Dia Maduku

Dia Maduku
Extra bab 15


__ADS_3

Sebelum sampai ke tempat tujuan,Zahfran sempat menepikan mobilnya di rest area untuk berganti pakain,dan menyiapkan mas kawin yang belum sempat mereka rapihkan di rumah.


Begitu sampai di tempat tujuan,Abiyu sempat menolak untuk turun,ia ingin sekali membatalkan pernikahnnya. "Ayah..tolong lah,aku tidak mencintai Kisya." Memohon dengan melipat kedua tangannya.


"Kamu jangan gila,kita sudah sampai Aby.."


"Tapi aku tidak mencintainya ayah."


"Mencintainya atau tidak,kamu tetap harus menikahinya." Tegas Zahfran.


"Tapi ayah.."


"Aby.. Ayah mohon,bertanggungjawablah atas apa yang sudah kamu lakukan,dia itu seorang wanita nak,sama seperti bunda mu,kamu sudah merenggut kehormatannya,kalau bukan kamu yang bertanggungjawab,bagaimana masa depan gadis itu? Siapa yang akan menikahinya kalau tau dia sudah tidak perawan?" Dengan susah payah Zahfran harus kembali memberi pengertian padanya.


Perdebatan di antara mereka masih berlangsung,sampai ada seseorang yang mengetuk kaca jendela di sisi sebelah kemudi. "Ayah.. di luar ada ayahnya Kisya."


Zahfran berhenti berbicara lalu menghela nafas dalam sebelum ia membuka pintu mobil. "Ayah tidak mau ada perdebatan lagi. Ayo cepat turun.


Setelahnya,mereka pun turun seolah tidak terjadi apa-apa. "Assalamualikum."


"Waalaikumsalam." Mereka saling berjabat tangan.


"Saya fikir kalian tidak jadi datang." Ucapnya dengan senyum,pak Heru merasa tenang melihat Abiyu dan Zahfran benar-benar menepati janjinya.


Abiyu berjalan menghampiri sang ayah,dengan membawa mas kawin yang sudah terbungkus rapih,ia berdiri si samping ayahnya.


"Maaf,tadi ada sedikit masalah di jalan."


Yang menyebabkan mereka datang terlambat bukan hanya karna perdebatan di dalam mobil,tapi mereka harus mampir ke toko perhiasan guna memasan cincin yang Zahfran janjikan pada sang istri.


Flash back ON.


"Ini kotak cincin siapa mas?"


Seketika langkahnya terhenti. "Aby.. kamu gimana sih? Mana kotak cincinya?" Ucapnya pelan sebelum balik badan.


Ia meraba-raba saku celana dan jaketnya. "Tidak ada ayah."


"Kamu tuh.." Menggeram.


"Mas.." Shafiah melangkah menghampiri suami dan putranya. "Ini cincin siapa?" Kembali ia bertanya sambil membuka isi kotak itu.


"Itu buat kamu sayang.." Ucapnya spontan.


"Buat aku?" Ia mengernyitkan dahinya,lalu memasangkan cincin itu di jari manisnya. "Ko kecil sih mas?"


"Kecil?" "Alasan apa lagi ini..?" Batin Zahfran bergumam mencari alasan.


"Kamu beli cincin buat siapa mas? Ini ukuran wanita yang mana?" Semakin curiga.


"Oh iya sayang,petugasnya salah ngasih nih,biar aku kembaliin ya."


"Ko bisa salah sih?"


"Gak tau tuh,biar nanti aku omelin.


"Ya udh,ini cincin pernikahan loh mas,cepat kamu kembalikan,orangnya pasti nyari-nyari."

__ADS_1


"Ia sayang.." ia mengambil kotak cicin dari tangan sang istri lalu menyerahkan pada putranya.


Ini keterlaluan,ia merasa bersalah melihat kepolosan Shafiah yang dengan mudahnya memberikan kepercayaan padanya. Zahfran memeluk erat tubuh itu penuh kasih sayang. "Maafkan aku sayang,aku harus berbohong,aku akan memberitahu mu kalau kamu sudah melahirkan,tidak untuk sekarang,aku tidak mau terjadi hal yang buruk pada kalain." Batin Zahfran bergumam.


"Aku akan segera pulang,kamu hati-hati di rumah ya." Ia melepaskan pelukannya,lalu pergi.


Flash back Off.


"Ayo masuk pak." Ajaknya pak Heru pada Abiyu dan Zahfran.. Mereka pun masuk ke dalam dengan langkah beriringan.


Begitu sampai di ambang pintu,nampak Kisya tengah duduk sendiri dengan balutan kebaya sederhana berwarna putih,dengan make up tipis di wajahnya,ia terlihat sangat cantik,sayangnya kecantikan Kisya,belum mampu menembus hati seorang Abiyu malique.


Wajahnya biasa saja,datar. Bahkan ia duduk di samping Kisya tanpa melihat wajahnya. Kisya menyadari akan hal itu. "Kamu tidak mau melihat wajah ku? Baiklah,setelah menjadi istri mu,aku akan membuat mu bertekuk lutut dan mengemis cinta pada ku. Abiyu malique." Batin Kisya bergumam. menatap Abiyu dengan sorot mata tajam.


"Kalian sudah siap?" Ucap pak penghulu.


Abiyu nampak ragu. "Ayah.."


"Bismillah nak.."


"Bismillahirrahmanirrahim." Abiyu berjabat tangan dengan pak penghulu,dan terjadilah ijab kabul.


SAH....?


SAH....


Selesai memanjatka doa,Abiyu memasangkan cincin di jari manis Kisya yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya.


Begitupun dengan Kisya,ia memasangkan cincin di jari manis Abiyu yang sudah resmi menjadi suaminya.


Selesai dengan ijab kabul,mereka berempat pun pulang meninggalakan rumah pak penghulu,pak Heru merasa tenang karna Abiyu mau bertanggungjawab atas apa yang terjadi.ia juga merasa lega masa depan putinya terselamatkan.


"Bapak sayang sama kamu Kis..,kamu sekarang sudah menjadi seorang istri,kamu harus patuh sama suami. ya?" Ucap pak Heru dengan mengusap lembut puncak rambut putrinya.


"Menantu?" panggilnya pada Abiyu.


"Apa? menantu? ah.. Iya,sekarang aku menantunya." Bergumam dalam hati,sebelum menyauti panggilan pak Heru. "Iya pak?"


"Sekarang nak Aby sudah menjadi seorang suami,tanggung jawab seorang suami itu sangat besar,jagalah kerukunan rumahtangga kalian nak,dan ingat,mulai sekarang jangan sembarangan berteman,kalian sudah menikah." Ucap pak Heru seraya memberikan nasihat.


"Iya pak." Saut mereka bersamaan,dan Zahfran masih fokus ke jalan belum membuka suara.


"Dan satu lagi,karna kalian masih sekolah,bapak menyarankana pada kalian untuk tidak tinggal satu rumah. Bagaimana pak Zahfran?"


Zahfran pun mengangguk setuju.


"Tapi kapan pun nak Aby mau bertemu dengan Kisya,pintu rumah selalu terbuka."


"Gak perlu pak,kita kan bakal tiap hari ketemu di sekolah juga." Ucapnya asal.


Zahfran menyenggol lengan Abiyu dengan tangannya. "Mmm..maksud saya... Kalau kangen aja nanti ke rumah bapak."


"Kangen...? ha..ha.. apa yang udah kamu ucap,kamu akan betul-betul merasakannya nanti Aby." Kisya menyembunyikan senyumnya menatap keramaian kota di balik jendela mobil.


"Kisya...apa kamu tidak apa-apa tidak tinggal bersama suami mu?" Kali ini Zahfran yang bicara,namun pandangannya tetap fokus ke jalan.


"Gak apa-apa ko om,tate juga kan belum tau tentang pernikahan ini,aku takut ketauan juga."

__ADS_1


"Kamu benar,maaf ya,saya belum memberitahu istri saya perihal pernikahan kalian."


"Gak apa-apa om,aku ngerti,aku juga gak mau ada apa-apa dengan kandungan tante."


"Terimakasih Kisya,kamu memang anak yang baik."


Kisya tersenyum mendengar pujian dari mertuanya.



Keesokan harinya,mereka kembali menjalankan aktifitas seperti biasa,dan ini hari pertama mereka sokolah dengan menyandang status baru,yaitu suami istri secara tersembunyi.



"Sial,aku kesiangan." Begitu turun dari angkot,ia langsung berlari menuju gerbang yang sudah tertutup,ia memohon pada pak satpam untuk membukakan pintu gerbang untuknya.



"Tidak bisa Kisya..kamu itu sudah sering kesiangan,nanti saya lagi yang kena hukum,kamu lupa waktu itu saya di suruh ngapain? menghitung jumlah kaki seribu."



"Nanti aku bantu kalau di suruh lagi."



"Enak aja,tidak bisa." kembali satpam itu menegaskan. Tidak sampai di situ,Tanpa malu ia bersimpuh di kaki pak satpam seraya memohon.



Kegiatan di bawah,tak luput dari pandangan Abiyu dari ruang kelasnya,ia tertawa sangat puas saat Kisya memohon di kaki pak satpam,namun tak lama senyum itu memudar saat ada seorang laki-laki yang datang menghampiri Kisya di depan pos satpam.



Entah apa yang mereka bicarakan,tak lama Kisya langsung memeluk pria itu lalu lompat-lompat kegirangan.



Scandal cinta om Arga UP bab 10 (Obat)


Cek ya,jangan lupa untuk meninggalkan jejak di sana. 👍👍💝




Boleh dong tanda cintanya.


LIKE


KOMEN


VOTE



Mau di lanjut kah?🤗

__ADS_1


__ADS_2