
Tak perduli dengan sosok yang keluar dari rumah itu,Rani terus melangkahkan kakinya tanpa ragu.
Beberapa kali ia bertegur sapa dengan ibu-ibu yang sedang berbincang di pinggir jalan,bahkan ia sempat ngobrol dengan salah satu ibu pemilik warung yang letak rumahnya tak jauh dari rumah Dewi. "Baru pulang mba" Sapa ibu itu.
Rani menghentikan sejenak langkahnya. "Iya bu." jawab Rani dengan senyum.
"Barusan si kembar dari sini beli es cream,dari siang jajannya es cream terus,yang mahal-mahal lagi Ran."
"Oh ya? Mba Dewi yang membelikannya?" Tanya Rani.
"Bukan,mereka sendiri yang beli,uangnya pecahan seratus ribu Ran."
"Seratus ribu? Ibu gak tanya dia dapet uang banyak dari mana?" Tanya Rani terheran,pasalnya ia tidak pernah memberikan uang jajan untuk putri kembarnya sebanyak itu.
"Bilangnya sih dari Om baik,di rumah Dewi kan sedang ada tamu dari luar negri." kata ibu itu.
"Luar negri? Siapa?"
"Siapa ya? kalau gak salah... Adiknya Dewi.?"
"Bukan adik Mas Rafa kan?"
"Oh..iya,adiknya Rafa."
"Adiknya mas Rafa? itu berarti mba Shafiah, kalau mba Shafiah di sini,berarti... Dan pria tadi yang aku lihat itu..Tidak,itu tidak mungkin." Batin Rani bergumam sambil menggelengkan kepalanya seolah tak percaya.
"Ibu yakin tamunya mba Dewi itu adiknya mas Rafa?" Rani kembali bertanya untuk lebih meyakinkan.
"Iya."
"Ya Allah,mereka ada di sini,putri ku,kemana mereka.jangan sampai mas Zahfran bertemu dengan mereka." Gumam Rani dalam hati.
"Ibu tau kemana Aisyah dan Asiah setelah jajan dari sini?" Tanya Rani semakin panik.
"Kayaknya sih mereka ada di taman dekat sekolah belakang Ran."
"Makasi ya bu,aku susul mereka dulu."
"Ran memangnya ada apa? Ko buru-buru?"
"Ga apa-apa bu" Rani pun segera berlari menuju taman guna mencari keberadaan putri kembarnya.
Dari kejauhan ia melihat putri kembarnya sedang main ayunan bersama teman-teman yang lainnya. "Aisyah,Asiah." Panggil Rani dari kejauhan.
Aisyah dan Asiah pun menoleh ke arah sumber suara,lalu mereka berlarian menghampiri Rani dengan merentangakan tangannya. "Umi...."
"Aisyah,Asiah,kalian main sama siapa di sini?" Tanya Rani sambil berjongkok di depan putri kembarnya.
"Sama kakak itu mii." Ucap Aisyah sambil menunjuk ke arah Abiyu yang sedang duduk di taman sambil memainkan ponselnya.
"Itu..bukannya dia Abiyu?" Batin Rani. "Kalian sudah mandi?"
"Sudah umi,tadi kita mandi sama kak Nizma."
"Kalau sudah mandi,gak boleh main kotor-kotoran sayang,sekarang kita pulang yuk." Ajak Rani pada kedua putrinya.
Karna lelah,Abiyu berhenti memainkan ponselnya,ia menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.
Melihat sekeliling,Abiyu bangkit dari duduknya saat ia menyadari si kembar tidak ada di ayunan itu. "Kemana mereka?" panik.
Rani segera pergi membawa putri kembarnya sebelum Abiyu melihat dan kahawatir ia megenali wajahnya.
Namun sayangnya Abiyu keburu meliat Rani berlari Abiyu pun kembali berteriak. "Aisyah,Asiah..."
__ADS_1
Abiyu berlari sekencang mungkin saat Rani mempercepat langkahnya membawa si kembar pergi.
"Aisyah..Asiah.. Berhenti tante,kalau tidak berhenti aku akan teriak penculik." Ancam Abiyu dengan berteriak sambil berlari menyusul Rani.
Tak ingin menjadi pusat perhatian karna Abiyu terus berteriak,akhirnya Rani pun menghentikan langkahnya.
"Tante lepaskan mereka." Ucap Abiyu dengan nafas terengah-engah setelah berlari.
Tak ingin Abiyu melihat wajahnya,Rani tetap membelakangi Abiyu sambil memegang tangan kedua putrinya.
"Tante. Cepat lepaskan mereka." Ucap Abiyu tegas.
"Saya ibu mereka." Kata Rani masih membelakangi Abiyu.
"Ibu? Aisyah,Asiah apa benar tante ini ibu kalian?"
Si kembar pun mengangguk bersamaan.
"Kalau tante ibunya,kenapa lari saat aku panggil?"
"Tante sedang terburu-buru."
"Tapi.."
"Maaf nak,tante harus cepat pulang,dan tolong sampaikan kepada tante mu kalau Aisyah da Asiah sudah pulang dengan ku."
"Baiklah."
Segera Rani melanjutkan langkahnya menuju rumahnya.
Nafas Rani terengah-engah saat ia berada di dalam rumah,lalu duduk di atas sofa mencoba menetralkan kembali nafasnya yang terasa sesak.
"Umi kenapa?" Putri kembarnya naik ke atas sofa duduk di sebelah Rani sambil menyeka Air mata Rani yang mengalir tanpa ia sadari.
"Sayang,kalian tau di rumah Ibu ada tamu?"
"Tau umi."
"Kalian tau siapa nama mereka?"
"Siapa ya tadi namanya Asiah?" Tanya Aisyah pada adikya.
"Aku gak tau umi." Jawab Asiah sambil melintir-lintir ujung kerudung Rani.
"Mmm...namanya tante Shafiah dan Om Zahfran. Benar?" Tanya Rani sangat hati-hati.
"Iya umi,tante cantik itu namanya tante Shafiah. Dan om tampan itu namanya om Zahfran." Ucap Aisyah sambil tersenyum.
Tubuh Rani semakin lemah saat mendengar putri kembarnya memanggil ayahnya dengan sebutan Om. "Maafkan ibu nak,ibu gak mau kalian tau kalau kalau dia adalah ayah kalian yang selama ini kalian rindukan." Batin Rani bergumam
Ia menundukan wajahnya menap lantai sambil meneteskan air mata begitu deras
Melihat Rani menangis,Aisyah dan Asiah pun ikut menangis. "Umi..hikss...hikss umi kenapa menangis hikss..hikss..?" Tanya mereka sambil menangis terisak-isak dalam pelukan Rani.
Rani memeluk putri kembarnya sangat erat. "Maafkan umi nak hikss..hikss.."
Tak lama ponsel Rani berdering. Ia melepaskan pelukannya,lalu meraih ponsel di dalam tasnya.
"Jangan menagis sayang,umi gak apa-apa ko." Rani mencoba menenagkan putri kembarnya sebelum ia menjawab panggilan di ponselnya.
Aisyah dan Asiah pun berhenti menangis,baru lah ia menjawab panggilan di ponselnya. "Assalamualaikum." Ucap salam Rani dengan suara yang masih terdengar lirih.
"Waalaikumsalam" Saut Fatih dalam panggilan telfon.
__ADS_1
"Mas Fatih?"
"Ran,kamu kenapa? Kamu habis nangis?" Tanya Fatih sedikit panik.
"Mas...kenapa kamu gak bilang kalau mas Zahfran pulang ke indonesia?" Tanya Rani.
"Zahfran? Ada di Indonesia?" Sangking terkejutnya,Fatih bangkit dari tempat tidurnya lalu duduk di pinggiran di tempat tidur.
"Ya mas,dia bahkan ada di rumahnya mba Dewi sekarang."
"Sejak kapan?"
"Sepertinya mereka baru datang mas. Kenapa kamu gak bilang kalau mas Zahfran pulang?"
"Aku gak tau apa-apa Ran,setau ku Zahfran tidak pernah mau menerima tender apapun yang berasal dari Indonesia." Jawab Fatih.
"Tapi nyatanya mereka ada di sini mas,aku takuuut.." Rani kembali menangis karna ketakutan Zahfran akan mengambil putri kembarnya.
"Tenang Rani,kamu jangan menangis,kamu gak perlu takut. Aku akan terbang ke Indonesia sekarang,sementara kamu jangan dulu keluar rumah ya."
"Tapi mas,kalau sampai mereka mengetahui keberadaan ku bagaimana?"
"Selama kamu dan si kembar diam di rumah,mereka tidak akan tahu keberadaan mu."
Rani terdiam.
"Kamu tenang ya,aku akan menemuimu,kita akan bertemu besok."
Rani pun mengangguk. "Baiklah mas,dan cepatlah,aku takut."
"Ya Rani,aku segera ke sana."
Mudah-mudahan malam ini kita bisa menyaksiakan pertemuan mereka ya.
Kalau tidak ada halangan akan Author UP satu Bab lagi.
Ingat..kalau tidak ada halangan.
kalau malam ini gak UP berarti ide Author lagi buntu dan harus mencari inspirasi dengan membaca benerapa Novel dulu. 🤭
maklum Author masih amatir.
Stay terus 😘😘
~~
Author sedih..yang like,komen dan Votenya semakin sedikit 😭😭
__ADS_1
Boleh dong Author minta lagi 🤗🙏