Dia Maduku

Dia Maduku
Twins Maharani part 41


__ADS_3

"Aisyah?"


Azky, Zahfran semua anggota keluarga yang ada di sana terkejut mendengar permintaan Bu Anna yang ingin menjadikan Aisyah sebagai pengantin pengganti Maharani yang sudah pergi meninggalkan Gilang tepat dihari pernikahan mereka.


Terlebih Aisyah. Dia yang saat ini sedang berdiri di samping Shafiah, jelas menolak mentah-mentah keinginan Bu Anna yang meminta dirinya menggantikan sang adik yang sudah melarikan diri.


"Aku nggak mau, Tante." Aisyah menolak keras tanpa berfikir panjang.


"Lalu apa yang akan kamu katakan kepada para tamu undangan, kamu mau bilang sama mereka kalau adik kamu kabur? kamu mau bilang sama mereka kalau adik kamu itu sudah tega meninggalkan calon pengantinnya di hari pernikahan mereka? apa yang akan kamu katakan kepada mereka, Isya?"


Terus ia berkata dengan berteriak, sedangkan Gilang yang saat ini hati dan pikirannya sedang kacau, tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa menatap jauh ke depan, bertanya kepada diri sendiri.


"Kenapa kamu seperti ini, Rani? kenapa kamu meninggalkan aku disaat hari pernikahan kita akan berlangsung? kenapa kamu setega ini sama aku, Ran?"


Rasanya ingin sekali ia berteriak, pergi mencari Maharani, lalu menyeret dia ke atas pelaminan secara paksa. Namun, dalam sekejap dia membuang jauh-jauh pikiran itu, memaksa Rani bukan jalan keluar, karena sampai kapan pun mereka tidak akan hidup bahagia.


Dengan tegas, Tuan Darwin selaku sang ayah dari Gilang, meminta pertanggungjawaban Fatih untuk menikahkan Aisyah dengan Gilang, karena ia pun tidak ingin malu di hadapan keluarga besar, juga rekan-rekan bisnisnya yang sudah hadir.

__ADS_1


"Dan kamu Gilang. Tidak ada pilihan lain lagi, selain menuruti apa yang sudah kami putuskan. Cepat turun ke bawah, dan kamu Isya, cepat bersiap-siap untuk menjadi pengantin wanitanya," titah Pak Darwin yang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, karena merekalah pihak yang paling dirugikan saat ini.


Isya hanya bisa menangis dalam dekapan Shafiah, sedangkan Gilang yang tidak bisa berfikir lagi, hanya bisa menuruti semua yang diperintahkan orang tuanya, yang meminta ia menikahi Aisyah, bukan pujaan hatinya Maharani.


Zahfran : "Saya nikahkan engkau Gilang Wira Bin Darwin Sryantoro dengan putri saya yang bernama Aisyah Maharani binti Zahfran Malique, dengan mas kawin seperangkat alat solat, cincin berlian seberat tiga gram dibayar tunai.


Gilang : "Saya terima nikahnya Aisyah Maharani binti Zahfran Malique, dengan mas kawin seperangkat alat solat, cincin berlian seberat tiga gram, dibayar tunai.


Penghulu : "Sah?"


Sah


Sah


"Rani jahat, Umi."


Hiks

__ADS_1


Hiks


Hiks


"Sabar ya, Nak. Umi tau kamu sedih, nanti kita akan mencari Rani, dan kita akan segera mengetahui alasan kenapa sampi melarikan diri."


Masih dengan tangis terisak, Aisyah melepaskan pelukannya. "Isya tau apa alasan Rani melarikan diri, Umi."


Azky terkejut. "Kamu tau alasannya?"


Aisyah mengangguk.


Baru saja akan menjelaskan kepada sang ibu, tiba-tiba Abiyu datang menemui Azky, mengatakan kalau Gilang sedang menghajar Panji di depan pintu Aula setelah semua tamu undangan meninggalkan tempat resepsi.


Mereka yang terkejut dengan apa yang dikatakan Abiyu, langsung meninggalkan kamar, menuju aula tempat mereka berkelahi.


"Ini semua gara-gara lo, Panji. Lo yang membuat Rani ninggalin gue."

__ADS_1


Bugh..


__ADS_2