Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 48


__ADS_3

Selepas Shafiah pergi,Zahfran masih duduk di atas sofa sambil memegang kepalanya menunduk.


Ia mendongakan kepalanya saat Azky membuka pintu kamarnya ia keluar sambil membawa handuk di lengannya. "Mas,ko sendirian? Mba Shafiah udah tidur?" Tanya Azky setelah menutup kembali pintunya.


"Shafiah pulang ke apartemennya." Jawab Zahfran singkat.


"Oh..aku fikir mba Shafiah bermalam di sini."


"Gak,besok pagi-pagi sekali dia harus ada di butik,ada yang belum sempat ia bereskan."


Azky menggangguk. "Ya udah,a..aku mau mandi dulu ya mas." Ucapnya dengan tersenyum.


Zahfran membalas senyum Azky.lalu ia pergi ke kamar mandi.


Selama 15 menit Azky berada di dalam kamar mandi,setelah selesai,saat ia akan melilitkan handuknya,terdengar suara seseorang sedang berusaha menyalakan kompor gas yang tak kunjung menyala apinya. "Cklek..cklek.. susah banget sih nyalain kompor aja.?" Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal,kebingungan sendiri.


"Cklek..Azky pun keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk yang hanya menutupi sebagian tubuhnya,hingga kulit putih Azky nampak sangat jelas di hadapan Zahfran. "Kenapa mas?" Tanya Azky pada suaminya yang sedang berusahan menyalakan api kompor.


"Ini..aku..mau bikin mie instan." Ucapnya terbata.


"Mas tunggu aja di depan TV,nanti aku yang membuatkan mie instannya. Aku pake baju dulu." Kata Azky sambil berusaha menutupi bagian tubuh atasnya dengan tangannya.


"Gak usah,aku bisa sendiri ko,cuma mie instan." Kata Zahfran,ia kembali mencoba menyalakan kompor itu. "Cklekk..cklekk..tak kunjung herhasi.


"Mas..gak sabar banget sih,sini aku yang nyalain." Azky berjalan mendekati Zahfran yang masih berdiri di depan kompor,Zahfran melangkah mundur saat Azky beradi di depannya berusaha menyalakan kompor.


Sedikit Azky membungkukan badannya sambil meniup sisi api yang tidak merata. "Huuff..huuff..Tiba-tiba. "Aaww.. Azky mengerjap kesakitan saat matanya kemasukan debu halus,spontan Azky berdiri melangkah mundur lalu jatuh dalam dekapan Zahfran yang masih berdiri di belakangnya.


Zahfran terkejut saat Azky jatuh dalam pelukannya. "Ee..eehh..Azky..kenapa?" Zahfran memegang bahu Azky menahannya untuk tidak terjatuh.


"Mata ku kelilipan mas." Azky memejamkan matanya menahan perih.


Zahfran membantu Azky untuk berdiri. "Coba buka mata kamu."


Pelan-pelan Azky membuka matanya,Zahfran mencoba meniup namun perih di matanya masih ada. "huuff... Bagaimana?masih perih?"


"Masih mas."


"Kamu punya obat tetes mata?"


"Ada mas di kamar."


"Kalau gitu ayo kita obati di kamar." Zahfran memegang tangan Azky menuntunnya masuk ke dalam kamar,sementara Azky duduk di pinggiran tempat tidur,Zahfran mencari obat tetes mata yang entah ia letakan di mana.


"Kamu taruh di mana obatnya?" Tanya Zahfran sambil matanya berkeliling mencari obat tetes mata.


"Aku juga lupa mas. Mungkin.."


"Sudah ada." Zahfran mengambilnya di bawah meja rias,tangannya merogoh ke dalam,saat akan berdiri. "brugh.. Aww..." Kepalanya terbentur ujung meja rias.


"Kenapa mas?"


"Ga apa-apa." Zahfran duduk di samping Azky sambil mengusap kepalanya yang terbentur.


"Buka mata kamu."


Azky mendongakan kepalanya,sedikit membuka matanya.Zahfran meneteskan obat tetes mata dari atas.


"Sudah." Zahfran menyimpan obat tetes mata itu di atas nakas.


Azky mengedip-ngedipkan matanya merasa lebih baik. "udah gak sakit mas."


Zahfran menyeka air pada pipi Azky yang basah akibat terkena tetesan obat mata tadi.


"Tadi kamu kenapa mas? kepentok meja rias ya." Ucapnya sambil menahan tawa.


"Malah ketawa ya,bukannya di obatin." Kata Zahfran sambil mencubit hudungnya Azky.

__ADS_1


"Aduh..sakit tau." Azky mengusap batang hidungnya.


Azky berusaha membetulkan kembali handuknya,namun tangan Zahfran dengan cepat menahan agar membiarkan handuk yang melilitnya terlepas. "Mas.." lirih Azky menahan degupan jantung yang sangat hebat saat handuk yang hampir terlepas ia biarkan begitu saja untuk turun.


"Biarkan seperti ini,aku menginginkannya." Ucap Zahfran sambil berbisik di telinga Azky.


Tanpa berkata lagi,Zahfran langsung membungkam mulut Azky dengan bibirnya,Azky menutup matanya seakan menikmati setiap sentuhan yang Zahfran berikan.


Zahfran membawa tubuh Azky untuk duduk di atas pangkuannya,tubuhnya bergetar hebat saat tangan kekar Zahfran sudah berada di atas benda kenyal itu,ia memberikan sentuhan lembut di sana,tanpa melepaskan ci*mannya.


Setelah puas,perlahan Zahfran mulai membaringkan tubuh Azky di atas ranjang dengan sangat hati-hati. Ia mulai membuka pakaiannya dan melemparnya ke sembarang arah.


Setelah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya,Zahfran mulai naik ke atas tubuh Azky yang sudah berada dalam posisi terlentang itu.


Setelah berada di atas tubuh Azky,ia kembali memberikan ci*man lembut lalu beralih turun menyusuri tengkuk lehernya yang jenjang hingga meninggalkan jejak di beberapa titik sensitifnya.


sebelum melakukan penyatuan,Zahfran mencium kening Azky terlebih dahulu. Saat mereka sudah berada di atas puncak kenikmata,dengan nafas terengah-engah,akhirnya Zahfran dan Azky melakukan pelepasan dalam waktu bersaman.


"Maafkan aku Azky,selama pernikahan kita,hanya dua kali aku memberikan hak biologis mu. Aku mencintai mu,dan aku juga sangat mencintai Shafiah."



"Sha..apa besok kamu butuh bantuan ku?" Tanya Fatih sambil melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang membelah keramaian kota menuju apartemen mereka.



Tak kunjung mendapat jawaban Fatih kembali memanggilnya. "Shafiah."



"Aah..ya mas.kenapa?" Shafiah menatap Fatih.



"Ngelamun,lagi mikirin apa sih?"




"Kamu gak ada rencana pulang ke Sidney?"



"Ada,setelah peresmian butik,mungkin sekitar 3-4 hari ke dapan aku pulang dulu ke Sidney."



"Kamu udah cerita sama Abiyu kalau kamu sudah bertemu dengan ayahnya.?" Sesekali Fatih melirik ke arah Shafiah setelahnya kembali fokus ke jalan.



"Belum,kalau aku cerita sekarang,dia pasti minta pulang ke indo,dia kan lagi sekolah mas.aku gak mau ganggu sekolah dia."



"Baiklah." Fatih kembali fokus ke jalan.



"Aku tidur sebentar ya mas,bangunkan aku kalau udah nyampe."



"Ya.silahkan."


__ADS_1


"Oh iya,aku mau dengarin solawatan ya,boleh kan mas?" Tanya Shafiah sambil membuka Yo\*tub\* lalu ia memilih beberapa solawatan favoritnya yang selalu ia dengar saat ia sedang penat atau saat ia sedang membutuhkan ketenangan jiwa.



"Boleh dong.aku nyalain bluetoot nya ya."



Selesai memlih,ia mulai mendengarkan lantunan salawat yang berjudul;


\# Law kana bainanal habib \#


Yang di lantunkan oleh (Ai Khodijah)


(Yang penasaran dengan solawat itu monggo langsung cek Yo\*tub\*)



Nampak Shafiah menurunkan sandaran joknya,agar ia bisa sedikit berbaring,dan Fatih tetap fokus ke jalan melajukan kendaraannya.



Sambil mendengar solawatan,Shafiah pun akhirnya tertidur.



"Bagaimana kalau besok kita pergi ke butik lebih awal." Kata Zahfran pada Azky.


"Boleh,pagi sekali sebelum macet mas."


"Ya"




"Shifa,aku ke butiknya agak telat ya,badan aku cape banget soalnya. Aku mau istirahat sebentar."



"Siap mba."



~


~


~


Stay terus ya.love you Reader ku 😘😘



Seperti biasa,setelah baca,jangan lupa jempolnya di tekan 👍👍


Dan komentar sebanyak-banyaknya.


Author selalu menerima masukan dari para Reader.



Terimakasi banyak yang sudah memberikan Vote untuk karya author yang sederhana ini.


Vote dari yang lainnya Author tunggu ya.


Semoga Allah mebalas kebaikan reader semua.😘🙏

__ADS_1


__ADS_2