Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 49


__ADS_3

Setelah lelah melakukan kewajiban,Zahfran berbaring di sebelah Azky,tangan kekarnya ia jadikan batalan untuk kepala sang istri.


Senyum bahagian jelas nampak di wajah Azky,tak henti-hetinya ia menatap wajah tampan suaminya penuh kekaguman. "Aku mencintai mu mas,kamu tidak akan meninggalakan aku kan?" Tanya Azky sambil memainkan jarinya di atas dada suaminya yang bidang,dengan keringat yang masih bercucuran.membuat tubuh Zahfran semakin terlihat sexy.


"Aku juga mencintai mu." Cup..satu kecupan mendarat di kening Azky. "Sekarang tidur lah,setelah shalat subuh kita langsung siap-siap pergi ke Butik Shafiah."


"Ya mas." Saut Azky dengan menampakan senyum penuh kebahagiaan.


Setelah beberapa saat,akhirnya merekapun tertidur pulas.



Pagi sekali setelah selesai melaksanakan shalat subuh,Zahfran dan Azky bersiap-siap untuk segera berangkat menuju butik menggunakan Taxi.



Satu jam menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai juga di depan butik milik Shafiah. "Untung gak macet ya mas." Kata Azky setelah turun dari Taxi,mereka berjalan beriringan menuju Butik.



Beberapa pekerja nampak berlalu lalang dengan kesibukannya masing-masing. Perlahan Zahfran melangkahkan kakinya masuk ke dalam butik,di ikuti oleh Azky dari belakang,ia menghampiri Shifa yang sedang menata letak bunga-bunga di atas meja.



"Assalamualaikum." Ucap salam Zahfran pada Shifa.



"Waalaikumsalam." jawabnya sambil menoleh ke belakang. "***Woow..ini bidadara nyasar atau gimana ya***?" Batin Shifa bergumama saat melihat ketampanan Zahfran dengan balutan tuxido hitam,membuat dirinya semakin terlihat gagah,keren,dan sangat tampan. Shifa yang belum pernah bertemu langsung dengan Zahfran,terus berdecak kagum memandanginya.



Melihat reaksi Shifa yang terus memandangi Zahfran dengan tatapan yang berbeda,sempat membuat Azky cemburu di buatnya. "Kkhhmm.." Azky berdehem kesal dengan Shifa.



"Eehh..maaf." Suara Azky menyadarkan Shifa dari lamunanya. "Anda siapa ya?" Shifa bertanya.



"Saya Zahfran suami Shafiah."



"Astagfirullah.." Shifa membelalakan matanya menatap tak percaya bahwa yang ia kagumi dalam hati itu adalah suami dari bosnya. "Maaf..maaf.. saya belum pernah melihat anda tuan,saya betul-betul tidak tahu." Shifa membungkukan punggungnya di depan Zahfran.



"Gak apa-apa ko.jangan bersikap berlebihan seperti ini." Kata Zahfran yang meminta Shifa untuk berdiri tegak.



"Di mana Shafiah?" Tanya Zahfran.



"Mba Shafiah belum datang tuan,tadi pagi dia bilang akan datang sedikit terlambat karna merasa kurang enak badan." Kata Shifa dengan sangat hati-hati.



"Dia sakit?" Tanya Zahfran sangat khawatir.



"Sepertinya tidak tuan,mba Shafiah cuma bilang mau istirahat sebentar sebelum datang ke butik."



"Kalian tinggal bersama kan?"



"Ya tuan."



"Kalau begitu berikan alamat apartemennya." Pinta Zahfran pada Shifa,karna ia ingin segera menemuinya.



"Mba Shafiah tinggal di apartemen XX dekat Mall XX."



"Azky,kamu tunggu di sini ya,aku mau menemui Shafiah dulu."



"Ya mas." Azky memcium punggung tangan Zahfran.

__ADS_1



"Assalamualaikum." ucap salam Zahfran sebelum pergi



"Waalaikumsalam" saut Shifa dan Azky bersamaan.



Saat Zahfran berlari keluar dari butik,kebetulan ia berpapasan dengan Fatih yang baru datang. "Fatih..kebetulan kita bertemu,aku pinjam mobil mu dulu." Pinta Zahfran sambil memegang bahu Fatih.



Fatih langsung menyerahkan kunci mobilnya pada Zahfran. "Buru-buru banget?memangnya mau ke mana?" Tanya Fatih terheran.



"Aku mau menemui Shafiah di apartemennya. Aku pergi dulu ya." Zahfran menepuk bahu Fatih lalu bergegas pergi.



"Ya sudah,hati-hati bawa mobilnya." kata Fatih setengah berteriak karna langkah kaki Zahfran sangat cepat.



Setelahnya Fatih masuk ke dalam butik,ia melihat Azky sedang mengobrol dengan Shifa. "Assalamualikum." Ucap salam Fatih saat menghampiri Shifa dan Azky.



"Waalaikumsalam." Jawabnya bersamaan.



"Mas Fatih? kapan datang?" Tanya Azky setelah menoleh ke arahnya.



"Barusan,itu..tadi Zahfran kenapa buru-buru banget pengen ketemu Shafiah?" Tanya Fatih pada Azky.



"Mba Shafiah kayaknya kurang enak badan mas,jadi mas Zahfran buru-buru pergi mau menemui mba Shafiah.



"Oh.." Fatih mengangguk.




"Kita udah sering ketemu."



"Kalian pacaran?" Ucap Shifa dengan membelalakan matanya.



"Hus..sembarangan,dia ini istri ke... Diam sejenak guna menyaring kembali kata-katanya. "Maksud ku,Azky ini juga istrinya Zahfran.



"***Ooh..jadi ini istri ke dua mas Zahfran? masih muda,umur mereka kayaknya berbeda jauh deh.tapi kenapa secantik ini ya? pantesan aja mas Zahfran gak mau cerai dengannya***." Batin Shifa bergumam.



Setelah sampai di depan Unit Apartemen,ia menghela nafas panjang sebelum menekan bel."Teet..teet.." Beberapa kali ia menekan bell,namun Shafiah tak kunjung membukanya.


Shafiah menggeliat terbangun mendengar suara bel berbunyi terus menerus. "Hhmm...siapa sih?"


"Teet..teet..Zahfran kembali menakan bel berkali-kali. "Tunggu sebentar." Ucap Shafiah sambil mengenakan kerudungnya ia berjalan keluar dari kamar,menuju pintu utama.


"Jglek.." pintu pun terbuka."Mas Zahfran?" Kedatangan Zahfran yang tiba-tiba,membuat Shafiah terkejut.


"Sayang." Zahfran langsung memeluk tubuh Shafiah sangat erat.Shafiah pun membalas pelukan itu.


"Mas kenapa ke sini?" Tanya Shafiah terheran.


"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu sakit sayang?"


"Aku? Siapa yang bilang kalau aku sakit mas?"


"Asisten kamu yang bilang." Zahfran melonggarkan pelukannya menatap intens wajah Shafiah.


"Aku gak sakit mas,aku cuma mau istirahat sebentar."


Ia menyentuh kening Shafiah dengan punggung tangannya. "Gak demam kan?" kata Shafiah.

__ADS_1


"Tapi tangan kamu dingin banget sayang." Zahfran menggenggam kedua tangan Shafiah sangat erat


"Aku gak apa-apa ko mas,ini karna udara pagi aja yang masih dingin."


"Ya udah,kalau begitu kita masuk." Zahfran menarik tangan Shafiah membawanya masuk ke dalam.


Mereka duduk di atas sofa yang letaknya tak jauh dari ruang tamu. "Kalau kamu ngerasa ada yang sakit bilang ya,aku antar kamu ke dokter." Kata Zahfran setelah duduk di atas Sofa.


"Gak mas,aku baik-baik aja ko,itu mah Shifa aja yang salah ngomong."


"Aku bikinin kopi mau?" Kata Shafiah.


"Gak sayang,aku cuma mau berada di samping kamu." Kembali Zahfran memeluk Shafiah.


"Mas,aku belum mandi loh,nanti bau kalau deket-deket aku."


"Kamu selalu wangi sayang." Cup..Zahfran mencium singkat bibir Shafiah.


"Mas,aku baru bangun tidur." Saat Shafiah akan berdiri,Zahfran menarik tangannya hingga ia terjatuh di pangkuannya. "Mas.." Ucap Shafiah dengan mata indahnya membulat sempurna.


Shafiah terus menggerak-gerakan tubuhnya berusaha untuk bangun dari pangkuan suaminya. "Jangan terus bergerak sayang,kamu akan mebangunkan adik ku."


"Iiih...mas..fulgar baget sih ngomongnya." Shafiah menutup wajahnya dengan kedua tangannya menahan malu.


"Looh..benar kan? kamu juga merasakannya bukan?" Zahfran terus menggoda Shafiah dengan kata-katanya yang fulgar itu.


"Iihh..udah ah,,aku mau mandi dulu mas."


"Sebentar sayang,aku juga tidak akan meminta jatah di sini ko. Ada yang mau aku tanyakan sama kamu."


"Tanya apa?" kata Shafiah.


"Katakan.. Katakan kalau semalam kamu berbohong pada ku?" Tanya Zahfran sambil memberi beberapa kecupan di telapak tangan Shafiah.


"Berbohong bagaimana mas?" Shafiah mengernyitkan dahinya seolah-olah tidak mengerti.


"Semalam kamu bilang kalau kamu harus berada di Butik lebih pagi,tapi kenyataanya jam segini kami masih tiduran di kamar.malah aku yang lebih dulu sampai di butik."


Shafiah tersenyum. "Maaf ya mas,semalam Azky sangat membutuhkan mu.jadi aku fikir lebih baik aku membiarkan kamu berdua dengannya,setidaknya kamu bisa menenagkan pikirannya."


"Lalu baimana dengan mu sayang?" Zahfran kembali bertanya.


"Aku..? kenapa dengan ku memangnya? aku gak apa-apa ko." Ucap Shafiah sambil tersenyum.


"Apa kamu tidak menginginkan aku berada di samping mu?" Zahfran membuka kerudung Shafiah,menyimpannya di atas meja. ia menautkan rambut panjang Shafiah ke belakang kuping.


"Sangat menginginkannya suami ku tercinta." Shafiah menggesekan hidungnya dengan hidung suaminya.


Saat Shafiah akan menjauhkan wajahnya,dengan sangat cepat Zahfran menci*m bibir Shafiah sangat lembut,hingga terdengar suara decakan yang di hasilkan dari keduanya.


Setelah puas,ia melepaskan ci*mannya.menempelkan keningnya pada kening Shafiah. "Jangan pernah lakukan itu lagi sayang,kita sudah sepakat membagi waktu satu minggu sekali,jadi jangan coba merubahnya sendiri,ya?" Ucap Zahfran sambil menyeka bibir Shafiah yang basah karna ulahnya tadi.


Shafiah pun mengangguk paham. "Maafkan aku ya mas."


Tanpa Shafiah sadari,ponsel miliknya berdering lebih dari 20 kali dari no Shifa.


"Mba Shafiah kemana sih? mba cepat angkat telfonnya. ini darurat."




Kira-kira apa yang Shifa anggap darurat itu ya?🤔



Ayoo..tebak-tebakan?🤭



Stay terus ya.love you Reader ku 😘😘



Seperti biasa,setelah baca,jangan lupa jempolnya di tekan 👍👍


Dan komentar sebanyak-banyaknya.


Author selalu menerima masukan dari para Reader.



Terimakasi banyak yang sudah memberikan Vote untuk karya author yang sederhana ini.


Vote dari yang lainnya Author tunggu ya.


Semoga Allah mebalas kebaikan reader semua.😘🙏


__ADS_1


Untuk bab yang ini Author UP 1354 karakter looh..💪💪 demi kalain


__ADS_2