
Tak perlu mendapatkan izin,ia langsung menc*um bibir Azky sangat rakus,awalnya Azky benar-benar menolak ia meronta-ronta memukul dada Zahfran,namun karna tenaga Zahfran sangat kuat,penolakan itu menjadi sia-sia.
Zahfran mendorong tubuh Azky hingga bersandar di dinding,tangan kanannya memegang kedua tangan Azky dan meletakannya di atas kepala, sedang tangan kirinya mengunci pinggang Azky hingga ia tidak bisa bergerak.
Azky menyerah,dia membiarkan Zahfran terus menc*um bibirnya sangat rakus,Ciu*an yang awalnya kasar,. semakin lama semakin lembut,Azky mulai merasaan ada sensasi yang berbeda pada dirinya saat ia semakin terbawa oleh permainan Zahfran.
Zahfran merasakan perbedaan pada ciu*annya,ia seperti mendapat respon dari Azky. perlahan Zahfran melepaskan ciu*annya dan melepaskan kedua tangan Azky.lalu ia menangkup pipinya dengan kedua tangannya, "Aku tidak akan memaksa mu untuk lebih dari ini,sampai kau benar-benar menyerahkannya. " Ucap Zahfran sambil menempelkan keningnya pada kening Azky.
Azky merasa tersentuh mendengar kata-kata itu,ia teringat kata-kata yang pernah Shafiah ucapkan. "Suami ku mencintai mu Azky,kalau dia menikahi mu karna Nafsu, mungkin di malam pertama dia akan langsung meminta hak nya,tapi dia tidak lakukan itu kan? dia menunggu mu sampai kamu benar -benar memberikannya."
"Sudah ku katakan,aku ingin kau berubah menjadi muslim yang baik,jadilah imam yang baik untuk ku dan mba Shafiah,bersikap adil lah kepada kami.
"Aku akan berusaha Azky,dari itu aku membutuhkan bantuan mu,bantu aku agar aku bisa menjadi imam yang baik untuk kalian."
Zahfran menatap wajah Azky lekat-lekat.namun pandangannya terus menunduk. "Azky lihat aku."
"Tidak."
"Azky."
Perlahan ia mengangkat kepalanya tak ingin melihat wajah Zahfran,ia melihat ke arah lain, namun Zahfran meraih dagu Azky dan membawanya menatap wajahnya. "Lihat aku." Azky memberanikan diri menatap wajah Zahfran. "Aku mencintai mu. " Ucap Zahfran.
"Lalu mba Shafiah?"
"Aku mencintai mu tanpa mengurangi sedikitpun rasa cintaku pada Shafiah.kalian wanita yang berbeda,kalian punya tempat masing-masing di hati ku.kamu mengerti? "
"*Apa aku harus percaya dengan semua ucapannya? tapi aku tidak mau mencintainya,aku ingin melepasnya,aku ingin nama Shafiah lah yang satu-satunya ada di dalam hatinya. kalau aku mencintainya, bagaimana nanti aku akan melepaskannya? Seandainya aku harus jujur, sungguh jantung ini memompa darah begitu kencang, tubuhku bergetar saat ia mencium ku. apa yang harus aku lakukan? bagaimana pun dia suami ku.dia berhak atas ku, aku meminta dia untuk berubah, tapi aku sendiri yang berniat meninggalkannya. Ya Allah apa aku salah mencintai suami k**u sendiri* dalam keadaan seperti ini,ada hati yang tersakiti dalam hubungan ini." Azky meneteskan air matanya. dengan cepat Zahfran meyeka air mata itu dengan jrinya.
"Aku tidak tau apa yang ada di dalam pikiran mu,tapi aku mohon bantu aku untuk berubah menjadi suami yang baik untuk mu dan Shafiah.
"Baiklah,tapi sekarang lepaskan aku,aku mau ke luar."
Zahfran melepaskan tubuhnya, ia melangkah mundur membiarkan Azky keluar dari kamar mandi. Setelah keluar, Zahfran mulai naik ke atas Bethup dan merendamkan tubuhnya dalam air hangat banyak hal yang ada di dalam pikirannya,termasuk kepergian Shafiah,dia mulai memutar otaknya untuk mencari Shafiah.
Sedang Azky,setelah ia keluar dari kamar mandi,ia merasakan tubuhnya lemas, ia duduk di depan meja rias, ia menatap dirinya dari cermin. "Azky, jangan mencintainya buat dia berubah saja, lalu lepaskan dia secara perlahan." "Mba Shafiah, kamu ke mana? tolong aku mba," Hiks..hiks..
"Assalamualaikum mas,apa pekerjaan mu sudah mau selesai? " Dewi mengirim pesan pada Rafael suaminya.
Rafael yang sedang memberikan arahan pada anak buahnya pun berhenti sejenak untuk melihat pesan dari Dewi,ia merogoh saku celananya untuk mengambil benda pipih berwarna hitam itu lalu membukanya. "Dewi.. "ucapnya sebelum membuka isi pesan dari sang istri,lalu ia pun membalas pesan itu. "Waalaikumsalam wahai khumairah, kenapa? Rindu ya? 😉" tidak ketinggalan emot genit.
Dewi langsung tersenyum melihat balasan pesan dari suaminya yang selalu membuat ia selalu berbunga-bunga itu. "Genit 😋."
Rafael tersenyum mendapat balasan dari sang istri. "Awas ya nanti kalau pulang minta di peluk, terus uring-uringan sampai pagi."
"Gak akan"
__ADS_1
"Yakin? "
"Gak. he.. he.. he.. "
"Ya udah,kenapa malam-malam kirim mas pesan,kenapa juga kamu belum tidur? "
"Aku habis Shalat tahajud mas,kamu jam berapa pulang? "
"mungkin nanti jam 3 sayang. sebentar lagi"
"Di rumah ada Shafiah sama anaknya mas,kayaknya dia lagi ada masalah sama suaminya,soalnya dia datang berdua tanpa suaminya."
"Ada apa dengannya?tumben sampai ia pergi dari rumah,sebesar apa masalahnya sampai ia harus keluar dari rumahnya." Ucap Rafael sebelum membalas pesan Dewi.
Rafael kembali ke lapangan cepat-cepat ia menyelesaikan tugasnya.ia sudah tidak sabar lagi ingin segera pulang dan ingin segera menemui adiknya Shafiah.
Tepat pukul 03.00 Rafael pulang ke rumahnya,karna ia membawa kunci sendiri,saat pulang dia tidak membangunkan istrinya untuk membuka pintu.
saat masuk ke dalam rumah,ia melihat ada dua sadal di rak sepatu yang mana itu milik Shafiah dan Abiyu. "Apa yang terjadi pada mu adik ku?" Ucap Rafael sambil melihat sandal Shafiah.
Rafael melihat dewi tertidur di atas sofa lalu ia menghampirinya.ia berjongkok di depan dewi yang sedang tertidur pulas. "Ini lah yang membuat ku selalu tergila-gila pada mu setiap hari." Ucap Rafael sambil menatap wajah sang istri sangat lekat.
Dewi menggeliat saat Rafael mencium keningnya, "Kamu sudah pulang mas?" Ucap dewi sambil mengucek matanya.
"Ya sayang,tidur di kamar yuk." Ajak Rafael.
"Gendong." Dewi mengulurkan kedua tangannya meminta Rafael menggendongnya ke dalam kamar.
__ADS_1
"Manja ya." Ucapnya sambil mencubit hidung sang istri." Lalu Rafael menggendong Dewi menuju kamarnya.
Baru berjalan beberapa langkah,Rafael melihat Shafiah di balik pintu kamarnya sedang melihat kemesraan sang kakak dengan istrinya,Shafiah ikut merasakan bahagia melihat kemesraan mereka. "***Seandainya mas Zahfran seperti kak Rafael bersikap manis pada istrinya.aku akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini***."Batin Shafiah bergumam.
"Mas,turunkan aku,adik mu melihat kita." Dewi membenamkan wajahnya di bahu Rafael menahan malu.
"Begini lah kelakuan kakak ipar mu setiap hari." ucapan Rafael sambil tersenyum.membuat Dewi semakin malu ia semakin membenamkan wajahnya.
"Tidurlah,besok kita bicara." kata Rafael pada Shafiah.
Shafiah hanya tersenyum,tanpa berkata ia kembali menutup pintu kamarnya.
~
~
"Aku lelah mas,biarkan aku tenang."
"Ada Azky di samping mu,kamu tidak membutuhkan ku."
"Mau lanjut satu Bab lagi gak malam ini?
Jejak kalian adalah semangat ku.
Ayoooo
Like
Like
Komen
Komen
Sebanyak-banyaknya.
Author akan UP Bab yang sangat menyakitkan.
__ADS_1