
Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya,Shafiah merasa Perjalanan kali ini terasa sangat lama,waktu yang terus berputar seolah tidak bergerak,beberapa kali Shafiah melirik jam di ponselnya,dan sesekali ia meminta Fatih mempercepat laju kendaraannya. "Perasaan lama banget bawa mobilnya mas." Protes Shafiah yang merasa Fatih terlalu lambat melajukan kendaraannya.
"Tadi kamu sendiri yang bilang jangan terlalu ngebut,aku gak mau nyampe tinggal nama." Ledek Fatih sambil tersenyum.
"Tapi ini sangat lambat mas."
Azky yang menyadari kegelisahan Shafiah,mencoba menenagkannya. "Sabar ya mba,tinggal beberapa langkah lagi untuk bertemu mas Zahfran." Ucapnya sambil menggenggam lengan Shafiah.
"Masih jauh gak sih?" Taya Shafiah yang sudah tidak sabaran itu.
"Sebentar lagi nyampe ko,sekitar satu jam lagi."
"Gak tau Azky,aku merasa takut."
"Apa yang mba takutkan?"
"Aku takut kenyataan tidak sesuai dengan harapan ku."
"Insyaallah gak mba,mas Zahfran pasti seneng banget bisa bertemu sama mba Shafiah."
"Bagaiman dengam mu Azky?"
"Maksud mba?"
"Bagaimana perasaan mu terhadap mas Zahfran?"
Deg...pertanyaan Shafiah membuat Azky diam membeku.
Setelah melalui perjalanan selama 4 jam,akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai juga di tempat tujuan,yaitu pondok pesantren Nurul Hidayah. Tempat di mana Zahfran mondok.
"Shafiah..?" panggil Fatih yang sudah turun dari mobil,namun Shafiah masih melamun menatap gerbang pesantren yang sudah terbuka itu.
Masih tak mendapat jawaban,Fatih kembali memaggilnya. "Shafiah.."
Setelah beberapa kali namanya di panggil,baru ia tersadar. "ya mas." Jawabnya sambil menoleh menatap Fatih.
"Kami mau turun gak? atau mau diem di sini aja?" Tanya Fatih.
Tak lama setelah itu,terdengar suara Adzan bergema menandakan waktu shalat asar telah tiba.
"Udah asar mas,lebih baik kita shalat dulu sebelum masuk."
"Kita memang shalat dulu mba,dan mesjidnya ada di dalam pesantren.ayo kita turun." Kata Azky yang masih duduk di sebelah Shafiah.
Menaggapi ajakan Azky,Shafiah pun turun dari mobilnya dan mulai melangkahkan kakinya menuju gerbang utama pesantren.
Suara adzan yang masih menggema,mampu membuat hati Shafiah bergetar hebat tanpa sebab.
"Suara muadzinnya merdu banget Azky,sampai menyentuh ke hati." Kata Shafiah sambil berjalan masuk menuju halaman mesjid.
"Mungkin karna kita sedang berada di dalam pesantren mba,jadi terbawa suasana."
"Ya..kamu benar,suasana di pesantren sangat menenangkan,gak salah mas Zahfran memilih tinggal di sini."
"Ya mba."
Tak terasa mereka sudah berasa di depan meajid,Fatih berjalan menuju tempat wudhu laki-laki,lalu Shafiah dan Azky menuju tempat wudhu perempuan.
"Nanti kita bertemu di sini lagi ya." Kata Fatih sebelum mereka berpisah.
"Ya mas."
Mereka pun mengambil wudhu ti tempat yang sudah di sediakan oleh pesantren.
"Luruskan Saf." Ucap imam itu sebelum memulai shalat.
Mendengar suara imam itu membuat Shafiah terkejut. "***Astagfirullah..seperti suara mas Zahfran***." Batin Shafiah bergumam.
Sangking penasarannya,ia berjinjit sambil mendongakan kepalanya ingin melihat siapa orang yang menjadi imamnya. "Mana sih gak keliatan." Ucap Shafiah dengan suara pelannya.
"Mba..nyariin apa?" Tanya Azky pada Shafiah yang terus mendongakan kepalanya ingin melihat siapa yang menjadi imamnya.
__ADS_1
"Aku pengen liat imamnya."
"Istigfar mba,,bukan muhrim,shaf di depan semua laki-laki.kita sedang ada di dalam mesjid." Azky mencoba mengingatkan.
Seketika kaki Shafiah berhenti berjinjit, "Astahfirullah..apa yag aku lakukan.?" Ia kembali menundukan pandangannya sambil mengucap istigfar. "Astagfitullah..Astagfitullah.."
Setelah itu terdengar imam mengucap takbir. "Allahhuakbar."
"Ayo mba,sudah takbir."
Shalat Asar pun berlangsung sangat khusyuk hingga terdengar salam dari Imam dan Shalat Ashar pun selesai di laksanakan.
Shafiah dan Azky saling bersalaman satu sama lain dengan jamaah perempuan lainnya.seperti biasa,setelah Shalat fardu,mereka selalu membacakan ayat kursi yang tak pernah tertinggal satu waktu pun.
Selesai membacakan aya kursi dan beberapa doa yang di panjatkan,mereka melipat kembali sejadah dan mukenanya lalu menyimpan kembali ke dalam lemari yang sudah di sediakan oleh pengelola pesantren.
"Sudah selesai mba?" Tanya Azky yang sudah selsai melipat sejadah dan mukenanya.
"Sudah. Ayo kita ke tempat yag tadi,mungkin mas Fatih sudah menunggu kita."
"Ya mba."
Saat berjalan ke luar dari mesjid,Azky di buat penasaran dengan pria yang datang bersama Shafiah,lalu ia bertanya. "Mba..boleh tanya?" Tanya Azky sambil berjalan.
"Boleh,mau tanya apa?"
"mmmm....itu..pria yang datang dengan mba shafiah siapa?" Tanyanya.
"Ohh..itu sepupu mas Zahfran,kebetulan dia ada kerjaan di jakarta,sekalian deh bantu aku buat cari mas Zahfran."
"Ko Alhamdulillah?" Shafiah menatap wajah Azky.
"Takutnya mba punya hubungan spesial sama dia."
"Gak lah,aku ka masih istrinya mas Zahfran,mana mungkin aku punya something sama pria lain." Kata Shafiah sambil berjalan menghampiri Fatih yang sedang menunggunya berdiri di dekat pohon samping mesjid.
"Wahai para wanita calon penghuni surga... Kenapa jalan aja lama banget.?" Fatih menggelengkan kepalanya.
"Maaf mas,kita keasikan ngobrol." Saut Shafiah sambil tersenyum.
"Sudah kodratnya perempuan,suka ngobrol,awas..nanti gibah lagi."
Para wanita itu pun tersenyum.
"Ayo mba,kita ke kantor,kita temuin dulu ustad husen." Kata Azky.
"Ayo."
Mereka bertiga pun berjalan menyusuri lorong menuju kantor melewati beberapa santri yang sedang asik mengobrol.
Terdengar samar percakapan para santriwati itu dengan santriwati lainnya yang sedang membicarakan ustad idola mereka.
"Ustad Azam masih bertahan di ranking pertama." kata santriwati itu sangat bangga.
"Belum ada yang mengalahkannya?"
Sejenak santriwati itu berfikir. "Mmm..sejauh ini belum ada."
__ADS_1
"Biar usianya jauh dari kita,ustad Azam itu gantengnya gak ketulungan."
"Lucu ya obrolan mereka." Kata Shafiah pada Azky.
"Sudah kodrat perempuan mengagumi laki-laki tampan secara terang-terangan mba.he..he..he.." Shafiah dan Azky pun tertawa bersama sambil berjalan.
Setelah mereka melewati para santriwati itu,tiba-tiba seseorang menghampiri mereka. "Assalamualaikum." Ucap salam dari salah satu ustad di sana.
"Waalaikumsalam." Saut Shafiah,Azky,Fatih secara bersamaan.
"Ada yang bisa saya bantu?" Kata Ustad itu.
Fatih melangkah maju mendekat pada ustad tersebut. "kita mau ke kantor,ustad."
"Maaf,ingin menemui siapa?"
"Kita mau menemui ustad Husen."
"oh..itu saya sendiri,ada keperluan apa ya?"
"Kita mau bertemu dengan salah satu santri di sini yang bernama Zahfran."
"Zahfran?" Tanyanya terheran.
"Ya..Zahfran malique."
"Zahfran malique...? sepertinya tidak ada santri yang bernama Zahfran malique. Kalau boleh tau usianya berapa?"
"Sha..berapa usia suami mu?" Tanya Fatih pada Shafiah.
"43 tahun." Jawab Shafiah.
"43 tahun? kalau usia segitu,mungkin ustad Azam lebih tau. Coba saya tanya ustad Azam ya."
Kebetulan ada salah satu santri melintasi mereka. "ustad Raihan." panggil ustad Husen.
"Ya ustad."
"Liat ustad Azam?"
"Ustad Azam ada di belakang sedang mengajar."
"Tolong panggil ke kantor ya,bilang saya mau bertemu."
"Baik ustad."
Segera ustad Raihan menemui ustad Azam di aula belakang.
Sedang Fatih,Shafiah dan Azky menunggu kedatangan ustad Azam di dalam kantor.
~
~
~
Perubahan apa yang terjadi pada seorang Zahfran Malique?
Bagaimana nasib ruamah tangga mereka yang sama-sama pernah hidup terpisah selama bertahun-tahun?
Stau terus ya.
like dan komen sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah memberikan Vote untuk Author yang masih amatir ini 🤗🤗🙏🙏😘