Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 31 (kenikmatan surga dunia yang sebenarnya)


__ADS_3

Bukannya menjawab,Zahfran malah mencium bibir Azky dan melu*atnya.Azky yang mendapat serangan secara tiba-tiba,hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya puas menc*um bibirnya.


Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kemesraan mereka dari lantai atas. siapa lagi kalau buka Shafiah.


Rasa cemburu selalu ada,tapi itu hanyalah rasa,segera ia menepis perasaan itu dan lebih memilih masuk ke dalam kamar dan memilih untuk kembali tidur.


Di bawah.


Setelah puasa menci*m bibir Azky,Zahfran menyeka bibir itu dengan jarinya dan memberi sentuhan lembut di pipinya.


"Mas mau tanya boleh?" Zahfran menatap wajah Azky sangat dekat.


Azky mengangguk sebagai jawaban.


"Apa kamu merasa cemburu saat melihat mas dengan Shafiah?"


Deg,..pertanyaan dari suaminya mampu membuat dirinya membeku. "ya,aku sangat cemburu,aku marah,terkadang sisi keegoisan ku muncul saat aku cemburu. Dan aku tau itu bodoh,dan yang berhak cemburu seperti itu adalah mba Shafiah,bukan aku. aku tidak punya hak..hikss..hikss..." Batin Azky menjerit,menangis.


"Azky,katakan pada ku."


"Aah..ya mas." Tersadar dari lamunan.


"Tidak mas." Azky menggelengkan kepala. "aku tidak punya hak untuk itu.dan kalaupun itu muncul,aku pasti akan langsung menepisnya." Ucapnya sambil tersenyum.


"Bagus Azky,jangan mencintai ku,karna aku sedang mempertimbangkan hubungan kita,aku memikirkan masa depan mu,kamu masih muda,itu lah alasannya aku belum meminta hak ku pada mu,karna aku rasa kamu akan memberikan itu semua saat ini.Ya Allah...aku terjebak dalam hawa nafsu syeton..sekarang aku sendiri yang kebingungan. " Zahfran menundukan kepalanya di hadapan Azky.


Melihat sikap Suaminya yang aneh,Azky langsung memeluk tubuh Zahfran dan menepuk-nepuk pundaknya. "Aku tidak tau apa yang ada di dalam fikiran mu mas sampai kamu tidak bisa tidur seperti ini. Minta lah petunjuk sama Allah kalau mas merasa gundah."


Zahfran membalas pelukan Azky,ia mengeratkan pelukannya. "maafkan mas sayang,mas pernah menyakiti mu,mas pernah berbuat kasar pada mu."


"Sudah lah mas,itu kan sudah berlalu. Sebaiknya kita lupakan itu."


Zahfran melepas pelukannya berganti memegang kedua tangan Azky. "Besok mas antar kamu ke apartmen ya."


"Ya mas." ucapnya sambil tersenyum.


Zahfran memberi sentuhan lembut di pipi Azky. "Sekarang tidurlah,sudah malam."


"Ya mas,mas juga jangan ngelamun di sini,nanti mba Shafiah bangun nyariin loh."


"Ya,ini juga mas mau masuk lagi.kamu juga tidur ya"


Azky beranjak dari sofa lalu pergi kembali ke kamarnya.


Begitupun dengan Zahfran,ia juga kembali ke kamarnya,membaringkan diri di samping Shafiah,dan memeluknya dari belakang. " Mas dari mana?" Tanya Shafiah tanpa merubah posisi tidurnya.


"Mas habis minum sayang."


Shafiah memutar tubuhnya menghadap suaminya,menelusupkan wajahnya di atas dadanya yang bidang sambil memeluknya.


Sebelum tidur Zahfran mencium puncak rambut Shafiah dan memberika belaian di kepalannya. "Tidur lah."


Akhirnya mereka pun tidur dengan sangat pulas sampai berkumandangnya adzan subuh,barulah mereka terbangun untuk melaksanakan shalat subuh.



"Bram..kamu di mana?" Tanya Zahfran pada Bram dalam sambugan telfon.



"Saya sudah di depan rumah tuan."



"Ya,sebentar lagi aku turun." Zahfran mematikan telfonnya.



Setelah itu ia keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan bersama. "Eeuumm...aromanya enak banget nih kayaknya." Zahfran meletakan tas kerjanya di kursi sebelah kirinya.lalu ia pun duduk di kursi yang biasa ia duduki.



Semua hidangan yang tersaji kali ini mereka berdua lah yang menyiapkannya.setelah selesai sarapan,Zahfran berangkat ke kantor bersama Bram.


__ADS_1


Shafiah dan Azky mengantar Zahfran sampai pintu utama.secara bergantian mereka mencium punggung tangan Zahfran.lalu ia mencium puncak rambut Shafiah lalu Azky. "Mas berangkat dulu ya


Assalamualaikum.."



"Waalaikumsalam." jawabnya bersamaan.



"Oh..ya Azky.."



"Ya mas." Azky menghampiri Zahfran yang sudah duduk di dalam mobil.



"Kamu siap-siap,nanti sore mas antar kamu ke apartemen."



"Ya mas."



"Ayo Bram,kita jalan." Titahnya pada Bram.



"Baik tuan.." Bram pun segera menyalakan mesin mobil perlahan menginjak pedal gas dan membawa mobil itu dalam kecepatan sedang menuju kantor tuannya.



Pukul 16.00


Zahfran pulang lebih cepat dari biasanya.karna sore ini dia harus mengantar Azky kembali ke apartemen.


pukul 17.00


Zahfran duduk di ruang tamu di temani oleh Shafiah sambil menunggu Azky mengambil kopernya.


"Ya..mas antar Azky dulu ya sayang."


"Ya mas." ucap Shafiah sambil mencium punggung tangan suaminya. "Hati-hati."


"Assalamualaikm."


"Waalaikumsalam."


Zahfran melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen yang di tempati oleh Azky.



Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 20.00.tidak banyak hal yang mereka lakukan selama 3 jam kebelakang.



Azky dan Zahfran sedang duduk berdua di atas sofa menyaksikan acara televisi sambil menikmati beberapa cemilan yang mereka beli saat menuju apartemen.



Tak lama setelah itu,Zahfran mendapat pesan dari Shafiah yang berisi. "Malam ini mas mau tidur di mana?"



Zahfran nampak bengong sebelum membalas pesan dari istri pertamanya itu.



Melihat raut wajah suaminya yang terlihat binggung,membuat Azky penasaran lalu ia bertanya. "Mas kenapa?"



"Shafiah menanyakan kapan mas pulang."

__ADS_1



"Sudah di jawab?"



"Belum,nanti aja."



Mereka kembali terdiam menyaksilan acara televisi.



Waktu menunjukan pukul 21.00.



Saat Zahfran kembali mengenakan jasnya,tiba-tiba Azky memeluknya dari belakang membuat Zahfran terkejut. "Kenapa?" tanyanya sambil mengelus tangan Azky yang melingkar di pinggangnya.



"Tidak bisakah mas bermalam di sini bersama ku?" Ucapnya terdengar sangat lirih.



"***Azky,,aku sedang berusaha menghindari mu,aku tidak ingin merusak masa depan mu***." Batin Zahfran bergumam ia memejamkan matanya mencoba mempertahankan pertahananya untuk tidak menodai kesuciannya.



"Aku yang menginginkannya mas,penuhi keinginan ku,sempurnakan pernikahan kita." Dengan susah payah ia mengatakan semua itu,ia bahkan tidak memikirkan lagi harga dirinya,yang ia inginkan adalah menyempurnakan pernikahannya.



Zahfran berbalik menghadap istri keduanya ia melihat ada air mata yang mengalir di sudut matanya. "***Maafkan aku shafiah,aku tidak mungkin meninggalkan dia dalam keadaan seperti ini,aku tau bukan hal yang mudah bagi Azky mengatakan keinginannya untuk menyempurnakan pernikahannya***."



Azky mendongakan kepalanya menatap wajah Zahfran sangat dekat,lalu mencium bibirnya,ia menautkan kedua tangannya ke atas pundak Zahfran.



Tanpa melepaskan ci\*manya,Zahfran mengangkat tubuh Azky dan membawanya masuk ke dalam kamar.



Dengan sangat hati-hati ia meletakan tubuh Azky ke atas ranjang dengan nafas terengah-engah.



Bibir Zahfran mulai menelusuri telinga dan leher Azky lalu memberikan kecupan lembut seolah mengutarakan semua hasratnya.



Azky memejamkan matanya merasakan kenikmatan dari setiap sentuhan yang di berikan oleh Zahfran.



Ia menggigit bibir bawahnya saat tangan Zahfran dengan sangat lihai berada di area sensitif kewanitaannya.



Desahan yang keluar dari mulut Azky membuat Zahfran semakin menggila.Zahfran mengatakan sesuatu sebelum melakukan penyatuan. "Mungkin ini akan sedikit sakit,tapi aku akan melakukannya dengan sangat lembut." Azky tersenyum mengangguk menandakan kalau ia sudah betul-betul siap,hingga penyatuan itu akhirnya terjadi malam ini.



Pesan masuk sebelum melakukan malam pertama:


Shafiah : Mas,pulang gak?


Zahfran : Belum tau.


Shafiah : Kalau pulang,aku akan menunggu mu.


satu jam kemudian Zahfran baru membalas pesan Shafiah.

__ADS_1


Zahfran : Jangan menunggu mas pulang sayang,mas akan bermalam di apartemen.selamat malam sayang,tidur lah yang nyenyak.


Itu lah pesan yang ia kirim untuk Shafiah.


__ADS_2