
Sebanyak ini om?" Tanya Azky dengan mata membulat sempurna menatap semua kantung belanjaan di depan teras rumah Dewi.
Pak Herlambang mengangguk. "Iya.."
"Ini terlalu banyak om,ini berlebihan."
"Tidak apa-apa Nak,om senang melakukannya,hanya ini yang bisa om lakukan untuk mereka."
"Tapi om..."
"Azky.. om tidak mau ada penolakan. Izinkan om memperbaiki semua kesalahan yang pernah om lakukan,yaa....walaupun ini tidak sebanding dengan apa yang pernah om lakukan pada mu. Maafkan om Nak." Ucap pak Herlambang penuh penyesalan,ia melipat kedua tangannya di hadapan semua orang yang ada di sana.
"Jangan lakukan itu om,saya sudah melupakan semuanya." Azky menurunkan tangan pak Herlambang.
"Terimakasi nak,terimakasih banyak,sekarang om tau,kenapa dulu Shafiah sangat melarang Zahfran menceraikan mu."
"Jangan bahas masa lalu om,aku betul-betul sudah melupakannya."
"Baiklah,dan sekali lagi om sangat berterimakasi kamu mau memaafkan semua kesalahan om."
Tidak ada alasan untuk menolak permohonan maaf pak Herlambang,harapannya saat ini hanya kebaikan tulus dari orang-orang yang ada di sekitarnya,dan ia berharap pak Herlambang betul-betul tulus melakuakan semua ini. "sama-sama om." Saut Azky.
"Oh..iya...tadi saya beli makanan siap saji waktu jalan pulang,kita makan bersama ya." Ajak pak Herlambang.
"Ayo anak-anak" Dewi menggandegan tangan si kembar membawanya masuk ke dalam rumah,di ikuti Azky dan pak Herlambang dari belakang.
Mungkin ini makan malam pertama yang paling berkesan bagi seorang Azky khairani,sudah sangat lama sekali ia tidak pernah merasakan kehangatan berkumpul dengan keluarga besar seperti saat ini.
Zahfran...!
Memang kehadiran seorang Zahfran di sisinya adalah kebahagiaan yang paling sempurna,tapi kasih sayang mereka mampu mengisi ruang kosong di hatinya. "Terimakasih,kalian mau menjadi keluarga ku.kalian mau menjaga ku sampai saat ini." Batin Azky bergumam sambil menatap keakraban putri kebarnya bersama Dewi dan pak Herlambang.
"Oh iya..aku punya kabar baik mba."
"Kabar baik apa?" Tanya Dewi sambil menggendong Asiyah di atas pangkuannya.
"Pemilik restauran ku membuka cabang di luar kota,dan aku di angkat jadi manager di sana." Ucap Azky dengan sangat antusias.
"Benarkah?" Dewi membelalakan matanya.
"Iya mba."
"Alhamdulillah,berarti kamu sekarang jadi ibu Manager dong?"
"Sekarang belum mba,nanti kalau aku sudah di pindah tugas."
"Sama saja,anggap saja sekarang kamu sudah menjadi Manager." Mereka pun tertawa bersama.
"Selamat ya Azky,atas keberhasilan karir mu." Timpal pak Herlambang.
"Iya om,ini juga berkat mas Zahfran yang dulu membiayai kuliah ku sampai selesai."
"Benarkah?" menatap tak percaya.
"Iya om,saat mas Zahfran bangkrut dan tinggal di pesantren,saat itu juga ia melunasi biaya kuliah ku sampai selesai,bahkan mas Zahfran memberikan ku pekerjaan saat itu."
"Om senang mendengarnya nak."
Azky tersenyum. "Tapi...ada satu hal yang mengganjal."
"Kenapa?" Tanya Dewi.
"Aku bingung sama anak-anak mba,aku takut kalau mereka di asuh orang lain,mba tau sendiri kan di TV banyak pengasuh yang menyiksa anak-anak."
"Kamu tidak perlu bingung Azky,saya akan memberikan pengasuh terbaik buat mereka." Saut pak Herlambang.
__ADS_1
"Ah...tidak perlu om,biar nanti saya cari sendiri." Lagi-lagi pak Herlambang menunjukan sikap baiknya.
"Azky..mereka bukan cuma anak-anak mu,mereka juga cucu ku,om ingin yang terbaik untuk mereka,dan om tidak mau ada penolakan lagi." Tegas pak Herlambang.
Azky kembali harus menerima niat baik pak Herlambang. "Baiklah om."
Saat ini Azky merasa lega telah mendapatkan jalan keluar untuk pengasuh putri kembarnya,ia yakin kalau pak Herlambang anak memberikan pengasuh terbaik untuk anak-anaknya,sekarang ia tinggal menunggu hari di mana dia harus di pindah tugaskan.
Sidney Kediaman Fatih.
Beberapa hari ini Fatih sangat malas untuk masuk kerja,karna Frans selalu membahas masalah perjodohan yang membuat ia merasa jengah,tidak hanya di kantor,di rumah pun Frans terus memaksa Fatih untuk menerima perjodohan dirinya dengan putri dari rekan bisnis papahnya itu.
Bahkan sampai saat ini Frans terus mengajak Fatih untuk ikut dalam pertemuan mereka. "Fatih.." tok..tok.. "Ayo nak,papah udah nunggu tuh di mobil" Andini memanggil putranya di balik pintu kamar.
"Fatih gak akan ikut mah,mamah aja sama papah." Teriaknya dari dalam.
"Fatih... Ikut saja dulu,siapa tau kamu bisa menyukai gadis itu,jangan buat papah mu malu di depan rekan bisnisnya nak. Ayo lah.." Andini terus merayu berharap Fatih bisa menurunkan egonya.
Karna lama menunggu,akhirnya Frans turun dari mobil dan kembali masuk ke dalam rumah untuk menemui Fatih di dalam kamarnya.
"Di dalam pah" Saut Andini.
"Anak itu sangat keras kepala." Ucap Frans mendengus kesal.
"Fatih..." Frans meninggikan suaranya agar Fatih mendengar baik-baik apa yang akan ia ucapkan. "Dengar,papah akan berhenti menjodohkan mu tapi dengan satu syarat."
Sang pemilik kamarpun diam mendengarkan syarat yang akan di sampaikan papahnya. "Hubungi Azky sekarang juga,tanyakan padanya tentang perasaanya,dan tanyakan padanya apa dia mencintai mu atau tidak."
"Pah..apa yang kamu katakan? bagaimana bisa Fatih melakukan itu pada Azky." Ucap Andini merasa khawatir.
"Mah,dia itu pria,harus tegas,jangan lembek seperti ini. Kalau dia yakin dengan Azky,dia tidak akan ragu menerima penawaran ku,ini mudah,hanya menanyakan perasaannya saja." Ucap Frans menahan kesal karna putranya telah di butakan oleh cinta bertepuk sebelah tangan.
Lama tak mendapat jawaban akhirnya Fatih pun membukakan pintu kamarnya. "Aku tidak takut menerima tawaran papah."
"Baik.. Lakukanlah sekarang,di depan kami." Tegas Frans,sedangkan Andini hanya bisa menatap wajah Fatih dengan penuh kekhawatiran,ia takut Fatih akan kecewa kalau Azky betul-betul belum mencintainya.
__ADS_1
"Aku akan menghubunginya sekarang."
Setelah itu Fatih mulai menyalakan ponselnya,dan nama Azky terletak di urutan paling atas,dengan penuh keraguannya,ia menekan icon berwarna biru,sambungan telfon pun terhubung. "Tuut..tuut..sampai beberapa kali baru mendapat jawaban dari sang pemilik. "Assalamualikum." Ucap salam Azky di sebrang sana.
"Waalaikumsalam."
"Ada apa mas? tumben."
"Azky...Kamu lagi apa?"
"Aku..lagi..ngerjain tugas restauran mas."
"Anak-anak sudah tidur?"
"Sudah..baru aja."
"Azky,ada yang ingin mas tanyakan."
"Tanya apa mas?"
"Maaf,kalau ini terdengar sangat konyol,tapi mas ingin memastikannya."
Azky menghentikan sejenak aktifitasnya. "Kenapa mas? kayaknya serius banget."
"Mas mau tau bagaimana perasaan mu kepada mas?"
"Maksud mas Fatih?" Terheran.
"Mas hanya membutuhkan jawaban iya atau tidak. Apa saat ini kamu sudah mencintai ku?"
Author minta tanda cinta kalian dong...
Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘
Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏
__ADS_1