Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 85


__ADS_3

Bagi mereka Bram bukanlah orang asing lagi,Zahfran tau persisi bagaimana Bram dulu sangat mencintai Shafiah,tapi karna keadaan,Bram terpaksa mengenalkan Shafiah pada Zahfran.


Bram berfikir,kalau hidup Shafiah akan bahagia bersama Zahfran,karna Zahfran adalah anak dari orang kaya,yang mana orang tua mereka pun sudah bersahabat sejak lama.


Seandainya saja Bram dulu tidak mengenalkan Shafiah pada Zahfran,mungkin pak Herlambang tidak akan memohon-mohon pada orangtua Shafiah untuk menikahkan mereka saat itu.saat sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtua Shafiah.


Zahfran tau persis perasaan Bram pada iatrinya,maka saat Bram tersenyum dengan Shafiah cukup membuat hati nya ikut terbakar api cemburu,terlebih saat ini hubungannya dengan Shafiah sedang tidak baik-bak saja,bisa-bisa Bram mengambil kesempatam dalam kesempitan. Itulah yang ada di pikirannya saat ini.


Pikiran yang sangat dangkal,hanya dengan tersenyum dengan pria lain saja,membuat emosi seorang Zahfran memuncak.


"Mas apa-apan sih?" Ucap Shafiah mendengus kesal karna Zahfran seenaknya memberikan ancaman pada Bram.


"Sayang...kamu tersenyum dengan pria lain?tapi dengan ku...?"


"Orang lain siapa maksud mu mas? Anaknya tuan Willy? Aditya?" Tanya Shafiah menahan kesal.


"Dengan Bram." Zahfran mengecilkan suaranya tak berani menatap wajah Shafiah yang masih terlihat kesal.


"Astagfirullah mas.. kamu cemburu aku tersenyum pada Bram?"


"Bram itu seorang pria sayang,bagaimana aku bisa diam saat kamu tersenyum dengan pria lain?"


Melihat pertengkaran Shafiah dengan Zahfran membuat Bram dan Khadijah tersenyum karna baru kali ini mereka melihat Shafiah marah pada suaminya,dan Seorang Zahfran hanya diam tanpa bersuara menerima setiap omelan dari istrinya.


Zahfran yang menyadari dirinya jadi bahan tertawaan Bram dan Khadijah,ia langsung menatap keduanya dengan sorot mata tajam seakan megintimidasi mereka.


"Mas..." Panggil Shafiah.


"Iya sayang." Zahfran kembali menatapnya sambil memegang kedua tagan Shafiah.


"Kamu dengar gak sih aku bicara apa?"


"Aku dengar ko."


Shafiah terdiam sambil menghela nafas panjang.


"Jangan memarahiku di depan mereka sayang,aku kan suami mu,aku malu."


Shafiah tetap diam sambil menatap ke arah Bram dan Khadijah. "Kenapa kalian tertawa?"


Bram dan Khadijah pun langsung menahan tawanya dengan merapatkan mulut mereka. "Maaf mba." Ucap Khadijah sambil menahan tawa.


"Hari ini sangat kacau,aku kehilangan pelanggan tetap ku. Ini semua karna kamu dan kamu." Shafiah menunjuk pada Zahfran dan Bram.


"Looh..ko aku sih sayang?"


Tak ingin mendengarkan ucapan Zahfran,Shafiah pun langsung pergi dari Cafe itu dan Khadijah mengekor dari belakang. "Mba..tunggu aku." Ucap Khadijah sambil berlari kecil mengejar Shafiah.


"Lihat Bram..ini semua karna kamu."


"Loh..ko aku tuan?" Bram mengernyitkan dahinya.


"Iya kamu,siapa lagi? Masa aku?" Ucap Zahfran.


"Astahfirullah.... kita delapan tahun tidak pernah bertemu,dan sekarang setelah bertemu anda malah menyalahkan saya atas insiden tadi?"


Zahfran melirik dengan sudut matanya. "Ikut aku.."


"Kemana tuan?"


"Iya kamu harus ikut aku..kamu kan orang kepercayaan ku."


"Aku...?orang kepercayaan mu?" Bram menujuk hidungnya dengan jari telunjuknya.


"Iya lah..siapa lagi?"


Seketika Bram mengangkat kedua tangannya ke udara. "Oh...tidak tuan,saya nyaman kerja di sini,saya tidak mau lagi ikut degan anda. Saya sudah insyaf." Ucap Bram dengan menekankan kata insyaf.


"Cih..sombong sekali kamu Bram"


"Sudah lah tuan,cepat kejar istri anda,anda mu pintu rumah anda di kunci dari dalam?dan anda tidak bisa masuk?"

__ADS_1


"Benar juga.." Batin Zafran "Baiklah,untuk kali ini kamu boleh menolak ku,tapi nanti aku pastikan kamu akak kerja bersama ku lagi..." Teriak Zahfran sambil berlari keluar mengejar Shafiah.


"Tuan,sepertinya dunia anda terbalik saat ini." Bram berteriak sambil menatap punggung Zahfran yang semakin menjauh.


Dari kejauhan Zahfran mengepalkan tangannya keudara pada Bram.


"Ha..ha..ha..tuan Zahfran."



Surabaya.pukul 17.00 Rumahsakit XX



"Azky..semua sudah kamu masukan ke dalam tas?" Tanya Dewi sambil membantu Azky membereskan pakaiannya karna hari ini ia sudah di izinkan pulang oleh dokter.



"Sudah mba."



"Kita sepertinya pulang naik taksi,solanya Fatih sedang sibuk dengan pak Herlambang mengurus perusahaan Fatih yang sedang bermasalah." Ucap Dewi.



"Gak apa-apa mba." Azky mengecek saldo tabungannya melalui ponselnya untuk membayar biaya rumahsakit. "Oh ya mba..aku turun ke bawah dulu ya.."



"Mau ngapain?"



"Mau.. Membelikan oleh-oleh untuk anak-anak."




"Gak apa-apa mba,mau aja." saut Azky sambil tersenyum.



"Ya udah,jangan lama-lama ya,solanya mba sudah pesan taksi online,gak enak kalau taksinya harus nunggu lama."



"Iya mba sebentar ko."



Azky pun segera turun ke bawah menuju kasir untuk membayar semua tagihan rumahsakit.



"Mba.." panggil Azky saat sudah berada di kasir rawat inap.



"Iya..ada apa mba?"



"Saya mau membayar tagihan atas nama Azky Khairani semuanya berapa ya mba?"



"Azky khairani?"


__ADS_1


"Iya mba."



"Sebentar ya mba,saya cek dulu."



"***Semoga tabungan ku cukup untuk membayar tagihan rumahsakit***. ***Aku gak mau kalau sampai mas Fatih yang membayar semuanya***." Ucap Azky dalam hati.



"Azky khairani,kamar VIP selama 3 malam ya mba?"



"Iya mba."



"Totalnya 30 juta mba."



"30 juta?" Azky membelalakan matanya karna terkejut dengan tagihan sebanyak itu. "Bagai mana ini? uang ku tidak cukup."



"Tapi mba,di sini anda sudah tidak memiliki tagihan lagi. Maksud saya,tagihan anda sudah lunas."



"Lunas? Tapi saya belum membayarnya.?" menatap aneh.



"Tapi di sini anda sudah melunasi tagihan rumahsakit mba."



"Siapa yang membayarnya?" Tanya Azky penasaran.



"Yang membayar semua tagihan anda... Pak Herlambang malique."



"Herlambang malique? papahnya mas Zahfran?"



Bagaimana bisa seorang Herlambang malique membayar semua tagihannya?Azky masih tak percaya dengan apa yang di katakan oleh petugas kasir itu,hingga ia kembali bertanya. "Mba yakin kalau yang membayar tagihan rumahsakit itu pak Herlambang malique?"



Petugas kasir pun mengangguk. "Iya mba,di sini tertera nama dan tandatangannya juga." Untuk meyakinkan Azky,petugas itu sampai memutar layar komputernya menghadap Azky,hingga dengan sangat jelas ia melihat nama Herlambang malique sebagai penanggungjawab atas pembayaran biaya rumahsakit selama 3 malam kelas VIP.



"Benar,itu papahnya mas Zahfran,bagaimana dia bisa melakukan ini?" Azky mencoba untuk tidak percaya,tapi nama itu jelas terpampang nyata di depan matanya.



"mas Fatih..apa mas Fatih tau? aku harus bertanya padanya." Segera Azky kembali ke kamarnya untuk menghubungi Fatih melalui telfon.



Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘

__ADS_1


Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏


__ADS_2