Dia Maduku

Dia Maduku
Maaf


__ADS_3

Happy reading:


"Bunda.." Sangat lirih Abiyu memanggil sang bunda dari kejauhan,sedangkan Kisya masih berdiri di belakang punggung suaminya. Wajahnya menunduk,ia tidak memiliki keberanian untuk menatap wajah mertuanya yang saat ini sedang di selimuti rasa amarah


Masih berdiri,seolah kakinya terkunci di sana,terkunci oleh tasa takut,terkunci oleh rasa bersalah. Kalau bukan Kisya yang mendorong tubuh itu,sampai besok pun Abiyu tidak akan beranjak dari tempatnya.


Ia mendekat,lalu. "Plak...." satu tamparan keras mendarat sempurna di pipi sang anak. "Bunda.." pipinya terasa perih,ini kali pertama ia mendapat tamparan dari sang bunda.


"Sudah bunda ingatkan saat itu Aby... jangan pergi ke pesta itu,kenapa kamu tetap pergi..?" Setengah berteriak ia mengatakannya.


Semua terheran melihat amarah Shafiah. Diam... hanya itu yang bisa mereka lakukan.


"Aku gak tau akan terjadi hal seperti itu." Abiyu mulai meneteskan air mata.


"Semua gak ada yang tau,tapi setidaknya kita bisa mencegahnya Aby.. Kalau kamu saat itu tidak pergi,kejadian seperti ini gak akan pernah terjadi."


"Maafin aku bunda." Ia menumpahkan tangisnya di kaki sang bunda.


Melihat pemandangan di depannya,mampu membuat air mata Kisya megalir begitu saja,ia tidak tega saat Shafiah memukul bahu Abiyu sampai beberapa kali.


Ia memberanikan diri membela suaminya,ia memeluk tubuh Abiyu dari belakang. "Tante..jangan lakuka itu." Hikss...hikss... Kisya menangis sejadi-jadinya,berusaha membela.


"Dia pantas mendapatkannya."


"Jangan tante..aku mohon." Tak heti-hentinya ia membela Abiyu di hadapan semua orang.


Zahfran tidak bisa tinggal diam saat Shafiah kembali menangis terisak-isak. "Aakkhh...kenapa kamu tidak meuruti perkataan bunda." Masih memukul.


Zahfran membawa tubuh Shafiah ke dalam pelukannya seraya menenangkan. "Sudah sayang,dia putra kita."


"Lepasin aku mas." Hikss..hikss...


"Maafka putra kita sayang,dia sudah bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan."


"Karna kamu semua orang harus berbohong,karna kamu bunda hampir kehilangan putri bunda."


"Maafin Aby bunda..." Masih di kaki sang bunda,dan masih memeluk kaki itu.


"Tante..maafkan Abiyu,maafin kita." Timpal Kisya dengan menatap sendu.


"Kenapa kamu keras kepala Aby..?" Shafiah tidak berhenti melontarkan omelan pada putranya.


"Udah sayang,kamu memukul putra mu sampai mati pun,tidak akan merubah kenyataan."


"Ini juga kesalahan kamu mas."


"Iya..iya..ini kesalahan aku,aku minta maaf." Saut Zahfran terus berusaha menenangkan.


"Maafin Kisya tante,Kisya..."


"Tante yang seharusnya minta maaf nak,karna putra tante,kamu harus menikah di usia muda."


"Nggak tante,Jangan minta maaf,ini kesalahan kita berdua." Kisya menangkup tangan Shafiah dengan kedua tangannya.


Ia menangis memeluk Kisya,ia merasa bersalah,karna ulah putranya,ia harus mengakhiri masa remajanya,bahkan usianya masih sangat muda,16 tahun,sedangkan Abiyu berusia 17 tahun,hanya terpaut usia satu tahun.


Pernikahan seusianya,sangat rawan dengan masalah,karna di usia segitu,masih memikirkan ego masing-masing,dan semoga saja Abiyu dan Kisya bisa menjalankan pernikahan ini dengan matang. Itu lah doa yang Shafiah panjatkan untuk kebahagiaan keluarga kecil putranya.

__ADS_1


"Apa Aby memperlakuakan kamu dengan baik?"Shafiah bertanya setelah melepaskan pelukannya,lalu membawa Kisya duduk di sebelahnya.


Kisya mengangguk. "Iya tante."


"Syukur lah.. Mulai sekarang,jangan panggil aku tante,panggil aku seperti Abiyu memanggil ku."


"Bunda?"


Shafiah mengangguk senyum.


"Biklah bunda." Ucap Kisya malu-malu.


Zahfran mendekat lalu membawa putranya keluar dari ruangan. "Biarin,bunda kamu masih kesal." Ucapnya yang terus melangkah membawa Abiyu keluar.


Sementara di sana,Azky,Fatih,bu Melisa,pak herlambang dan yang lainnya,hanya bisa diam menatap senyum itu dari kejauhan.


Butuh waktu untuk memaafkan kesalahan mereka,Shafiah hanyalah orang biasa,dengan segala keterbatasannya,tidak mudah bagi dia melupakan kejadian saat itu,tapi... bagaimanapun mereka adalah keluarga,dan berusaha untuk tidak keraskepala Shafiah pun memaafkannya setelah beberapa hari ke depan.


Dua bulan berlalu,Shafiah dengan warga baru yang di beri nama Audia chariz malique sudah berada di rumahnya,kebahagiaan yang terpancar sudah tidak mampu lagi di utarakan dengan kata-kata,yang pasti judulnya BAHAGIA.


"Sayang... Kamu lupa ya?" Suara Zahfran terdengar di belakangnya saat Shafiah tengah asik mengajak Audi bercanda di atas balok kamar.


Ia menoleh ke belakang,masih menggendong putrinya. "Maaf mas,aku malah keasikan."


"Putri ayah..sini nak,gendong ayah ya,bunda siapin sarapan dulu." Zahfran mengambil alih putrinya dari sang bunda,lalu mereka turun ke lantai menuju ruang makan.


Aroma masakan sudah tercium dari radius 10 kilo meter,masih menuruni anak tangga,semakin mendekat,aroma masakan itu beruba harumnya menjadi bau gosong. "Bau gosong ya mas?" Taya Shafiah yang jalan di belakang.


"Iya,siapa yang masak? jangan-jangan kamu kelupaan lagi?" Sekilas ia menoleh ke belakang,dan Shafiah menggelengkan kepalanya.


"Aku kan dari tadi di dalem."


"Jangn dulu masuk sayang.."


"Kenapu?" Bingung.


Zahfran membawa sang istri menjauh dari area terlarang sementara. "Aduh...mas kenapa? kenapa aku di bawa ke sini?" (Yang di maksud adalah ruang keluarga.)


"Jangan dulu ke dapur sayang." Wajah Zahfran berubah panik,beruntung bayi yang sedang ia gendong tidak ikut panik,tetap tidur dalam pangkuan sang ayah.


"Kenapa sih mas?" Tanya Shafiah masih bingung.


"Putra kita.."


"Putra kita kenapa?"


"Keterlaluan..."


"Keterlaluan kenapa? jangan di potong-potong dong mas ngomongnya." Jengkel.


"Bau gosong itu.. berasal dari dapur sayang."


"Iya aku tau,bau gosong jelas dari dapur lah,masa dari dalam kamar."


"Maksudnya.. Kisya..."


"Kisya yang masak?"

__ADS_1


"Iya.. dan Abiyu mejadi penyebabnya."


"Ko bisa?"


"Aduh..kamu itu gak faham ya?"


"Lagian mas ngomongnya kepotong-potong sih."


"Maksud ku,Abiyu yang mengganggu Kisya masak,kamu tau apa yang mereka lakuin di dapur tadi?"


Shafiah menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Mereka lagi beradegan panas di dapur,ini pasti Abiyu yang jadi pengganggu."


"Biarin..udah halal ini." Saut Shafiah sedikit tertawa.


"Halal sih halal,tapi gak di dapur juga kali."


"Mas... itu kan kelakuan kamu,gak tau tempat,kalau lagi mau,di manapun jadi." Ia mencoba mengingatkan kelakuan aslinya,ya..seperti putranya ini.


"Looh...gak ikhlas?"


"Buka gak ikhlas,cuma kamu jangan aneh aja kalau kelakuan Abiyu kayak gitu,dari mana lagi kalau bukan dari atasnya."


Zahfran menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. "Iya ya.." he..he.. cengengesan. "Mendingan mereka suruh pindah rumah aja sayang. Kita beliin mereka rumah. Biar puas tuh mau maen di mana juga." Saut Zahfran masih meggendong putrinya.


"Untuk sekarang jangan dulu,pernikahan mereka kan masih di sembunyikan dari sekolah. Lagian Kisya nginep di sini juga jarang-jarang ko."


"Iya sih... Terus sekarang gimana? aku mau berangkat kerja nih."


"Sarapan di kantor ya."


"Hhmm...ya udah deh."


Dunia serasa milik berdua.. pidah lapak dong,ayah mu mau makan Aby..


Setelah sekian lama Kisya baru sadar kalau masakannya gosong. "Yah..gosong kan?" Kisya menatap masakan yang sudah menghitam di atas wajan.


Abiyu tidak perduli,ia masih memeluk kisya dari belakang,menelusupkan tangannya masuk ke dalam baju seragam sang istri,karna hari ini sebetulnya mereka juga harus sekolah.


"Aby..lepaaas.. nanti ada yang liat kita."


Kemana aja? udah dari tadi kali... gara-gara kekonyolan Abiyu,Zahfran akhirnya sarapan di kantor,dan Shafiah kembali masuk ke dalam memandikan Baby Audy.



Kediaman Azky



Baca juga karya terbaru Author ya * Scandal cinta om Arga * 🙏👍


Stay terus,jangan lupa jejaknya.


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


Jangan lupa untuk Follow ya,supaya bisa mendapatkan notifikasi langsung tentang up date terbarunya.💋🙏


__ADS_2