
"Mba,suami mu selingkuh mba."
"Selingkuh...? Apa sih Lan...? kamu tuh ngawur deh." Ucapnya dengan memalsukan senyumnya.
"Aku serius mba,aku bertemu dengan kak Zahfran di apartemennya,mba tau siapa wanita yang menjadi selingkuhan suami mu?"
Shafiah terdiam menatap Adlan.
"Dia pengasuh Abiyu.wanita yang aku sukai mba."
Melihat Shafiah yang terus saja diam tanpa meresponnya,membuat Adlan menatap heran. "Mba ko diem aja sih? apa...jangan-jangan yang di katakan kak Zahfran itu benar?"
"Apa yang mas Zahfran katakan?"
Sebelum bertanya,ia mempersiapkan diri untuk mendengar kenyataan yang tidak ingin ia dengar. "Mba yang menikahkan mereka?"
Diam,shafiah tidak berani menjawab pertanyaan dari Adlan,ia lebih memilih pergi menuju taman menghampiri Abiyu yang sedang bermain di sana.
"Mba.."
Shafiah tidak memperdulikan Adlan yang terus memanggilnya. namun secepat kilat juga Adlan menarik tangan Shafiah menahannya untuk tidak menghindarinya.
"Lepaskan aku Adlan." Tgas Shafiah dengan menatap tajam.
Seketika Adlan melepaskan tangan Shafiah dengan mengangkat kedua tangannya ke udara. "Maafkan aku mba."
"Kamu mau dengar? Ya..aku yang menikahkan mereka Adlan. Azky adalah istri sah suami ku.dia istri kedua suami ku Adlan hikss..hikss.." Shafiah menumpahkan semua tangisnya di hadapan Adlan.
Adlan diam mematung setelah mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Shafiah. ia merasa tak percaya dengan apa yang sudah ia dengar tentang poligami kakaknya dengan wanita yang ia cintai.
"Ini gila.ada apa dengan dirimu mba sampai-sampai kamu menikahkan mereka.?"
Shafiah mulai menjelaskan semua perkara yang terjadi pada rumahtangganya sampai Zahfran melakukan poligami.
Seolah tak ingin percaya,Adlan menganggap semua penjelasan Shafiah itu hanyalah sebuah lelucon gila. "kamu sudah gila mba,Kamu harus meminta kak Zahfran untuk menceraikan Azky.
"Itu tidak mungkin Lan,mereka sudah saling mencintai."
"Tapi kamu menderita mba."
__ADS_1
"Aku sedang berusaha Adlan,kebahagiaan mas Zahfran adalah kebahagiaan ku juga."
"Cih...bahagia?" Adlan berdesih sambil memalingka pandangannya ke sembarang arah. "Aku sudah kehabisan kata untuk mu mba." Adlan lebih memilih menyudahi perbincangan saat ini,saat ia memutar badannya hendak pergi,Mata Adlan terbelalak saat melihat bu Melisa dan pak Herlambang sudah berdiri tepat di hadapannya. "Pah,mah?" suara Adlan bergetar.
"Papah? apa mereka ada di sini?" Shafiah menurunkan tangan yang menutupi wajahnya,betapa terkejutnya ia melihat mertuanya sudah kembali setelah melakukan perjalanan bisnis yang seharusnya ia kembali besok.
"Kemana Zahfran?" Tanya pak Herlambang pada Shafiah.
Sangat jelas terlihat amarah pak herlambang sudah berada di ambang batas.sangat hati-hati Shafiah menjawab pertanyaan mertuanya itu. "Mas Zahfran....."
"Dia ada di apartemennya bersama wanita lain pah." Sela Adlan memotong perkataan Shafiah yang pasti menutupi kesalahan suaminya itu walau itu sangat mustahil karna mereka sudah mendengarnya sendiri saat pertama datang,pak herlambang dan bu Melisa cukup lama mendengarkan mereka berbicara.
"Panggil dia ke sini."
Tiba-tiba. "Aku di sini pah." Zahfran muncul di antara mereka.
Pak herlambang menoleh ke belakang,langsung menghampiri Zahfran tanpa menunggu waktu lama. "Bughh..dia melayangkan pukulan tepat di pipinya,belum puas,ia mencengkram kerah baju Zahfran sampai beberapa kancing terlepas dari bajunya. dan "Bugh..kembali pak herlambang melayangkan pukulan di tempat yang sama hingga ia jatuh tersungkur di lantai. Mengalir lah darah segar dari sudut bibirnya.
"Maaass..." Shafiah berteriak lalu menghampiri Zahfran yang masih terduduk di lantai.
Melihat darah yang mengalir di bibirnya,seketika air mata Shafiah tumpah hingga membasahi hijabnya. Hikss.. hikss..maass..." Shafiah memegang pipi Zahfran dengan kedua tangannya.
"Hentikan pah,mas Zahfran sudah berubah,dia tidak seperti dulu, hikss..hikss..Shafiah terus menangis.
"Lihat..lihat istrimu.." pak Herlambang berjongkok di sebelah Shafiah sambil berbicara pada putranya.
"Dia menangisi mu hanya karna melihat setetes darah yang mengalir di tubuh mu.
Dan kamu..?" Pak Herlambang kembali bangkit berdiri tegap. "Kamu bahkan tidak melihat sebesar apa luka yang kamu goreskan untuk istri mu?"
"Hikss..hikss...Shafiah terus menangis.
"Apa kamu tidak bisa merasakan betapa hancurnya perasaan dia? kamu tidak melihat luka di hatinya? bahkan aku bisa melihat dengan sangat jelas kalau Shafiah sangat menderita Zahfran "Bugh..pak Herlambang kembali memukul Zahfran.
"Sudah pah..jangan memukulnya lagi." Teriak Shafiah sambil merentangkan tangannya di depan Zahfran mencoba melindungi dari serangan pak Herlambang.
Bu melisa hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berbuat apa-apa,karna yang di lakukan putranya sungguh keterlaluan,namun hati seorang ibu tetaplah memiliki sisi lembut,ia pun menangis melihat keadaan putranya.
"Kamu tidak melihat bagaimana ia selalu berusaha baik-baik saja di hadapan mu,bagaimana ia berusaha selalu tersenyum padahal hatinya perih. Bahkan ia sangat bersusah payah untuk berusaha baik-baik saja saat melayani mu di atas ranjang tanpa memikirkan dirimu saat bersama wanita lain.
__ADS_1
"Ketahuilah Zahfran,senyum istri mu itu hanya untuk menutupi hatinya yang sedang terluka. Dan kamu tau,bukan hanya Shafiah yang terluka. Wanita itu,istri kedua mu,ia juga merasakan hal yang sama seperti yang Shafiah rasakan,kamu sudah mendzolimi mereka Zahfran.
"Ingat yang aku katakan? Wanita itu adalah bagian dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok,dan kalau kamu memaksanya untuk lurus,itu tidak akan bisa Zahfran,dia akan patah,dan kamu sekarang sudah mematahkan hati mereka."
Menyadari kesalahannya begitu besar, Zahfran langsung bersimpuh di kaki Shafiah, memohon ampunan dari istrinya. "Shafiah maafkan aku." Ucapnya dengan tangis terisak-isak.
"Jangan lakukan itu mas,aku sudah memaafkan mu." Shafiah berusaha mengangkat bahu Zahfran untuk tidak bersujud padanya.
Tiba-tiba.. "Assalamualaikum.." Teriak Abiyu yang langsung berlari masuk ke dalam memanggil bundanya. "Bundaa...Seketika senyum Abiyu memudar melihat ketegangan yang terjadi di sana.ia langsung menghampiri Shafiah dan memeluknya sambil menangis."Bunda..ada apa ini?kenapa bunda menangis?kenapa semua orang menakutkan? Hiks..hiks..." ia menangis dalam dekapan Shafiah.
"Ayah. kenapa ayah juga menangis,kenapa dengan wajah ayah?" tangan kecil mungil itu menyentuh sisi bibir ayahnya yang terluka.
"Ayah gak apa-apa nak." Ucapnya dengan senyum terpaksa.
"Bu Ira."
"Ya tuan." langkah kakinya bergetar.
"bawa Abiyu ke kamarnya kemasi barang-barang Abiyu dan Shafiah.karna kita akan membawa mereka pergi dari sini." keputusan pak Herlambang sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat lagi.
"Pah..tidak pah.." Zahfran bangkit menghampiri pak Herlambang memohon untuk tidak memisahkan dirinya dengan anak dan istrinya."jangan pisahkan aku dari mereka pah,mereka sumber kehidupan ku.aku tidak akan mampu berpisah dari mereka pah." Zahfran terus memohon bahkan sampai bersimpuh di kaki pak Herlambang.
"Itu hukuman untuk mu Zahfran. Sebelum kamu menceraikan wanita itu,jangan harap kamu bisa bertemu anak dan istri mu." Tegas pak Herlambang.
Deg...semua orang membisu mendengar keputusan pak Herlambang yang akan memisahkan Shafiah dan Abiyu dari Zahfran.
~
~
~
~
Hayoo...mau kita apain lagi niih mereka...?
Author jadi greget sendiri 🤭🤭
Seperti biasa ya,siapkan jempol para reader untuk menekan 👍👍 dan berikan komentar terbaik kalian untuk kelanjutan kisah poligami ini. 🤗🤗😘🙏
__ADS_1