
"Ayo anak-anak!"
Pagi ini, sebelum berangkat kerja, Adlan menjemput si kembar lebih dulu di apartemennya. Karna Fatih masih di luar kota, juga Azky yang sama sekali tidak bisa keluar rumah, karna putranya sedang sakit.
"Iya Om."
Mereka berdua masuk ke dalam mobil Adlan. Aisyah duduk di jok samping kemudi, Asiyah duduk di jok penumpang.
"Setbel," mengingatkan si kembar akan keamana.
"Sudah Om," saut mereka bersamaan.
Asiyah asik dengan ponselnya, sedang Aisyah yang tidak terlalu suka bermain gadget, memilih mengobrol dengan Omnya.
"Aisyah nanti mau pulang ke mana?"
"Pulang ke rumah aja Om."
"Aku mau pulang ke rumah Ayah," Asiyah menyahut pertanyaan Adlan pada kakaknya, Adlan melirik ke belakang dari spion kecil yang menggantung, melihat keponakannya masih disibukan oleh ponsel pintarnya.
"Om Adlan nanya sama kakak, Asiyah."
"Biarin, yang pasti aku mau ketemu Ayah. Boleh kan Om?"
"Boleh dong. Nanti Om anter ke rumah ayah mu."
"Isya!"
"Iya Om?"
"Kamu gak mau pulang ke rumah ayah?"
"Nggak Om, aku mau pulang ke rumah aja. Kasian umi cape ngurusin dede sendirian. Mana rewel lagi Om." kata Aisyah menatap Omnya sedang fokus mengemudi.
"Ya udah, nanti yang jemput kamu kak Abiyu ya."
__ADS_1
"Iya Om."
Mereka kembar indentik, tapi tidak dengan sifatnya, juga sikapnya yang jauh berbeda, begitupun dengan tempat sekolah yang jug berbeda. Asiyah yang menolak memakai kerudung, memilih sekolah di sekolah umum biasa, berbeda dengan kakaknya yang bersekolah di sekolah islam.
Tepat pukul 13.00, Abiyu menjemput Aisyah di sekolahannya, lalu mengantar pulang ke apartemennya. Di tengan perjalanan, tanpa di sengaja, ia melihat Kiran sedang berjalan cepat di ikuti Adlan dari belakang, seperti sedang mengejar.
"Kiran. Tunggu!"
"Gak tau ah," Kiran terus berjalan cepat menghindari Adlan yang terus memaksa dia untuk menemaninya makan malam dengan Shifa.
"Tiiin."
Mobil Abiyu menepi di samping mereka berdiri, lalu membuka kaca mobil.
"Om ngapain?" tanya Abiyu terheran.
"Gak ngapa-ngapain."
Merasa ada yang aneh, Abiyu pun turun dari mobil, menghampiri mereka yang masih berdiri di atas trotoar. Terlihat wajah Kiran sedikit masam, Abiyu kembali bicara pada Adlan.
"Om ngapain di sini?"
"Sama?" sekilas Abiyu meliril ke arah Kiran.
"Sama Kiran lah, orang cuma ada dia di sini. Ya gak Ran?" ucapnya sambil tersenyum meledek. Kiran langsung menatap ke arah lain.
"Ngapain?" kembali bertanya, semakin heran.
"Ga ada apa-apa, udah sana anterin Aisyah. Ntar uminya kelamaan nunggu."
"Tau nih Kakak. Ayo Kak!"
"Iya sebentar."
"Kiran," kali ini ia bertanya pada Kiran.
__ADS_1
Tidak menjawab, dia cuma menatap ke arah Abiyu.
"Apa Om Adlan ganggu kamu?" tanyanya pelan.
Kiran menggelengkan kepalanya.
"Pertanyaan kamu itu aneh tau gak," kata Adlan pada Abiyu.
"Om gak ganggu. Cuma mau ngajak makan malem."
"Om!" Kiran melayangkan protes karna bicara jujur pada Abiyu.
"Loh... kenapa? emng iya kan? tapi dianya gak mau Biy," kembali bicara pada Abiyu, tapi Kiran lah yang menyahut.
"Nggak, bohong. Om Adlan nyuruh aku nemenim makan malam sama mba Shifa," sautnya sedikit kesal.
"Iya, biar gak berdua banget. biar Shifa ada temennya."
"Maaf Om, aku gak bisa ikut," setelahnya ia pun berlalu begitu saja meninggalkan Abiyu dengan Adlan.
"Kiran tunggu!"
Saat akan kembali mengejar, Abiyu langsung mencegah memegang tangan Adlan.
"Apa yang mau Om lakuin?" tanyanya menatap tak suka.
"Ngejar dia lah."
"Negjar?" keningnya mengerut.
"Iya. Nanti dia keburu pergi jauh."
"Om tuh ngapain sih?"
"Loh. kenapa emang?"
__ADS_1
"Om suka suka sama dia?"
Maaf ya baru UP. Sekeluarga lagi pada sakit, jadi baru UP. Maaf ya dikit, mohon di maklumi. 🙏