
"Dih...jadi laki ngambekan." Kata Khadijah meledek.
"Iisshh... Nyebelin banget sih tante." Abiyu mendengus kesal dengan ejekan Khadijah. Ia melipat Laptoopnya,lalu menyerahkan beberapa berkas pada Bram,untuk di cek ulang. "Ada sedikit kesalahan Om."
"Yang mana?" Ucapnya sambil membuka lembar demi lembar berkas yang di berikan Abiyu.
"Halaman ke dua,tolong di perbaiki ya Om. Ini proposal kedua kita loh,kali ini gak boleh gagal." Abiyu bersandar pada sandaran sofa,sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa pening.
Iya,saat ini ia sedang berada di rumah Khadijah,menurutnya rumah Khadijah adalah tempat yang tepat untuk menenangkan diri. Aahh...sepertinya tidak juga,dari kemarin Khadijah terus mengejeknya. "Nyebelin."
"Lagian pake acara kabur-kaburan segala."
"Gak boleh tinggal di sini?" Saut Abiyu kesal.
"Tuh..kan,kamu lihat kan mas,segitu aja dia marah." Kata Khadijah pada suaminya.
"Udah dong sayang,jangan ngeledek terus." Saut Bram.
Melihat suaminya sudah bicara serius,ia melipat bibirnya rapat-rapat.
Bram melipat berkasnya,lalu bicara pada Abiyu sebagai Om nya. "Sekarang cerita,ada masalah apa kamu di rumah?" Tanya Bram serius.
"Gak ada apa-apa." Jawabnya singkat.
"Kalau gak ada,ngapain ke sini? bukannya kelonan sama anak istri di rumah."
"Lagi males." Lagi-lagi menjawab singkat.
"Males..? Kisya yang males kelonan sama kamu?"
"Apaan sih Om?" Ia mengerutkan dahinya.
__ADS_1
Bram menghela nafas dalam. "Abiyu..kamu tinggal di rumah ku sudah dua hari,dan selama itu juga kamu gak mau cerita,terus ngapain ke sini kalau cuma numpang tidur doang." Saut Bram yang tak kalah jahilnya dengan Khadijah,dan Khadijah hanya bisa tersenyum.
"Kamu datang ke tempat yang salah Abiyu. Kasihan..." Batin Khadijah bergumam,dengan menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.
"Om,bicara yang sopan dong,aku kan atasan Om. Om mau aku potong gaji karna melarang ku tidur di sini?" Ucapnya mengancam.
"Hai..Abiyu malique,ini rumah ku,dan kamu di sini sebagai adik ku,jadi kamu harus patuh sama aku dan istri ku." Tegas Bram.
"Bagus mas." Saut Khadijah malah mendukung.
"Salah aku tinggal di sini,bukannya tenang malah tambah stres."
"Mangkannya cerita Abiyu,kalau nggak,sono tinggal sama bunda kamu. Bisa-bisa kamu di ceramahin abis-abisa."
"Mangkannya aku tnggal di sini. Udah ah,aku mau istirahat. Awas ya kalau ada yang bilang sama bunda aku di sini,terlebih Kisya. Jangan kasih tau dia." Ia pun pegi ke dalam kamar,meninggalkan Jia dan Bram di ruang tamu.
"Dasar Abiyu,keras kepala kayak mas Zahfran."
"Lah.. wong anaknya." Saut Bram.
Ha..ha..ha..
Keesokan harinya,dan ini hari ketiga Abiyu tidak ada di rumah,Kisya masih tetap tidak ingin mencari di mana keberadaan sang suami selam tiga hari ini. "Malas,biar aja,nanti juga pulang sendiri,aku gak mau buang-buang waktu nyariin dia. Kabur kayak anak kecil." Ucapnya sambil menghabiskan sarapan yang di buat oleh Kiran.
"Tapi kan kasian Kayla,setiap hari nanyain terus."
__ADS_1
"Udah,lama-lama juga biasa,lagian Kayla ngerti ko,aku udah bilang kalau ayah lagi ke luar kota."
"Tapi kak.."
Kisya menghentikan sejenak aktifitasnya. "Ran.. Dia itu gak bisa jauh-jauh dari aku,aku yakin,nanti sore,atau besok,dia pasti pulang,kamu liat aja."
"Kalau gak gimana..?"
"Dia pasti pulang,hidupnya bergantung pada ku."
Seperti biasa,satu BAB lagi nanti siang ya.
SOO.. Tau dong mesti apa 🤗🙏
Banyak LIKE
Banyak KOMEN
Banyak VOTE
Banyak BUNGA
__ADS_1
Banyak UP pula.
Maaf ya banyak maunya 😂🙏