
Visual Abiyu terbaru.dikit dewasa ya.kalo gak salah dia kls 2 SMA.
Visual Kisya.masih sama
"Abi.. ada apa? Siapa dia?" Azky bertanya sambil menatap wajah gadis itu dengan tatapan nanar,gadis itu terus menangis terisak-isak sambil menundukan pandangannya,ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Bukan urusan tante." Jawabnya ketus.
"Abiyu,bicara yang sopan dengan tante mu." Timpal Fatih yang baru datang. Ia tidak suka dengan sikap dingin keponakannya terhadap sang istri.
"Mas sudah. Ini bukan waktunya. Aku yakin dia tidak bermaksud bersikap seperti itu." Azky mencoba menenangkan suaminya untuk tidak terbawa emosi.
"Tapi sayang..."
"Mas..aku mohon."
Tak ingin memperpanjang lagi,akhirnya ia diam,dan membiarkan sang istri yang bicara dengan Abiyu dan gadis itu. "Abi..katakan sama tante,apa yang sebenarnya terjadi? Siapa tau tante bisa bantu." Bertaya dengan sangat hati-hati.
"Apa yang harus aku katakan? Aku tidak mungkin mengatakan hal yang sangat menjijikan itu." Batin Abiyu bergumam dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Abi..percayalah,tante cuma mau bantu kamu."
"Dia tidak akan mengatakan apapun tante,dia terlalu pengecut." Ujar Kisya dengan sorot mata tajam menatap Abiyu.
"Apa kamu bilang? Aku pengecut?"
"Lalu julukan apa lagi yang pantas untuk seorang pria yang tidak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan?"
"Kisya..." Teriak Abiyu dengan lantangnya.
"Kamu memang pengecut Abi. Kamu pengecut." Kisya berkata sambil memukul dada Abiyu sangat kencang,namun sang pemilik hanya bisa diam tanpa perlawanan.
Ia menyadari dengan apa yang sudah ia perbuat,kejadian malam itu bukanlah keinginan mereka,mereka di jebak oleh salah satu teman sekolahnya yang bernama Alesha,ia merasa sakit hati karna selalu mendapat penolakan dari Abiyu.
Malam itu,Abiyu datang dengan Kisya ke sebuah Acara ulang tahun temannya di sebuah hotel mewah di luar kota Jakarta,mereka menginap satu malam di sana,hotel pria dan wanita sebetulnya terpisah,tapi karna ulah Alesha yang mencampurkan obat perangsang di minuman mereka,maka terjadilah apa yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Melihat Kisya terus memukul Abiyu,segera Azky dan Fatih melerai dengan menjauhkan keduanya. "Kisya cukup kisya,kalau kalian terus begini,bagaimana masalah kalian bisa di selesaikan?" Azky menggenggam erat Bahu Kisya.
"Akh... Aku membencimu Abi,aku benci..."
Karna gadis itu terus menangis,Azky membawa kisya ke dalam pelukannya seraya menenangkan. "Tenang lah Kisya,tenang. Kita bicarakan ini baik-baik ya." Ia mengusap punggung gadis itu dengan lembut,walaupun ia belum mengatakan apapun,Azky bisa merasakan kepedihannya saat ini.
"Abi.. jangan pernah menutupi apapun dari keluarga,nanti akan timbul kesalahfahaman." Kata Fatih
Namun Abiyu tetap diam.
Setelah beberapa saat,tangisnya mulai reda,ia melonggarkan pelukannya sambil mengusap pipinya yang basah. "Kamu sudah tenang?" Tanya Azky selembut mungkin. Kisya pun mengangguk.
"Sekarang katakan,apa yang terjadi?"
"kita sudah tidur bersama tante." Jawab Kisya tanpa ragu.
"Kisya.." Kembali Abiyu berteriak.
"Itu kenyataannya Abi. Kita sudah melakukannya malam itu." Suara Kisya tak kalah kencangnya dengan Abiyu.
"Kita di jebak,kita melakukan itu tanpa sadar,kenapa kamu meminta pertanggung jawaban pada ku?"
"Lalu pada siapa? Siapa yang harus bertanggung jawab atas ketidakperawanan ku sekarang?"
"Suuit.." Azky meletakan jari di bibir agar kisya tidak mengatakannya dengan berteriak. "Tenang Kisya,jangan berteriak,kita ada di tempat keramaian."
__ADS_1
"Abiyu.. untuk hari ini,jangan pulang ke rumah,pulang sama om." Ucap Fatih.
"Iya,lebih baik kita bahas ini rumah tante ya?" Pinta Azky pada Abiyu dan Kisya.
"Gak ada yang perlu di bahas lagi tante,aku mau pulang ke rumah." Ujar Abiyu masih merasa kalau ia tidak melakukan kesalahan.
"Abi,jangan sampai om memberitahu ayah mu tentang kejadian hari ya." Ucap Fatih sedikit mengancam.
"Om mengancam ku?"
"Mengkannya,kalau kamu gak mau masalah ini sampai pada ayah dan bunda mu,ikuti apa yang om katakan."
"Tapi om?"
"Abiyu..."
Abiyu mencoba mencerna apa yang om nya katakan,pulang ke rumahnya dalam keadaan seperti ini,sangat tidak mungkin,apa lagi mengingat sang bunda sedang hamil,ia tidak mau menambah beban bundanya dengan kejadian ini,hingga akhirnya Abiyu menuruti apa yang di katakan Fatih. "Baiklah,aku mau ke rumah om."
"Nah gitu dong,nanti om bilang sama ayahmu kalau kamu mau tidur di rumah om, Ayo sayang,ajak Kisya ke rumah kita."
"Iya mas. Ayo kisa,kita ke rumah tante,kita ngobrol di rumah." Ajakan Azky langsung mendapat anggukan dari Kisya.
Dan akhirnya mereka pun pulang ke rumah Fatih dan Azky.
Kediaman Khadijah
Begitu sampai di apartemen,Khadijah masuk ke dalam sambil melempar tasnya ke atas sofa dan berjalan cepat menaiki anak tangga dengan berurai air mata hendak masuk ke kamarnya,panggilan lembut sang kakak tak di indahkan,hingga sang kakak harus meninggikan suaranya untuk menghentikan langkah adiknya itu. "Khadijah" panggil Zahfran dengan suara lantang nya.
Dia pun menghentikan langkahnya.
Air mata Khadijah terus mengalir tanpa mereka ketahui,karna dia tidak mau memutar tubuhnya menghadap kakanya.
Masih dalam posisi yang sama,akhirnya Zahfran pun menaiki anak tangga menghampiri sang adik. "Jia." panggilnya lembut tepat di belakang sang adik. "Lihat sini."
"Aku gak mau."
"Jia... kamu itu cantik,dan pria di dunia ini bukan cuma Bram."
"Tapi aku maunya Bram mas." Berteriak sambil memutar tubuhnya menghadap sang kakak.
"Dia sudah punya pacar,kamu dengar sendiri kan?"
"Itu karna mas Zahfran gak pernah kasih aku kesempatan untuk dekat dengan mas Bram."
__ADS_1
"Karna... Dia terlalu tua buat kamu,usianya hampir sama dengan ku."
"Usia?" Jia menekankan kata usia. Ia turun dua langkah untuk mensejajarkan dirinya dengan sang kakak. "Bagaimana dengan mas Zahfran dulu,saat kamu sangat menggilai Azky? bahkan sampai menikahinya." Ucap Khadijah dengan sorot mata tajam.
Mendengar adik iparnya menyinggung masa lalu suaminya,membuat Shafiah diam mematung sambil menatap ke atas tangga,di mana Kakak beradik itu sedang berdebat.
"Jangan ungkit masa lalu ku lagi." Tegas Zahfran.
"Kenapa? apa aku membuka luka lama mas Zahfran? Atau...jangan-jangan mas Zahfran masih mencintai Azky?"
"Jia.. hentikan."
"Aku gak akan berhenti sampai mas Zahfran menyadari betapa aku mencintai mas Bram walaupun usia kita berbeda jauh. Aku mencintainya." Ucap Khadijah dengan berteriak.
"jangan memancing amarh ku Jia."
"Kenapa? apa mas Zahfran mengakui kalau saat itu adalah sebuah kesalahan? Kenapa mas Zahfran malah menikah denganya? apa mba Shafiah tidak bisa memuaskan hasrat mu?"
"Plak..." Satu tamparan mendarat tepat di pipi sang adik yang tak henti-hentinya membahas masa lalu dirinya dengan Azky.
"Kamu keterlaluan Jia." Ucap Zahfran dengan sorot mata tajam. "kamu tidak sadar perkataan mu menyakiti hati istri ku."
Dan benar saja,saat Kjadijah mengatakan itu,Shafiah langsung pergi meninggalkan mereka.
Aku bahas mereka semua satu persatu ya,dengan permasalahan yang berbeda.
Stay terus.
Kalau reponnya masih banyak,akan Author UP lagi nanti.
Jadi tau dong mesti apa?
Iya..
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
Gratis ko,gak perlu beli koin pula.🤗😘🙏.
Lanjut?