Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 22


__ADS_3

Derrt.. derrt.. pagi sekali pukul 06.00 Bram mendapat pesan dari Zahfran yang memintanya untuk menjemputnya di apartemen "Cepat jemput saya."


"Aduuh.. sepagi ini, mau ke mana sih dia?" Bram yang masih mengantuk itu terpaksa harus bangun untuk mematuhi perintah seorang Zahfran.


"Tuan,sepagi ini anda mau ke mana?" Tanya Bram setelah bertemu dengan Zahfran,ia duduk di atas trotoar.


"Ke kantor." Jawabnya singkat, ia langsung masuk ke dalam mobil.


"Kantor? Ini baru jam 07.00,mau ngapain dia di kantor sepagi ini? " Batin Bram yang merasa aneh dengan bosnya itu.


"Heii.. malah bengong, cepat."


"Baik tuan," Bram segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor.



"Tok.. tok.. tok.. Assalamualaikum.. " Adlan mendatangi rumah Azky dengan membawa sarapan untuknya.



Beberapa kali ketukan dan ucap salam namum tidak juga mendapat respon dari sang pemilik rumah. "***Apa masih tidur***?" ucapnya dalam hati.



Bu Ratna dan pak herman masih tertidur pulas,namun ketukan pintu yang terus menerus membuat bu Ratna harus segera membuka matanya. "Aduuh.. siapa sih itu.. pagi-pagi mengganggu tidur ku.kemana lagi Azky,apa dia juga belum bangun?" Bu Ratna segera turun dari tempat tidurnya lalu menghampiri kamar Azky. "awas Azky, kalau sampai kamu belum bangun,habis kamu. " Ucap bu Ratna mendengus kesal,sambil berjalan menuju kamar Azky.



"Dor.. dor.. dor.. Azky cepat banguuun.." Teriak bu Ratna di depan pintu kamar. "Kurang ajar ya,dia tidak bangun juga." Emosi bu Ratna semakin menjadi mendengar ketukan pintu rumahnya tidak kunjung berhenti. "Tungu sebentar." Teriak bu Ratna pada orang itu.



"Awas kamu ya kalau bukan orang yang penting, aku akan menendang mu karna sudah mengganggu tudur ku. "Jeglek.. bu Ratna membukakan pintu."Heii.."Teriak bu Ratna sebelum melihat wajah tamu yang datang.



Adlan membalikan tubuhnya. "Tante? "



"Oh.. nak Adlan." Wajah bu Ratna berubah ramah.



"Maaf mengganggu pagi anda." Kata Adlan.



"Aah.. gak ko,saya senang nak Adlan mau datang lagi ke sini." Ucapnya sambil tersenyum ramah.



"Azky nya ada tante? "



"Azky.. "***Aah... si anak pemalas itu***." Batin bu Ratna. "Ada,dia masih tidur,tante bangunkan dulu ya."



"Ya tante."



Bu Ratna kembali ke dalam guna membangunkan Azky. "Azky... cepat bangun,ada atasan kamu di luar,cepat." bu Ratna yang tidak megetahui kalau Azky sudah tidak ada di kamarnya,ia memutuskan untuk masuk karna pintu kamar itu tidak terkunci. "Kemana dia? ko gak ada.?"



Bu Ratna kembali menutup pintu itu lalu menghampiri Adlan di luar. "Azky tidak ada di kamarnya." kata bu Ratna setelah menemui Adlan.



"Kemana tante? "



"Tante gak tau tuh."



"Oh.. ya udah tante,saya permisi dulu. Saya akan menghubungi Azky di dalam mobil."



"Oh ya silahkan."



"Assalamualaikum."



"waalaikumsalam." Baru beberapa langkah,bu Ratna kembali memanggilnya. "Nak Adlan."



Adlan menoleh ke belakang. "Kenapa tante? " Tanya Adlan.



"Mmm.. itu." Bu Ratna menunjuk pada bungkusan yang ada di tangan Adlan. "Itu untuk siapa? "



Adlan menunjukan tangannya. "Oh.. ini,tadinya saya mau kasih sarapan buat Azky,tapi dia malah gak ada. "



"Terus... mau di bawa lagi? kebetulan om dan tante belum sarapan. " kata Bu Ratna sambil cengengesan memegang perutnya.

__ADS_1



"Ooh.. tante mau? Ambilah ini." Adlan menyerahkan bungkusan itu pada bu Ratna.



Dengan senang hati ia menerimanya. "Terimakasi nak Adaln." Bu Ratna memberikan senyum terbaiknya.



Setelah berada di dalam mobil,Adlan merogoh saku jasnya guna mengambil ponselnya lalu menghubungi Azky. "Tuut.. tuut.. " beberapa kali ia menghubungi Azky namun belum juga mendapat respon.



Mendengar ponselnya berdering terus menerus, Azky segera menyelesaikan mandinya,buru-buru dia keluar dari kamar mandi hanya menggunkan handuk. "Pak Adlan? Aduuh... ngapain dia telfon pagi-pagi." Azky masih melihat ke layar ponselnya. Namun Adlan terus saja menghubungi Azky,terpaksa ia harus mengangkatnya.



"Assalamualaikum." (Adlan)



"Waalaikumsalam." (Azky)



"Kamu di mana?"



"Aa... aku...di rumah."



"Azky.. Saya ini habis dari rumah kamu,malah saya masih ada di depan rumah mu."



"***Gawat, lagian ngapain sih pak Adlan pagi-pagi ke rumah***." Batin Azky.



"Azky.. "



"Ah.. ya pak."



"Ada yang kamu sembunyikan dari saya?"



"Tidak ada pak."




"Hhmm..maaf pak."



"Ya sudah,kalau kamu gak mau cerita. Tapi boleh kan kita bertemu?"



"***Bagaimana ini***?" Batin Azky.



Karna tak juga mendapat jawaban,Adlan kembali bertanya. "Azky.. Boleh kan kita bertemu?"



"Ii.. iya pak." Jawabnya terbata.



"Kirim alamatnya lewat pesan."



"Baik pak."



"Ya sudah, Assalamualaikum. "



"Waalaikumsalam. "



Adlan memutus sambungan telfon,tak lama pesan masuk dari Azky berisi alamat di mana mereka akan bertemu. Tak menunggu waktu lama,ia langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan oleh Azky.



Setelah 15 menit menempuh waktu perjalaanan,Adlan menepikan mobilnya di sebuah minimarket guna menunggu Azky di sana sambil menikmati segelas kopi.



Karna lama Azky tak kunjung datang,ia meraih ponselnya di atas meja,hendak menghubunginya kembali,belum sampai dia menghidupkan ponselnya, Azky sudah berdiri di depan Adlan. "Lama banget, saya fikir kamu bohongin saya."



"***Gimana gak lama coba,aku harus menuruni ribuan anak tangga belum lagi lari sampai sini***." Batin Azky sambil duduk dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1



"Kamu habis lari maraton ya?" Tanya Adlan meledek.



"Bapak gak tau perjuangan saya untuk sampai ke sini,penuh perjuangan tau gak. Ucap Azky dengan mengerucutkan mulutnya.



Namun Adlan malah tersenyum melihat raut wajah Azky yang menurutnya sangat menggemaskan itu.



"Bapak malah ketawa lagi."



"Haa..haa. Maaf, maaf." Adlan menyodorkan bungkusan makanan yang ia beli tadi saat di perjalanan. "Ini,makan lah."



Azky membuka bungkusan itu,matanya membulat sempurna saat melihat isi di dalam bungkusan yang Adlan berikan. "Waaahh.. BURGEEERR..." ia pun langsung melahap burger di tangannya. "Bapak tau aja kalau aku belum sarapan." Ucapnya tersendat-sendat karna mulutnya penuh dengan makanan.



"Pelan-pelan makannya,saya gak akan minta ko." Ucap Adlan meledek.



Azky pun tersenyum malu. "Bisa aja bapak."



"Oh iya,kamu tinggal di apartemen itu?" Adlan menunjukan ke arah apartemen yang ada di belakang Azky.



Azky menoleh ke belakang melihat Apartemen yang Adlan tunjuk. "tidak pak." "***Dia tidak boleh tau aku tinggal di sana***." Batin Azky.



"Oh.. saya fikir di sana."



"Saya ini gak punya uang pak, bagaimana bisa tinggal di apartemen semewah itu?"



"Aku bisa belikan kalau kamu mau."



"Apa..? "



"Aahh.. gak." ucapnya sambil tersenyum. "Kakak ku tinggal di apartemen itu."



"Oh.. ya?" ucap Azky sambil membulatkan matanya.



"Ya."



"Bu ira,kenapa rumah sepi? pada ke mana semua orang?" Tanya Zahfran sambil melepaskan jasnya lalu meletakan jas itu di lengannya.


"Tuan besar dan nyonya besar pergi ke rumah Tuan Adlan,tuan."


"Shafiah? Kenapa dia tidak turun menyambutku?"


"Nyonya..."


"Kenapa?" Sela Zahfran.


"Nyonya pergi tuan."


"Pergi? kemana? " Raut wajahnya mulai berubah.


"Saya tidak tau tuan, nyonya tidak bilang apa-apa."


"Lalu Abiyu? "


"Abiyu ikut bersama nyonya Shafiah tuan."


"Mereka berdua pergi? tanpa seizinku? " Bentak Zahfran pada Bu Ira. wajah Zahfran berubah merah menahan amarahnya pada Shafiah.


~


~


~


Mau tau kemana Shafiah dan Abiyu pergi?


Ayoo dong..


Like


Komen


Komen sebanyak-banyaknya.


Mereka berdua mau di pertemukan lagi jangan niih? 😍😉

__ADS_1


Next 1 Bab lagi nanti malam.stay terus ya.


__ADS_2