Dia Maduku

Dia Maduku
Ujian akhir


__ADS_3

BIJAK DALAM MEMBACA,DI SARANKAN BACA SEBELUM IMSAK,DAN SETELAH BUKA PUASA.


"Cukup ya mas,aku biarin kamu membantu Tania dengan memberikan dia dua pengawal,kenapa kamu biarin dia menemui mu di kantor?" Ucapnya dengan deru nafas yang memburu menahan amarah.


"Sayang... Aku gak tau kalau dia datang ke kantor,kalau aku tau,pasti aku larang. Lagian,yang di katakan Tania itu benar,kita gak ngapa-ngapain,dia cuma maksa aku cicipin masakan yang dia bawa. Cuma itu."


"Kamu fikir itu pantas mas?" Ucapnya pelan,namun penuh penekanan.


"Sayang.." ia melangkah maju menghampiri sang istri,lalu membawa ia ke dalam pelukanny. "Terimakasih..."


"Terimakasih?" Terheran. "Kenapa kamu berterimakasih?" lepasin aku.


Fatih melonggarkan pelukannya. "Terimakasih karna Kamu sudah cemburu pada Tania."


Semakin heran,Azky mengernyitkan dahinya. "Maksud kamu..?"


"Aku fikir,selama ini kamu belum mencintai ku,karna baru kali ini kamu menunjukan rasa cemburu mu pada ku." Ia menagkup kedua pipi sang istri,lalu mengecup keningnya penuh kasih sayang.


"Selama ini kamu meragukan ku?"


"Bukan begitu sayang,terkadang aku juga butuh pembuktian cinta mu,selama ini..kamu gak pernah marah kalau aku ada metting dengan perempuan,bahkan aku pulang larut malam pun,kamu gak pernah menanyakan alasannya."


"Itu karna aku percaya sama kamu mas,bukan berarti aku gak cinta sama kamu,apa itu kurang buat kamu?"


"Nggak sayang,bukan seperti itu."


"Kamu seperti anak kecil,kamu mau menguji cinta ku seperti apa?" Ia melepaskan pelukannya,lalu melangkah mundur.


"Ayolah,jangan marah sayang,aku cuma bercanda ko." Fatih berusaha memperbaiki keadaan yang semakin panas,namun sang istri masih merasa kecewa.


"Aku kecewa sama kamu."


Fatih kembali membawa tubuh Azky ke dalam pelukannya. "Lepasin aku,aku benci sama kamu."


"Benar-benar cinta?"


"Iih..kamu tuh apa sih?"


"Cukup...cukup.. aku gak mau kamu marah lagi."


"Aku masih marah." Jawabnya ketus.


"Kalau gitu gak akan aku lepasin pelukannya."


"Mas.." berusaha melepaskan diri.


Lalu,tanpa mengetuk pintu lebih,Alex masuk ke dalam ruang kerja Fatih begitu saja. "Ups...Sorry,lagi ada yang kangen-kangenan ya?" Ucapnya setelah melihat kemesraan di depan matanya.


"Ada apa Lex?" Fatih bertanya tanpa melepaskan pelukannya.


"Ini..ada berkas yang harus kamu tandatangani."


"Masuk aja."


"Loh...? Kamu nyuruh orang masuk?" Kata Azky.


"Oh,masih mau berduaan sama aku?"


"Bukan gitu.."


"Ya udah,Lex. Nanti aja tandatangannya."

__ADS_1


"Eeh..jangan pergi Lex."


"Katanya suruh pergi." Timpal Fatih.


"Iih..kami itu,Alex jangan pergi,tapi kamu lepasin aku."


"Oh.. ngomong dong,aku kan gak tau." barulah melepaskan pelukannya.


"Kalian itu apa-apaan sih? Mau buat para jomblowan iri apa?"


Ha..ha.. "Mangkannya,buruan nikah." Fatih membawa Azky duduk di atas sofa,menyusul Alex duduk di depannya. "Mana berkasnya."


"Ini.". Alex menyerahkan langsung ke tangan Fatih. "Ada sedikit masalah sama perusahaan kita mas bro."


Fatih membuka lembar demi lembar berkas yang Alex berikan. "Masalah apa?" Tanyanya.


"Perusahaan kita mengalami kerigian. Dan..."


"Dan apa?"


"ini..kita omongin aja di depan Azky?"


Fatih berhenti di lembaran yang ke dua. "Masalah apa?" Cukup terheran.


"Ini mas Bro." Nampak Alex membuka ponselnya,lalu menunjukan sebuah Vidio.


"Aku calon suaminya?" Kata yang terucap dalam sebuah Vidio saat Fatih membela Tania dari mantan kekasihnya yang kejam.


Amarah Azky kembali memuncak. "Apa lagi sih ini mas?" Ia bangkit dari duduknya hendak pergi.


Dengan cepat Fatih menahan langkah kaki sang istri. "Azky..tolong,duduk dulu,aku bisa jelasin. Ok?" Pintanya memohon,ia juga merasa lelah kalau harus terus menghadapi masalah karna Kisya.


Melihat keseriusan dari wajah Fatih dan Alex,akhirnya ia pun mengalah lalu duduk kembali.


Fatih mulai menjelaskan duduk perkara kenapa sampai ia melontarkan kata-kata seperti itu. Sangat jelas,tak tertinggal satu pun,tanpa di lebih-lebihkan atau di kurang-kurangi. Dan akhirnya Azky berusaha paham,dan...sudah lah,percayakan semuanya pada sang maha pencipta.


"Kamu percaya?" Tanya Fatih setelah menjelaskan semuanya.


"Aku akan percaya kalau kamu bisa mengembalikan Tania pulang ke Sidney. Selama dia di sini,dia akan terua berusaha mendekati kamu.


"Alu akan berusaha mencari caranya. ya?" Ia menggenggam tangan Azky sangat erat.


Azky mengangguk. "Baiklah."


"Terimakasih sayang."


"Tapi mas bro,gimana sama vidio ini? Vidionya udah mulai nyebar." Timpal Alex.


"Kita cari sumber awal yang menyebarkan vidio itu,kamu bisa urus kan Lex."


"Ok mas bro."


Katakanlah permasalahan mereka berangsur membaik dan menemukan titik terang dalam satu tahun ke depan,dan...


Tiba di mana Bram dan Khadijah melangsungkan pernikah,katakanlah acara resepsi sudah berlangsung,dan mereka sudah pulang ke kediamannya masing-masing. Termasuk pengantin baru.


Malam pertama yang mereka lalui sangat panjaaaaang.... termasuk senjata si pemilik.ha..ha.. bahkan Khadijah di buat kewalahan dengan malam pertamanya,tidak ada ampun untuknya.


Berapa hari tidak keluar rumah?


Hari pertama,saat Zahfran akan mengunjunginya di rumah sederhana yang saat ini ia tempati.

__ADS_1


hari ke dua,saat pak Herlambang dan bu Melisa akan datang membawa beberapa makanan.


Hari ke tiga saat Shafiah membawa hadiah beruba lingeri berlusin-lusin. "Ini sih mas Bram gak akan pernah lepasin aku,bisa-bisa dia juga gak mau kerja." Ucapnya dengan menatap tumpukan lingeri yang kakak iparnya berikan.


Dan yang terakhir,kehadiran Abiyu dengan Kisya,mereka membawa sesuatu untuk Bram. Karna urusannya dengan Bram,akhirnya ia pun di izinkan masuk.


"Kamu yakin Aby..? bisa tahan satu minggu?" Tanya Bram sambil membolak-balikan beberapa bungkusan pemberian Abiyu.


"Yakin banget om,Kisya aja sampe ketagihan."


"Wah..gila nih anak,pengalamannya banyak juga ya,kalah aku."


"Mangkannya,jangan monoton dong,cari-cari info. Untung om kenal aku,kalau gak..pasti tante Jia bosen sama om."


"Wah..bener-bener nih." Bram mendekat ke telinga Abiyu. "Ngomong-ngomong,punya mu segede apa?" Tanyanya dengan berbisik.


"Segede AR*B Kisya,aku sampe kewalahan,mas Bram gak kira-kira mintanya."


Ha..ha..Seketika Kisya pun tertawa. "Ya ampun tante, masa kalah sama aku?"


"Emangnya kamu seminggu bisa berapa kali?" Penasaran.


"Mmm... Udah gak keitung tante,apa lagi sekarang kita udah kuliah,dan tinggal satu rumah. Udha gak keitung seminggu berapa kali."


"Waah.. kecil-kecil pengalamannya segudang ya?" Khadijah berdecak kagum.


"Iya lah,siapa dulu,Kisya dayana,gak ada yang bisa ngalahin kehebatan seorang Kisya."


"Di atas ranjang kamu yang kalah?" Tanya Bram sangat antusias,karna menurutnya Abiyu lebih berpengalaman darinya.


"Ya gak lah,masa cowok kalah sama cewek."


"Wah...Gila."


"Udh,ini kan masih mesra-mesranya,minum aja obat itu,tapi cukup habiskan 3-4 serbuk aja ya,kesananya jangan lagi."


"Kenapa?"


"Nanti om Bram gak mau kerja lagi,maunya ngelonin istri terus."


Seketika ia pun tertawa lepas ha..ha..ha.. "Bisa aja kamu Aby.."



Setelah ini,kita pindah ke karya Author yang satu lagi nyook.. \* Scandal cinta om Arga \* Sudah UP yang ke 18.



Kita ramaikan di sana ya,berikan saran-saran yang membangun,siapa tau akan Author selipkan pendapat kalian dalam satu atau dua bahkan lebih dari itu di setiap bab nya.



Stay terus,jangan lupa jejaknya.


LIKE


KOMEN


VOTE


Jangan lupa untuk Follow ya,supaya bisa mendapatkan notifikasi langsung tentang update terbarunya.💋🙏

__ADS_1


__ADS_2