Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 74


__ADS_3

"Mas.. Mau aku yang masak,atau kamu yang masak?" Tegas Shafiah masih kesal.


"Baiklah.." Zahfran melonggarkan pelukannya,dan Sahafiah memutar kembali tubuhnya lalu menuntaskan masakannya.


Zahfran pasrah duduk di kursi meja makan sambil menunggu Shafiah selesai memasak.


Ia terus memandang tubuh Shafiah dari belakang. Terbesit rasa bersalah di benaknya. "Mungkin aku lah satu-satunya pria bodoh yang sudah menyakiti hati seorang istri sebaik kamu Shafiah,maafka aku yang telah membagi perasaan ini dengan wanita lain,sungguh aku juga ingin berhenti,tapi bayangan Azky sangat sulit aku lupakan,terlebih aku memiliki buah hati bersamanya,itu sangat menyulitkan sayang.aku mohon bertahan lah." Batin Zahfran.


Shafiah menyiapkan makanan di atas meja,ia melihat Zahftan sedang melamun,ingin menyapa,tapi ia terlalu gengsi untuk menanyakannya,hingga ia memilih diam.


Tak lama ponsel Shafiah berdering.kebetulan ponsel itu berada tepat di depan Zahfran,hingga ia lebih dulu melihat nama si penelfon. "Shifa?"


"Shifa?" Shafiah mendekat hendak mengambil ponselnya. "Sini mas handphone ku."


"Mas yang angkat." Ucapnya sambil menggeser icone hijau di sana. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam.saya fikir mba Shafiah tuan." Ucap Shifa dalam sambungan telfon.


"Katakan ada apa?"


"Mba Shafiahnya ada?"


"Ada."


"Bisa bicara dengan mba Shafiah?"


Zahfran melirik Sahfiah yang berdiri di depannya. "Gak bisa,Shafiah lagi sibuk."


"Mas,kemarikan ponsel ku." Shafiah berusaha merebut ponselnya,namun Zahfran malah memegang tangan Shafiah dan mencium nya beberapa kali. "Mas..." Sedikit kesal.


"Bicaralah kalau ada yang mau kamu sampaikan."


"Aanu tuan..ada seseorang yang menolak rancangan mba Khadijah,dia mau baju rancangan mba Shafiah."


"Siapa? Rancangan Jia kurang bagus?" Tanya Zahfran terheran.


Shafiah menatap wajah Zahfran yang seketika berubah.


"Bukan begitu tuan..cuma.." Shifa tidak berani berkata kalau tuan Wili salah satu pelanggan butik milik Shafiah sangat menyukai rancangannya.


"Cepat katakan." Tegas Zahfran.


"I..iya tuan,tuan Wili pelanggan tetap kami menginginkan rancangan mba Shafiah."


"Kenapa harus Shafiah? Shafiah kan sudah menyerahkan butik itu pada Khadijah adik ku." Wajah Zahfran memerah padam saat mengetahui ada laki-laki yang menginginkan tangan Shafiah untuk merancang baju pribadinya.


"Katakan pada orang itu,untuk berheti berlanggannan di butik kita." Tak butuh jawaban apapun dari Shifa,Zahfran langsung menutup telfonnya. "Menyebalkan." Zahfran mendengus kesal.


"Kenapa sih mas?" Ucapnya terheran saat melihat wajah suaminya nampak sedang menahan emosi.

__ADS_1


"Ga ada apa-apa." jawabnya singkat.


"Tangan ku.." Shafiah berusaha melepaskan tanganya dari genggaman Zahfran, namum ia tak juga melepaskannya.


Zahfran berdiri menatap wajah Shafiah dari dekat,wajahnya masih merah padam menaha emosi. "Mas kenapa sih?" Tanya Shafiah terheran.


"Gak apa-apa,mas mau mandi dulu." Zahfran menarik tangan Shafiah untuk ikut dengannya.


"Mas lepasin tangan aku,aku belum selesai beres-beres di dapur." Ucapnya sambil megikuti langkah Zahfran dari belakang,karna ia terus menarik tangannya dan membawanya lantai atas. "Mas juga belum sarapan."


"Jangan pegang handphone." Tegas Zahfran sambil berjalan.


"memangnya kenapa?"


"Kalau aku bilang jangan ya jangan."


Zahfran terus menariknya ke dalam kamar.


"Tunggu di sini,jangan ke mana-mana ok." Zahfran mendudukan Shafiah di tepian ranjang.


"Ngapain aku di sini?"


Tak menjawab,ia malah pergi ke kamar mandi sambil melemparkan senyuman sebelum menutup pintu kamar mandi.


Shafiah membuang muka karna masih kesal.


Saat Zahfran masuk ke dalam kamar mandi,Shafiah mendapat pesan dari Shifa.


"Mas Zahfran gak bilang apa-apa" Shafiah menatap heran sebelum membalas pesan dari Shifa.


"Waalaikumsalam..Mas Zahfran gak bilang apa-apa tuh,memangnya ada apa Shifa?" Jawab Shafiah.


"Tuan Wili langganan kita,dia pesan baju,tapi dia mau perancangnya mba,dia gak mau rancangan dari Jia."


"Memangnya kenapa? dia gak suka rancangan Khadijah?"


"Gak tau mba,padahal kita udah berusaha tunjukin rancangan andalan kita,tapi dia tetap gak mau."


"Aku izin dulu mas Zahfran ya."


"Tadi waktu di telfon,suami mba gak izinin."


"Nanti deh coba aku bujuk."


"Baik mba,mudah-mudahan bisa,soalnya pa Wili ini pelanggan tetap kita selama 3 tahun ke belakang ini mba,kan sayang kalau sampai dia kabur ke butik lain."


"Ya,aku usahakan."


Tak lama Zahfran pun ke luar dari kamar mandi masih mengenakan handuk sebatas pinggag saja.

__ADS_1


Saat ia keluar wajah Shafiah berubah aneh. "Kenapa wajahnya." Zahfran pun menghampiri Shafiah lalu duduk di sampingnya.


"Kenapa sayang?" Zahfran menyibakan rambut panjang Shafiah ke belakang.memberikan sentuhan lembut di batang lehernya.


Shafiah menatap ke arah lain. "Bagaimana cara aku bujuk mas Zahfran? aku kan lagi marah. Tapi kalau gak di bujuk,mana bisa mas Zahfran kasih aku izin." Batin Shafiah bergumam.


"Hei..kenapa?" Zahfran menatap wajah Shafiah dari samping."


"Gak apa-apa" jawabnya singkat namun matanya menatap ke arah lain.


"Sayang..." Zahfran menarik dagu Shafiah untuk menatap wajahnya hingga mata mereka pun saling bertemu.


"Katakan ada apa?"


Shafiah masih diam.Zahfran melirik ponsel Shafiah di atas nakas dalam keadaan menyala. "Shifa? minta kamu ke jakarta?" Tanya Zahfran.


Shafiah menatap wajah Zahfran lalu mengangguk.


"Tidak akan mas izinkan." Cup..satu kecupan mendarat di bibir Shafiah.


"Tapi mas,dia itu pelanggan tetap butik kita."


Zahfran menarik tagan Shafiah lalu membawanya duduk di atas pangkuannya. "Kamu bisa merancang di sini,dan kirim lewat email." Kembali ia menjahili Shafiah dengan terus menc*um batang leher Shafiah hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana.


Zahfran kembali menc*um bibir Shafiah sambil membuka satu persatu kancing baju sang istri. "Mas,aku lagi haid." Tangan Shafiah menahan tangan Zahfran.


"Aku tau..bagian yang di larang di bawah pusar di atas lutut,selain itu boleh kan?" Zahfran menatap wajah Shafiah penuh dengan hasrat.


Shafiah diam. "Ide bagus Shafiah,berikan apa yang dia mau,setelah itu kamu bisa membujuk dia lagi." Batin Shafiah,senyum simpul nampak di wajahnya.


Karna tidak mendapat perlawanan dari sang pemilik,Zahfran kembali membuka satu-persatu kancing baju Shafiah sambil menci*m bibirnya.


Shafiah sedikit menurunkan egonya lalu membalas ci*man itu dan menautkan kedua tangannya ke atas bahu Zahfran.


Semakin panas,saat Zahfran berhasil membuka baju Shafiah,ia mebawa tubuh Shafiah ke atas ranjang,dan terjadilah pelepasan dengan cara yang halal.


(Bukan nerobos lampu merah ya 🤭)


# Dapet sedikit pelajaran waktu belajar parenting. Kalau kita mau cinta dari suami,layani dulu biologis suami,baru kita meminta cintanya,pasti di kasih.Contoh nya ya Shafiah ini. Selain cinta,kita bisa minta tolong dia,atau meminta sesuatu,tapi dalam kapasitas sewajarnya ya #



"Bangunlah sayang,mas ada di sini,di samping mu." Dia menggenggam erat tangan itu.



Di bab selanjutnya ya..


Author minta tanda cinta kalian dong...

__ADS_1


Jangan lupa selalu tinggalkan like dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘


__ADS_2