Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 15


__ADS_3

"Kak Abiy..kenapa?"


Abiyu hanya menghentikan sejenak langkahnya. "Aku pergi."


Kiran melangkah maju. "Pergi ke mana?"


"Aku gak tau." Abiyu berusaha menutupi wajah marahnya dari Kiran,lalu pergi.


"Kak Abiy...kak." Kiran berusah mengejar,namun suara teriakan Kisya menghentikan langkahnya.



Sedang di luar sana,Abiyu memilih pergi dari rumah dengan membawa mobilnya,beberapa kali ia mengabaikan panggilan masuk dari sang Bunda. "Maaf bun,Aku gak bisa bicara sekarang sama bunda." Ucap Abiyu mengumpat.



"Aaaa...." Abiyu berteriak meluapkan kekesalannya terhadap Kisya,ia memegang kendali stir sangat kuat. "Kenapa? kenapa kamu seperti ini Kisya? aku meminta hak ku,aku suami mu,kenapa kamu bersikap seakan aku tidak mengerti diri mu." Aaaa.... Terus berteriak di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.



Cukup jauh dari kediamannya,ia menghentikan mobilnya di sebuah Bar,dan ini kali pertama ia berada di tempat seperti ini,tempat yang paling ia benci,dan kini dia sendiri yang mendatanginya,bahkan terkesan membutuhkannya.



Begitu turun dari mobil,ia melihat sekeliling seraya berfikir. "***Tempat sangat terhina,dan aku sendiri berada di tempat ini sekarang***." Batin Abiyu bergumam.



Banyak laki-laki hidung belang keluar masuk Bar dengan seorang wanita penghibur, "Apa aku harus seperti mereka Ksiya? Apa aku harus mencari kepuasa di luar? di tempat seperti ini?"



"Jangan salahkan aku,kalau aku menumpahkan hasrat ku di sini Kisya. Kamu yang membuat aku seperti ini." Abiyu melangkah masuk ke dalam tanpa ragu.



Begitu sudah ada di atas kursi bar,banyak wanita penghibur mendekatinya,namun Abiyu selalu menolak. "Iisshh.. Kalau gak mau pake,gak usah ke sini? jangan-jangan lo bokek ya?" Kata wanita itu.



Abiyu tetap diam tidak perduli dengannya,bukan hanya satu,dua,bahkan lebih dari itu banyaknya wanita menghampirinya,kalau saja Abiyu kehabisan akal,mungkin saat ini ia sudah berada di dalam hotel bersama wanita penghibur.

__ADS_1



"Berikan aku minuman yang bisa menenangkan jiwa." Pintanya pada pelayan di sana.



Pelayan itu benar-benar memilihkan minuman berkualitas tinggi untuk Abiyu. "Ini tuan,anda akan melupakan semua masalah hanya dengan satu tenggakan." Kata pelayan itu mencoba meyakinkan.



"Benarkah?" Saut Abiyu sambil memutar-mutar minuman di dalam gelasnya.



"Anda coba saja."



Baru akan menenggak,tiba-tiba seseorang datang melempar gelas dalam genggamannya. "Pray.."




"Jangan minum minuman itu kak,itu gak baik." Ucap Kiran terus berusaha meyakinkan.



"Jangan sok tau kamu."



"Bukan sok tau,tapi memang aku tau kak. lagian kakak kenapa seperti ini sih?" Ucap Kiran menatap khawatir.



"Bukan urusan kamu Kiran,seharusnya aku yang tanya,kenapa kamu ada di sini?"



"Kak Kisya,dia yang meminta aku mengikuti mu,dia meminta aku untuk memastikan kalau Kakak baik-baik saja."

__ADS_1



"Kisya yang melakukannya?" ha..ha..ucapnya dengan tertawa sinis. "Jangan ngarang Kiran,aku tau seperti apa sifat istri ku.



Abiyu turun dari kursi,menyerahkan uang sebanyak lima lembar di atas meja,lalu keluar dari Bar sambil menarik tangan Kiran. "Pulang."



Setalah berada di pinggir jalan,Abiyu mengeluarkan uang sebanyak lima lembar ke tangan Kiran. "Apa ini kak?" Tanya Kiran terheran.



"Ini ongkos pulang,pulang lah."



"Lalu kakak?"



"Aku akan pergi ke tempat lain,sementara kamu jaga Kisya dan Kiran ya."



"Tapi kak..."



Banyak LIKE


Banyak KOMEN


Banyak VOTE


Banyak BUNGA


Banyak UP pula.


Maaf ya banyak maunya 😂🙏

__ADS_1


__ADS_2