
"Pah..tidak pah.." Zahfran bangkit menghampiri pak Herlambang memohon untuk tidak memisahkan dirinya dengan anak dan istrinya."jangan pisahkan aku dari mereka pah,mereka sumber kehidupan ku.aku tidak akan mampu berpisah dari mereka pah." Zahfran terus memohon bahkan sampai bersimpuh di kaki pak Herlambang.
"Itu hukuman untuk mu Zahfran. Sebelum kamu menceraikan wanita itu,jangan harap kamu bisa bertemu anak dan istri mu." Tegas pak Herlambang.
"Pah..papah yakin dengan keputusan papah?" Tanya bu Melisa sambil memegang lengan pak Herlambang.
"Aku yakin mah. Tidak ada yang bisa merubah keputusan ku."
Tak lama Bu Ira datang membawa 2 koper besar milik Abiyu dan Zahfran. "Tuan,semuanya sudah siap."
"Cepat bawa ke mobil."
"Pah..tidak pah..tunggu pah,kita bicarakan baik-baik." Zahfran mengekor mengikuti langkah pak Herlambang yang sedang menggendong Abiyu.
"Kamu tau bagaimana tanggung jawab papah terhadap Shafiah,papah berjanji kepada keluarganya akan membahagiakannya.papah sampai memohon-mohon pada orang tuanya untuk menikahkan kamu dengan Shafiah,tapi kamu malah membuat hidupnya menderita seperti di dalam neraka." Diam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.
"Cepat ambil keputusan,wanita itu,atau Shafiah.kalau kamu memilih wanita itu,maka lepaskan Shafiah,dan biarkan dia bahagia dengan pria lain. Kalau kamu memilih Shafiah,maka cepat lepaskan wanita itu. Mengerti?"
"Aku tidak bisa memilih pah,aku gak mungkin menceraikan Azky yang masadepannya sudah aku renggut.."
"Terserah pada mu,yang pasti untuk saat ini papah akan membawa Shafiah dan Abiyu pergi dari negara ini.
"Cepat bawa masuk semua koper itu." Teriak pak Herlambang pada Bram yang masih saja memegang koper milik Shafiah. "Tuan,cepat memohon,lakukan apapun untuk mencegah pak Herlambang membawa anak dan istri mu." Batin Bram penuh harap.
"Bram.." pak Herlambang kembali berteriak.
"Ba..baik tuan."
"Shafiah,kamu tidak akan meninggalkan aku kan? Tolong sayang.jangan tinggalkan aku."
Shafiah menatap suaminya penuh rasa iba.
"Pah.." Ia berjalan menghampiri pak Herlambang. "Aku ingin memberikan mas Zahfran kesempatan.aku ingin mendampinginya pah.."
"Tidak Shafiah,kalau kamu tetap di sini,dia tidak akan pernah menceraikan wanita itu. papah juga memberikan dia kesempatan ko,setelah dia menceraikan wanita itu,papah juga akan membiarkan kamu kembali sama dia."
"Tapi pah,aku gak mungkin ninggalin mas Zahfran."
"Shafiah..cepat masuk ke dalam mobil.bu Ira ajak Abiyu juga masuk ke dalam mobil." Titah pak Herlambang dengan tegasnya.
Shafiah kembali menghampiri suaminya. "Mas,tunggu lah,saat ini papah sedang emosi,aku akan membujuk papah untuk bisa menerima Azky."
"Kamu setuju dengaan keputusan papah?Dia akan menjauhkan kamu dari ku?" Zahfran menatap tap percaya.
"Aku akan membujuk papah mas,karna kalau aku memintanya sekarang,itu sangat mustahil.papah sedang emosi."
Zahfran langsung memeluk Shafiah dengan sangat erat. "Tidak sayang." Ucapnya sambil menggelengkan kepala. "Jangan tinggalkan aku,aku tidak bisa hidup tanpa mu."
"Ada Azky yang akan menjagamu mas.dia akan menemani hari-hari mu."
Zahfran langsung melepaskan pelukannya menatap Shafiah sangat lekat. "Sayang,katakan,apa kamu menginginkan aku menceraikan Azky?" Tanya Zahfran sambil menangkup pipi Shafiah dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ya..aku ingin kita seperti dulu mas,aku ingin memilikimu seutuhnya,aku tidak mau berbagi dengan wanita lain,tapi Azky sudah terlanjur berada di antara kita.dan dia juga yang menyadarkan kamu dari sifat kejam mu,aku tidak bisa pungkiri itu" semua itu hanya bisa ia utarakan di dalam hati.
"Sayang katakan,kalau kamu menginginkan aku menceraikan Azky,maka aku akan menceraikannya."
Shafiah menggelengkan kepalanya. "Tidak mas,jangan tingglkan dia,karna dia lah kamu bisa berubah menjadi suami yang baik,kamu mau melaksanakan shalat 5 waktu.Hal yang tak bisa ku rubah sejak dulu,tapi Azky mampu merubah mu menjadi suami yang taat kepada agama."
"Aku suami mu,ikuti perintah ku Shafiah."
"Mas,dia juga papah kamu,kamu ikuti dulu keinginan papah,aku akan membujuk papah untuk bisa menerima kita bertiga."
"Kamu janji akan kembali?" Ucapnya penuh harap.
"Ya mas,aku janji,tunggu lah aku."
Zahfran kembali memeluk Shafiah dan menumpahkan tangisnya dalam pelukan istrinya. "Cepatlah kembali sayang,aku akan menunggumu." Shafiah pun mengangguk.
"Shafiah..cepat.." panggil pak Herlambang dengan tegas.
Perlahan Shafiah melepaskan pelukannya..Wajahnya tertunduk ke bawah,tak lama ia mengangkat kepalanya dan langsung mencium punggung tangan suaminya. "Cup.. Assalamualaikum mas."
Zahfran tak kuasa menjawab salam Shafiah,karna setelah menjawab salam nya,ia pasti akan pergi. Tapi janji Shafiah yang mengatakan ia akan kembali,Zahfran mencoba menguatkan diri untuk menjawab salamnya. "Waalaikumsalam sayang." Ia pun. mencium kening Shafiah sangat lama. lalu membiarkan ia masuk ke dalam mobil bersama pak Herlambang.
Zahfran menghampiri Abiyu yang sudah duduk di jok penumpang. "Abiyu,jaga bunda ya.jangan biarkan bunda menangis."
"Ayah tidak ikut?" tanya Abiyu dengan polosnya.
"Nanti ayah menyusul sayang."
"Pak ujang cepat jalan." Tegas pak Herlambang kepada supirnya agar segera melajukan kendaraannya.
"Baik tuan." Segera ia menyalakan mobilnya,dan perlahan menginjak pedal gas lalu melajukan mobilnya,pelan,,,pelan.,,meninggalkan kediaman Zahfran.
Zahfran terus menatap mobil yang telah membawa dua orang yang sangat berharga dalam hidupnya,sampai mobil itu tidak terlihat,Zahfran tetap berdiri menatap ke depan. Semakin lama,tatapannya semakin kosong.
Bram yang berdiri di belakangnyapun merasa iba melihat Zahfran menderita seperti ini. "Kamu baru menyadarinya tuan,kalau istri mu itu sangat berharga."Seandainya kamu tidak di butakan hawa nafsu,kamu tidak akan mengalami ini tuan." Batin Bram menatap Zahfran dari belakang.
Sebelum pergi ke luar negri,Shafiah mengirimi kakaknya Rafael pesan yang berisi : "Aku pergi ke luar negri bersama merutuaku kak.
Melalui pesan itu ia menceritakan semuanya kenapa sampai ia harus pergi bersama mertuanya ke luar negri.
Rafael membalas pesan Shafiah. : "Tidak seharusnya kamu meninggalkan suami mu Sha,perintah suami lah yang harus kamu patuhi,kamu berdosa meninggalkan dia."
"Hanya sementara kak."
__ADS_1
"Kalau kamu pergi,kakak khawatir akan muncul masalah baru pada rumahtangga kalian."
"Doakan aku kak,supaya aku bisa membujuk mertuaku untuk dapat menerima istri kedua mas Zahfran."
"Kakak selalu mendoakan mu,kamu harus hati-hati di luar sana,kamu harus menjaga pergaulan mu,ingat,kamu masih seorang istri dari seseorang,akan banyak fitnah kalau kamu di luar tanpa mahrom."
"Ya kak,aku akan berusaha."
"Baiklah,jaga diri kamu baik-baik."
Pesan untuk Azky : "Azky,aku pergi,aku titip mas Zahfran pada mu,jaga dia baik-baik,jangan pernah meninggalkannya,jangan biarkan dia kesepian,aku akan membujuk keluarga mas Zahfran untuk menerima mu sebagai bagian dari keluarga kami.Setelah ini aku tidak bisa menghubungi mu.jaga mas Zahfran,jaga suami kita."
Saat mendapat pesan dar Shafiah, seketika tubuh Azky merosot lemas terduduk di lantai,ia menagis sejadi-jadinya sambil melipat kedua tangannya di atas dada sambil memeluk ponselnya. Hikss..hikss...! maafkan aku mba..."Lirihnya dengan tangis terisak-isak.
~
~
~
"Looh..papah gak jadi temenin aku?"
"Maaf nak,mendadak papah ada metting penting."
"Aku sendiri dong?"
"Papah sudah suruh Fatih untuk nemenin kamu."
"Mas Fatih?"
"Ya,mungkin sekarang dia sudah ada di luar,coba kamu lihat."
~
~
~
Ini lah bahaya wanita di luar rumah tanpa mahrom .banyak fitnah.kita lihat seberapa besar masalah yang akan mereka hadapi di depannya.
__ADS_1
jangan lupa komentar terbaik kalian para reader,akan seperti apa ke depannya.👍😘🤗