teramat,mungkin ini efek dari obat yang ia minum.


Sudah berapa jam Zahfran mengantar si kembar pulang? Shafiah melirik jam di atas dinding,dua jam sudah terlewat,Shafiah belum mendapat kabar dari Zahfran kalau dia sudah sampai apa belum.


Sudah tidak bisa lagi menahan kantuk,akhirnya Shafiah kembali berbaring di atas tempat tidur.saat akan menarik selimut,tiba-tiba ponselnya bergetar. Derrt..derrt..


Masih dalam posisi berbaring,Shafiah meraba ponselnya yang ia letakan di atas nakas. Ia mengerjapkan matanya untuk melihat nama si pengirim pesan. "Mas Fatih?" Ucapnya.


Mulai ia membuka isi pesan itu.


Fatih : "Di mana Zahfran?" Pertanyaan itu sangat singkat tanpa basabasi.


"Ngapain malam-malam mas Fatih nanyain mas Zahfran?" Ucap Shafiah sebelum menjawab pesan darinya. Wajahnya masih terlihat biasa saja.


Shafiah : Mas Zahfran lagi nganter si kembar pulang.


Fatih : Sendiri?


Shafiah : Ya mas,memangnya ada apa? ko aku kayak di introgasi gini ya?"


Fatih : Aku ragu dengan pernikahan ku dengan Azky. Sosok suami mu sepertinya tidak akan pernah tergantikan. Aku tidak mau kalau Azky menikah dengan ku karna ingin balas budi. Bagaimana menurut mu?"


Rasa kantuk Shafiah seketika hilang setelah membaca pesan yang Fatih kirim. "Ini pasti ada sesuatu,sampai mas Fatih bicara seperti itu."


Shafiah kembali mengetik balasan untuk Fatih.


Shafiah : Kenapa mas tiba-tiba bicara seperti itu?apakah ada sesuatu yang menganggu pikiran mu?


Fatih : Tadi,saat aku telfon Azky,aku mendengar suara Zahfran ada di dalam kamar bersama Rani. Aku yakin mereka punya alasan kenapa sampai berada di dalam kamar bersama,tapi cukup untuk aku tau perasaan mereka masing-masing,dan aku rasa mereka masih saling mencintai. Bagaimana menrutu mu?


Deg... tangan Shafiah seketika gemetar,degupan jantungnya begitu cepat. "Astagfirullah..apa yang mas Fatih katakan? di dalam kamar? apa ini..?" Shafiah mengernyitkan dahinya.


Shafiah memutuskan untuk menghubungi Fatih lewat telfon. Tak butuh waktu lama,Fatih langsung menjawab panggilan tersebut. "Assalamualikum."


"Waalaikumsalam." Saut Fatih.


"Apa maksud dari pesan yang kamu kirim sama aku mas?kamu mau memfitnah suami ku?" Seandainya Fatih melihat,raut wajah Shafiah saat ini,wajahnya berubah merah padam menahan emosi.


"Aku..?memfitnah..? untuk apa Shafiah.?Aku tidak mempermasalahkan mereka berada dalam satu kamar,aku yakin mereka pasti punya alasan tertentu kenapa sampai berada di dalam satu kamar,yang menjadi masalah,aku meragukan cinta Azky pada ku.." Ucap Fatih sedikit menekan. "aku gak mau kalau sampai dia menerima ku karna ingin membalas budi atas kebaikan ku,itu bukan cinta Shafiah,aku tidak ingin berumahtangga tanpa cinta."

__ADS_1


Shafiah diam tak mampu berkata.ia duduk di tepian tempat tidur sambil mengepal selimut yang menutupi kakinya yang menjuntai ke bawah.


"Aku berencana menghentika pernikahan ini Shafiah,sebelum keluarga ku menemui Azky,aku tidak mau mengecewakan keluarga ku." Suara Fatih terdengar lirih.


Shafiah masih diam tapi kali ini ia menangis,Fatih sangat tau kalau saat ini Shafiah sedang menangis ia pun diam sebelum kembali bicara. "Cinta ku tulus terhadap Azky,aku menolong dia tidak berharap mendapatkan imbalan sedikit pun,apa lagi untuk masalah cinta,aku tidak menuntutnya,tapi kalau Azky tidak bisa mencintai ku,apa boleh buat,lebih baik aku mundur."


"Hikss..hikss..maafkan aku mas,aku membawa kalian ke dalam masalah ku. hikss...hikss.. Shafiah menangis terisak.


"Aku tidak menyalahkan mu,mungkin ini sudah takdir yang Allah gariskan untuk ku."


"Maafkan aku Hikss..hikss.."


"Berhentilah untuk minta maaf,dan jangan menangis lagi ya,nanti kalau suami mu pulang bagaiman?"


Ia memutar bola matanya menatap ke sembarang arah sambil menyeka air mata yang terus mengalir tanpa permisi. "Aku akan meminta penjelasan dari mas Zahfra,terimakasi mas."


"Bicaralah dengannya setenang mungkin."


"Akan aku usahakan. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam."


Flashback off


Zahfran melepaskan pelukannya,Shafiah langsung berbalik berjalan memunggungi sambil menyeka air matanya yang tak ingin di ketahui oleh sang suami.


"Kamu belum tidur sayang?" Tanya Zahfran sambil meletakan kuci di dalam laci lalu masuk ke dalam ruang ganti baju.


Saat keluar dari ruang ganti baju,ia tidak melihat Shafiah di atas tempat tidur,Zahfran kembali memanggilnya. "Sayang..,kamu di dalam? " Zahfran mengetuk pintu kamar mandi.


Shafiah menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya. "Ya mas.tunggu sebentar." Selesai cuci muka baru ia keluar.


"Kamu habis ngapain?" Tanya Zahfran yang sudah berbaring di atas tempat tidur menutupi setengah badannya dengan selimut.


"Habis ganti pembalut mas,gak nyaman." Shafiah berbaring memunggungi Zahfran.memutupi seluruh tubuhnya sampai batas leher dengan selimut.


"Ko aku di kasih punggung sih?" Ucap Zahfran sambil menelusupkan tangannya ke dalam baju tidur Shafiah.


"Mas."


"Ya sayang." Zahfran memberikan sentuhan lembut di atas perut Shafiah yang rata.

__ADS_1


"Boleh aku bertanya?" Masih dalam posisi yang sama.


"Tanyakanlah."


"Aku mau tau bagaimana perasaan kamu saat dulu aku meninggalkan mu ke Sidney."


"Jangan bahas masa lalu sayang,itu membuat ku sakit."


"Katakanlah,bagaimana perasaan mu,aku mau tau."


"Saat itu aku hancur sayang,aku kehilangan harapan hidup,untuk bernafas saja terasa sesak."


"Saat itu kamu punya Azky,kenapa kamu merasa kehilangan ku?"


"Sayang,kamu dan Azky adalah orang yang berbeda,kalian mempunya tempat masing-masing di dalam hati ku."


Dada Shafiah semakin sesak,ia memejamkan matanya dan air mata itu jatuh tak mampu ia bendung lagi,namun ia harus kembali memberikan pertanyaan pada Zahfran. "Sampai saat ini?"


"Jujur.. Iya.Tapi aku akan berusaha untuk melupakannya sayang,kamu mau kan bersabar."


"Lalu bagaimana perasaan kamu kalau aku meminta cerai mas?"


"Shafiah....." Seketika ia memutar tubuh Shafiah hingga ia bisa melihat deraian air mata Shafiah begitu derasnya.


"Kamu menangis? kenapa?"


"Aku ingin kita bercerai...."




Tahan dulu ya,jangan tinggalkan kisah mereka,baru setengahnya,sebisa mungkin Author buat kisah ini tidak lebih dari 100 Bab ko 🤭.



Like dulu


komen dulu


Vote dulu

__ADS_1


🤭🙏🙏😘


__ADS_2