Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 82


__ADS_3

"Selamat sore.." Ucap pak Herlambang yang masih berdiri di depan pintu karna belum ada yang mempersilahkannya untuk masuk.


Wajar saja,mereka masih terkejut dengan kehadiran pak Herlambang yang tiba-tiba datang ke ruamahsakit.


Pak Herlambang melangkah masuk "Tidak ada yang mempersilahkan saya untuk duduk?" Tanyanya sambil menatap ke semua orang.


Di sini hanya Rafa yang berusaha bersikap biasa saja. "Silahkan duduk pak." Ucapnya seramah mungkin ia pun bangkit dari duduknya..


Pak Herlambang melangkah maju sambil menatap wajah Azky. "Ini kali pertamanya aku bertemu dengan mu Azky." Gumam pak Herlambang sambil duduk di atas sofa dan menyilangkan kakinya.


Fatih merasa gelisah,memang bukan tanpa alasan kenapa ia bisa datang ke Indonesia bersama pak Herlambang kalau bukan karna masalah perusahaan Fatih yang sedang bermasalah.


"Kenapa Fatih?memangnya om gak boleh datang ya?" Tanya pak Herlambang dengan wajah datarnya.


"Oh..Gak apa-apa om."


"Papah mu sudah menanyakan perkembangan perusahaan mu,kapan kita akan mulai membereskannya Fatih?"


"Nanti ya om,mungkin besok kita akan mulai mengurusya." Saut Fatih.


"Baiklah,om akan tunggu sampai urusan mu selesai,tapi jangan lama-lama ya,karna papah mu meminta bantuan om untuk kenyelesaikan masalah ini."


Fatih mengangguk. "Baik om."


Azky masih diam ketakutan,ini pertama kalinya ia melihat wajah mantan mertuanya dari jarak yang sangat dekat.


Tubuhnya gemetar,apa lagi saat pak Herlambang menatap wajahnya,mungkin tatapannya biasa saja,tapi entahlah,Azky masih saja ketakutan.


Dewi kembali duduk di samping Azky,tapi kali ini Dewi duduk di tepian ranjang sambil memegang tangannya. "Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Dewi yang sangat tau kegugupan Azky saat ini.


Azky mengangguk. "Aku..aku baik mba." Jawabnya terbata setengah berbisik.


Masih banyak pertanyaan yang ingin pak Herlambang tanyakan pada Rafa,dan Fatih tapi sepertinya ia tidak akan mempertanyaakannya saat ini,ia tahu ini bukan momen yang tepat.


Tujuannya saat ini hanya ingin melihat kedua cucu kembarnya yang masih takut melihat dirinya.


Pak Herlambang menatap wajah-wajah mereka dengan tersenyum,namun si kembar enggan untuk membalas senyumnya. "Kenapa gak mau senyum?" Ucap pak Herlambang sambil mendekatkan wajahnya pada Si kembar yang duduk di atas pangkuan Fatih.


Aisyah san Asiyah menggelengkan kepala.


"Ini kakek,kakek kalian,masa gak mau senyum sama kakek?" Bujuk pak Herlambang sambil mengusap pipi mereka selembut mungkin.


Deg..


Azky sangat terkejut saat pak Herlambang mengatakan kalau ia kakek dari anak-anaknya. "Dari mana dia tau kalau putri ku adalah cucunya." Batin Azky.


Azky mendongakan kepalaya menatap Dewi yang seolah meminta jawaban dari nya. "Mba gak tau apa-apa." Ucapnya sambil menaikan kedua bahunya.


Di sela perbincangan pak Herlambang dengan cucu kembarnya,Rafa menghampiri Azky yang sedang kebingungan setengah mati,dan mulai menjelaskannya. "Kemarin pak Herlambang mengantarkan Shafiah ke rumah,dan Shafiah mengenalkan si kembar dengan pak Herlambang." Ucapnya pelan,namun masih terdengar oleh Azky.

__ADS_1


"Kenapa mba Shafiah melakukan itu mas?"


"Shafiah tidak ingin ada kebohongan,bagai manapun pak Herlambang adalah kakeknya,dan si kembar adalah cucunya."


"Aku takut mba" Azky semakin mengeratkan tangannya memegang tangan Dewi.


"Gak apa-apa Azky,sepertinya pak Herlambang datang secara baik-baik." Dewi mencoba menenangkan kekhawatiran Azky.


Entah apa yang pak Herlambang katakan pada cucu kembarnya,sampai-sampai mereka memberika senyum manis pada kakaknya. "Mau ikut dengan kakek?"


Sontak pertanyaan seperti itu membuat semua orang terkejut hingga Fatih pun sedikit menjauhkan posisi duduknya dari pak Herlambang.


"Loh..apa ini?kenapa kamu malah menjauhkan aku dari mereka?" Tanya pak Herlambang.


"Maksud om apa mengajak mereka ikut dengan om?"


Pak Herlambang menatap kepanikan semua orang yang ada di sana. "Ada apa dengan kalian? Aku hanya ingin mengajak mereka membeli es cream di minimarket. Tidak boleh?"


"Om yakin hanya ingin mengajak mereka membeli makanan di minimarket?" Tanya Fatih.


"Lalu kamu fikir om mau apa Fatih? Menculiknya?" Ha..ha..dia tersenyum kecil melihat kepanikan semua orang yang ada di sana.


"Aku mau pergi dengan kakek,aku mau es cream,aku mau mainan juga." Ucap Aisyah dan Asiyah bersamaan sambil berdiri di atas sofa menghadap pak Herlambang.


"Baiklah cucu ku." Ucap pak Herlambang sambil mencubit gemas pipi cuby mereka.


"Kalian lihat? mereka sangat antusias kan untuk pergi membeli es cream dengan ku.? Om janji,hanya membelikan mereka es cream,setelah itu om akan kembalikan mereka pada kalian."


Fatih kembali menatap pak Herlambang. "Baiklah,tapi aku ikut dengan om?"


Pak Herlambang kembali tersenyum kecil. "Fatih..kamu itu lucu,kamu fikir aku tidak bisa menjaga mereka?" Sempat menjeda ucapannya. "Tapi baiklah,kamu boleh ikut."


Rasa takut masih menyelimuti hati Azky,tapi karna Fatih ikut dengan pak Herlambang,cukup membuat Azky sedikit tenang dan membiarkan mereka keluar membawa Aisyah dan Asiyah berbelanja.


Fatih mengikuti langkah pak Herlambang dari belakang,cukup aneh memang melihat si kembar mudah akrab dengannya.


Hanya dengan iming-iming es cream saja pak Herlambang mampu membuat cucu kembarnya mau di gendong olehnya.


"Kalian mau beli apa lagi?" tanya pak Herlambang sambil berjongkok di depan mereka.


"Mau masuk ke sana kakek." Aisyah menunjukan jarinya ke suatu wahana bermain anak-anak.


"Boleh..ayo kita kesana."


"Tapi om,apa nanti kita gak kemaleman?" Tanya Fatih.


"Mereka yang mau ko,lagian ini kan baru jam..." pak Herlambang melirik jam di tangannya. "baru jam 8,kasih mereka waktu untuk bersenang-senang sebentar lagi."


Fatih mengangguk. "Baiklah."

__ADS_1


Tak lama ia mendapat pesan dari Azky menanyakan anak-anaknya. "Mas,bagaimana anak-anak?"


"Kita lagi di wahana bermain."


"Pak Herlambang tidak berbuat yang aneh-aneh kan mas?"


"Tidak,sekarang anak-anak malah semakin akrab dengan kakeknya."


"Alhamdulillah. Terimakasi ya mas."


"Berapa usia mereka Fatih?" Tanya pak Herlambang tanpa mengalihkan pandangannya dari cucu kembarnya yang sedang asik bermain.


Karna Fatih sibuk membalas pesan dari Azky sampai-sampai ia tidak mendengar pertanyaan pak Herlambang.


"Fatih.." Kembali pak Herlambang memanggilnya.


"Iya Om." Terkejut,ia langsung menyimpan ponselnya ke atas meja.


"Berapa usia cucu kembar ku?"


"5 tahun Om."


Pak Herlambang menyeruput kopi sambil menatap wajah Fatih. Tanpa mengalihkan pandangannya ia menyimpan kembali cangkirnya di atas meja. "Bagaimana kamu bisa menyembunyikannya dari ku selama lima tahun ini?"


"Maksud Om?" Tanya Fatih sambil mengernyitkan dahinya.


"Cucu-cucu ku,kenapa kamu menyembunyikannya dari ku? kamu membuat aku menjadi seorang kakek yang kejam,yang membiarkana cucu nya hidup menderita." Tegas pak Herlambang.


"Om sangat membenci Azky. Bagaimana aku bisa memberitahu Om."


"Aku tidak pernah membenci siapapun Fatih,aku hanya ingin kebahagiaan Shafiah."


"Tapi apa dia bahagia sekarang?"


Pak Herlambang terdiam sambil menatap ke depan.


"Coba saja dulu Om membiarkan Zahfran berpoligami,kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi Om,karna saat itu Shafiah sudah tulus menerima Azky sebagai madunya."


"Fatih..." Kali ini pak Herlambang betul-betul berteriak,kesal karna ia terus menyalahkannya.


"Kenapa? apa aku salah bicara?"




Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘

__ADS_1



Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏


__ADS_2