
Aku akan berusaha mencintau mu
Bukan itu yang ingin Frans dengar dari calon menantunya,ia ingin mendengar sendiri ungkapan sayang dari calon memantunya untuk putranya.
Frans terlalu takut akan masa depan rumahtangga Fatih kalau tidak di dasari atas nama Cinta,mungkin saat itu ia lupa,kalau cinta bisa tumbuh kapan saja seiringnya waktu berjalan.
Hingga jawaban Azky yang tidak memuaskan,membuat Frans betul-betul bertekad untuk menjodohkan putranya dengan seorang gadis,yang mana gadis itu adalah anak dari teman bisnisnya.
Setelah panggilan saat itu berakhir,Fatih terpaksa mengikuti kemauan orangtuanya untuk menemui gadis yang di jodohkan dengannya di salah satu Reatauran mewah kota Sidney.
Ini adalah pertemua pertama mereka,gadis cantik berkulit putih tinggi itu bernama Tania yang saat ini tepat berada di hadapnnya.
Fatih sangat tau kalau gadis itu sama-sama tidak menyukai perjodohan ini,sepanjang perbincangan Frans dengan orangtuanya,Tania menunjukan sikap dinginnya,ia bahkan tidak menoleh sedikitpun untuk menatap wajah Fatih.
Ia tidak ingin membuang kesempatan emas ini,ia memberanikan diri mengajak Tania untuk berbincang di taman yang letaknya tak jauh dari Restauran itu.
"Ada apa kamu mengajak ku ke sini?" Tanya Tania sedikit terheran.
Saat ini mereka berdua sedang duduk di taman belakang dekat Restauran.
Fatih merubah posisi duduknya menghadap gadis itu. "Aku tidak bisa menikah dengan mu."
Tania mengernyitkan dahinya. "Kenapa?"
"Aku mencintai wanita lain,aku akan segera menikah dengannya."
Tania terdiam mendengar pernyataan Fatih yang cukup mengejutkan,beruntung Tania merasakan hal yang sama dengannya,kalau ia juga mencintai pria lain.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan?"
"Aku ingin kamu melakukan sesuatu untuk membatalkan perjodohan ini"
Tania diam menyimak kata demi kata yang Fatih ucapkan. "Bicara sama orangtua mu kalau aku tidak ingin menikah dengan mu,dan aku pun akan berkata demikian dengan orangtua ku." Jelasnya.
"Itu tidak mungkin,aku tidak mungkin menentang orangtua ku." Tania kembali menatap ke depan.
"Kita tidak saling mencintai,kamu dan aku mencintai orang lain,apa mungkin kita bisa hidup bersama tanpa ada rasa cinta?"
Tania terdiam sejenak seraya berfikir. "Apa orangtua kita akan mengerti?"
"Kalau kita mengatakan alasan yang sama?aku rasa mereka akan menghentikan perjodohan ini." Tukas Fatih.
Kembali ia terdiam. Tak lama Tania mengangguk setuju. "Baiklah,aku akan mengatakan itu sama mereka."
"Alhamdulillah.. Terimakasi Tania,terimakasi." Senyum bahagia nampak jelas di wajah nya saat ini.
Dua hari setelah pertemuan itu,Frans mendapat telfon dari calon besannya,kalau ia membatalkan perjodohan itu dengan alasan yang Fatih katakan sewaktu berbicara dengan Tania di taman. " Ini pasti ulah Fatih yang mempengaruhi Tania untuk membatalkan perjodohan ini." Ucap Frans setelah sambungan telfon terputus.
Frans geram,ia menghampiri kamar putranya.lalu membuka pintu kamar itu tanpa mengetuk lebih dulu."Brak.. "Fatih.." suara Frans sedikit meninggi. Ia tau saat ini papahnya sedang dalam keadaa marah.
"Ada apa?" Fatih bangkit dari duduknya,Frans melangkah masuk ke dalam berdiri tepat di hadapan Fatih yang sedang memegang buku di tangannya.
"Ini pasti rencana kamu kan,sampai Tania membatalkan perjodohan ini?"
"Aku tidak merencanakan apapun,Tania dan aku memang tidak saling mencintai,kami mencintai orang lain." Fatih menjatuhkan bujunya ke atas meja.
"Papah melarang aku menikahi Azky karna Azky belum mencintai ku,tapi..bagaimana bisa papah menjodohka ku dengan Tania yang mana dia juga mencintai pria lain?"
Pertanyaan Fatih membuat Frans tak mampu berkata apa-apa. Dia diam masih dalam posisi yang sama.
"Pah...aku akan membuktikan kalau dalam dua minggu ini Azky akan mencintai ku."
"Seyakin itu?" Tanya Frans dengan sudut mata yang menyipit.
"Aku yakin. Kalau dalam dua minggu ini Azky masih belum mencintai ku,aku akan melakukan apa saja yang papah mau,termasuk menikah dengan wanita pilihan papah."
__ADS_1
mencoba mempertimbangkan kesepakantan dengan putranya. "Baiklah."
"Kalau aku berhasil membuat Azky mencintai ku,aku mau papah langsung melamar dia di Jakarta,dan aku mau kita langsung melangsungkan pernikahan di sana."
Dari situ lah Fatih tidak menghubingi Azky selama dua minggu ke belakang ini,dan usahanya berhasil membuat Azky merasa rindu saat Fatih tidak memberinya kabar.
Saat itu juga Fatih memberitahu Frans kalau Azky merindukannya,ia bahkn ingin bertemu dengnya. "Aku berhasil membuat Azky mencintai ku pah,sekarang saatnya papah merestui pernikahan ku dengan Azky."
Mendapat kabar dari putranya,membuat Frans dan Andini ikut bahagia,akhirnya cinta putranya tidak bertepuk sebelah tangan.
Flashback OFF
Sesuai dengan apa yang Fatih ucapkan,kalau ia akan terbang ke Jakarta dengan penerbangan awal,ia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan calon istrinya.
Sepanjang penerbagan menuju Jakarta,Fatih terlihat sangat gelisah,berkali-kali Bu Andini melihat putranya senyum-senyum sendiri sambil menatap awan di atas ketinggian ribuan kilo meter di atas permukaan tanah. (Pesawat ya maksudnya).
Berapa jam waktu yang di tempuh? Entahlah,Fatih merasa waktu terasa begitu lambat saat ini.
Begitu sampai bandara,Ia langsung mencari taksi untuk segera membawanya menemui wanita yang sangat ia rindukan selama ini.
Dengan kecepatan tinggi,taksi itu mebawa Fatih kepada tujuannya. Hanya membutuhkan waktu satu jam,taksi yang ia tumpangi sampai pada alamat yang Azky berikan. "Iya..ini Restauran tempat ia bekerja." Gumamnya sambil berdiri di sebrang jalan depan Restauran.
Bahkan sebelum ia melangkah menyebrang,sosok yang sangat ia cintai tiba-tiba muncul di hadapnnya. "Azky.." panggilnya dari jarak yang cukup jauh.
Rindu yang ia rasakan saat ini sangat berbeda dari sebelumnya,dia bahkan hampir lepas kendali ingin memeluknya. "Eehh..tunggu." Azky melangkah mundur saat Fatih akan memeluknya.
"Kenapa?"
"Ko kenapa? Belum muhrim mas." Mengingatkan.
"Astahfirullah.." ucap Fatih yang langsung menurunkan tangannya. Ia menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Padahal lupa sebentar gak apa-apa kali" Ucap Fatih sangat pelan,namun masih terdengar jelas di telinga wanitanya.
"Ya gak bisa lah,sah dulu,baru boleh peluk."
Mereka saling melempar senyum penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Kapan sampai?"
"Ini baru sampai,aku langsung ke sini."
"Kopernya?"
"Di bawa mamah ke apartemen."
Senyum di antara keduanya masih terpampang nyata,sulit untuk mengartikan kebahagiaan mereka saat ini. Yang pasti mereka sangat bahagia.
"Gemeeess...pengen peluk." Ucap Fatih dengan senyum sumeringah.
"Sabar."
"Nanti malam aku sama orangtuaku mau ke rumah mu."
"Boleh..Apa aku perlu mempersiapkan sesuatu?"
"Tidak perlu,cukup persiapkan dirimu untuk menerima lamaran ku."
Azky kembali tersenyum. "Baiklah."
OTW pernikahan
OTW perjuangan Shafiah dan Zahfran mendekatkan si kembar dengan Abiyu.
Boleh dong sekarang minta Vote Like dan Komen positif sebanyak-banyaknya 🙏.
\#dengan kata-kata yang santun ya 🤗\#
\#Mohon di maafkan kalau banyak kesalahan dalam alur atau tidak sesuai dengan harapan reader semua\#
__ADS_1
Masih mau lanjut gak?😘🙏