Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 83


__ADS_3

Coba saja dulu Om membiarkan Zahfran berpoligami,kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi Om,karna saat itu Shafiah sudah tulus menerima Azky sebagai madunya."


"Fatih..." Kali ini pak Herlambang betul-betul berteriak,kesal karna ia terus menyalahkannya.


"Kenapa? apa aku salah bicara?"


"Kamu sudah melewati batas." Tegas pak Herlambang.


"Tapi itu kenyataannya Om,di saat Shafiah ikhlas menerima Azky,om malah memisahkan mereka,akhirnya apa? Zahfran masih mencintainya kan? Terlebih sekarang dia tau kalau ia memiliki anak bersama Azky,rasa bersalahnya membuat Zahfran semakin mencintai Azky om."


"Bukan rasa cinta,lebih tepatnya rasa bersalah." tutur pak Herlambang.


"Apa om bisa menjamin,kalau itu bukan rasa cinta,dan hanya rasa bersalah?"


Pertanyaan Fatih membuat pak Herlambang diam membeku,mereka saling menatap satu sama lain tanpa berkata,hingga suara Aisyah dan Asiyah yang memecah keheningan di atara mereka. "Kakek..."


Pak Herlambang memalingkan wajahnya dari sorot mata tajam Fatih. "Iya nak..?" Saut pak Herlambang merasa gugup.


Asiyah berlari menghampiri pak Herlambang. "Aku mau minum kakek." Pintanya dengan nafas terengah-engah karna berlari.


"Baiklah..kakek belikan dulu minuman untuk mu,tunggu di sini ya dengan om Fatih." Ucap pak Herlambang sambil berdiri dari duduknya.


Apa yang pak Herlambang lakukan?di atas mejanya saat ini sudah ada air mineral milik si kembar,tapi karna rasa gugupnya,pak Herlambang sampai tidak menyadari itu dan kembali membeli air minum.



Jakarta pukul 22.00



Nampak Shafiah sedang di sibukan demgan persiapannya untuk besok bertemu dengan tuan Willy yang memesan banyak baju darinya,dan tuan Willy hanya menginginkan desain dari tangan Shafiah langsung.



Sangking sibuknya,ia sampai tidak menyadari kalau Zahfran mengirimi dia pesan berkali-kali.



Tidak kehabisan akal,Zahfran kini mengirim pesan pada Khadijah adiknya. "Assalamualikum. Khadijah,sedang apa kakak ipar mu?" Tanya Zahfran isi dalam pesan.



"Waalaikumsalam, Mba Shafiah masih sibuk desain mas." Jawab Khadijah.



"Apa dia sudah makan?"



"Belum."



"Memangnya kalian tidak menyiapkan makanan untuk Shafiah?"



"Ada,aku menyiapkan makanan,tapi mba Shafiah belum menyentuh makanan itu."



"Kamu yakin menyiapkan dia makanan? atau mungkin dia gak suka sama makanan yang kamu siapkan?"



"Iih..apa sih mas Zahfran? sedetai itu nanyanya. Aku Vidiocall nih ya.." Ucap Khadijah sebelum membalas pesan dari kakak nya Zahfran.



Saat Khadijah menghubungi Zahfran lewat Vidiocall,Zahfran langsung menolaknya. "Loh..ko di tolak sih?" Ucap Khadijah menatap heran pada ponselnya.



Zahfran kembali mengirim adiknya pesan. "Jangan Vidiocall."

__ADS_1



"Lagian gak percayaan,kalian kenapa sih? mas Zahfran lagi berantem sama mba Shafiah?"



"Jia.." Panggil Shafiah yang saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya.



"Iya mba?"



"Bisa ke sini sebentar?"



"Ok." Khadijah menyimpan ponselnya di atas meja,lalu menghampiri Shafiah. "Kenapa mba?" Tanya Khadijah sambil berdiri di samping nya dan menatap lurus pada Laptop Shafiah di atas meja.



"Aku baru bisa mendesain satu pasangan untuk tuan rumahnya...apa menurut mu ini bagus dengan konsep pestanya tuan Willy?" Tanya Shafiah nampak sedikit kebingungan.



Khadijah mengangguk. "Cocok mba,waranya juga bagus,tidak terlalu menyala." Kata Khadijah.



"Baiklah,besok kita tunjukan Desain mba yang ini."



Khadijah kembali di buat penasaran dengan keadaan hubungan kakak-kakaknya,hingga ia memberanikan diri untuk bertanya pada Shafiah. "Mba..." Tanya Khadijah sedikit ragu.



"Hhmm..." Jawab Shafiah tanpa berkata,masih fokus pada layar Laptoopnya.




"Nanti aja,mba belum laper."



"Nanti sakit loh mba,makan dulu deh."



"Nanti aja,lagian ini sedikit lagi."



Khadijah menatap jam di atas dinding,waktu menunjukan pukul 23.00. "***Sudah malam,mba Shafiah belu*********m****** ***makan,belum istirahat juga***." Gumam Khadijah.



Tiba-tiba ponsel Shafiah kembali menyala,Khadijah melihat nama yang tertera di layar ponsel. "Suamiku." Ucap Khadijah di dekat Shafiah,dan Shafiah langsung menoleh ke arahnya.



"Kenapa?"



"Ah..itu mba,ponsel mba nyala,pesan dari suami ku."



Shafiah melirik dari samping menatap ke depan,karna ponselnya berada jauh darinya.


__ADS_1


"Aku buka ya mba?"



"Jangan."



"Loh..kenapa? itu kan dari mas Zahfran."



"Gak apa-apa." kembali Shafiah menatap layar,dan sesekali melirik ponsel yang ia letakan di belakang Laptopnya. "***Kalau aku buka pesan kamu sekarang,bisa-bisa inspirasi ku bisa hilang mas***." Batin Shafiah.



Shafiah terus bekerja hingga larut malam tanpa menyentuh makanan yang Shifa siapkan di atas meja.



Pagi pun tiba,karna Shafiah masih datang bulan,ia bangun agak siang dari Khadijah dan Shifa yang bangun lebih dulu untuk mengerjakan Shalat Subuh.


Karna pesan dari kakaknya Zahfran yang meminta mereka untuk memasak masakan sehat untuk istrinya,maka untuk sarapan pagi ini Khadijah dan Shifa harus memasak sendiri.


Suara mereka yang cukup gaduh di dapur,membuat Shafiah terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat sambil mengerjapkan matanya lalu melihat jam di atas nakas. "Jam 6?" Ia pun terbangun lalu duduk.


Ia mengambil ponselnya di dalam laci terdapat lebih dari sepuluh pesan dari Zahfran untuknya. "Sebanyak ini kamu memgirim pesan." Bergumam.


Ia membuka satu persatu pesan dari suaminya.


"Sayang..apa kamu sudah sampai?"


"Jangan langsung ke butik ya,istirahat dulu di apartemen."


"Kamu sudah makan malam?"


"Jangan tidur terlalu malam."


Dan seterusnya sampai beberapa kali Zahfran mengirim pesan,sampai yang terakhir ia mengatakan kerinduannya. "Sayang..mas rindu..."


Membaca pesan terakhir yang Zahfran kirim,membuat hati Shafiah merasa perih. ia memeluk ponselnya sambil memejamkan mata. "Aku juga merindukan mu mas,tapi aku belum sanggup berada di samping mu saat ini."


Beruntunglah Shafiah memiliki dua partner kerja yang luarbiasa seperti Khadijah dan Shifa,bukan hanya memasak,mereka bahkan membantu Shafiah mempersiapkan semua keperluan kerjanya.


Hingga tiba waktunya menjelang pertemuan mereka di sebuah Cafe XX di kota Jakarta,Shafiah pergi menemui tuan Willy bersama Khadijah,karna Shifa harus stay di butik mereka hanya pergi berdua.


"Kamu sudah menghubungi tuan Willy?" Tanya Shafiah pada Khadijah sambil berjalan masuk ke dalam Cafe.


"Sudah mba,harusnya kita datang terlambat aja,toh mereka juga pasti belum datang." kata Khadijah.


"Mereka itu pembeli,kita penjual,masa iya pembeli harus nunggu kita."


"Iya ya mba he..he.."


Sambil menunggu kedatangan tuan Willy,mereka lebih dulu memesan minuman dan beberapa cemilan.


Tak lama pelayan pun datang membawakan pesanan. "Ini mba pesanannya." Ucap pelayan itu.


Suara itu sangat tidak asing di telinga Shafiah,karna penasaran ie mendongakan kepalanya melihat wajah pelayan yang tertutup oleh topi hitamnya. "Bram...?" Ucap Shafiah dengan mata membulat sempurna seolah tak percaya dengan sosok yang ada di hadapannya sekarang.


"Nyonya...?"


Bukan hanya itu,bahkan di sudut sana ada sosok laki-laki yang diam-diam mengikuti Shafiah hingga masuk ke dalam Cafe sebagai pengunjung biasa.




Siapa siapa hayoo.?😍



Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘

__ADS_1



Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏


__ADS_2