Dia Maduku

Dia Maduku
Pengaman


__ADS_3

Setelah mendapatkan pesan dari sang kakak,Khadijah bergegas pergi meninggalkan butik,menuju kediaman Zahfran,ia bahkan mengabaikan sapaan Shifa karna khawatir Bram di perlakukan yang tidak-tidak oleh sang kakak.


Begitu sampai di apartemen,ia masuk begitu saja bahkan tanpa mengucapkan salam. "Mas Zahfran.." Khadijah berteriak sambil berlari menuju ruang utama,tidak ada,mereka tidak ada di sana. "Mas Bram hikss..hikss.." Kali ini Khadijah menangis memanggil nama pujaan hatinya.


Tiba-tiba Bram muncul di belakang Khadijah. "Jia..?"


Khadijah menoleh ke arah sumber suara. "Mas Bram." Tanpa sadar ia memeluk Bram,menangis dalam pelukannya. "Kamu di apain sama mas Zahfran?" Hikss...hikss..


"Jia,jangan seperti ini,nanti tuan marah." Bram berusaha melepaskan pelukannya.namun Khadijah enggan untuk melepaskan pelukan itu.


Shafiah melihat dari lantai atas,ia bergegas turun menghampiri sang adik. "Aduh..Jia ngapain itu." Ia berjalan perlahan menuruni anak tangga,rasanya ingin berlari,tapi apa daya perut besar membuat ia sulit untuk berjalan.


"Khadijah..." Shafiah memanggil dari kejauhan.


"Jia..itu kakak mu." Ucap Bram masih berusaha melepaskan pelukan itu.


"Gak mau,mas Zahfran pasti menghajar mu mas."


"Jia...ini aku,lepaskan." Kata Shafiah dengan memegang bahu sang adik.


"Mba Shafiah..?" Khadijah langsung melepasan pelukannya lalu bergantian memeluk sang kakak. "Jangan kalian hukun Bram ku. Hikss..hikss.."


"Siapa yang menghukum?" Tanya Shafiah.


"Mas Zahfran."


"Tidak akan ada yang menghukum Bram."


"Tapi tadi dia..."


"Dia cuma nakutin kamu aja Jia."


Perlahan Khadijah melepaskan pelukannya?tapi air mata itu terus mengalir. "Benarkah tidak ada yang menghukumnya?" Ucapnya dengan suara terisak.


"Iya,tidak ada." Shafiah mengusap sisa air mata yang mengalir.


"Hei..." suara itu terdengar menggema.


Khadijah gemeter. "Mba,itu mas Zahfran kan?"


Shafiah mengangguk. Ia menahan tawa saat wajah adiknya berubah ketakutan.


Perlahan Khadijah memutar tubuhnya,ia melihat sang kakak berdiri tegak di hadapannya. "Kenapa nangis?" Tanya Zahfran.


"Mas Zahfran apakan mas Bram?" Tanya Khadijah memberanikan diri menatap wajah sang kakak.


"Kamu gak liat Bram sehat wal'afiat kayak gini?"


"Awas aja ya mas,kalau sampai mas Bram ku kenapa-napa." Ia memukil dada bidang sang kakak.


"Ih..malu dong,masa nangis di depan calon suami?" Zahfran menahan tangan adiknya yang terus memukil dadanya.


"Calon suami? Maksud mas Zahfran?"


"Hhmm..kalau di bilang calon suami aja,langsung berenti mukul." Ledeknya.


"Mas Bram calon suaminku? dia kan belum menyatakan cinta."


"Gak perlu,udah tua juga." he..he..


"Iya,Bram datang untuk melamar mu Jia." Shafiah berjalan menghampiri sang suami,lalu memeluknya dari samping.


"Mangkannya,jangan asal marah-marah." Kata Zahfran.


"Lagian mas Zahfran ngasih foto mas Bram pake caption mengancam lagi,gimana aku gak panik coba mba?"


"Iissh... kerjaannya ngerjain adiknya terus." Ucap Shafiah sambil mecubit pinggang suaminya.


"Habis gak ada kerjaan lain selain ngerjain adik sendiri,kalau ngerjain kamu,ancamannya ngeri."


"Kenapa?" Shafiah mendongakan kepalanya.


"Ngeri gak di kasih jatah."


"iisshh... ." Zahfran mencium puncak rambut sang istri.


"Eehh..inget,di sini ada yang masih di bawah umur. hati-hati." Timpal Bram.


Semua mata langsung tertuju pada Khadijah. "Apaam sih kalian.."


"Udah..udah.. sekarang aku mau bicara serius."


"Apa kak?"


perjuangan kamu tinggal menghadap papah dan mamah kami Bram." Ucap Zahfran


"Baik tuan,saya akan menyiapkan segala sesuatunya,terutama keberanian saya."


"Bagus... semoga Allah melancarkan segala urusan mu."


"Iya tuan,terimakasih."


Oh iya.. Bram,ke mana Abiyu? Tadi bukannya dia sama kamu?" Shafiah bertanya setelah mengingat kepulangan Bram tanpa putranya.

__ADS_1


"A..Abiyu..."


Zahfran dan Bram saling menatap kebingungan.


"Bram..." Kembali Shafiah memanggil sedikit menekan.


"Abiyu.. Lagi.. di rumah temannya Sha." Ucapnya terbata.


"Ko mobilnya udah di kembaliin? Kamu gak nungguin?"


Pertanyaan Shafiah semakin menyulitkan Bram. "Ng..nggak ko,aku gak kembaliin,nanti dia WA kalau mau pulang."


Shafiah mengernyitkan dahinya semakin heran. "Kamu menyembunyikan sesuatu dari ku Bram?"


"Tidak,aku tidak menyembunyikan apapun."


"Bram..aku tau raut wajah itu." Tatapan Shafiah semakin aneh.


"Sayang.. Nati dia pulang naik taksi,kalau gak,nati aku yang jemput dia."


"Awas aja kalau sampai kalian nyembunyiin sesuatu." Ucap Shafiah dengan nada mengancam.



Sedangkan di tempat lain,Abiyu yang saat ini sedang mandi,menjadi perbincangan antara pak Heri dengan putrinya Kisya. "Nak,gimana suami mu sampai kepikiran nginep di sini?" Tanya pak Heru yang baru saja pulang kerja,ia langsung pulang setelah mendapatkan kabar dari putrinya,kalau Abiyu akan bermalam di rumahnya.



Sambil memasak,Kisya menceritakan semuanya pada bapaknya,atas apa yang terjadi hari ini. "Kamu yakin nak,kalau Abiyu melakukan itu?"



Kisya pun mengangguk. "Iya. Tanya aja,orangnya lagi mandi tuh,dan lagi nguping obrolan kita pak." Saut Kisya tanpa menghentikan aktifitasnya. Ia mengiris beberapa bawang lalu di masukan ke dalam penggorengan.



Dan benar saja,yang di dalam kamar mandi pun benar-benar sedang menguping,buru-buru ia membersihkan diri lalu keluar hanya mengenakan handuk sebatas pinggang,dan membawa baju kotor di bahunya.



"Astagfirullah..." Ucap pak Heru,spontan ia menutup matanya dengan telapak tangan,tapi masih bisa mengintip di sela jari-jarinya yang sengaja ia renggangkan.



"Loh..kenapa pak?" Kata Abiyu pada mertuanya.



"Gak apa-apa nak Aby.. Bapak permisi dulu." Pak Heru berlalu meninggalkan mereka berdua di dapur. "Bahaya nih kalau sampai mereka satu kamar." Bergumam sambil berjalan.




"Kamu itu gak tau malu,cepetan pake baju."



"Mana baju ku?"



"Yang tadi aja pake lagi."



"Nggak ah,gatel."



"Terus,mau pake baju tidur ku?"



"Baju bapak mu kan ada."



"Kamu gak liat bapak ku itu gemuk? mau pake baju kedodoran?"



"Terus..aku harus pake baju kamu?"



Kisya diam seraya berfikir,ia menatap tubuh Abiyu dari kaki sampai kepala,begitu menatap matanya,senyum simpul nampak di wajah cantiknya. "Kenapa?" Abiyu terheran,sepertinya Kisya sedang merencanakan sesuatu.



Dan benar saja,ia memaksa Abiyu memakai baju miliknya,piyama wanita berwarna pink bergambar little poni. "Ha..ha..ha..Kisya tertawa terbahak saat melihat Abiyu terpaksa memaki piyama itu. "Ya ampun Abiyu..kamu itu macho banget ya?"


__ADS_1


"Kisya..awas kamu ya..?"



Keributan terjadi di dalam kamar,pintu tertutup,bahkan ia menguncinya dari dalam,pak Heru yang baru saja kembali dari minimarket bergegas masuk saat mendengar suara Abiyu berada di dalam kamar bersama Putrinya.



"Wah..gawat nih,aku harus cepat-cepat kasih helem untuk menantuku.



Ia menguping di balik pintu,perlahan mengetuknya. Tok..tok.. "Kisya."



"Iya pak.." Mendapat jawaban,pak Heru kembali berdiri tegak sebelum pintu di buka.



"Ada apa pak?" kata Kisya setelah membuka pintu kamarnya.



"Suami mu mana?"



"Ada,aku panggil ya."



"Aby..." Panggilnya.



"Apa?" ia melangkah menghampiri sang istri yang masih berdiri di depan pintu. "Kenapa?"



"Tau nih bapak,nyariin kamu."



"Oh..ada apa pak?" Tanya Abiyu sedikit malu karna pakaian yang ia kenakan.



Pak Heru merogoh saku celananya,ia mengeluarkan satu bungkusan berwarna merah bertuliskan Su\*ra dan langsung menyerahkannya ke tangan Abiyu.



"Apa ini pak?" Tanyanya sambil membolak-balikan kemasan itu.



"Itu helem,pelindung."



"Helem?" Saut mereka bersamaan,dengan mata membulat sempurna.



Pak Heru mengangguk. "Iya,kamu bisa minta bantuan Kisya untuk memasangkannya." Setelahnya pak Heru pergi meninggalakan mereka.



Senyum menyeringai nampak di wajah Abiyu,Kisya mengerti senyum itu memiliki arti yang berbahaya. "Bersiaplah Kisya dayana."



"Abyyy...."



Mampir ke karya ku yang baru ya. * Scandal cinta om Arga *


Hari ini UP bab ke 12




Berikan apresiasi kalian untuk karya Othor dengan meninggalkan jekak di setiap episodenya.



LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1



Karna itu lah penyemangat Author untuk selalu UP dan berkarya 💝🙏😍


__ADS_2