
"Bunda..." Kayla berlari masuk ke dalam langsung memeluk sang bunda,di ikuti Kiran dari belakang.
"Maaf kak,tiba-tiba aja Kayla lari ke sini,tadi aku lagi beresin mainannya." Kata Kiran merasa tak enak hati,tanpa di sengaja ia melihat Abiyu sedang menaikan relsletingnya,dan langsung membuang muka. "Ya ampun,maaf gak sengaja." Batin Kiran bergumam,sedikit gugup.
"Kenapa kamu lari sayang?" Kisya masih berjongkok di depan Kayla.
"Ada Nekda bun."
"Nekda?" Abiyu berjalan menghampiri putrinya,lalu menggendongnya. "Di mana Nekda nya sayang?"
"Di depan Ayah,Nekda bawa makanan banyaaaak banget. Iya kan kak Kiran?"
"Iya kak,Nyonya Shafiah bawa banyak makanan,katanya sih buat makan malam di sini" Saut Kiran biasa saja.
"Ya udah,kita temuin mereka yank."
"Iya Biy."
Jalan beriringan menghampiri Shafiah dan Zahfran. Ia melihat Shafiah sedang menata hidangan di atas meja makan,sedang Zahfran sedang menemani Audy yang asik bermain dengan ikan di dalam Aquarium. "Di goreng enak yah?" Kata Audy bertanya pada sang ayah,ia terus mengobok-obok Ikan peliharaan sang kakak yang cukup besar itu.
"Enak dong,semua ikan kalau di goreng enak." Saut Zahfran yang sama-sama bermain ikan dengan putrinya.
Abiyu yang melihat kegiatan mereka seketika berteriak. "Ayaaah...." Ia menurunkan putrinya,lalu menghampiri sang ayah.
Sedang Kisya dan Kiran menghampiri Shafiah membantu menata makanan. "Sebanyak ini bun?" Kata Kisya sambil mengeluarkan satu persatu rantang yang ia bawa.
"Kita kan mau makan besar." Saut Shafiah dengan senyum.
Di dalam ruang makan terjadi ketenangan,berbeda dengan suasana di depan TV yang sedang terjadi keributan saat Abiyu melihat sang ayah dan adiknya sedang mengoboj-obok Aquarium yang berisi ikan seharga 20 juta itu.
"Apa sih teriak-teriak?" Kata Zahfran.
"Ayah yang apa-apaan? ini ikan peliharaan ku.. Keluarin tangan kalian." Abiyu sedikit memukul tangan sang ayah yang malah sengaja ikut bermain ikan di dalam Aquarium.
Mereka mengeluarkan tangannya dari Aqiarium,tapi Audy malah menangis saat mendengar sang kakak sedikit meninggikan suaranya. "Huaaaa.... Kak Aby Jahat ayah.."
"Cup..cup sayang,kak Aby emang lebih sayang sama ikannya,dari pada kamu." Kata Zahfran tangis Audy semakin kencang. "Huaa..."
"Bukan gitu Audy.. Ikan ini mahal sayang." Abiyu berusaha menenagkan tangis sang adik.
"Bohong,kakak lebih sayang sama ikan itu kan,daripada aku..?" Saut Audy dengan tangis terisak.
"Nggak lah,kakak lebih sayang sama kamu."
"Kalau gitu..goreng ikan itu untuk ku." Pintanya di luar nalar.
"What..? 20 juta Audy..kamu minta kakak goreng ikan itu?"
"Katanya sayang."
"Tapi...yang bener aja,kamu tau 20 juta itu sebanyak apa?"
"Nggak." Kata Audy dengan polosnya.
"Ya ampun ayaaah.." Abiyu mendengus kesal,karna ia tau kalau itu pasti ide gila sang ayah.
__ADS_1
Sedang Zahfran hanya bisa terkikik lucu. "Haa..haa.. Ayo buktikan Abiyu." Timpal Zahfran,yang puas melihat raut wajah putranya yang terlihat panik.
"Ayah,udah dong,jangan becanda terus." Kata Shafiah yang juga mendengar percakapan mereka.
"Tau Aby ih,mau aja beli ikan semahal itu lagian." Kisya duduk di sebelah putrinya,dan Shafiah duduk di samping kursi Zahfran.
"Lagian,ikan 20 juga mau di goreng,sekalian aja aku yang di goreng." Kata Abiyu sambil berjalan menghampiri mereka yang sudah duduk di tempatnya masing-masing,termasuk Kiran yang juga ikut makan bersama mereka.
Shafiah membantu Zahfran menyendokan Nasi dan lauknya. "Terimakasih sayang."
Saat Kisya akan menyendokan Nasi ke atas piring suaminya,tiba-tiba ponselnya berdering,tertera nama Nindi. "Bentar ya Biy,aku angkat telfon dulu."
"Kiran,tolong bantu aku siapin nasi kak Aby ya."
"Iya kak." Tanpa ragu Kiran menyiapkan semuanya di atas piring Abiyu,atas perintah Kisya.
Semua terkejut dengan sikap Kisya yang seperti itu,bahkan Kiran,yang mendapatkan perintah,tanpa ragu menyendokan nasi dan lauknya ke atas piring Abiyu. "Kiran.." Panggil Shafiah.
"Iya nyonya..?"
"Lain kali biar Kisya yang melakukan itu ya." Shafiah mengatakannya sangat hati-hati,agar tidak menyinggung perasaannya.
"Oh..maaf nyonya.. Biar aku kembaliin semua."
"Gak usah."Tegas Abiyu yang tiba-tiba mud makannya menghilang bersama Kisya yang memilih menerima telfon dari pada menyiapkan makanan untuknya.
"Maaf kak." Kiran merasa tak enak hati sedikit membungkukan punggungnya di depan Abiyu.
"Kamu jangan melakukan itu,duduklah." Kiran kembali duduk,lalu menyuapi Kayla.
Satu kali kesalahan,masih abiyu maklumi,ia berusaha tidak marah,dan bersikap biasa saja,bahkan saat Kisya kembali kemeja makan tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Minggu pertama,minggu kedua Kisya mulai di sibukan dengan kegiatan kampusnya,ia bahkan sering pulang terlambat,tak jarang ia meminta Kiran untuk memasak. "Kamu harus masak sebelum kak Aby pulang kerja ya Ran,aku masih ada kegiatan di kampus nih." Ucapnya dalam sambungan telfon.
"Iya kak.."
"Kalau suami ku tanya,bilang aja,tadi aku pulang dulu,selesai masak aku pergi lagi."
"Baik kak."
"Makasi ya Ran. Nanti aku naikin gaji kamu."
Karna sering mendapatkan perintah memasak,semakin hari ia semakin pintar memasak,bahkan masakannya jauh lebih enak dari buatan Kisya yang sudah jarang terjun langsung ke dapur,dan banyak menghabiskan waktu dengan kegitan kampus dan teman-temannya.
Abiyu mulai bosan,ia semakin jarang mengabiskan waktunya dengan Kisya,seperti saat ini,saat Abiyu pulang kerja lebih dulu,ia tidak mendapati sang istri di rumah,lagi dan lagi kepulangannya selalu di sambut hangat oleh Kiran. "Udah pulang kak?" Sapa Kiran di depan pintu.
Abiyu mengangguk ramah,tapi raut wajahnya terlihat sangat lelah. "Kisya belum pulang?" Tanya Abiyu sambil menyerahkan tas kerjanya pada Kiran.
"Belum kak,kak Kisya baru berangkat tadi jam 1 siang,katanya nanti dia pulang malam."
"Malam lagi? ko dia gak bilang sih?" ia melirik ponselnya,dan benar,tidak ada satu pun pesan dari sang istri.
"Mungkin dia lupa kak."
Abiyu duduk di sofa,sambil mencoba menghubungi Kisya,namun tidak juga mendapat jawaban. "Ke mana dia?" Ucapnya sedikit kesal.
__ADS_1
Masih terus berusaha menghubungi sang istri,tiba-tiba Kayla berlari ke arahnya lalu naik ke atas pangkuan sang ayah. "Ayah..sudah pulang?"
Abiyu meletakan ponselnya di atas meja,lalu memeluk putrinya. "Iya ayah udah pulang nak,kesayangan ayah udah makan?"
"Hhmm...aku sudah makan belum kak Kiran?" Bertanya pada Kiran yang berdiri tepat di belakang Abiyu.
"Belum hayoo.. Tadi kakak buatin burger gak mau."
"Kayla...kenapa gak makan?" Timpal Abiyu.
"Aku mau makan di luar ayah.."
"Makan di luar?" Diam sejenak seraya berfikir.
"Ayo ayah..."
"Ok..ok sayang." Abiyu berdiri menggendong Kayla.
"Kak Kiran?"
"Kakak di rumah aja Kay." Kata Kiran yang samasekali tidak berharap ikut dengan mereka.
"Kakak harus ikut ayah,kasihan kan makan sendiri di rumah." Pintanya lagi.
"Kamu mau ikut?" Tanya Abiyu.
"ngg... gak usah deh kak,aku di rumah aja."
"Nggak,aku mau kak Kiran ikut." Kekeh.
"Gimana?" Saut Abiyu kembali bertanya pada Kiran.
"Mmm..tapi nanti kak Kisya?"
"Nanti aku bilang Kisya."
"Ya udah,aku siap-siap dulu ya kak."
**NEKDA (NENEK MUDA**)
Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗
LIKE
KOMEN
VOTE
😁😁
__ADS_1
💋🙏🙏